The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Ensiklopedia



Begitu selesai melakukan urusannya, dia kembali berkeliling ke tempat lain sembari menuju Arena untuk mengkonfirmasi bahwa dia, Leo dan Garfiel atau yang di kenal Tiger akan berada dalam tim yang sama. Dia telah menugaskan para budak untuk melakukan beberapa hal, dia juga menjadikan pedagang sebelumnya sebagai bonekanya dan menjalankan toko selagi menyebarkan para budak ke loka lain.


Begitu pergi ke arena, tidak terduga ada cukup banyak petarung yang berada di sana. Nampaknya mereka berusaha mencari tim demi meraih posisi kedua. Namun, Rigel menyadari adanya keanehan tertentu. Dia melihat dua orang yang tampaknya pemimpin tim yang telah mencapai batas maksimal tim saling bersalaman.


Hmm, harusnya satu tim hanya bisa menampung paling banyak 5 orang. Pasti ada sesuatu yang berubah, tanpa kusadari.


Ketimbang diam dan tidak tahu apa-apa, lebih baik berkeliling dan menanyakan orang yang bisa di tanyakan untuk informasi. Sesaat hebdak berjalan, seorang pria bertudung hitam yang menutupi wajahnya tanpa sengaja menyenggol bahu Rigel.


"Maafkan, aku tuan."


Meninggalkan kata maaf untuk dirinya, pria itu pergi menjauh dari kerumunan. Suaranya tentu asing baginya, namun perasaan aneh ketika menyentuhnya membuat risih. Yah, siapapun itu, selama dia tidak mengusik Rigel maka tidak apa dan dia tidak perduli.


Dia melanjutkan perjalanan dan menuju loket dimana gadis cantik berambut hijau yang menjadi pegawai arena ini. Di lihat dari banyaknya petarung yang menggodanya, jelas dia populer di tempat ini.


"Permisi, bisakah aku menanyakan beberapa hal."


Gadis yang awalnya tampak bosan dan lelah akan pekerjaannya mulai tercerahkan, begitu melihat petarung yang baru dilihatnya.


"Ah, ya. Apakah ada yang bisa saya bantu?"


"Aku ingin menanyakan beberapa hal mengenai keganjilan yang kuperhatikan... Pertama, aku melihat adanya dua pemimpin tim yang memiliki jumlah maksimal nampak bekerja sama. Apakah kau tahu maksudnya?"


Gadis itu hanya tersenyum lembut, dia tahu apa yang di maksud Rigel.


"Ahh~, apakah anda petarung baru? Saya baru kali ini melihat anda."


"Ya, aku mendengar dari temanku bahwa tempat ini tempat yang cocok untuk mencari uang dan perlengkapan bagus."


Tentunya dia membuat tujuan palsu yang sudah dapat di duga semua orang. Di lihat dari reaksi gadis itu, sepertinya sudah menjadi rahasia umum tentang dua pemimpin tim bekerja sama.


"Begitu, aku mengerti. Wajar bila kau tidak mengetahuinya... Aku akan menjelaskan. Hal yang kau lihat sebelumnya mengenai dua tim saling bekerja sama sudah menjadi rahasia umum di antara para petarung. Sebelum pertandingan satu lawan satu, akan ada pertandingan Battle Royal, dimana hanya akan ada 25 dari 100 tim yang dapat mengikuti Fight To End."


"Begitu. Jadi ada semacam seleksi bagi para petarung sebelum masuk ke panggung utama dan hanya mereka yang berada di top 25 yang dapat berdiri di panggung utama. Aku mengerti sampai situ, namun untuk tujuan apa mereka berkoalisi?"


"kau memiliki pengetahuan luas ya," Gadis itu sedikit memuji, tampak terkagum dengan orang bertopeng yang langsung mendapatkan inti penjelasan dengan satu kali penjelasan darinya. Mengesampingkan kekaguman, dia mulai melanjutkan.


"Tujuan daru koalisi itu adalah bergabung untuk menghancurkan tim lain, demi meraih salah satu dari 25 slot yang tersedia. Jika satu tim dengan 5 orang saling koalisi dengan yang lain, akan menjadikan jumlah mereka 10 orang, dimana meningkatkan kesempatan untuk meraih 2 kursi dari 25. Semakin banyak koalisi tim terbentuk semakin besar kesempatan meraih kursi."


