
"Datanglah, kutukan Sang Pemalas...!!!"
Dimulai dari mata, sampai ke seluruh tubuh Takumi bersinar hijau dan membentuk rune hijau yang tersebar di tubuhnya. Rune tersebut perlahan menyembuhkan luka yang berada di perut Takumi dan menghentikan pendarahannya. Rigel menghembuskan nafas lega karena semua akan baik baik saja.
'Jika sudah begini, aku tidak bisa lagi bertarung setengah setengah. Semakin lama ini berlangsung akan semakin buruk...' kata Rigel dalam hati.
Takumi tidak bisa menggunakan kekuatan kutukan pemalas dengan waktu yang lama. Seperti sebuah kertas yang tidak boleh berada di dalam air atau dia akan hancur. Hal itu juga berlaku untuk Takumi, semakin lama dia menggunakan seri kutukan, semakin besar bayaran dan dampak yang di terima. Meskipun Rigel tidak ingin menahan diri lagi, namun Rigel masih berada di dalam dilema. Akankah dia menggunakan ini atau tidak...
Selagi Rigel berada di dalam sebuah dilema, kepala Bara mulai bergumam dengan geram "Cih! Para bajingan ini menyimpan kartu kuat di saku mereka...!!!"
Kepala Bara dengan cepat mengalihkan perhatiannya lagi kepada Rigel yang menyeringai. Untuk orang lain mungkin terlihat aneh, namun bagi kepala Bara, senyuman itu merupakan sebuah provokasi yang menyatakan jika Rigel juga memiliki kartu di sakunya. Provokasi itu nampaknya berhasil karena Hydra mulai memancarkan aura kemarahan yang luar biasa, namun dia tidak menyerang. Rigel mengangkat alisnya karena kepala Bara hanya diam namun tetap menatap Rigel dengan kebencian.
Disisi lain, setelah rune selesai menyebar dan menyembuhkan lukanya, Takumi dengan malas dan lesu mengangkat tombaknya ke langit dan menjatuhkannya seolah-olah memukul sesuatu. Bahkan dari gerakan yang terlihat malas itu, sebuah tebasan berwarna hijau muncup dan hendak membelah kepala Bari menjadi dua bagian. Berkat reaksi cepatnya, kepala Bari berhasil menghindarinya dan perlahan mundur menuju ke tempat kepala Bara berada.
Takumi juga memperhatikannya, dia bingung kenapa kepala Bari mundur mendekati kepala yang lainnya. Namun, Takumi tidak akan membiarkannya lolos begitu saja. Sebuah tombak berukuran raksasa muncul di samping Takumi. Takumi mulai memegang tombaknya seperti seseorang yang hendak melempar tongkat. Memiringkan posisi tubuhnya dan melemparkannya. Tombak besar yang tercipta itu mengikuti arah dimana senjata ilahi Takumi terbang, seolah-olah tombak raksasa itu adalah bayangan dari tombak ilahi.
Tombak itu melesat dengan cepat dan menusuk tepat sasaran di tenggorokan Bari sehingga membuatnya terdorong jauh sampai ke tempat Bara berada. Tombak raksasa Takumi tidak langsung menghilang begitu saja, namun tetap mendorong kepala kepala Hydra itu menjauh sehingga tubuhnya yang berada di dalam Es ikut tertarik meskipun tidak seluruhnya.
Melihat itu, Rigel seolah terinspirasi dengan serangan Takumi, Rigel mulai mengumpulkan mana di sekitarnya dan memadatkannya menjadi sebuah anak panah raksasa berwarna biru dan anak panah itu melesat mengikuti tombak raksasa Takumi. Anak panah itu melesat dan mengenai tubuh Hydra sehingga membuatnya terhempas lebih kuat lagi karena dorongan tombak dan anak panah Raksasa.
"Kita serang dia bersamaan Takumi...!!!"
