The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Pengorbanan yang terlemah.



"argghh!"


Rigel menjerit. Tersiksa oleh rasa sakit yang menghantamnya. Kehilangan Mata kirinya, serta tangan kirinya.


Cahaya hitam yang keluar dari guci bersamaan dengan lengan kiri Rigel yang hancur akibat kutukan guci yang terlampau kuat.


Divine protection yang melindungi para pahlawan dari kutukan, kini menghitam dan menghilang.


Di britannia, ada sebuah artefak kuno yang menampilkan kilauan dan lokasi para pahlawan.


Setiap kilauan masing masing dari pahlawan memiliki logo senjata yang mereka miliki. Seperti halnya, sword hero memiliki cahaya yang berlogo pedang dan begitu juga dengan pahlawan lainnya,terkecuali satu.


Hanya satu hero. Satu hero yang tidak memiliki logo senjata. Hanya cahaya yang berkilau tanpa logo. Kini, cahaya itu kian menghitam dan hilang.


Dalam legenda menceritakan, tentang pahlawan yang kehilangan cahayanya karna suatu hal. Pahlawan itu menggila karna kekuatan maha dahsyatnya lepas kendali.


Dia menghancurkan apapun yang ditemuinya. Untuk menghentikannya, para pahlawan menggabungkan kekuatannya untuk membunuhnya.


Kisah dari legenda itu kini menjadi kenyataan. Pahlawan Creator kehilangan cahaya yang dimiliki para pahlawan yaitu, divine protection.


Divine protection adalah cahaya ilahi perlindungan khusus, yang dimiliki para pahlawan.


Cahaya itu, melindungi para pahlawan dari berbagai macam serangan kutukan.


"argghh!!"


Rigel mengerang kesakitan.


Dia kehilangan cukup banyak darah yang membuat kepalanya pusing. Cahaya hitam yang tampak jahat merembes masuk kedalam tubuh Rigel. Masih tidak tahu cahaya apa itu sebenarnya.


Belum lagi, raja bilang kalau Rigel adalah pahlawan yang tersesat dan sebelum lepas kendali mereka akan membunuhku?


"Apa maksudnya ini, Kenapa kita harus membunuh Tuan Rigel?! Belum tentu dia akan menjadi jahat seperti yang ada dalam legenda."


Bukan tirith, yuri, ataupun para pahlawan lain yang membantahnya. Melainkan sosok pemuda yang dari awal sudah bersama Rigel.


Dia adalah orang yang membantu Rigel leveling saat baru baru menjadi pahlawan,dia adalah kesatria kerajaan, Cold.


"memang benar, tetapi, tidak ada jaminan kalau dia tidak akan menjadi jahat. Hanya ini satu satunya jalan, kita sedang tidak diposisi untuk memilih!"


Raja membentak cold.


Cold hanya memasang wajah kesal dan sedih. Dia kesal dengan dirinya yang tidak bisa melakukan apa apa.


"pasti ada jalan lain kan?! Apapun itu, selain membunuhnya, aku akan melakukan apapun itu asal Rigel tidak terbunuh!"


Yuri menangis.


"maaf yang sebesarnya pahlawan busur dan yang lainnya. Jika dibiarkan terus seperti ini, akan ada lebuh banyak korban jiwa.


Jadi, tidak ada pilihan lain. Seperti kata pepatah lebih baik membunuh bayi kadal sebelum dia berubah menjadi naga."


Jadi maksudnya, untuk menghindari kehancuran yang akan disebabkan Rigel yang kekuatan penuhnya lepas kendali,


mereka harus membunuhnya secepatnya selagi kekuatannya belum mulai mengamuk.


"T-tun-ggu, apa m-maksudnya k-kalian akan membunuhku? S-sebelum itu, tolong berikan aku s-sihir pemulihan untuk me-menghentikan pendarahanku."


Rigel tidak dapat berbicara dengan benar dikarenakan rasa sakit yang menyiksa seluruh tubuhnya.


Misa hendak memberi Rigel mantra penyembuh, dia sudah mengangkat tangannya dan melafalkan mantra, namun—


"Hentikan itu! Jika kau menyenbuhkannya, akan sulit untuk membunuhnya jika dia mulai mengamuk!"


"Ugh!"


"Maafkan aku, tuan Rigel."


Misa mulai menangis sedu. Semua party rigel merasakan kesedihan, Ray dan Cold membuat wajah kesal bercampur kesedihan.


'Kenapa? Seharusnya aku tidak kembali lebih dulu saat Rigel masih terbaring!'


Pikir Cold.