Rigel memahami dengan jelas maknanya, rencana seperti itu memang sangat cerdik. Dengan 10 orang rekan yang bekerja sama menjatuhkan tim lain selagi mempertahankan tim mereka dapat meningkatkan kesempatan meraih kursi dan mengurangi lawan yang harus di jatuhkan.


Jika terdapat 5 tim berisikan 5 orang berkoalisi, maka mereka akan terlihat seperti serikat yang hendak melakukan raid. Pastinya bukan perkara mudah mengalahkan 25 orang. Dia benar-benar kagum terhadao orang pertama yanv memikirkan trik licik nan sakti seperti ini. Jika ada 25 tim yang membentuk kelompok dan menjatuhkan yang lain, tentu saja tidak akan ada kesempatan bagi yang lain untuk menang. Piliham yang ada adalah menjatuhkan salah satu kelompok dari koalisi dan bertahan sampai akhir.


"Selain itu, pertarungan kali ini akan sangat spesial dan jauh berbeda dari pertarungan yang biasanya. Atas perintah dari tuan tanah, kali ini akan ada 50 tim dari 250 tim yang akan bertarung."


Rigel belum pernah mendengar hal ini, bahkan Moris tidak mengatakan apapun tentang hal semacam ini.


"Bukankah itu ada terlalu banyak? Atas dasar apa tuan tanah menambah kursi dan batas maksimal pendaftar?"


"Tentu saja karena tiga hadiah utama yang sangat menarik minat semua petarung di seluruh negara. Tiga hadiah utama itu adalah atifak kuno berupa Buku Pengetahuan, Budak Dwarf dan pedang sihir buatan Dewa Hephaestus, God Sword."


Atifak Kuno, hal yang sudah begitu langka di dengar ataupun dia lihat, yang menunjukkan bahwa kelangkaannya bukan main. Dwarf, Pedang sihir buatan dewa dan sebuah buku ensiklopedia. Tentunya dia tertarik dengan dua hadiah yang baru di dengar, terutamanya buku Ilmu Pengetahuan yang di sebutkan. Mari sebut saja ensiklopedia.


Ensiklopedia mungkin memiliki catatan tentang batu ramalan atau sesuatu yang selama ini menjadi teka-teki yang di simpan di kepalanya. Namun, Rigel tidak tahu sebatas mana pengetahuan yang ada di buku itu.


"Artifak kuno, Buku Pengetahuan? Ini pertama kalinya aku mendengar itu, memang apa yang sangat spesial darinya sampai begitu banyak orang ingin memilikinya?"


"Seperti namanya, Artifak kuno. Benda-benda yang memiliki kekuatan di luar nalar manusia yang di ciptskan para dewa untuk membantu mempertahankan keberadaan Manusia dam bertahan selama perang Ragnarok hang akan datang. Buku Pengetahuan adalah maha karya yang pernah di buat Dewa pengrajin untuk membantu manusia. Konon, buku itu berisi catatan segala hal yang ada di dunia ini, bela diri, sihir, ilmu pengobatan atau bahkan keabadian."


Namun tentu saja tidak sedikit orang yang mencari keabadian, karena ketakutan terbesar manusia adalah kematian.


Ensiklopedia itu nampaknya seperti buku catatan dunia yang memiliki segala informasi yang di serap dunia ini. Bohong jika bilang aku tidak tertarik sama sekali, justru minat terbesarku saat ini ada pada buku itu. Tidak akan mengejutkan bila Lucifer juga tertarik dan mengirim pilar nya ke sini.


"Apakah kau tertarik juga kepada Artifak itu? Sayangnya tidak akan mudah mendapatkannya karena terdapat pemenang mutlak yang akan menjadi nomor 1 dalam pertarungan."


Hoho? Keputusannya datang kemari tidak salah. Buktinya dia mendapatkan begitu banyak informasi dari gadis ini.


"Pemenang mutlak? Siapa itu?"


