The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Gerbang Neraka.



POV AMATSUMI RIGEL.


5 tahun sudah berlalu di tempatku berada, namun hanya 1 bulan berlalu di dunia yang memanggilku.


Meskipun terasa agak aneh bagiku untuk memperkenalkan diriku lagi, dan meringkas sedikit kejadian yang kualami sebelum ke dunia hampa ini.


Namaku Amatsumi Rigel, pada awalnya aku hanyalah remaja SMA biasa namun karena beberapa hal aku hampir mati tertimpa puing bangunan dan disaat itulah, aku di panggil kedunia ini melalui sihir.


Aku di panggil kedunia ini dan menjadi seorang pahlawan, Creator Hero. Aku diharuskan bertarung untuk umat manusia dalam perang besar yang akan terjadi, Ragnarok atau yang lebih dikenal dengan Takdir para dewa.


Umat manusia membutuhkan sosok pahlawan untuk memenangkan peperangan yang akan di ikuti oleh iblis, Malaikat dan juga manusia.


Untuk alasan itulah ke dua belas pahlawan di butuhkan umat manusia untuk memenangkan peperangan.


Masih ada beberapa tahun sebelum peperangan dan di jeda waktu itulah, para pahlawan harus terus bertambah kuat hingga puncak kekuatannya.


Pada waktu itu, aku dan keempat pahlawan yang dipanggil bersamaku di tugaskan untuk membunuh seekor Naga.


Kami berhasil mengalahkan naga itu dan pada saat kami hendak pergi, dia muncul.


Dia yang kumaksud adalah iblis durjana yang mengajukan sebuah permainan tidak masuk akal yang menjadikan nyawa setiap orang sebagai taruhannya, iblis itu adalah Diablo, salah satu dari 12 pilar iblis.


Nama permainan itu adalah, kotak pandora. Aku diharuskan mengambil 3 kali kesempatan isi dari kotak itu, dan jika aku berhasil mengambil 3 kali kesempatan, semua orang dapat kembali hidup hidup.


Permainan itu telah merenggut mata kiri dan tangan kiriku. Bahkan Diablo yang memasukan kedua tangannya kedalam kotak itu, kehilangan separuh tubuhnya.


Karena merasakan kedatangan prajurit dalam jumlah banyak, iblis itu yang telah kehilangan separuh tubuhnya pergi meninggalkan kami.


Untuk beberapa alasan, setelah aku mengambil isi ke 3 dari kotak itu, aku dirasuki cahaya pelahap jiwa dan Raja yang datang tepat pada aku dirasuki menyatakan bahwa aku menjadi pahlawan yang tersesat dan harus dibunuh.


Kenyataannya, itu hanyalah sebuah skenario yang dimainkan Raja dan temanku pahlawan pedang, Haneda Takatsumi.


Aku di khianati temanku dan jatuh kedalam jurang tanpa dasar. Namun, seseorang yang mengklaim dirinya dewa menyelamatkanku dia adalah dewa dari kehampaan, Azartooth.


Aku di berikan sebuah pilihan dan aku memilih untuk menjalani latihan neraka selama 100 tahun yang hanya sekitar 1 atau 2 tahun berlalu di dunia yang memanggilku.


Saat ini aku telah menjalani pelatihan ini selama 5 tahun. Pada tahun pertama aku mempelajari cara menggunakan mana dengan sangat efektif dan 4 tahun sisanya aku mempelajari beberapa ilmu bela diri, sihir serta menggunakan berbagai senjata.


Dan saat ini aku akan memulai latihan keduaku.


"Baiklah, kurasa sekarang sudah waktunya bagimu untuk memulai latihan yang sebenarnya."


Ucap Azartooth.


"Latihan seperti apa yang akan kujalani?"


Tanya Rigel.


"Latihan ini akan jadi yang tersulit untukmu, Rigel. Kau harus menyelesaikan 100 lantai dari labyrint neraka. Karena itu, sebelum kau memasuki labyrint neraka, ada beberapa hal yang harus kuberitahu kepadamu."


"Pertama. Setelah kau memasuki labyrint neraka, kau tidak akan bisa keluar dari sana sebelum menyelesaikan labyrint itu. Waktu yang kuberikan untukmu adalah 90 tahun.


Namun, semakin cepat kau menyelesaikannya, semakin baik. Karena, aku khawatir jika kau terlalu lama berada di sana itu akan mengubah terlalu banyak bagian dari dirimu."


Aku tetap mendengarkan setiap penjelasan yang diberikan Azartooth kepadaku. Aku sudah 5 tahun mengenalnya di dunia ini.


4 tahun saat aku berlatih bertarung melawannya, aku tidak pernah sekalipun mendaratkan pukulanku padanya. Entah karena aku yang lemah atau dia yang terlalu kuat.


"Untuk yang ke 2, seperti yang tadi kukatakan, jika kau terlalu lama disana, hal itu menyebabkan lebih banyak hal yang akan berubah darimu.


Oleh karena itu, aku akan menanamkan sihir di otakmu dan menyegel seluruh ingatanmu hingga saat ini untuk mencegah kepribadian dan ingatanmu menghilang."


"Tunggu! Jika kau menyegel ingatanku saat aku memasuk labyrint, bukankah ada kemungkinan aku tidak akan menyelesaikan labyrint karena melupakan tujuanku ada disini?"


