
Sesuatu tak mengenakan terjadi. Cakar White Tiger memiliki sinar kebiruan yang menyelimutinya. Kemarahannya mendidih, bak air yang direbus kedalam larva.
"Tetap waspada!"
Memperingati mereka untuk tidak lengah, bahkan hanya untuk berkedip saja sudah sangat membahayakan nyawa. White Tiger adalah lawan yang paling berbeda dari yang lain. Bila yang lain langsung bertarung habis-habisan, White Tiger nampak sangat berbeda. Mungkin dia yang memiliki pemikiran paling waras ketimbang malapetaka yang telah mereka hadapi.
Kebencian Hydra terhadap manusia sangat tidak masuk akal, Tortoise tidak mengungkapkan langsung, namun dia juga nampaknya membenci dunia dan hendak meratakannya dengan tanah. Lalu Phoenix, menganggap dirinya sebagai hukum dunia, pembenaran di atas kebenaran dan berniat menyucikan dunia dengan api penyucian.
Mungkin niatnya tidak berbeda jauh dengan White Tiger, namun cara mereka melakukannya sangat berbeda. White Tiger menyucikan dunia dengan cara memberikan rasa sakit dan keputus'asaan kepada mereka yang hidup.
"Dua kali, aku akan membunuh kalian sebanyak dua kali, kayaknya!!"
"Heh! Seakan kami memiliki dua nyawa saja," Takumi mengejek. Namun itu bukanlah pilihan tepat di situasi sekarang.
Mendapati itu, White Tiger menghilang dan secara refleks Ozaru berputar ke belakang, tepat yang benar bahwa White Tiger akan muncul di sana. Meski telah dapat ditebak, White Tiger tidak mundur. Justru mengayunkan cakarnya dengan kuat, sampai-sampai Ozaru terdorong mundur.
Rigel dan Ozaru menyadari bahwa White Tiger memiliki pergerakan tertentu dengan kecepatannya yang gila itu. Lebih mudahnya seperti ini. Kendati White Tiger berada tepat di depannya, dia akan menghilang dan sekejap berada di belakangnya, lalu berpindah lagi ke kiri, kanan hingga akhirnya udara dan kembali ke titik awal.
Pola gerakannya tetaplah sama, sampai akhirnya Ozaru memukul telak sebelumnya. Namun kini nampak akan berbeda. Karena White Tiger menjadi benar-benar serius kali ini dan mereka tidak dapat berlama-lama lagi. Awan juga telah mulai memudar, perkiraan hanya tersisa 8 menit sebelum bulan purnama menampakkan wujudnya.
Entah apa yang terjadi saat itu tiba, namun Rigel merasa perlu baginya mengalahkan White Tiger sebelum bulan purnama terlihat. Selain Ozaru yang akan kembali absen, terdapat sesuatu tidak mengenakan dari perasaannya.
"Jangan hanya diam! Keluarkan serangan kalian, tak apa bila tak kena!!"
Setidaknya mereka telah berusaha melakukannya dan juga, tida ada yang cukup mengerikan selain serangan tanpa terencana. Dikarenakan tidak terencana, sulit untuk menebak kemana dan kapan serangan akan di eksekusi.
Selain itu, hanya dengan diam dan bertahan tidak akan memperbaiki keadaan, malah justru sebaliknya. Kendati mereka terus mengambil sikap defensif, maka hanya masalah waktu sampai kelelahan dan White Tiger menghancurkannya.
Mendengar perintah Rigel, Takumi menjadi yang pertama bergerak dan melompat langsung menuju White Tiger. Dia mengayunkan tombaknya secara vertikal, namun monster di depannya telah menghilang dan berada di belakangnya.
Sesaat kemunculannya, Ray melompat maju untuk menjaga punggung Takumi dan White Tiger menghilang dan muncul di titik awal. Marcel terkejut, Takumi terkejut, Ray terkejut dan bahkan Merial, Aland dan Nadia sama halnya dengan mereka.
Bahkan tanpa perlu penjelasan atau waktu bagi Rigel menjelaskannya, mereka langsung menyadari, pola gerakan milik White Tiger. Pola gerakannya adalah depan, belakang, kiri, kanan, atas dan kembali ke depan.
Entah polanya dapat berubah atau tidak, jika iya, mungkin tidak akan berbeda jauh dari ini. Setidaknya, Rigel berharap setiap pergerakan White Tiger dapat menunjukkan pola yang sama.