Dia membenci dirinya karna hal itu. Dia membenci dirinya karna tidak bisa melakukan apapun untuk menolong rigel.


"Ayah, aku mohon, jangan bunuh Rigel! Aku akan menjaminnya kalau dia tidak akan mengamuk seperti dalam legenda!


Aku berjanji akan menjadi anak baik mulai sekarang, jadi tolong beri kesempatan untuk membuktikan bahwa rigel tidak akan mengamuk!"


Tirith mulai berlutut ditanah dan menangis. Melihat tirith yang seperti itu, meski dia juga menangis yuri memegang pundak tirith untuk menenangkannya.


Raja mulai mengeluarkan pedangnya dari sarung. Rigel masih berbaring ditanah, darahnya tidak berhenti keluar.


Rigel mencoba bangkit. Kepalanya pusing, pandangannya seakan mulai mengabur. Bahkan, sistem game yang ada di penglihatannya seakan error.


Rigel berhasil berdiri, raja mulai mendekati rigel untuk mengakhiri hidupnya.


"tu-tunggu dulu, bukankah kau sendiri y-yang bilang kalau creator adalah pahlawan terlemah didunia, meski aku mengamuk itu tidak akan berdampak banyak-"


Sebelum Rigel menyelesaikan kalimatnya, raja menyela kata katanya sambil mendekati Rigel.


"meskipun yang terlemah, kau tetaplah pahlawan. Mereka yang terpilih menjadi pahlawan memiliki berkah mana yang sangat besar dari roh pahlawan.


Seandainya mana itu meledak dan lepas kendali, aliran mana di atmosfer akan bergetar dan menyebabkan banyak bencana alam serta membuat monster monster bermunculan karna takut."


Rigel tidak dapat membalas apa apa.


'sial, aku tidak ingin mati disini!'


Mungkinkah aku harus kabur? Tetapi apa aku bisa kabur dengan luka seperti ini? Harus bagaimana ini?!


Raja memojokan Rigel. Rigel terus melangkah mundur sambil memegang tangan kirinya yang hancur.


"Crack!"


Suara batu jatuh. Rigel berada persis di tepi jurang. Raja mendekatinya untuk mengakhiri hidupnya.


"Ayah, HENTIKANNN!!!"


Tidak memperdulikan teriakan Tirith, raja berlari dan menyerang Rigel.


"Haaa!!"


Cruch!


Pedang sang raja menembus dada Rigel. Darah mengalir deras dari dadanya dan Rigel terjatuh kedalam jurang.


"whoa!!"


Tap!


Rigel berpegangan pada tanah di tepi jurang. Dia menggunakan tangan kanannya yang penuh darahnya untuk menghindari kejatuhannya.


"aaaarrrggghh! Tolong! Tolong aku Takatsumi! Takumi!"


Dia memanggil para pahlawan lain. Takatsumi dan Takumi hanya bisa mengalihkan pandangannya, lalu- Takumi menangis.


"ergh! Maafkan aku, Rigel! Aku-aku- aku tidak bisa melakukan apapun, Padahal- setelah ini semua berakhir, aku- aku ingin minum minum bersamamu dan memanggilmu sahabatku!!"


Air mengalir dengan deras di mata dan hidung takumi.


"tidak-tidak, Takumi, akupun-juga ingin memanggilmu sahabatku."


Rigel mulai menangis sedu.


"Aku tidak ingin mati, AKU TIDAK INGIN MATI!! Cold, Yuri, Tirith, Ray, Misa, Nisa, Takatsumi!!"


Memanggil semua orang yang namanya dia ingat untuk menolongnya, namun tidak ada yang dapat melakukan apapun.


"maafkan aku, tuan Rigel. Andaikan aku tidak kembali lebih dulu, hal ini tidak akan terjadi!! Jika kau ingin membenci seseorang, BENCILAH AKU YANG ***** INI!!"


Cold bergetar karna kesal dan sedih.


Bagaimana bisa aku membencimu cold?


Pikir Rigel.


Tangan Rigel sudah tidak kuasa menahannya lagi.


"kenapa- kenapa harus seperti ini. Meski sebelumnya aku siap mati untuk mengikuti permainan iblis sialan itu! Tapi tetap saja!!!—"


Aku tidak ingin mati.


Rigel tidak bisa berteriak mengatakan bahwa dia tidak ingin mati.Tirith hanya bisa meneriaki nama rigel dan menangis.


Takumi membalikan wajahnya sementara takatsumi hanya beridam diri saja sambil gemetar.


"prajurit, bawa semua orang pergi dari sini. Aku tidak ingin mereka melihat hal menyedihkan seperti ini."


