The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Kura-kura Penghancur



Tempat yang cukup jauh dari Kerajaan-kerajaan besar, di sebuah hutan yang memiliki monster tingkat tinggi, terdapat sekelompok petualang yang pergi ke daerah terpencil di area selatan. Mereka pergi ke daerah terpencil dan jarang di kunjungi ini untuk mencari harta karun.


"Heyy, berapa lama kita mau terus pergi ke tempat terpencil ini? sudah empat hari kita berjalan namun tidak menemukan apapun." Ujar petualang berambut merah yang bernama Jugo.


"Memangnya kau pikir ini salah siapa? jika bukan karena kau membuat keributan di guild, kita tidak harus pergi ke sini untuk mengganti kerugian yang kau perbuat." Balas gadis penyihir bernama Myra.


"Kau harus berhenti mengeluh Jugo, karena kau yang menjadi penyebab semua ini seperti yang di katakan Myra." Gadis barbar bernama Vein setuju dengan Myra.


"Kau juga sama saja, Vein. Jika saja kau tidak mabuk-mabukan dan meninggalkan hutang, kita tidak akan semiskin ini..." Ujar pria bernama Pluto.


"Sudah hentikanlah pertikaian kalian! fokuslah mencari sesuatu yang bisa menghasilkan uang!" Bentak wanita Elf bernama Miya.


Semuanya terdiam saat Miya membentaknya. Seperti yang di katakan nya, mencari sesuatu yang berharga dan memberikan mereka yang adalah prioritas utama mereka untuk saat ini.


"Emh? Miya, memangnya ada gunung sebesar itu di daerah ini?" Tanya seorang pria sekaligus pemimpin party, Gustov.


Party ini berisi enam orang dengan tiga pria dan tiga wanita. Satu penyembuh, dua Mage dan sisanya adalah petarung dan pemanah.


"Eh, aku yakin tidak ada pegunungan apapun di sekitar sini..." Miya yang berjalan menuju Gustov terdiam saat menatap pemandangan di depannya.


Terdapat sebuah gunung besar di ujung hutan ini. Miya sangat yakin seharusnya tidak ada pegunungan di sekitar sini. Meski ada, masih butuh empat hari berjalan kaki untuk menemukan sebuah pegunungan.


"Oh, Dewa... Ini— ini, kita harus pergi dari sini sebelum dia terbangun!" Perintah Miya.


Tanpa perlu banyak bertanya, Gustov dan yang lainnya mengikuti perintah Miya. Karena Miya merupakan Ras Elf, rasa yang di cintai Mana dan yang paling dekat dengan ratu peri. Dia jauh lebih peka dengan kepekatan Mana di sekitarnya, pasti ada sesuatu yang membuatnya sangat ketakutan.


"Ada apa Miya?! Kenapa kita harus berlari?!" Tanya Jugo selagi berlari.


"Sudahlah ikuti saja jika kau tidak ingin terinjak olehnya!" Balas Miya.


"Terinjak? Memangnya mahkluk apa yang dapat menginjak kita?! Bahkan seekor Naga tidak akan cukup besar untuk menginjak kita secara bersamaan!!" Jugo kembali bertanya.


Miya terlihat kesal dengan Jugo yang terus bertanya dan tidak bisa patuh mendengarkan. Saat Miya dengan kesal ingin memberitahu apa yang akan mereka hadapi, bumi mulai bergetar hebat yang membuat Myra dan Pluto terpeleset. Mereka berhenti berlari karena gempa besar ini tidak memungkinkan mereka berlari.


Mana di Atmosfer berguncang akan sesuatu. Hanya Miya yang mengetahui bahwa sosok yang dia takutkan telah terbangun. Bahkan lari pun percuma, mereka tidak akan selamat dari ini.


"Tch! Setidaknya ratu peri dan para pahlawan harus mengetahui ini!" Ujar Miya, "Gustov, bisakah kau memanggil Familiarmu dan membawa Myra pergi dari sini?" Lanjut Miya, selagi memanggil roh kecil di sekitar.


Gustov tanpa ragu memanggil Familiar nya yang berwujud Elang setinggi dua meter. Di sisi lain, cahaya hijau mulai berkumpul di sekitar Miya.


"Tolong sampaikan ini pada ratu peri. Tortoise, Kura-kura penghancur telah terbangun!"


Mendengar perkataan Miya, semua rekan party terkejut saat mendengarnya. Pantas saja Miya tampak sangat ketakutan akan sesuatu, jelas saja, karena di antara mereka, hanya Miya yang dapat merasakan Mana alam.


"K-kau bilang Tortoise? Kura-kura penghancur, salah satu monster malapetaka itu? B-bukankah dia seharusnya sudah mati, seperti yang di katakan dalam legenda...?" Ujar Jugo dengan gemetar.


"Legenda itu sengaja di buat agar memberikan ketenangan kepada kita... Kenyataannya, Tortoise hanya di segel oleh pahlawan dari masa lalu dengan cara mengorbankan nyawanya." Ujar Miya.


"Jadi, k-kita akan mati di sini??" Ujar Pluto.


Miya tidak menjawab, dia hanya diam dan menelan kenyataan pahit yang harus mereka Terima. Myra jatuh duduk karena lemas, mengetahui bahwa ajalnya akan tiba tidak lama lagi. Getaran yang di sebabkan Tortoise semakin besar. Mereka tidak memiliki waktu lagi.