"Jadi begitu, aku mengerti alasan kalian seakan dapat mengetahui kemana dia akan muncul...," gumam Takumi, selagi menyiapkan serangannya.
"Itu karena terdapat pola tertentu dalam gerakannya," Nadia menambahkan, selagi menyilangkan cakarnya yang mulai berkilau merah.
"Haha! hebat juga kau menemukan pola semacam itu Rigel!" Marcel berlari dari sisi kiri menuju White Tiger. Merial mengikutinya dari sisi yang berlawanan.
"Seperti yang diharapkan dari tuan Rigel!"
Setelah mengetahui pola kecepatan yang ada, mereka tidak perlu terlalu risau dikarenakan tidak akan ada keterlambatan melindungi bila mengetahui kemana dan dimana dia akan muncul.
"Sepertinya hal itu menjadi pemecah masalah, mengapa mahkluk itu tidak langsung menyusul mu ketika Teleportasi ke Region."
Seperti apa kata Ray. White Tiger bukannya sengaja melepaskan Rigel, namun dia tidak bisa menyusul dalam waktu dekat karena kecepatannya hanya dapat digunakan mengikuti pola tertentu dan sangat jelas dia memiliki batasan sampai mana dia dapat pergi dengan kecepatan gila itu.
Menyadari bahwa dirinya hendak di kepung, White Tiger menggaruk tanah dengan cakar tajamnya lalu menghentakkan kakinya dengan kuat. Hentakan itu menciptakan getaran kuat, cukup kuat untuk menghilangkan keseimbangan semua orang dan bersamaan dengannya, duri-duri tanah bermunculan.
Semua Pahlawan menjadi terpecah demi menghindari duri-duri batu yang hendak menusuk mereka. Alhasil, mereka gagal mengepung White Tiger dan harus mencobanya lagi. Tentunya, setelah mengetahui tujuannya, White Tiger tidak akan diam saja.
"Engkau yang menyerukan dosa kepada langit, angkatlah kepalamu dan terimalah ganjaranmu..., Cakar Pembelah Surga!!"
White Tiger bergerak ke segala arah dengan sangat cepat, hingga menyisakan kilatan putih kebiruan. Wujudnya tiba di udara, seakan mengabaikan hukum fisika. White Tiger mengayunkan cakarnya dengan kuat dan menciptakan kilatan cakar raksasa yang sangat kuat.
Rigel mengambil posisi dan menghadapi cakar itu sebelum semuanya terlambat. Dia mengulurkan tangan kanan dan membuka lebar telapak tangannya, selagi tangan kiri memegang pergelangan tangan kanannya.
"Void : Tahap satu..., Kehampaan!!"
Kembalilah menjadi kehampaan, begitulah yang dia gumamkan. Bilah cakar cahaya itu ditelan cahaya kebiruan dan lenyap sepenuhnya tanpa sisa.
White Tiger terkejut terhadapnya, namun tetap melanjutkan serangannya dengan mengirimkan cakar cahaya lainnya. Tidak perduli berapa kali dia melemparkan serangannya, semuanya dibatalkan dengan begitu mudahnya oleh Rigel.
Hutan berantakan, angin bergejolak kencang akibat pertukaran mereka berdua. Pahlawan lain hanya diam dan mengamati, mereka menyadari bila masuk di tengah mereka, kematian tak terhidarkan.
Pada akhirnya, White Tiger memilih berhenti dan menatap Rigel dengan mengamati. Belum pernah dia melihat sesuatu seperti itu, kekuatan misterius yang tidak pernah ada dalam seribu tahun kehidupannya.
"Jadi begitu, sebuah kekuatan yang menghapus kekuatan lain. Patut sesuatu tak mengenakan dan mengharukan dapat kurasakan darimu...,"
Pendapatnya jujur, tiada jejak permusuhan yang sebelumnya dia tunjukan. Yang dia maksud dengan mengharukan adalah kekuatan semacam itu dapat memperlengkap tujuannya, memberikan hukuman dan menyucikan dunia yang terlampau kotor.
Cukup mengagumkan bahwa dia dapat mengambil kesimpulan yang mendekati kebenaran asli dari kekuatannya. Tidak hanya kekuatan saja, Void bahkan dapat menghapus keberadaan seseorang, bahkan hanya menggunakan tiga dari lima tahap, kekuatannya terlampau menyeramkan. Entah bagaimana dengan tahap kelima, mungkin dia dapat menghancurkan sebuah kemustahilan.