Rigel berteriak ke arah Takumi yang menatap dalam diam dan mengangguk. Dengan sangat cepat, Rigel dan Takumi melesat ke arah Hydra dan hanya menyisakan kilauan mata biru dan hijau milik Takumi.
"Keparat, setidaknya biarkanlah aku menggunakan transformasiku...!!!" kepala Bara mulai mengutuk.
Namun hal itu tidak membuat Rigel ataupun Takumi berhenti, bahkan untuk sepersekian detik. Mereka berniat menyelesaikan pertarungan ini sekarang juga. Tidak mau berdiam dan mati, Hydra mulai bergerak dengan cepat menghadap Rigel dan Takumi sesaat tombak dan anak panah raksasa menghilang. Rigel mendahului Takumi dan melompat lalu merentangkan kedua tangannya. Sepasang tangan emas raksasa muncul saat Rigel meneriakkan kemampuannya "Hand Of Midas...!!!"
Rigel menyatukan kedua tangannya seperti menangkap seekor nyamuk. Kepala Bara dan Bari saling menghantam karena tangan mana yang di ciptakan Rigel.
Yang menjadi perbedaan besar antara Hand Of Midas dengan Mana Hand adalah jangka waktunya. Contohnya, saat Rigel menggunakan Mana hand dan menciptakan Asura punch, sesaat tinju asura itu akan langsung menghilang setelah mengenai targetnya. Berbeda dengan Hand Of Midas, dia tidak akan segera menghilang. Hand of Midas hanya akan menghilang jika mana yang digunakan untuk membentuknya menipis ataupun Rigel sendiri yang ingin menghilangkannya. Karena untuk membuat Hand of Midas membutuhkan manya yang lebih besar untuk di kumpulkan, Rigel lebih memilih menggunakan Mana Hand Karena tidak perlu membutuhkan banyak mana.
Selagi Rigel menahan dua kepala Hydra itu di satu tempat, Takumi melompati Rigel dan berlari di tangan emas yang Rigel buat untuk menghampiri Hydra yang berada di telapak tangan tangan emas itu. Selagi berlari dengan cepat, Takumi mengubah tombaknya yang pada awalnya hanya memiliki satu bilah, kini memiliki dua bilah tambahan di kiri dan kanannya. Hampir seperti trisula, namun masihlah sebuah tombak. Takumi melompat di antara kepala Hydra, dia mengangkat tombaknya di atas kepalanya dan meneriakkan skillnya.
"Wahai engkau sosok hina yang menodai peristirahatan kemalasan... Terimalah hukum karma yang pantas untukmu... Tombak karma...!!!"
Takumi menghantamkan tombaknya di udara dan terhenti karenanya. Bahkan tombaknya tidak menyentuh apapun, namun entah kenapa terdapat retakan udara yang tampak seperti sebuah kaca. Retakan itu perlahan membesar dan membuat lubang hitam sehingga ujung bilah tombak Takumi masuk kedalam lubang itu. Saat ujung bilahnya masuk, sebuah retakan yang lebih besar lagi muncul tepat di atas kepala Bara dan Bari. Lalu, yang keluar dari retakan itu adalah, ujung bilah raksasa yang sangat mirip dengan ujung bilah tombak milik Takumi.
"Apakah Takumi menghancurkan dimensi ruang sehingga dapat membuat retakan itu...?!" Rigel terkejut.
Bilah dari tombak raksasa itu berhasil menghancurkan kristal yang berada di kepala Hydra. Takumi langsung menarik tombaknya yang masuk ke dalam retakan dimensi ruang dan saat dia menariknya, bilah raksasa itu menghilang. Kepala kepala Hydra itu sudah tidak lagi bergerak, bahkan mereka tampak tidak bernafas. Mereka sudah mati.
'Apakah ini benar berakhir seperti ini saja...?' pikir Rigel.
