The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Behemoth dari 12 pilar iblis



POV KAMADA TAKUMI.


Takumi dan Tessia telah sampai di depan gerbang desa yang telah hancur berkeping keping.


"Apa apaan in semua..." Gumam Takumi.


Di tengah, tepat gerbang desa berada ada sebuah kawah besar terbentuk karena ledakan tadi. Takumi melihat ke sekitar dan menemukan mayat warga terpanggang hangus di sekitar. Wajah Tessia menjadi pucat dan mulai mual karena pemandangan sekitar.


"Takumi! Apa yang sebenarnya terjadi disini?!"


Tanya Bell.


Takumi menoleh kebelakang dan melihat Bell, pak tua Ozen yang menggunakan satu set baju tempur hitamnya serta beberapa orang lainnya Al, El dan Egil.


Pak tua Ozen memiliki beberapa tetes keringat di dahinya. Dia memiliki wajah yang sangat marah karena seseorang berani mengganggu desanya. Bell, Al, El dan Egil sama terkejutnya dengan Ozen. Takumi melihat ke sekitar untuk mencari dalang yang melakukan hal seperti ini.


Setelah beberapa lama mencari, tidak ada siapapun disana. Tidak mungkin dia salah, sebelumnya Takumi merasakan energi sihir yang sangat kuat dan menjijikan, bahkan Tessia juga menyadarinya.


Takumi melihat teman-temannya sekali lagi meskipun dia belum berbicara banyak dengan Egil. Saat menoleh kearahnya, Takumi menemukan Egil yang terlihat sangat pucat seolah melihat hantu. Tatapannya terfokus pada satu titik di langit, wajahnya pucat dan rahangnya bergetar dengan kuat sehingga mustahil untuk mengeluarkan sepatah kata apapun. Mengikuti tatapan Egil, Takumi menatap ke langit.


Mungkin karena tidak melihat siapapun di bawah, Ozen dan yang lainnya juga mendangak ke atas dan di sana, ada seorang pria berkulit coklat sedang mengambang dilangit dengan posisi duduk. Pria itu berumur sekitar tiga puluh tahunan, dia memiliki tanduk kambing panjang di kepalanya dan satu mata tambahan di jidatnya. Dia menyeringai sinis dan mulai memancarkan aura yang kurasakan tadi.


'Dia sangat kuat, siapa orang ini?!' Batin Takumi.


Takumi melihat lagi ke temannya untuk mengetahui siapa orang ini. Namun, wajah semua orang sangat pucat, bahkan pak tua Ozen yang selalu tenang terlihat menggigil ketakutan.


"Ahah... I-ini t-tidak mungkinkan? K-k-kenapa d-dia ada disini..." Ucap Al yang gemetar.


"Siapa orang itu memangnya?! Cepat katakan Al!" Takumi berteriak.


Matanya tetap tertuju pada Al yang masih melihat ke arah pria itu dengan sangat takut.


"B-Be-b-Be... He.. Moth."


"Behemoth?!"


"Kenapa pilar iblis sepertinya berada di sini?"


Ucap Ozen. Di dunianya dulu, ada sebuah cerita tentang monster yang di agungkan sebagai raja daratan. Monster itu bernama Behemoth.


'Apakah orang ini atau lebih tepatnya mahkluk ini sama seperti dalam cerita itu?!' Batin Takumi.


Takumi mengubah bentuk tombaknya menjadi tombak terkuat yang kumiliki saat ini.


"Ho?" Ucap Behemoth.


Sepertinya dia sedikit tertarik dengan Takumi yang dapat mengubah bentuk senjata. Karena sangat jelas, hanya para pahlawan yang dapat melakukan hal itu karena mereka memiliki senjata ilahi.


"AL, EL CEPATLAH UNGSIKAN SELURUH PENDUDUK!! BUAT MEREKA MENJAUH DARI TEMPAT INI!!!"


Ozen berteriak.


Teriakannya menyadarkan semua orang kembali ke kenyataan. Al dan El dengan takut mengangguk dan hendak pergi dari tempat. Ozen dengan sangat cepat langsung muncul di depan Behemoth. Ozen menggumamkan sebuah mantra elemen petir dan mengalirkannya di pedang hitamnya lalu menebaskannya ke arah Behemoth.