Mungkin Gleipnir akan menjadi percobaan bagus, namun akan jadi kerugian bila dia menggunakan barang elit sebagai percobaan.
"Akan disayangkan bila membunuhmu di sini, bagaimana kalau begini saja..., jadilah pengikut diriku dalam menyucikan dunia dan memberikan rasa sakit kepada yang lebih rendah. Sebagai gantinya, akan kubiarkan orang-orang di sini selamat."
Proposal aneh dan yang tidak akan pernah Rigel ikuti. Tentunya, jika itu adalah Rigel dahulu, ketika dikhianati, dirinya tanpa keraguan akan mengikutinya demi balas dendam.
Kebencian tidak akan pernah terobati, meski telah terbalaskan, kebencian itu akan mencari hal lain untuk dibenci. Bahkan sampai kini, kebenciannya terhadap Takatsumi tak kunjung menghilang dan dapat mengarah kepada siapapun.
Rigel menolak mentah-mentah.Meski terdapat bagian dari dirinya yang mungkin menerimanya, namun lebih baik tidak memikirkan pemikiran itu lebih lanjut.
"Lantas apa alasanmu menolaknya?"
"Memangnya kau mau tunduk kepada mahkluk yang lebih lemah darimu??"
Tentunya pernyataan itu sebuah kebenaran dan provokasi langsung darinya.
"Bajingan..., ketahuilah tempatmu berada, Manusia!!"
Kemarahannya tak lagi terbendung, dengan gegabah dia menerjang langsung menuju Rigel seorang. Bukan kepanikan, ketakutan atau ketergesa-gesaan, melainkan senyuman senang akan tindakan bodoh White Tiger.
Sesuai pada rencana, bila terdapat keadaan dimana White Tiger memfokuskan diri hanya kepada Rigel seorang, maka semua orang harus mundur menjauh darinya sejauh mungkin. Jika bisa, Rigel menginginkan mereka menjauh sampai dimana posisi Yuri dan Petra berada.
Secara serempak mereka berlari pergi, menjauh dari Rigel dengan tidak tahu apa yang coba dia lakukan.
"Tidak disangka akan ada kesempatan semacam itu!" Ujar Marcel, berlari memimpin tanpa menatap Rigel yang bertarung dengan kecepatan sepadan dengan White Tiger.
Berbagai ledakan hasil benturan kuat menghancurkan tanah dan pepohonan didekatnya. Pertarungan itu benar-benar diluar kemampuan mereka. Hampir muncul pemikiran bahwa Rigel bukanlah manusia lagi.
"Aku benar-benar penasaran dari mana dia mendapat kekuatan segila itu!" Ujar Aland yang berlari di bagian terbelakang.
"Itulah bagian misteri darinya. Selama setahun dia menghilang di jurang tanpa dasar, namun kembali dengan kekuatan yang gila," ujar Takumi.
Bahkan Ray setuju dengannya, karena banyak sekali sisi dari dirinya yang tak terungkap, terutama satu tahun kehilangan yang merubah sangat banyak bagian dirinya.
"Tidak ada gunanya membahas sesuatu yang tak dapat terungkap, lebih baik kita bergegas berkumpul dengan yang lainnya dan turut membantu Rigel," Ozaru mengalihkan perhatian.
Jdumb!
Jdumb!
Dentuman keras yang diakibatkan benturan super keras dan super cepat antara Rigel dan White Tiger yang murka. Meski dirinya menyadari yang lainnya pergi, White Tiger mengabaikannya karena hanya terfokus kepada manusia di depannya.
Mereka sangat cepat, hingga mata manusia normal yang tidak terlatih tidak akan dapat melihatnya. Mereka hanya menyisakan warna pakaian dan kilauan mata dalam pelariannya.
Sesuatu yang tidak terduga akan terjadi, Rigel cukup bersyukur atas kebetulan yang menguntungkannya. Mengapa demikian? Tentunya dia tida ingin berlama-lama dan menerima luka besar dari pertarungan ini. Untuk hal itu, pertarungan solo diperlukan agar dia dapat menggunakan sesuatu yang sudah sangat lama tak dia gunakan.
Dia tidak lagi perduli bila lawan mengetahui kartu trufnya atau jenis lainnya. Selama White Tiger dikalahkan, dia cukup bersedia melakukannya.