Monster ini memang kuat, namun seharusnya dia lebih kuat dari ini. Jika kekuatannya hanya sebatas ini saja, seharusnya dia sudah lama mati saat masa keemasan manusia, contohnya masa pendiri Britannia, Raja Arthur. Tidak hanya Rigel, bahkan Takumi masih tidak percaya jika mahkluk ini dapat mati dengan mudah sehingga dia tidak langsung menghilangkan wujud kutukan pemalasnya.
Rigel terlebih dahulu menarik seluruh pasukan kematiannya dan menunggu untuk memastikan apakah dia benar benar mati.
Setelah menunggu selama lima menit, sesuatu mulai bergerak di tengah tengah tempat kepala Bara dan Bari terhubung. Sesuatu yang aneh itu mulai merangkak keluar dan merobek tubuh Hydra dari dalam. Namun, yang membuat Rigel sangat terkejut adalah apa yang keluar dari sana.
"M-Manusia...?" kata Takumi terkejut.
"Tidak... Aku rasa dia bukanlah manusia, lebih tepatnya mungkin itu adalah wujud Humanoid dari Hy—"
Sebelum Rigel dapat menyelesaikan kalimatnya, wujud yang keluar dari tubuh Hydra dengan sangat cepat sudah berada di depan Rigel dan memukul rahangnya dengan sangat kuat. Rigel terhempas ke belakang, beberapa giginya patah dan berdarah karenanya.
Apa apaan itu?! Bahkan mataku sama sekali tidak dapat mengikutinya...!!!
"Aku sama sekali tidak menyukai ini manusia..."
Sosok yang memukul Rigel itu mulai berbicara. Tubuhnya memang mirip manusia, namun yang menjadi perbedaan adalah warna kulitnya yang separuh hitam gelap dan separuhnya ungu kehitaman serta sebuah Kristal hijau di dadanya. Tubuhnya 2x lebih besar dari ukuran manusia. Wajahnya separuh monster dan separuh lagi wajah manusia yang tertutupi aura hitam dan merah yang nampaknya adalah mata. Sosok itu adalah wujud Humanoid milik Hydra.
"Kalian dengan sengaja sedikit melemahkan Territoryku lalu membekukan air laut di Territoryku untuk membatasi pergerakanku dan memberikan banyak keuntungan untuk kalian... Ahhh... Padahal aku sudah cukup tenang beberapa dekade ini dan mencoba untuk tidak mengganggu manusia, namun sebaliknya, justru kalian yang menggangguku dan memberikan penghinaan ini kepadaku... Sungguh tidak bisa di maafkan."
Tangan kanannya memegang kepalanya seolah pusing lalu, Hydra memancarkan aura misterius yang belum pernah dia keluarkan selama pertarungan ini. Rigel perlahan berdiri lagi, dia terhempas cukup jauh sehingga Takumi harus berjalan perlahan menuju Rigel.
"Akan kubunuh kalian, akan kucincang kalian, akan kukunyah kalian, akan kukoyak koyak kalian, akan kuhancurkan kalian, akan kumakan kalian, akan kumusnahkan kalian, akan kubantai kalian, akan kulenyapkan kalian, akan kuinjak injak kalian, akan kuremukkan kalian, akan kuratakan kalian dengan tanah... Matilah...!!!"
Hydra mulai menggila dan melesat dengan kecepatan yang sangat gila. Dalam sekejap mata, dia sudah berada di depan Takumi. Hydra mengulurkan tinjunya ke arah kepala Takumi namun berhasil di tahan oleh Takumi. Dia menggunakan tombaknya sebagai perisai namun hantamannya masih sangatlah kuat sehingga dia terhempas jauh ke belakang. Rigel tidak ingin menunggu untuk di hajar, Rigel melesat maju ke arah Hydra dan mengulurkan tendangannya dengan sangat kuat. Namun yang mengejutkannya, Hydra hanya menahannya dengan telapak tangannya dan menggenggam kaki Rigel lalu membantingnya dengan kencang ke tanah Es.