Behemoth hanya diam dengan posisi duduk yang sama dan dia mengangkat satu tangannya dan menangkap bilah pedang Ozen dengan kedua jarinya.


Dia memiliki tatapan bosan di wajahnya dan melemparkan Ozen ke tanah dengan kuat.


Behemoth mulai turun dari langit untuk menghadapi kami semua.


"Tidak kusangka aku akan bertemu dengam seorang pahlawan secepat ini, aku sangat beruntung." Ucapnya sembari turun dari langit.


Saat dia menginjakan kakinya di tanah, ada aura khusus yang tampaknya sangat mengintimindasi. Al dan El sudah berlari menjauh untuk mengefakuasi warga, namun—


"Thousand Gravity." gumam Behemoth.


Dengan gumaman itu, badan Takumi serasa sangat berat seolah di tarik paksa untuk jatuh ke tanah. Tanah mulai retak dan rumah disekitar hancur. Takumi tidak dapat menahannya lagi, terbaring di tanah begitu juga Ozen dan yang lainnya.


Takumi sekuat tenaga menoleh ke arah Al dan El, dan nampaknya, jangkauan serangannya mencapai mereka berdua. Kembali menatap pada Behemoth yang sedang bertumpu pada satu kakinya. Takumi mengutuk, karena perbedaan kekuatannya dengannya sangat besar.


Bahkan jika kekuatan mereka berenam di gabungkan, itu masih tidak mencapai kekuatan Behemoth.


"Sudah sepantasnya kalian menjatuhkan kepala kalian di tanah saat berhadapan denganku yang agung ini. Seperti yang kalian para tikus rendahan ketahui, aku adalah raja daratan Behemoth, salah satu dari 12 pilar iblis yang melayani Tuan Lucifer yang mulia."


Behemoth mulai memperkenalkan dirinya. Mata ketiganya yang berada di tengah jidat menggeliat kekiri dan kanan seolah mencari sesuatu. 'Aku ingin segera menghajar wajahnya yang menjijikan itu!' Batin Takumi.


Tessia masih sangat terguncang karena kemunculan Behemoth. Dia masih bergetar ketakutan bahkan saat tubuhnya terus ditarik ke tanah karena Gravitasi.


Hanya Takumi, Bell,Egil, dan Ozen yang mencoba untuk berdiri kembali dan menghadapi si biadap ini. Seberapa keraspun Takumi mencoba, itu hanya perjuangan sia-sia di hadapan gravitasi yang membebani tubuh.


Behemoth dengan santai berjalan melewati Takumi dan menuju Tessia. Dia menginjak kepala Ozen yang terbaring tepat di tempat dia berjalan.


"Ahh~, ternyata gadis kecil ini yang mengeluarkan emosi gelap yang sangat bagus dan kusukai, ketakutan." Dia menyeringai lebar yang memperlihatkan taringnya yang runcing.


"Jangan kau coba menyentuh dia! Jika kau melakukannya, akan ku bunuh kau!"Bell mengutuk.


"Ahh, biasanya itu adalah kata kata seorang pecundang."


"Aghh!!!"


Behemoth menjambak rambut Tessia dan membawanya ke depan semua orang.


"Lihat, aku tidak hanya menyentuhnya saja, aku bahkan memperlakukannya seperti sampah yang harus di bersihkan. Apakah kau tidak mau membunuhku?" Behemoth mengejek.


Semua orang terbawa dalam amarah yang sangat besar namun yang terukir jelas di wajah Tessia adalah, ketakutan.


"*-*-*-t-to, long aku."


Ucap Tessia.


Tessia mulai menangis dan celananya basah karena cairan kuning yang dia keluarkan.


Takumi ingin membebaskan Tessia namun tubuhnya tidak bisa bergerak, membatu diam di tempat bagai sebuah patung.


"Lepaskan tanganmu dari muridku!!" Teriak Ozen.


Ozen menggunakan Divine protection miliknya untuk menarik kekuatan dari bumi. Dia perlahan bangkit dan berdiri. Ozen mulai menguatkan kuda kudanya dan menerjang langsung ke tangan kiri Behemoth yang mencengkeram rambut Tessia.


