The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Guncangkanlah dunia ini sampai Nirwana para dewa



Hari dengan cepat berganti, malam sudah berganti dengan pagi hari, matahari kini terbit dengan cahaya yang menyilaukan. Rigel dan yang lainnya sudah siap akan segala hal yang akan terjadi setelah ini. Tidak akan ada yang tahu, akankah mereka masih dapat melihat langit di esok hari.


"Meskipun kecil, aku sudah bisa merasakan aura menjijikan datang dari sana."


Takumi menunjuk ke arah yang di tuju Rigel dan yang lainnya, tempat itu akan menjadi pertarungan besar mereka sekaligus pemakaman untuk monster yang sudah membawa bencana selama lebih dari empat ratus tahun lamanya.


Sebagai persiapan, Rigel sudah menciptakan banyak senjata, peluru dan Bomb untuk di gunakan para pejuang di dalam pertarungan nanti. Rigel tidak membuatnya untuk dirinya sendiri karena Rigel sangat yakin senjata modern yang saat ini tidak akan cukup untuk melukai Hydra.


"Tuan Rigel, tuan Takumi, apakah kalian sudah melakukan persiapan kalian?"


Merial datang menghampiri Rigel dan Takumi. Merial sudah mengenakan zirah ringan miliknya dan juga pedang sihir di pinggangnya serta sebuah cambuk. Rigel menatapnya dengan bingung.


"Sejak awal ada yang membuatku penasaran, awalnya kupikir kau seorang penyihir karema memiliki energi sihir yang besar di dalam tubuhmu. Namun, kau lebih memilih menjadi ahli pedang sihir dan juga, apa fungsi dari cambukmu itu?"


Rigel bertanya sambil melihat penampilan Merial. Sebaliknya, Merial hanya tersenyum dan menjawab pertanyaan Rigel.


"Mungkin sedikit aneh untukmu, tuan Rigel. Tetapi, hal ini sudah mendarah daging di keluarga kami, Ainsworth. Tidak hanya kekayaan dan koneksi dagang saja yang membuat keluarga kami terkenal, namun keluarga kami juga terkenal memiliki banyak pejuang special di keluarga kami."


"Pejuang special?"


Takumi bingung.


"Ya. Keluarga Ainsworth selalu menghasilkan keturunan yang berbakat dan unik sepertiku. Pada umumnya, kebanyakan orang hanya akan menguasai satu bidang namun berbeda dengan kami keluarga Ainsworth. Kami dapat menguasai berbagai bidang entah itu penyihir, ahli pedang, Vanguard ataupun seorang pemanah. Karena hal itulah, orang orang mulai menyebut kami sebagai Weapon Master."


Pada umumnya, seseorang hanya akan memiliki satu keahlian saja untuk di lakukan. Contohnya seseorang yang memiliki bakat sebagai penyihir akan menjadi seorang penyihir di masa depan dan orang yang memiliki kemampuan berpedang akan menjadi seorang Ahli pedang. Namun keluarga Ainsworth dapat menguasai segalanya, mereka bisa menjadi seorang Arch Wizard, ahli pedang dan Vanguard secara bersamaan.


"Begitu, ya. Lalu, apa gunanya cambukmu itu?"


"Aku juga belum mengetahui seberapa hebat cambuk ini. Aku mendapatkannya dari seorang Alchemist yang membuatkanku iceland. Dia bilang cambuk ini tidak akan hancur dengan mudah, selain itu, cambuk ini memiliki kemampuan spesial yang sangat berguna. Aku sendiri sangat terkejut saat menggunakannya, cambuk ini dapat memanjang dan memendek sesuai keinginanku."


"Hooh, sepertinya dia orang yang hebat."


Ucap Takumi.


"Hmm, aku jadi ingin bertemu dengan Alchemist itu."


Ucap Rigel.


"Jika begitu, setelah pertempuran ini berakhir, akan aku perkenalkan tuan Rigel dengan Alchemist itu."


Merial menawarkan bantuannya kepada Rigel dengan ramah. Rigel menatap Merial dan tersenyum lalu mengucapkan "Terima kasih" kepada Merial. Rigel senang karena memiliki banyak orang yang membantunya. Lalu, tidak lama setelah percakapan yang damai itu, Rigel, Takumi dan Merial memucat dan membuat wajah ngeri.


Tubuh mereka seakan di paksa untuk menunduk dan terbaring di lantai. Hal ini bukan di sebabkan oleh sihir gravitasi atau semacamnya, namun di sebabkan oleh aura intimindasi yang sangat kuat dan menjijikan.


"A-apa apaan aura menjijikan dan menyesakkan ini, sialan!"


Takumi mulai mengutuk kehadiran aura itu sementara Rigel dan Merial mencari dari mana aura itu berasal. Aura itu nerasal tidak jauh dari depan tempat kapal Rigel menuju, aura ini pastinya milik Hydra.


Rigel memperhatikan semua awak kapal gemetar karenanya. Tidak hanya di kapal Rigel, tetapi di kapal lainnya juga sama. Para awak kapal memiliki keringat dingin yang bercucuran di tubuh mereka karena ketakutan akan kehadiran monster yang sudah membawa bencana selama lebih dari empat ratus tahun lamanya.


Rigel menarik nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan dan menarik nafas lagi. Rigel mulai Menaikkan suaranya sehingga seluruh kapal dapat mendengarnya.


