
"95,96,97,98, 99,100...Huh..."
saat ini, Rigel sedang melakukan push up untuk membentuk otot-otot lengannya. Meskipun dia memiliki banyak kekuatan berguna, menjaga tubuh tetap sehat juga sangatlah penting.
Dua bulan berlalu semenjak Region terlahir dan Asoka menjadi Raja. Rigel tidak lagi memanggil Asoka dengan panggilan Cold, karena menurutnya itu berpengaruh kepada reputasinya sebagai Raja jadi karena itu Rigel memilih untuk memanggil namanya langsung meskipun Asoka tidak masalah untuk Rigel tetap memanggilnya Cold.
Rigel tidak mengenakan bajunya sehingga menampilkan otot-otot miliknya. Rigel mandi keringat karena habis melatih fisiknya dan mengelap keringatnya dengan handuk yang telah di siapkan lalu bergegas ke kursi kontrol.
"Ciel, bagaimana status saat ini...??" Tanya Rigel.
"Menjawab : Status Aman..."
Rigel mengangguk saat mendengar Ciel menginformasikan keadaan terkini. Dalam dua bulan ini, Rigel telah melakukan banyak hal sehingga membuat orang-orang di sekitarnya menjadi sangat bersemangat saat melihat benda dari dunia Rigel. Contohnya adalah roda Gear yang berputar tidak jauh di belakangnya saat ini. Roda gear itu berfungsi untuk menghasilkan energi listrik dan mengalirkan nya ke seluruh kerajaan Region. Cara kerjanya hampir seperti Kincir angin, namun yang membedakannya, ini di tenagai oleh energi sihir. Rigel menggunakan satu kristal yang berada di kepala Hydra untuk membuat roda Gear tetap berputar. Untuk kristal Hydra satunya lagi, Rigel menggabungkannya dengan lengan kirinya.
Lalu, untuk sosok yang berbicara dengan Rigel sebelumnya, Ciel. Bagi Rigel, Ciel sendiri sudah seperti mahakarya pertama yang berhasil dia buat, Jika di bumi, Ciel akan di kenal dengan sebutan AL. Atau kecerdasan buatan.
Untuk membuatnya di dunia sihir seperti ini cukup sulit. Singkatnya, Rigel menggunakan batu sihir yang dia dapatkan dari kotak Pandora sebagai wadahnya dan mengkompresi jiwa Antares ke dalam batu sihir.
Rigel bahkan tidak ragu menggunakan jiwa seorang dewa sebagai alat. Dia tidak bisa mentolerir seseorang yang hanya akan tertidur terus jadi dia memisahkan jiwa Antares dengan sebuah sihir kuno.
Antares sudah berada di dalam Rigel semenjak dia lahir, jadi seharusnya dia telah mengetahui banyak hal yang Rigel bawa dalam ingatannya. meski begitu, jiwa Antares hanyalah sebuah jiwa kosong karena Antares akan tertidur selamanya. Untuk menciptakan kepribadian Ciel saat ini, Rigel mengekstrak sedikit inti jiwa milik Priscilla dan menggabungkannya kedalam batu sihir dan terlahir lah Ciel. Yah, meski awalnya Rigel sedikit khawatir akan gagal namun dia bersyukur jika dia berhasil dalam sekali coba. Inti jiwa Priscilla hanya sedikit mengecil dan Rigel menyimpan baik-baik apa yang tersisa darinya.
Untuk yang lainnya, Rigel telah memastikan jika di Kerajaan ini terdapat sebuah batu ramalan. Namun, Rigel belum pernah melihatnya karena dia harus di sibukkan dengan beberapa hal selama dua bulan ini dan Rigel hanya meminta untuk mereka menyelidiki apapun yang menyangkut batu ramalan.
Setelah menyelesaikan latihannya, Rigel membersihkan diri lalu berkemas dan bersiap untuk pergi dari Region sementara. Ada hal penting yang harus dilakukan nya.
Merial, Asoka dan yang lainnya telah mengetahui bahwa Rigel akan pergi selama beberapa waktu, untuk masalah Region, Rigel menyerahkannya kepada Asoka, Ciel dan yang lainnya. Tidak perlu untuknya berpamitan karena itu tidaklah efisien, jadi Rigel memutuskan untuk berangkat tanpa berpamitan.
Setelah melakukan persiapan, Rigel melakukan teleportasi ke pelabuhan dan memulai perjalanan panjang Rigel menuju Kekaisaran suci Ruberios.
"Pelabuhan ini selalu tampak ramai seperti biasanya..." Ujar Rigel, melihat sekeliling.
Mungkin mereka jauh lebih sibuk untuk membentuk kerja sama dagang dengan Kerajaan baru. Meski begitu, tujuannya ke sini bukanlah untuk melihat berbagai macam aktifitas pedagang. Selagi dalam perjalanan menuju Kekaisaran Ruberios, Rigel hendak mencari beberapa orang yang cakap dalam pertempuran dan membuatnya bergabung ke kerajaan Region.
Tidak mau membuang waktu, Rigel mengenakan kupluk jubahnya dan berjalan pergi menuju Ruberios.
***
Sudah hampir setengah hari Rigel berjalan melewati hutan hijau yang lebat. Dia dapat melihat beberapa hewan yang tidak pernah dia temui sebelumnya dan membuat Rigel sedikit tertarik dengannya. Tidak sia-sia dia memilih berjalan kaki ketimbang terbang bebas di angkasa. Angin berhembus dan burung-burung bernyanyi dengan merdu di hutan yang damai ini, sampai sebuah pekikan yang di ikuti jeritan menghancurkan kedamaian hutan...