Ozen melesat seperti angin sehingga yang terlihat hanyalah bayangan hitam dan matanya yang bercahaya kuning.


Ozen menggenggam pedangnya dengan tangan kanannya dan menyilangkannya di bahu kanannya. Dia mengayunkan pedangnya tepat ke arah lengan Behemoth.


Ting!


Angin kencang dan debu berhembus karena benturan antara pedang milik Ozen pendekar hitam dan raja daratan Behemoth.


Awalnya, Takumi berfikir Ozen berhasil memotong tangannya. Dengan kecepatan dan kekuatan yang di keluarkan Ozen tadi, Takumi bahkan tidak yakin dapat menghindar tanpa terluka.


Saat debu mulai menghilang, Takumi dapat melihat tubuh besar Behemoth, otot ototnya sedikit lebih besar dari sebelumnya. Namun, yang paling mengejutkan adalah kenyataan bahwa serangan Ozen hanya menggores sedikit lengannya.


Takumi melirik Ozen yang berada jauh di belakang Behemoth. Pedangnya telah patah menjadi dua bagian dan ada sebuah lubang di tepi pinggangnya.


Kapan? Aku sangat yakin iblis itu tidak bergeming sama sekali?! Kapan dia menyerang Ozen?!


Ozen mulai membalikan badannya untuk kembali melihat Behemoth.


"Iblis sialan! Bagaimana caramu membuatku te-rluka seperti ini?" Ozen memuntahkan darah dari mulutnya.


"Mudah saja aku hanya mengubah aura sihirku dan melontarkannya seperti meriam."


Ucapnya sambil menyombong.


"Kalian tahu? Selain ketakutan aku juga menyukai emosi seperti kebencian dan kemarahan. Aku penasaran seperti apa rasa emosi gelap kalian."


Ucap Behemoth.


Iblis mengonsumsi emosi manusia untuk berefolusi. Meskipun mereka juga bisa memakan makanan manusia, namun iblis cenderung lebih menyukai emosi karena semakin banyak emosi yang mereka konsumsi, semakin kuat pula mereka. Behemoth menarik rambut Tessia ke atas agar sejajar dengan bahunya. Dia menoleh ke arah Takumi dan Bell yang masih berbaring dan memperlihatkan taringnya.


Behemoth mengulurkan jari jari tangannya ke perut Tessia. Jarinya perlahan naik dan menyentuh buah dadamilik Tessia.


"Hentikan!" Tessia memejamkan matanya yang penuh air dan memalingkan wajahnya.


"Hentikan perbuatanmu bajingann!!!!"


Bell mengutuk.


"Tessia!!! Lepaskan Tessia!!"


Egil juga mengutuk Behemoth dengan marah.


Amarah yang kuat berkobar di dalam Takumi, dia ingin menghajar iblis itu dan membuatnya merasakan hal yang lebih buruk dari kematian!


"Whahahaha! EMOSI INI SANGAT NIKMAT!!"


Iblis itu menggila kegirangan.


Iblis itu terus memainkan Tessia untuk memancing amarah Takumi lebih jauh lagi. Hawa membunuh yang sangat kuat muncul yang berasal dari Ozen.


Dia berusaha untuk bangkit namun gravitasi bumi yang menariknya ketanah semakin kuat.


"Kalian saksikanlah ini dari awal sampai akhir."


Behemoth mulai melepaskan pakaian yang dikenakan Tessia, memperlihatkan kulitnya yang putih dan halus serta pakaian dalamnya.


Dia mulai menyentuh ketempat yang seharusnya tidak dia sentuh.


"Hoo? Gadis ini masih perawan rupanya. Jujur saja kau cukup cantik untuk seorang gadis desa, kalau begitu akan kuberikan kau kehormatan untuk mengandung anakku! Hahahaha!!"


"Kumohon hentikan!"


Tessia memohon.


"AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU MAHKLUK TOLOL IDIOT SIALAN!!!"


Bell mengeluarkan semua kutukan yang dia ketahui. Matanya memerah penuh amarah sementara Egil mulai menangis dan terus mencoba untuk bangun.


