The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Putri dari Ratu peri



Butuh beberapa waktu bagi ramuan pemulih untuk menyembuhkan luka luka yang aku miliki. Sekarang, aku hanya bisa melihat dalam diam pertarungan Priscilla melawan Azazel. Selama jeda waktu ini, aku akan diam diam menyerap inti jiwa dan menyiapkan serangan yang sangat kuat untuk menghajar Azazel.


POV PRISCILLA FLAMESWORD.


Aku menatap Rigel yang berada jauh di belakangku, dia sedang memulihkan dirinya dan nampaknya dia tidak dapat bergerak karena hantaman keras Azazel. Masih dapat mempertahankan kesadaran setelah pukulan sekuat itu saja sudah cukup hebat. Bahkan Anastasia dan Mirai langsung pingsan dengan pukulan itu.


Aku harus bisa bertahan selagi Rigel sedang memulihkan dirinya. Aku yakin dia pasti akan menyiapkan satu atau dua serangan selama waktu pemulihannya.


Aku ingin merubah wujudku menjadi wujud dewasaku, namun masih butuh sedikit waktu lagi untuk akundapat berubah. Karena, ke terampilanku ini berasal dari tehknik peri. Jika peri dapat merubah wujudnya dalam hitungan detik, karena aku adalah manusia aku membutuhkan paling cepat 30 menit. Sekarang sudah hampir 30 menit semenjak kami masuk kesini, jadi hanya perlu waktu sebentar saja.


Karena kecepatan pangeran ini sangatlah cepat yang bahkan mataku dan Rigel tidak dapat mengikuti gerakannya, aku memperbanyak mana di daerah mataku untuk meningkatkan penglihatanku agar aku dapat bereaksi tepat waktu.


"Sepertinya aku akan berhadapan denganmu, pengguna kekuatan peri."


Ucap Azazel.


Aku hanya diam tanpa merespown kata katanya. Lalu, aku mengumpulkan kekuatan di kakiku dan melesat seperti kilat ke arah Azazel. Aku meminjam kekuatan dari peri putih dan mengumpulkannya di tanganku.


Peri putih adalah peri dengan afinitas elemwn cahaya, alasan Anastasia bisa menggunakan elemen cahaya saat berhadapan dengan Arch Licht adalah karena peri putih ini. Aku telah memerintahkan peri putih itu sebelumnya sebagai jaga jaga jika ada sesuatu yang mengkhawatirkan. Karena itulah, Anastasia dapat mengumpulkan energi cahaya dengan mudah.


Yah, meskipun begitu, serangan sihir itu murni kemampuan Anastasia, peri putih hanya membantunya mengumpulkan energi cahaya yang diperlukan untuk mantranya.


Aku mengumpulkan energi cahaya di tinjuku dan mengarahkannya ke wajah Azazel.


Dam!


Dia berhasil menahan seranganku dengan satu tangan. Aku melesat ke arah lain dan dia mengikutiku dengan kecepatan yang sama.


Bam! Bam! Bam! Bam! Bam!


Suara adu pukulan bergema di sekitar. Aku dan Azazel terus beradu pukulan dan berpindah tepat dengan sangat cepat, seolah-olah seperti sebuah teleportasi.


"Hahaha, lumayan juga kau, bocah peri."


Puji Azazel.


"Aku jadi tersanjung dengan pujianmu, tapi—"


Aku mengambil beberapa jarak dan memulai jurusku.


"Teknik peri : perubahan wujud!"


Cahaya putih menyelimuti tubuhku dan membutakan pandangan setiap orang, tidak lama setelah cahaya itu mulai menghilang, aku melontarkan tinjuku langsung ke arah wajah Azazel.


Pack!


Boom!


Aku berhasil mendaratkan tinju pertamaku di wajahnya. Azazel terhempas ke tembok dengan sangat kuat sehingga membuat beberapa retakan di tembok tempat dia mendarat.


Awan debu menutupi daerah tempatnya terhempas karena pukulan dari seorang gadis kecil yang telah berubah menjadi gadis dewasa yang cantik. Aku sudah menggunakan perubahan wujudku, sudah lama sekali sejak terakhir aku menggunakan wujud ini, entah berapa tahun lamanya.


Aku tidak perlu khawatir pakaianku jadi ke kecilan karena tubuhku berubah menjadi gadis berumur 20 tahun. Pakaianku spesial, pakaian ini dapat menyesuaikan ukuran tubuh dari orang yang mengenakannya.


Meskipun ini bukan perubahan terkuatku, namun dengan wujud ini aku dapat dengan percaya diri mengatakan bahwa aku dapat menangani dua ekor Dragon Zombie seorang diri.


Azazel berjalan perlahan keluar dari awan debu yang menutupinya.


"hmhm."


Azazel tertawa geli.


"Hahahaha! Sudah lama sekali sejak ada orang yang bisa menghempaskanku, ahh~ jadi seperti ini rasanya rasa sakit? Entah sudah berapa lama aku tidak merasakannya. Bagus, sangat bagus bocah peri. Keluarkanlah semua yang kau punya!"


Azazel meraung.


Aku sedikit merinding karena kata katanya dan nampaknya pangeran ini memiliki jiwa masokis di hatinya yang gelap. Dia terlihat sangat bahagia karena telah aku berhasil menghempaskannya, namun itu tidak memberi banyak kerusakan kepadanya. Seranganku barusan hanya berhasil menggores sedikit luka, sialan!


Aku menarik lebih banyak kekuatan peri ke dalam tubuhku sampai aku sedikit melayang dari tanah.


"Haaaaa!"


Priscilla meraung.


Mata Azazel membesar terkejut dan terbentuk sebuah senyuman di bibirnya.