Kieekkk...!!!
"S-siapapun, T-tolong kami...!!!" Jerit seorang wanita sembari memeluk anaknya.
Wanita itu tampaknya seseorang yang tinggal di dekat sini. Sepertinya dia sedang mengumpulkan sayuran atau semacamnya bersama dengan anaknya dan di serang dengan sekawanan Chimera Ant yang berukuran dua kali lebih besar.
Chimera Ant itu berwarna merah dengan sepasang sayap yang membuatnya di panggil Chimera Ant.
"Ibu... Aku tidak ingin mati...!!!" Ujar anak yang berada di pelukan ibunya.
Anak kecil itu menangis karena ketakutan sementara ibunya tetap berusaha melindungi anaknya dan berharap keajaiban akan datang.
Kieeeeeekkkk!!!
Chimera Ant membuka mulut runcing nya dan hendak melahap ibu dan anak itu sampai—
Cruch!!
"Tenang saja, semuanya baik-baik saja karena aku sudah datang..." Ujar Rigel, menengok ke arah wanita itu dan menunjukan senyum kepadanya.
Rigel kembali fokus pada pasukan Chimera Ant yang terlihat marah karena temannya telah terbunuh olehnya. Rigel hanya tersenyum dan meremae jari-jarinya yang sudah cukup lama tidak menghajar monster.
"Baiklah... Sepertinya kalian cocok untuk menjadi bahan pereganganku. Jumlah kalian ada sekitar 50, baguslah..."
Rigel tersenyum dan sedikit membungkukan badannya ke depan lalu menerjang ke Chimera Ant terdekat. dalam sekejap mata, Rigel telah menghilang dari tempatnya berada sebelumnya dan menghantamkan lengan kirinya ke wajah Chimera Ant.
Bang!!
Dari wajah sampai kepalanya hancur dalam satu pukulan Rigel sehingga membunuhnya dalam satu serangan.
"Oi, oi jangan bercanda. Padahal aku baru mengeluarkan 1% kekuatanku loh??"
Mungkin ini adalah hasil dari latihan fisik dan level Rigel yang sudah menapaki level 924 sehingga tubuhnya jauh lebih kuat dari manusia normal. Rigel ingin tahu apa yang akan terjadi jika dia berhasil mencapai level maksimal suatu saat nanti. Mungkin itu membutuhkan waktu yang cukup lama, karena setelah Rigel mencapai level 900, sangat sulit baginya untuk naik level.
"Dua sudah tumbang..." Ujar Rigel.
Chimera Ant lain tidak tinggal diam, mereka bergerak secara bersamaan dan mengayunkan cakar depan mereka ke arah Rigel. Beberapa cakar tajam bergegas ke arahnya, namun Rigel hanya mencibir dan mengambil sebuah senjata dari infertory.
"Hmm..." Rigel mencibir.
Sring!!
Dalam waktu satu detik, seluruh Chimera Ant yang ada tercincang menjadi potongan kecil dan hanya menyisakan angin kencang yang bertiup. Rigel telah membunuh seluruh Chimera Ant dengan pedang terkuat yang dia miliki, Pedang Kusanagi.
Rigel mengayunkan pedang yang mirip dengan sebuah Katana Jepang untuk membersihkan darah Chimera Ant dari bilahnya.
"Apa kalian baik-baik saja??" Tanya Rigel, sambil memasukan kembali Kusanagi ke infertory.
Wanita dan anaknya bangkit dari tanah dan memberikan Terima kasih sebesar-besarnya kepada Rigel.
"T-terima kasih karena telah menyelamatkan nyawa kami Tuan!! Aku akan memberikan apapun sebagai ucapan Terima kasih!!!" Ujar wanita itu, dia menundukan kepalanya kepada Rigel.
Nampaknya dia tidak mengenali Rigel. Mungkin karena jubah dan tudung kepalanya yang memiliki efek sihir untuk menyembunyikan wajahnya. Rigel tersenyum dan mengatakan—
"Ah, tidak apa-apa, selama kalian baik-baik saja itu sudah cukup... kalau begitu, aku izin pamit..."
Sesaat Rigel berbalik dan hendak pergi, anak wanita itu yang nampaknya juga seorang wanita berlari dan memegang jubah Rigel.
Rigel terhenti dan berbalik melihat gadis kecil itu.
"T-terima kasih karena menyelamatkan aku dan ibuku, Tuan."
Rigel tersenyum dan menepuk kepala gadis itu sambil berkata "Kembali kasih, Berhati-hatilah saat kalian kembali ya..." Dan beranjak pergi kembali ke tempat yang dia tuju.
"Sampai jumpa~" Teriak gadis kecil sembari melambaikan tangan bersama ibunya.
Note.
Dalam membuat novel ada yang namanya konflik berkembang dan thor sengaja hanya menampilkan sedikit demi sedikit saat Rigel menggunakan teknologi. Thor juga sengaja menampilkan konflik sedikit demi sedikit karena jika tidak, thor bisa jamin novel ini bisa saja tamat di kisaran 200 episode. Untuk ke depannya thor bisa jamin bahwa Rigel bukan sosok yang naif, karena keberhasilan seseorang tergantung pada seberapa sering dia jatuh dan seberapa keras dia berusaha. Mohon maaf jika ada sangatt banyak ke tidak nyamanan yang kalian rasakan ya✌
InsyaAllah kedepannya akan thor lakukan yang terbaik namun jangan terlalu berharap karena thor juga manusia yang memiliki hal lain untuk di lakukan dan mungkin akan ada kesalahan jadi mohon di koreksi ya
. . .