Para prajurit mengangguk terhadap perintah raja.


Misa dan yang lainnya serta takumi mulai beranjak pergi meski enggan melakukannya.


"ayo, Takatsumi. Aku tidak ingin melihat akhir dari hidup Rigel."


Takumi kembali tersedu seperti bocah. Namun-


"maaf, Takumi. Aku akan tetap menyaksikannya sampai akhir. Aku harus melihat hal ini sampai akhir agar aku tidak dapat membuat kesalahan seperti ini dimasa depan." tubuh Takatsumi bergetar.


Takumi seakan memahami alasan Takatsumi membiarkannya.


Disana, hanya tersisa Rigel, raja, dan Takatsumi.


"Takatsumi, bantu aku meyakinkan raja kalau aku tidak akan mengamuk, aku mohon!"


Rigel menangis sambil meminta pertolongan. Namun mengejutkannya—


"hmn-hahaha— HAHAHAHAHAHA!!" Takatsumi tertawa kencang.


Melihat itu, raja pun ikut tersenyum.


Rigel tidak bisa untuk tidak terkejut melihat itu.


"T-takatsumi?"


"Ahh, maaf maaf. Aku tidak bisa menahan kegembiraanku, tidak kusangka akan ada kejadian tidak terduga seperti ini."


Kata takatsumi sambil memainkan rambutnya.


"E-eh? A-apa maksudmu dengan itu?"


Rigel masih tidak mengerti alasannya.


"Sebenarnya, Rigel. Setelah pertarungan ini, aku dan raja berniat untuk membunuhmu dengan alasan kau menjadi pahlawan yang tersesat.


Namun, aku sangat sangat tidak menduga campur tangan iblis keparat itu. Kupikir dengan kemunculannya yang tiba tiba dan mengajukan sebuah permainan konyol."


Takatsumi menghela nafas.


Rigel masih terdiam.


"Saat dia mengajukan sebuah permainan yang akan mempertaruhkan nyawa semua orang, aku berpikir untuk memojokanmu untuk menjadi pemain.


Namun, kau dengan bodohnya mengajukan diri, aku hampir tidak bisa menahan tawaku karna kebodohanmu.


Aku berharap kau akan mati saat mengambil isi dari guci itu, tapi keberuntungan berpihak kepadamu."


Takumi mendecakan lidahnya.


"Tetapi, berkat kutukan guci itu kau kehilangan Divine protection dan menguatkan rencanaku sebelumnya untuk menjadikanmu pahlawan yang tersesat."


Sedari awal, sebelum bertarung melawan naga. Takatsumi sudah bersekongkol dengan raja dan membuat rencana untuk membunuh Rigel.


Raja menerima ajakan takatsumi karna sepertinya dia memiliki dendam tersendiri kepada Rigel. Jadi, sedari awal dia memang sudah merencanakannya?!


Tetapi, aku tidak ingat pernah melakukan sesuatu hal yang buruk kepada takatsumi? Jadi apa yang membuatnya sampai melakukan ini kepadaku?


Seakan dia membaca pikiran rigel, takatsumi mencekik leher rigel dan menariknya sedikit hingga sejajar dengan wajahnya.


"Aku membencimu, Rigel. Padahal kau itu lemah, tidak berguna dan pecundang. Tetapi, kenapa malah kau yang dicintai putri tirith?!


Aku benci saat melihatmu begitu dekat dengannya, meski aku sudah berusaha mendekatinya. Namun, saat berbicara dengannya- entah kenapa dia selalu menyebut namamu!!"


"Takatsumi, a-apakah kau mencintai T-Tirith?"


"kau bahkan memanggilnya dengan namanya langsung ya?"


Sepertinya ucapan Rigel memperbesar api Takatsumi. Rigel tidak tahu harus mengatakan apa. Lalu, raja mulai berbicara.


"sama halnya dengan pahlawan pedang. Aku membencimu creator! Tidak hanya mengajarkan hal buruk kepada putriku, kau bahkan menodainya dengan menciumnya!


Dan karna kelemahanmu juga, kau membawa kerugian bagi negaraku- tidak— kau membawa kerugian kepada dunia ini! Saat umat manusia dipertaruhkan dan membutuhkan sosok pahlawan, tetapi kenapa kau harus ikut muncul!


Ada ratusan bahkan ribuan senjata didunia ini kenapa kau tidak memiliki senjata apapun!!"


Raja berteriak seakan mengeluarkan semua amarahnya.


apa? Jadi semuanya salahku? Karna aku lemah dunia mengalami kerugian, jadi itu salahku? JANGAN BERCANDA *******!!