Rigel saling menghantamkan tinju dengan cakar White Tiger. Dari kecepatannya, mereka tampak berimbang, namun keuntungan tetap ada kepada White Tiger karena memiliki kelincahan yang tidak dapat Rigel atasi. Karena itulah tidak satupun serangannya menimbulkan kerusakan fatal bagi White Tiger.
Namun begitu pula sebaliknya, dengan ketangkasan yang dimiliki Rigel dan seluruh gerakan cerdiknya, White Tiger cukup kesulitan memberikan luka berarti. Sampai saat ini, dia hanya berhasil mengiris kulit pipi dan merobek sedikit baju Rigel.
Setelah cukup lama saling menghantam, secara bersamaan mereka mengambil jarak satu sama lain. Dari yang diperhatikan, White Tiger hendak membicarakan sesuatu dan Rigel memanfaatkanya untuk diam-diam menyiapkan serangan kejutan.
"Kutanyakan sekali lagi, manusia..., jadilah bawahanku dan kita sucikan dunia bersama-sama. Dengan begitu, kau akan menjadi manusia kedua yang kuakui."
Sederhananya, White Tiger memahami dengan betul bahwa Rigel dapat membunuhnya. Kekuatan Rune di tangan kanannya itu benar-benar menyeramkan, meski dia hanya menyaksikan sebagian kecilnya saja.
Dikarenakan hal itu, ketimbang mengambil resiko yang bahkan hanya sedikit, tidak ada salahnya menjadikannya sebagai rekan, begitulah pemikiran yang dimiliki White Tiger.
Meski jawabannya tidak akan berubah, namun sesuatu tentang orang pertama yang diakui White Tiger menarik perhatiannya. Tidak perlu ditanyakan lagi, orang itu adalah sosok yang benar-benar misteri. Dialah Aludra.
"Sebelum itu, jawablah pertanyaanku, atas dasar apa kau mengakui pria bernama Aludra itu?"
Meski tak yakin akan mendapatkan jawabannya atau tidak, jika itu yang terakhir, maka dia dapat menduga jawabannya.
"Tentunya setelah kau menjadi bawahanku, akan kuceritakan tentangnya, kayaknya..., Namun, akan kuberitahu satu hal. Pria itu menyeramkan. Matanya penuh emosi dan kebencian, kemarahan dan kesedihan, kehancuran dan juga keputus'asaan. Dia bahkan menjadi satu-satunya orang yang tahu dan benar-benar nyaris membunuhku."
Meski tidak mendapat cerita lengkapnya, setidaknya Rigel memahami satu hal dari cerita yang telah dirinya dengar, orang itu kuat. Sosok bernama Aludra tentunya sangat kuat, sampai-sampai dapat memojokkan White Tiger.
Untuk posisinya, tidak dapat terjelaskan hitam atau putih. Karena tindakannya di satu sisi jahat dan sisi lain baik.
"Lantas, apa jawabanmu??"
"Masih sama. Aku tidak ingin menjadi ekor orang yang tak dapat mengalahkan ekornya sendiri."
Nampaknya sampai akhir White Tiger tidak berniat melepaskannya. Dikarenakan hal itu, keputusannya telah bulat, tiada pilihan lain selain membunuhnya.
Mendapati White Tiger menatap dengan marah dan benci, dia menghilang dari pandangan dan berada tepat di depan wajahnya, membuka lebar taring dan mengayunkan cakarnya seakan hendak menggenggamnya.
Namun, tidak perlu ada hal yang dirisaukan. Semuanya sudah dipersiapkan, baik itu energi, pelafalan mantra atau hal lainnya. Sudah cukup lama dia tidak menggunakannya dan sesuai ingatan, Rigel hanya pernah menggunakannya satu kali.
Namun kini dia tidak akan ragu. Bahkan jika ada orang luar menyaksikan pertarungannya, dia tidak akan perduli. Bahkan jika mereka melihatnya, tidak ada jaminan dapat mengatasinya.
Bibirnya tersenyum lebar, perasaan aneh menggelitik hatinya seakan benar-benar menikmati keadaan seperti ini. Bahkan dia berpikir bahwa dirinya sudah gila, namun nyatanya tidak. Dia hanya menyukainya saja. Dia mengulurkan tangan kanan yang dipenuhi energi dalam jumlah yang sangat besar.
"Territory Of Void : World Of Void!!"
Kekuatan yang sanggup menghapus keberadaan dilepaskan dan pertarungan selanjutnya apakah penentuan atau sesuatu yang lain akan terjadi?