"Menarik, bocah peri. Mari kita lihat seberapa banyak yang kau punya, bocah peri."


Ucap Azazel.


Dia memotong jarak di antara kami dan mengulurkan tangan kirinya yang telah dibalut energi hijau dan dikelilingi asap hitam.


"Kekuasaan pangeran : Api yang tercela!"


Ucap Azazel, menggunakan skillnya.


Aku juga melaju ke arahnya dan mengumpulkan kekuatan peri di kedua tanganku untuk menahan serangan Azazel sekaligus menyerangnya.


"Teknik Peri : Pemurnian para Dewa!"


Kilauan emas berkumpul di kedua tanganku dan perlahan kumpulan cahaya berwarna putih berputar di sekitar kedua tinjuku. Cahaya putih kecil ini berasal dari alam dan peri peri kecil yang belum memiliki wujud.


Mereka juga merupakan cahaya harapan dari orang orang yang kuanggap keluarga. Selama Region masih ada, kekuatan yang aku miliki hampir tidak tertandingi.


"Haaaarrgggh!"


Azazel mengaum.


"Hyaaaa!!"


Priscilla mengaum.


Kami saling beradu pukulan kuat kami yang disertai dengan skill kami masing masing. Bola energi yang tidak stabil terbentuk karena benturan dari dua kekuatan yang saling berlawanan dan kuat.


Aku berusaha mendorong energi itu ke arah Azazel sekuat mungkin, namun seperti yang kuduga, aku pasti akan kalah. Namun, aku masih memiliki satu tangan yang bebas!


Aku berusaha menyelinap ke sampingnya dan menghantamkan tangan kiriku yang bebas ke samping tubuhnya.


"Hyaaaa!"


Priscilla meraum.


Bam!


Hantaman keras menghantam tubuh Azazel dengan sangat keras. Raut wajah Azazel bercampur antara kesakitan dan kegirangan. Tubuhnya telah terkena hantaman yang keras namun dia tidak terhempas, dia justru masih dapat bertahan, Sial!


"Kekuasaan pangeran : Kegelapan Neraka!"


Azazel mengaktifkan skillnya.


Ada seringai yang sangat lebar di mulutnya setelah menggumamkan skill miliknya, lalu, penglihatanku menjadi gelap semua, sepertinya ini adalah skill yang baru saja dia gunakan.


Aku tidak dapat melihat ataupun merasakan apapun. Aku menoleh ke kiri, kanan, depan dan belakang mencari cahaya di dalam kegelapan abadi ini dan khawatir jika dia akan menyerangku dari tempat yang tidak dapat kujangkau.


"Hahahaha, ayolah, apakah kau tidak dapat melakukan apapun di dalam kegelapan ini?"


Ucap Azazel.


Sebuah api datang dari barat menuju ke arahku langsung, aku dapat menghindarinya dengan mudah, namun aku tidak dapat menemukan orang yang menyerangku.


Sial, darimana setiap serangan ini datang?!


Semakin banyak serangan yang dstang ke arahku, mereka datang dari segala arah lalu—


Cruch!


Sebuah tangan menembus perut bagian bawahku, meskipun aku tidak dapat melihat apapun, aku tahu bahwa tangan ini milik Azazel.


Setelah perutku ditusuk oleh tangan Azazel, Kegelapan yang menyelimuti kami mulai menghilang dan aku dapat melihat Rigel yang masih berada di dinding tempatnya di hempaskan. Matanya melebar karena terkejut, wajahnya mencerminkan ketakutan akan kehilangan seseorang dan juga, aura kemarahan yang sangat mengerikan merembes keluar dari tubuhnya.


Aku hanya tersenyum melihat ekspresi Rigel yang jarang terbentuk. Aku senang bahwa pria tampan sepertinya marah ketika seorang gadis sepertiku di tusuk dari belakang.


"Apa hanya segini kemampuanmu? Sungguh mengecewakan. Padahal aku sudah berharap banyak padamu, bocah peri."


Ucap Azazel sambik menghela nafas kecewa.


Dia menarik tangannya yang masih berada di perutku. Darah mulai merembes keluar dari perutku yang berlubang, rasa hangat dan dingin akan kematian mulai merangsang ke tubuhku.


"Priscilla!!"


Aku dapat mendengar siara Rigel berteriak putus asa dari kejauhan.


Ahh, apakah ini akan jadi akhirku?


"Padahal sangat jarang seseorang yang dapat menggunakan kekuatan dari peri, kupikir kau akan lebih hebat dari ini namun nyatanya tidak."


Ucap Azazel.


Azazel perlahan melangkah menjauh dariku mendekati Rigel yang masih tidak dapat bergerak.


"B-baiklah iblis sialan, ji-jika itu maumu akan kuturuti semuanya!"


Priscilla berteriak kesakitan.


Aku menarik nafas dalam dalam untuk menenangkan diriku dan mencoba menggunakan perubahan yang tidak pernah kusangka akan kugunakan secepat ini.


"wahai engkau sosok yang dicintai dan dikasihi para peri, aku Priscilla flamesword, sosok yang menggunakan kekuatan para peri dan sosok yang mewarisi darah ratu peri yang agung, dengan ini memerintahkan kalian untuk melepas pembatas yang di tanamkan oleh ibuku."


Priscilla perlahan berdiri.


"Melepaskan limiter!"


Cahaya putih berkumpul dan mengelilingi tubuhku dan perlahan menyembuhkan lubang di perutku. Cahaya itu perlahan membentuk sepasang sayap kupu kupu cahaya yang indah, pakaian yang kukenakan perlahan berubah dan mahkota kecil cahaya terbentuk di kepalaku. Inilah wujud terkuatku atau jati diriku yang sebenarnya—


Aku adalah putri dari Ratu peri ibuku.