
Rigel dan Takumi sudah sampai di halaman depan kediaman bangsawan Ainsworth dengan teleportasi bawaan pahlawan.
"Wah, jadi di sini kau menyiapkan berbagai hal, Rigel. Di lihat dari bangunannya ini pasti keluarga Ainsworth yang terkenal sebagai salah satu bangsawan terkaya dan paling berpengaruh di kerajaan."
"Baguslah jika kau sudah mengetahuinya, aku tidak perlu repot repot untuk menjelaskannya. Ayo kita lihat keadaannya, kita akan pergi malam ini."
"Baiklah."
Rigel dan Takumi berjalan menuju halaman belakang, tempat orang orang Rigel mempersiapkan segalanya. Tidak butuh waktu lama untuk Rigel sampai di halaman belakang.
Disana, ada banyak budak manusia dan setengah manusia yang kini menggunakan zirah dan senjata laras panjang yang tidak cocok dengan zaman pertengahan.
"K-kau membuat banyak senjata dari bumi dengan waktu sesingkat ini?! Apakah ini benar benar mempan terhadap monster?"
Takumi sangat terkejut saat melihat seratus senjata laras panjang berbaris di meja dan setumpukan peluru serta beberapa bomb.
Rigel sebenarnya bisa menciptakan lebih banyak dalam waktu singkat, namun baginya ini lebih dari cukup.
"Kau pikir siapa aku? Aku adalah Creator Hero. Kekuatanku adalah menciptakan, wajar saja aku dapat menciptakan semua ini dalam waktu singkat. Bahkan ada beberapa benda lain yang sudah aku siapkan di kapal yang akan kita gunakan."
"Ah, Rigel, kau sudah kembali? Lalu orang yang di sampingmu itu... Pahlawan tombak?!"
Misa terkejut saat menyadari orang yang berada di samping Rigel adalah salah satu pahlawan yang berasal dari Britannia.
"Apa yang anda lakukan di sini, pahlawan tombak?"
"Tentu saja untuk membantu kawanku ini. Lalu, tolong panggil aku Takumi. Aku sangat tidak menyukai ketika orang orang mulai ribut saat mengetahui identitasku."
"Pantas saja kau tidak populer di kalangan gadis gadis."
"Berisik kau, Rigel! B-bukannya aku tidak populer! Aku hanya tidak ingin menci-cintai wanita dalam waktu dekat."
Takumi memalingkan tubuhnya seperti anak kecil. Rigel dan Misa tertawa dengan sikap kekanakan Takumi.
"Kalau begitu, tolong antarkan kami ke tempat orang orang berada, Misa."
"Baiklah, ikuti aku."
Rigel dan Takumi mengikuti Misa dari belakang menuju ke tempat semua orang berada. Nampaknya semua tokoh penting dalam penaklukan Hydra ini sedang berkumpul di ruangan rapat.
Semua orang yang berada di ruangan terkejut dengan kehadiran orang yang tidak di duga, Takumi. Walther memberikan salam dengan hormat dan beberapa kesatria serta Ray, Cold dan Nisa menunduk kepada Takumi.
Tidak butuh waktu lama untuk semua orang kembali tenang dan melanjutkan kembali pembahasan mengenai makanan, persenjataan dan berbagai hal lainnya.
"Aku ingin menanyakan hal ini kepadamu, Rigel. Kenapa kau memilih untuk berangkat tengah malam? Memang kemungkinan untuk di sergap monster dan bandit kecil, namun akan lebih baik jika kita berangkat saat subuh."
Takumi mengungkapkan pendapatnya kepada Rigel. Orang orang yang berada di ruangan termasuk Cold dan Walther setuju dengan gagasan yang di ajukan Takumi. Memang gagasan Takumi lebih masuk akal namun Takumi tidak dapat menebak niat Rigel yang sebenarnya.
"Aku tidak pernah bilang jika semua orang akan berangkat pada tengah malam. Awalnya, cukup aku saja yang berangkat menuju pelabuhan pada tengah malam. Dari informasi yang di berikan Walther, butuh waktu sekitar 3 hari untuk mencapai pelabuhan di kekaisaran timur dan 3 hari untuk berlayar menuju tempat Hydra berada."
Semua orang mengangguk namun masih tidak mengetahui tujuan Rigel untuk datang ke pelabuhan kekaisaran timur seorang diri. Takumi menyentuh dagunya dan mulai berfikir.
"Hmm... Jadi kau berniat untuk mencapai pelabuhan kekaisaran timur terlebih dahulu dan membawa semua orang menggunakan skill Teleportasi?"
Rigel terkejut saat mendengar Takumi dapat menebak rencananya tepat sasaran.
"Wah, tidak terduga kau cukup pintar, Takumi. Selama ini, aku selalu berfikir bahwa kau hanya orang bodoh yang hanya menggunakan otot ketimbang otak."
"Seburuk apa sih, aku di matamu. Yah, kita kesampingkan itu. Bahkan meskipun kau berangkat seorang diri, masih butuh waktu tiga hari untuk sampai sana, bagaimana caramu memotong waktu?"
"Itu hanya jika kau mengendarai pedati dengan berbagai macam halangan seperti stamina dan jalan. Namun, apa yang terjadi jika kau terbang? Kau akan sampai lebih cepat, tidak ada penghalang apapun di langit."
"T-tunggu?! Kau bisa terbang?! Apakah mungkin kau orang yang ku lihat sebelumbya di istana?!"
"Yang kau lihat sebelumnya?"
"Ah, tidak jadi."
Fakta bahwa Rigel dapat terbang di langit nampaknya membuat Takumi sangat terkejut.
"Lalu, berapa lama yang kau butuhkan untuk sampai di sana?"
"Hmm, mungkin hanya butuh beberapa jam."