Es tempat Hydra membanting Rigel di penuhi retakan di mana mana. Tidak cukup hanya membanting, Hydra mengangkat kaki kanannya dan hendak menginjak tubuh Rigel yang terbaring di bawahnya. Rigel sekuat tenaga untuk mempertahankan kesadarannya dan berguling ke kiri untuk tidak di injak olehnya.
Bam!
Rigel tepat waktu, saat kaki Hydra menghantam Es, sebuah kekuatan destruktif yang bahkan membuat seluruh Es retak dimana mana. Bahkan kapal yang berada di kejauhan gemetar karena injakan kaki Hydra yang kuat. Kapal kapal yang berisi pasukan tidak dapat bergerak semenjak Merial membekukan lautan Territory Hydra. Jadi, mereka adalah sasaran empuk untuk Hydra.
Dengan membekunya air laut, mereka tidak perlu khawatir dengan monster yang berada di air, mereka hanya perlu fokus pada yang di udara.
Rigel dengan cepat bangkit dan melesat secara bersamaan dengan Takumi. Rigel memfokuskan mana di tangan kanannya untuk memperkuat tangannya dan daya serangannya. Rigel mengulurkan tangan kanannya ke jantung Hydra berada namun Hydra menggunakan tangan kirinya sebagai perisai.
Dam...!!!
Suara pukulan bergema. Rigel langsung mengambil jarak dan berlari menuju Hydra sekali lagi. Tidak memberikan kesempatan, Takumi meluncurkan serangkaian serangan kepada Hydra. Takumi mengayunkan tombaknya dari bawah ke atas dan muncul bilah cahaya berwarna hijau melesat ke arah Hydra.
Hydra membalas serangan Takumi dengan mengeluarkan bilah cahaya berwarna ungu dan kedua bilah cahaya itu saling beradu hingga akhirnya lenyap.
Bam...!!!
Tidak lama setelahnya, sebuah palu mana raksasa berwarna biru menghantam tubuh Hydra dengan sangat keras. Palu raksasa itu berasal dari Rigel yang berada di timur. Hydra menggunakan tangan kirinya agar tidak terdorong lebih jauh dari ini.
"Tch... Keparat kau..."
Hydra mendecakkan lidahnya dengan kesal dan menatap Rigel dengan tatapan membunuh.
"Javelin Strike...!!!"
Bang...!!!
Sebuah tombak cahaya melesat juga ke arah Hydra yang kesal. Tombak itu muncul dari arah selatan. Hydra menahannya dengan tangan kanannya yang bebas. Tidak cukup dengan itu saja, bahkan Takumi mulai menyiapkan tombak raksasa dan meluncurkannya ke arah Hydra.
"Kurang ajar...!!!"
Hydra mengaum, lonjakan energi besar keluar dari tubuhnya dan menghancurkan palu dan serangan Takumi. Hydra membuka lebar lebar mulutnya dan terbentuklah sebuah enegi merah yang sangat kuat dan melepaskannya ke arah Takumi yang sedang menyiapkan tombak raksasa.
Takumi tidak bisa bereaksi saat energi itu menerjang Takumi seperti laser. Rigel melompat ke depannya dan menciptakan dinding logam yang sangat tebal di depan mereka. Namun seperti yang di duga, dinding logam tidak akan berhasil menahannya. Rigel mengulurkan tangan kanannya ke depan sambil menyiapkan kartu truf terkuat miliknya.
'Aku tidak boleh ragu ragu di sini. Semakin lama ini berlangsung, akan semakin banyak orang yang mati...!!!' Rigel berkata di dalam Hati.
Perlahan, dari tangan kanannya yang terulur, sebuah rune berwarna biru muncul dari ujun jarinya hingga ke lengannya. Ini akan menjadi pertama kalinya dunia menyaksikan kekuatan Void.
...... Tahap pertama : kehampaan......