"Pilar Iblis, Marionette. Mungkin terdengar mengerikan bahwa sosok yang akan menjadi musuh umat manusia akan ikut bertarung, namun kamu tidak perlu khawatir. Tuan tanah telah membuat kontrak kepadanya bahwa dia tidak akan membunuh manusia di arena."


Jadi benar bahwa Pilar iblis benar-benar ada di sini. Bila begitu, mustahil bahwa dirinya tidak akan mengungkap identitasnya tanpa rencana dan panggung yang sedang dia siapkan.


"Jadi begitu, meski aku tertarik dengan hadiah utama namun itu hanya akan menjadi angan-angan saja rupanya." Rigel membuat dirinya seakan-akan kecewa dan membuat gadis itu setuju dengan desahnya.


"Yah, kau tidaklah salah. Dengan adanya Pilar Iblis, dia pasti akan merenggut semua hadiah utama karena dirinya tidak akan terkalahkan. Aku sendiri khawatir akan beberapa hal terjadi karena tidak akan ada yang menolong jika Pilar Iblis mengamuk. Lain halnya jika ada seorang Pahlawan yang kebetulan menyamar atau apapun."


Kata-katanya tidak memiliki maksut apapun seperti dia telah menebak bahwa orang di depannya adalah Pahlawan. Sepertinya kata-kata itu murni dari harapannya langsung dan menenangkan diri dengan menganggap bahwa mungkin ada Pahlawan yang tengah bersembunyi.


"Yah, mungkin saja dia benar-benar ada dan bersembunyi di antara kita. Kalah begitu, terima kasih atas informasinya, aku undur diri."


"Ya. Aku mendoakan keselamatanmu di pertempuran nanti."


"Ahh, benar aku hampir saja lupa. Aku akan membentuk tim dengan nama Leo, Tiger dan Matsu. Bisakah kau mengurusnya?"


"Ya, jalau begitu akan segera dilakukan. Kalau boleh bertanya, apakah namamu Matsu?"


"Ya, apa ada perlu?"


"Tidak, aku hanya penasaran saja dengan topeng yang menutupi wajahmu."


Mungkinkah dia berpikir bahwa di balik topengnya ada wajah Pahlawan atau semacamnya? Yah, Rigel tidak bisa menyalahkannya.


"Yah, aku memiliki luka bakar yang sangat tidak enak di lihat, jadi maaf aku tidak ingin menunjukkannya."


"Ahh, aku mengerti. Maaf telah bertanya, kalau begitu aku akan mendaftarkan nama yang kau sebutkan ke dalam tim."


Setelah menyelesaikan pendaftaran tim, Rigel pergi kembali menyusuri jalan sampai dia menemukan Moris dan Leo yang nampaknya telah mencarinya.


"Matsu, aku telah mencarimu kemana-mana, syukurlah kita dapat bertemu."


Moris dan Leo menuntun Rigel menuju penginapan yang mereka sewa untuk beberapa hari. Mereka membahas beberapa hal tentang Rigel yang menjadikan Tiger sebagai timnya dan mengenai tim lain berkoalisi di balik layar. Rigel memberitahu bahwa Tiger memiliki nama asli Garfiel dan merupakam teman Leo saat menjadi budak.


"Syukurlah... Syukurlah dia dan Theresia masih hidup." Leo mulai menangis bahagia dan mengucapkan rasa syukur sebesar-besarnya.


Pembahasan terus berlanjut, Rigel tidak berniat membocorkan rencananya kepada siapapun, terutama Moris, yang tidak dapat di percaya oleh Rigel. Rencananya miliknya sendiri, begitulah yang dia tekankan.


"Sepertinya anda melakukan berbagai hal seperti mencari informasi, ya. Seperti yang di duga dari tuan Rigel."


"Tempat ini sesuatu yang asing bagiku, sehingga perlu mencari informasi untuk lebih mengenal tempat ini. Yah, mungkin aku akan berkeliling selama beberapa waktu, jadi tidak perlu merisaukanku. Untuk sekarang, aku akan kembali ke Region untuk melihat keadaan."


Meninggalkan kata-kata itu, Rigel meninggalkan Leo dan Moris di penginapan dan menuju Region. Dia tentu memiliki banyak hal, terutama tentang kabar yang sedang di sebarkan oleh Ainsworth tentangnya yang mencari budak.