"Setidaknya salah satu dari kita harus selamat dan mengabari hal ini kepada para Pahlawan." Ujar Miya.


"Elang familiarku juga hanya bisa mengangkut satu orang saja... Kalau begitu, Myra. Aku ingin kau menjadi orang yang menungganginya dan beritahu hal ini kepada para Pahlawan. Jika tidak, umat manusia akan musnah karenanya!" Ujar Gustov.


Semua orang ingin tetap hidup dan melihat hari esok. Namun takdir mereka telah di tentukan sekarang juga.


"Tapi— Tapi, jika aku saja yang pergi, kalian akan mati di sini... Aku tidak mau hal itu... aku masih ingin berpetualang lebih lama lagi bersama kalian..." Myra mulai menangis.


"Tenang saja, Myra. Kau pikir sudah berapa lama kita bersama? Entah bagaimana kami pasti akan kembali dengan selamat. Bahkan jika tidak, tolong katakan bahwa kami orang berjasa yang memberitahukan tentang kebangkitan Tortoise..." Ujar Vein.


Pluto dan Jugo juga ingin tetap hidup, namun membiarkan Myra yang masih muda adalah pilihan terbaik. Pluto dan Jugo saling mengangguk dan membopong Myra ke atas Elang Familiar milik Gustov.


Gustov mengelus paruh familiar kesayangannya. Familiar nya tampak mengerti, bahwa ini adalah saat terakhir dia bersama tuannya.


"Kara, tolong terbanglah secepat mungkin bersama Myra. Jangan berhenti apapun yang terjadi dan tetaplah hidup. Carilah betina yang kau sukai dan buatlah keluarga... Ini perpisahan kita, selamat tinggal. Sahabatku..." Gustov memeluk Elangnya yang bernama Kara.


*Rerrwwrrr.... ...


Kara merespown dengan sedih dan membawa Myra yang diam dan menangis terbang menjauh. Myra menoleh ke arah rekan partynya dengan penuh air mata. Reka-rekannya menatap kepergiannya dengan senyuman di bibirnya.


"Maafkan aku, semuanya!! Maafkan aku! Aku pasti berjanji, akan memberitahu para pahlawan dan membalaskan dendam kalian...!!! Aku bersumpah, atas nyawa yang kalian selamatkan ini..." Teriak Myra.


Myra dan Kara telah pergi menuju Ruberios untuk mengabarkan hal ini. Di sisi lain, setelah Myra pergi, rekan party yang tersisa tetap diam dan membentuk lingkaran. Gustov orang yang pertama berbicara.


"Sepertinya ini akan menjadi akhir pertualangan kita, ya. Aku bersyukur bisa bertemu kalian... Tahun-tahun yang kita jalani sangat menyenangkan. Terima kasih..." Gustov menatap ke langit dengan senyuman di bibirnya. Dia berusaha menahan air matanya.


"Elf memiliki umur yang panjang, kami sangat menghargai apa itu pertemanan. Sepanjang hidupku, hanya ketika bersama kalian saja aku merasa sangat senang... Aku harap ini terus berlanjut selamanya." Ujar Miya.


"Aku harap si Myra itu tidak lupa untuk menyebutkan bahwa kita adalah orang yang menyelamatkan umat manusia dari kehancuran Tortoise itu." Ujar Jugo.


Getarannya semakin kencang, Tortoise telah sepenuhnya berdiri tegak dan hendak berjalan. Kelima orang itu tetap dia di tempat yang sama tanpa bergerak sedikitpun.


"Ya, tidak kusangka aku akan mati perjaka seperti ini. Sialan, setidaknya izinkan aku melakukan itu denganmu Vein..." ujar Pluto.


"Hahaha, di kehidupan selanjutnya, aku akan memberikan apa yang kau mau, Pluto." Ujar Vein, tersenyum geli.


*Grrroooaaaarr....


Auman kencang Tortoise bergema di dalam hutan yang lebat itu. Bayangan hitam besar dari gunung yang berada di pundak Tortoise terpampang jelas di hutan. Ke lima orang itu tetap tidak bergerak, mereka diam membatu di tempat yang sama.


"Vein benar... Di kehidupan selanjutnya, Mari kita bertemu dan berpetualang lagi dengan nama yang berbeda. Dan jujur saja, aku tidak ingin mati..." Ujar Gustov, air mata mulai jatuh dari matanya. Begitu juga dengan rekannya yang lain.


Mereka sudah berusaha sekuat mungkin untuk menahan air matanya sampai akhir. Mereka telah cukup berjuang dan ini akhirnya...


*Dumb.........


Dalam sekejap, sebuah tapak kaki bundar super besar menginjak mereka bagai semut. Dengan kakinya yang besar dan beratnya yang mencapai jutaan Ton, tubuh ke lima orang itu hancur lebur.


*Dumb...... ....


*Dumb..........


*Dumb...........


Tortoise terus berjalan menuju ke tempat yang di huni banyak manusia. Tortoise menghancurkan apapun yang menghalangi jalannya sampai tak bersisa. Bencana terbesar umat manusia, kembali bergerak dan tujuannya adalah, **Britannia...


...New Arc : Kura-kura penghancur**...!!!...


Note.


Silahkan masuk Grup Chat yang telah di sediakan Noveltoon. Cek Profil ku.