Ayolah bangun!! Bukankah kau seorang pahlawan? Kenapa kau tidak mau bergerak disaat seorang gadis meminta pertolonganmu!!!


Takumi mengutuk dirinya sendiri karena tidak bisa melakukan apapun. Meski pahit rasanya, ini sama seperti sebelumnya. Dia tidak bisa melakukan apapun sehingga Rigel harus menanggung semuanya pada waktu itu.


"ARGH, SIAAAAALLLLLLAAAANNNN!!!!"


Takumi berteriak.


"WHAHAHAHAHA TIDAK SIA SIA AKU DATANG DI DESA KECIL SEPERTI INI!"


Ucap Behemoth.


"Hey ayolah, kalian para pria hanya diam dan menonton seorang gadis yang kalian kenal sedang dilecehkan seperti ini?"


Behemoth terus melecehkan Tessia, sementara Takumi tak kuasa melihatnya dan mejamkan mata untuk tidak melihat adegan ini.


Hatinya terasa sakit bagaikan di tusuk oleh jutaan jarum, namun yang lebih menyakitkannya lagi, dia hanya bisa diam dan menonton sahaja.


Tessia sedang di perkosa tepat di depan mata Takumi yabg memalingkan wajahnya agar tidak melihat wajah Tessia yang memohon minta tolong.


Dia hanya dapat mendengar suara erangan, tangisan Tessia, dan suara tertawa Behemoth. Air mata mulai jatuh di mata Takumi. Beberapa menit yang terasa seperti beberapa jam telah berlalu. Behemoth melemparkan Tessia yang tanpa busana tepat di depannya. Matanya sudah tidak berwarna seperti, seseorang yang mengharapkan kematian.


"Tessia, maafkan aku! Aku! Aku sangat lemah dan tidak bisa menyelamatkanmu..."


Takumi mulai menangis.


Tessia mulai menggumamkan nama Takumi dan air matanya mulai merembes keluar.


"Ahh~, aku sudah mulai bosan. Mungkin sekarang sudah waktunya untuk hiburan kedua. Jangan pikit ini sudah berakhir, bocah pahlawan, Aku akan membiarkanmu melihat kematian teman temanmh dan membuatmu mati paling akhir. Dan untuk gadis itu, akan kuizinkan para goblin disana menggunakannya."


Mata Takumi terbelalak kaget. Di hutan dekat desa, ada ratusan monster kerdil hijau sedang berbaris. dia dapat mendengar beberapa mengeluarkan suars seperti sedang tertawa.


Tessia mulai menangis lagi, mengetahui bahwa penderitaannya akan terus berlanjut. Behemoth terbang untuk menyaksikan penyiksaan teman temanku dari langit. Lalu, pilar batu muncul dan mengikat teman temannya dengan kuat, bahkan Ozen tidak dapat melepaskan diri.


"Kalian semua kuizinkan membunuh laki laki yang berada dipilar batu dan akan kuizinkan kalian menggunakan wanita itu namun jangan bunuh wanita itu dan pria di dekatnya!"


Behemoth meraung.


Ratusan goblin berlari mendekat, Takumi dapat melihat dan mendengar dengan jelas teriakan teman temannya yang di siksa dan di bunuh serta teriakan Tessia yang sedang di perkosa oleh goblin tepat di depan matanya


Mata Tessia melihat kearah Takumi, seolah mengharapkan pertolongan sementara Behemoth menyaksikannya dengan riang.


'Kenapa aku begitu lemah? Lagi lagi aku hanya bisa menonton temanku yang disikisa. Untuk apa aku mengembara jika pada akhirnya seperti ini? Maafkan aku karena begitu bodoh. Maafkan aku Rigel. Maafkan aku Tessia. Maafkan aku Ozen. Maafkan aku Bell. Maafkan aku Al, El. Maafkan aku semuanya.


Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku,


Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku, aku begitu pemalas.


Di layar pandang Takumi terdapat sebuah pesan dari index.


...Pemberitahuan!!!...


...Anda telah membangkitkan 7 seri dosa mematikan...


...Curse series...


...Curse of sloth(pemalas)...


...Kekuasaan sang pemalas: wahyu tak terlihat. ...