"kalianlah— KALIANLAH YANG MEMBAWAKU KEDUNIA INI!! LANTAS KENAPA SEMUANYA BISA MENJADI KESALAHANKU DASAR KEPARAT!!!!"


Rigel mengucapkan sumpah serapah. Padahal bukan keinginannya untuk menjadi pahlawan. Bukan keinginannya juga menjadi creator hero.


"sudah cukup, kau merebut hatinya dan ciumannya!! Kematianmu ini akan jadi balasanmu karna mengambil gadisku!" teriak Takatsumi.


Puck!


Takatsumi memukul wajah Rigel terus menerus. Darah mengalir dari wajah Rigel. Kesadarannya seakan mulai menghilang karna kehabisan darah.


Tangan Takatsumi terluka dan penuh darah karna terus terusan menghantamkan tinjunya kewajah Rigel.


Beberapa giginya patah karna pukulan Takatsumi. Wajahnya hancur dan dipenuhi darah,melihat pemandangan mengerikan itu, raja hanya tertawa senang sembari menyilangkan lengannya.


"Sepertinya itu sudah cukup pahlawan pedang, jika kita tidak kembali, mereka pasti mulai curiga karna kita berlama lama disini."


Takatsumi mengangguk kepada perkataan raja. Dia menghembuskan nafas panjang seolah merasa lega.


"hmm, sepertinya ini akhirnya. Adakah kata kata terakhir darimu, Rigel?" Takatsumi menyeringai.


Meski wajahnya penuh luka, Rigel menunjukan wajah yang menyeramkan. Bahkan raja pun tersentak karnanya.


"Suatu saat, aku pasti akan bangkit dari dalam kematian untuk mengguncang kalian dan dunia ini!!!"


Rigel berteriak.


Takatsumi tercengang dengan kata kata dan sedikit takut dengan ekspresi Rigel yang seolah akan datang di mimpinya. Dia menghela nafas dan tersenyum mengejek.


"Aku tunggu saat waktu itu tiba, pecundang. Cuih."


Takatsumi meludahi wajah rigel dan melepaskan cengkramannya. Rigel jatuh kejurang tanpa dasar.


"INGATLAH INI, AKU PASTI AKAN DATANG DAN MENGHANTUI KALIAN, TAKATSUMI!!!!"


Kemarahan— kemurkaan Rigel menggema di jurang tanpa dasar dan membuat kelelawar yang bersarang di sekitar jurang berterbangan.


Rigel terus menatap raja dan takatsumi meski mereka telah pergi dari jurang.


BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT,


BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTT, BANGSATTTT!!!!!


Apanya yang pahlawan?! Apanya yang creator?! Mereka yang seenaknya memanggilku kedunia tidak berguna ini dan seenaknya menyalahkanku karena kelemahanku!! Sejak awal aku tidak pernah berharap untuk menjadi hero atau apapun keparat!!


Meskipun aku mati disini amarah dan kebencianku yang teramat sangat, sangat, sangat, sangat besar ini tidak akan hilang!! Akan kutelan seluruh dunia ini dengan amarahku!!


Sebuah pesan tertulis di penglihatan Rigel.


...Curse series....


...Skills: curse of wrath...


...Kemarahan para dewa. Telah didapatkan!...


Rigel mengabaikan pesan tersebut.


Andaikan aku punya kekuatan yang sangat merasa cemburu terhadap para pahlawan dari novel dan film yang pernah dia baca di novel fiksi.


Dimana pahlawan yang dipnaggil kedunia lain dan memiliki kekuatan maha hebat. Namun disini, Rigel harus menderita dan mengalami hal seperti ini.


Rigel terus terjatuh kedalam jurang dan mulai menghilang dalam kegelapan.


Dia terus terjatuh tanpa menyentuh dasar, terus terjatuh semakin dalam tanpa tahu kapan akan menyentuh tanah.


Rigel terus menatap keatas, melihat cahaya yang kian mengecil.


Dia teringat akan janji janjinya dengan Tirith.


Dia teringat akan janjinya dengan Cold.


Dan dia teringat hal terakhir yang dia janjikan kepada Tirith,


—untuk tetap hidup.


Rigel tersenyum dan bergumam "untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku melanggar janji."


Sesaat kesadarannya mulai menghilang, di penglihatannya, index muncul dan tertulis beberapa pesan disana.


...Peringatan!!!...


...Anda diteleportasikan secara paksa ke dunia antara yang hidup dan yang mati, dunia kehampaan. Efek dari pemindahan paksa kedunia lain akan mengganggu kemampuan pahlawan sampai bisa beradaptasi dengan mana disekitar!...