"Tegakkanlah badan kalian, Angkat kepala kalian, Kuatkan tekad yang kalian miliki! Waktunya sudah tiba bagi kita untuk bertempur! Kita akan membunuh dan mengukir nama kita di dalam batu sejarah! Demi anak kita, demi istri kita, DEMI ORANG YANG KITA CINTAI, DEMI MASA DEPAN! Mari kita tunjukkan kepada para dewa keparat itu, bahwa kita para manusia tidak membutuhkan kehadiran mereka! AYO KITA GUNCANGKAN DUNIA INI DAN NIRWANA PARA DEWA!!!"


"YAAAAARGGHHH!!!"


Semua pejuang di seluruh kapal mengaum dengan semangat dan mengangkat senjata mereka. Pidato Rigel nampaknya berhasil menaikan moral dan semangat semua orang. Bahkan Takumi dan Merial terkejut saat melihat Rigel yang biasanya tenang dan lembut dapat berteriak seperti itu.


"Sebentar lagi kita akan memasuki territory Hydra!"


Merial kembali memfokuskan pandangannya ke depan, pertarungan mereka akan segera di mulai.


Dari ujung kapal, ada seberkas cahaya yang perlahan menyelimuti kapal seolah sedang melewati sebuah cahaya. Itu adalah pembatas dari Territory Hydra, setelah melewati cahaya pembatas itu, Hydra akan mengetahui bahwa ada penyusup yang memasuki wilayahnya. Lalu, saat cahaya itu mencapai Rigel, sebuah pesan muncul di layar padangnya.


...**Peringatan!!!...


...Anda telah memasuki wilayah kekuasaan Hydra**!!!...


Jantung Rigel mulai memompa darahnya dengan cepat karena adrenalinnya yang meningkat


BaDum, Badum, Badum.


Air laut yang awalnya biru kini berwarna kehitaman karena tercemar, langit menghitam seolah hujan dan di sertai petir, kapal terombang ambing karena ombak yang naik dan turun.


Monster monster berterbangan di langit seperti kelelawar Vampire, Griffon, Wyvern, ada juga yang mirip seperti dinosaurus yang bisa terbang dan juga seekor naga yang cukup besar terbang di langit. Tidak cukup sampai di situ, monster monster yang bersemayam di laut mulai keluar.


Di mulai dari paus pembunuh, ikan terbang, Kappa, dan beberapa monster laut lainnya.


"Oi oi, jumlah ini 10x lebih banyak dari pasukan kita!"


Ucap Takumi.


"Yah, kita sudah menduga jika hal seperti ini akan terjadi, karena itulah persiapan kita sangat matang."


Ucap Merial.


Rigel bersyukur bahwa keputusannya tepat untuk membuat lebih banyak senjata dan cadangan peluru untuk di gunakan. Tidak hanya itu, Rigel juga membuat beberapa senjata senjata seperti pedang dan panah. Rigel tidak tahu seberapa bagus kualitas senjatanya, namun setidaknya itu lebih dari cukup.


Rigel memandang pasukan yang sudah memegang senjata di tangan mereka.


'Sepertinya mereka sudah siap menghadapi apapun.'


Batin Rigel sambil tersenyum.


Semua prajuritnya tidak ada yang gemetar, mereka semua terlihat seolah olah siap mengorbankan nyawanya kapanpun dan tidak terguncang dengan jumlah monster kecil yang akan mereka hadapi.


"Nona, para monster di laut mulai merayap di kapal!!"


Teriak seorang prajurit.


"Menjauhlah dari pinggir dek kapal! Tembak mereka saat mereka berhasil naik!"


"Ya!"


Saat monster monster mulai memperlihatoan kepalanya, para pejuang secara kompak menembaki mereka dengan senjata yang di berikan Rigel kepada mereka. Lalu, dari langit seekor Wyvern terbang mendekati kapal milik Rigel.


Sing!


Sebelum Rigel dapat bertindak, sebuah tebasan cahaya berwarna merah memotong tubuh wyvern menjadi dua bagian. Cahay itu berasal dari seorang gadis bangsa yang berada di sekatnya, Merial Ainsworth.


Merial menggunakan pedang sihirnya untuk menebas Wyvern. Pedang sihirnya sangatlah indah, dia berwarna kemerahan dengan bilah yang tajam. Bentuknya sedikit berbeda dengan pedang biasanya namun hal itulah yang menjadi perbedaan pedang sihir dengan pedang biasa.


"Serahkanlah yang disini kepada kami! Lawan kalian ada di sana."


Ucap Merial.


Merial menunjuk ke kejauhan dan di sana, sesuatu mulai keluar dari bawah air. Monster itu memiliki dua kepala di dalam satu badan. Tubuhnya menjulang tinggi di udara, mungkin setara dengan tinggi monas di Jakarta.


"Oi oi oi oi oi! Bukankah ini terlalu besar!"


Ucap Takumi.


Kehadirannya saja sudah cukup untuk membuat banyak orang gentar.


Roaaaaaarrrrr!!


Hydra mengaum dengan kencang, semua orang menutup telinganya karena suaranya yang sangatlah keras.


"Ayo Takumi!!"


"Aku tahu!!"


Rigel dan Takumi berlari dari kapal dan melompat langsung ke arah Hydra yang baru saja muncul. Hydra menatap Rigel dan Takumi dengan kedua kepalanya, lalu—


"Siapa kalian orang bodoh yang berani menyusup ke wilayahku."


Hydra itu berbicara, Rigel bahkan dapat mendengarnya dengan jelas. Semua orang menatap ke arah Hydra dengan sangat terkejut. Mungkin karena Hydra masih termasuk dalam kategori Ras naga. Jika dia bisa berbicara layaknya manusia, nerarti dia memiliki darah murni di nadinya.


"Tch! Pertarungan ini tidak akan mudah!"