"Baiklah kalau yang lain tidak keberatan, aku juga."
Takumi memandang Cold, Ray, Walther Misa dan Nisa. Semua orang hanya setuju mengenai Rigel yang akan berangkat seorang diri.
"Namun tuan Rigel, jika kau berangkat saat ini, mungkin kau akan merasakan lelah karena tidak mendapatkan kesempatan untuk beristirahat. Jika bisa, aku ingin kau dalam keadaan prima sebelum menghadapi Hydra."
Walther mengemukakan pendapatnya. Masuk akal dia khawatir. Rigel akan pergi ke pelabuhan kekaisaran timur dan kemungkinan dia akan sampai pada pagi hari. Belum lagi, dia masih harus memindahkan banyak orang menggunakan teleportasi bersama Takumi. Saat berlayar, kesempatan untuk Rigel beristirahat hanya pada saat berlayar.
'Yah, aku bahkan pernah bertarung selama bertahun tahun tanpa makan dan istirahat.'
Rigek mengejek dalam hati.
"Tidak perlu khawatir, semua itu sama sekali tidak membebaniku. Lebih baik aku pergi sekarang karena kita tidak boleh membuang buang waktu."
Semua orang masih merasa khawatir jika sesuatu terjadi pada Rigel sesaat sebelum pertempuran dengan Hydra di mulai. Permasalahan tentang ini sudah selesai dan semua orang kembali ke kamar mereka untuk tidur.
"Berhati hatilah, Rigel. Jangan terlalu memaksakan dirimu."
Semua orang mengantar kepergian Rigel. Rigel hanya tersenyum dan menciptakan angin di telapak kakinya lalu melesat pergi.
"Wahh, dia benar benar bisa terbang."
Takumi dan yang lainnya kagum saat melihat Rigel terbang menjauh menuju pelabuhan kekaisaran timur.
Woosh!
Rigel terus melesat menembus angin kencang di dalam kegelapan. Hanya ada cahaya bulan dan bintang yang menerangi langit dan daratan.
"Dunia benar benar gelap karena di zaman ini tidak ada lampu sebagai penerang jalan, ya. Beruntungnya tidak ada penghalang apapun di udara."
Kieekk!!
Suara yang memekakan telinga terdengar. Sepertinya ada sosok lain yang berkeliaran di udara selain Rigel. Sosok itu memiliki ukuran yang besar dan berwarna hitam. Matanya memancarkan cahaya merah yang penuh dengan hawa membunuh yang sangat kuat. Tubuhnya terlihat hancur dan memancarkan bau busuk yang menyebarkan penyakit.
"Wah wah, tidak kusangka akam berhadapan dengan Dragon Zombie di malam gelap ini."
Ini adalah lawan kuat pertama yang akan di hadapi Rigel setelah di bangkitkan kembali. Rigel tidak takut atau khawatir, dia memiliki senyuman di bibirnya karena senanh menemukan monster yang cocok untuk peregangan tubuhnya.
Dragon Zombie meraung dan mulai menyerang Rigel. Dia berusaha menggigit Rigel dengan taring taring di giginya. Rigel menghindarinya dan mengambil jarak dari Dragon Zombie.
"Oyy, mulutmu sangat bau. Apakah kau tidak pernah gosok gigi?"
Rigel mengejek.
Rawrr!!
Dragon Zombie mengaum dan menyemburkan nafas racun miliknya. Rigel hanya menghindari setiap serangan nafas, cakar bahkan taring tajam Dragon Zombie.
"Mari kita lihat apakah senjata modern bisa menembus tubuhnya."
Rigel mengambil senapan laras panjang dari infertory miliknya. Rigel tersenyum senang dan mengambil terbang mundur menjauh dari Dragon Zombie yang terus mengejarnya.
Dreded!!
Rigel menembakan serangkaian peluru dari senjata laras panjang yang menampung peluru sebanyak lima puluh butir.
Serangkaian peluru mengenai tubuh Dragon Zombie dan melubanginya. Nampaknya senjata modern milik Rigel berhasil memberikan beberapa kerusakan yang cukup berarti.
Rawr!
Dragon Zombie mengaum kesal dan kesakitan dan mulai mengejar Rigel sekuat tenaga.
"Meskipun itu dapat melukaimu nampaknya itu tidak cukup kuat untuk membunuhmu. Lalu bagaimana dengan ini!"
Rigel melemparkan bomb granat miliknya ke arah Dragon Zombie. Bomb itu meledak tepat di wajah Dragon Zombie dan cukup kuat untuk menghancurkan kepalanya.
Dragon Zombie telah di kalahkan dan tubuhnya yang tanpa kepala jatuh ke dalam hutan.
"Apa, ternyata sangat mudah menghadapi Dragon Zombie dengan senjata modern. Hmm, aku akan memikirkan beberapa senjata modern nanti saja."
Rigel melanjutkan perjalanannya menuju pelabuhan kekaisaran timur. Terkadang Rigel bertemu beberapa monster nocturnal yang berburu pada malam hari. Namun, sebagian besar dari mereka sangat mudah di tangani menggunakan senapan laras panjang miliknya.
Hanya ada monster lemah yabg berkeliaran, Rigel tidak lagi menemukan monster setingkat atau lebih kuat dari Dragon Zombie. Akhirnya, Rigel mencapai pelabuhan tanpa perlu repot repot berhadapan dengan para penjaga perbatasan.
...**Status!...
Name : Amatsumi Rigel.
Job : Creator Hero.
Type skill : Creator, mana manipulation.
Level : 654
Attack : 61468
Hp : 105085.
Defens : 24384.
Magic power : 78559.
Speed : 85689.
Agility : 54360.
Durability : 68655.
Intelligent : 43253.
Sense : 80755**.