Ucap Rigel.


Alasanku mengkhawatirkan ini adalah karena aku takut jika aku tidak memiliki ingatanku, aku khawatir akan tetap tinggal disana selamanya.


"Tenang saja, meskipun aku bilang akan menyegel ingatanmu, bukan berarti kau tidak akan mengingat siapa dirimu.


Kau akan tetap memiliki ingatan, tentang mengapa kau menjalani pelatihan dan harus menyelesaikan labyrint ini. Sebagai bonus kecil, kau akan mendapatkan ingatan mengenai orang tuamu."


Aku tersentak saat dia membicarakan ingatan tentang orang tuaku. Karena, aku tidak memiliki satupun ingatan tentang mereka.


Yang aku ketahui dari kepala panti yang merawatku, aku di tinggalkan di depan pintu panti asuhan saat aku masih seorang bayi.


Hal yang selalu membuatku penasaran adalah mengapa? Mengapa mereka meninggalkanku, apakah mereka menyayangiku atau tidak, aku ingin mengetahuinya.


Aku hanya menatap Azartooth dalam diam tanpa mengatakan sepatah katapun lagi. Karena keheningan yang kutunjukan, dia melanjutkan penjelasannya.


"Yang ke tiga adalah, kau harus mengalahkan empat pangeran neraka yang berada di dalam labyrint. Masing masing dari mereka memegang sebuah kunci,


Kunci itulah yang akan kutanamkan dengan kuat dalam ingatanmu. Kau harus mendapatkan keempat kunci itu. Tidak apa apa jika bahkan kau tidak membunuh mereka asalkan kau mendapatkan kuncinya."


Jadi, pada dasarnya tidak apa apa jika aku tidak dapat membunuh salah satu dari mereka asalkan aku dapat mengambil kunci yang ada di tangan mereka.


Namun, aku dapat dengan percaya diri mengatakan bahwa para pangeran yang memegang kunci itu tidak akan tinggal dia jika kunci yang mereka lindungi telah dicuri.


Jadi, karena itulah akan lebih membunuh mereka daripada membiarkan mereka tetap hidup dan itu hanya akan menunda masalah yang akan datang.


"Untuk yang terakhir, kau mungkin berfikir jika neraka adalah tempat yang dikelilingi api, namun itu semua tidak seperti yang kau fikirkan.


Aku akan memberimu peringatan. Disana adalah tempat berkumpulnya iblis, dan jiwa yang penuh dengan tipu daya. Disana hanya dipenuhi oleh noda hitam jadi kau harus memeluk dirimu sendiri agar tidak termakan."


Azartooth mengatakam itu dengan wajah yang sangat serius. Aku hanya mengangguk dalam diam dan menanamkan baik baik peringatan yang diberikan Azartooth kepadaku.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mengantarmu ke gerbang Neraka."


Azartooth menjentikan jarinya dan pemandangan di sekitar kami berubah bagaikan teleportasi instan.


Di tempat itu, tidak ada apa apa selain pintu besar yang berada di depanku. Ruangan itu seperti sebuah dunia yang kosong dan berwarna putih.


Tidak ada apa apa disana selain pintu hitam keunguan yang diukir dengan gambar tengkorak dan tulang manusia.


Aku menelan air liurku karena mengetahui fakta bahwa aku berada tepat didepan gerbang neraka.


"Ini adalah gerbang dari labyrint neraka yang di sebut Gerbang neraka. Saat kau memasuki gerbang ini, kau akan berada di lantai satu dari labyrint neraka.


Untuk menyelesaikannya, kau harus mendaki mencapai lantai tertinggi dari labyrint ini. Apa kau sudah siap?"


Azartooth bertanya padaku.


Aku diam sejenak memandangi gerbang neraka itu. Meski aku sedikit takut dengan apa yang akan aki hadapi, aku mengangguk dan berkata siap untuk memasukinya.


Untuk menjadi kuat, hal ini harus kulakukan bahkan jika itu harus membunub seorang Dewa, aku tidak perduli.


Azartooth puas mendengar jawabanku dan dia mengulurkan tangannya ke kepalaku untuk menyegel ingatanku dan menanamkan beberapa ingatan palsu.


Setelag selesai menyegel ingatanku, dia membuka gerbang neraka. Di balik pintu itu, hanya terdapat warna hitam gelap yang tidak mungkin bagimu untuk melihat apa isinya.


Aku tanpa ragu memasuki gerbang neraka dan mulai berteleportasi ke lantai 1 dari labyrint neraka.


Note:


Oke semuanya disini thor!


Akhirnya kita telah kembali ke tokoh utama kita Amatsumi Rigel.


Di episode sebelumnya thor membuat episode tentang pertualangan Takumi untuk menjadi kuat.


Awalnya thor tidak berniat menceritakannya dan akan membuat cerita alternative atau side storynya saja.


Namun, karena thor mendapatkan refrensi dari novelis senior, thor lebih memilih untuk menceritakannya secara langusung di setiap episode yang akan ada time skipnya.


Terakhir, thor harap kalian memberikan thor dukungan berupa vote dan bantu thor menjadi nomor 1 di event update!


Dan juga jangan lupa untuk rate bintang 5 dan like ya!!


Cukup segitu saja dari thor, Sayonara!