The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Labyrint neraka part 4



Sudah satu tahun berlalu semenjak aku memasuki labyrint Neraka ini. Saat ini aku sudah berada di lantai 15.


Dari yang kudengar, belum ada orang yang berhasil menaklukan bos monster yang menjaga pintu ke lantai 16. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi di dalamnya karena setiap orang yang masuk tidak pernah keluar lagi.


Di lantai ini, ada lebih banyak orang dari pada lantai lantai yang telah aku lalui. Selain jumlah jiwa yang lebih banyak, mereka juga memiliki kekuatan yang besar sehingga inti jiwa mereka lebih besar dan terang dari punya Dandan.


Sejauh ini, aku telah mengumpulkan setidaknya 14ribu batu jiwa berukuran kecil. Meskipun aku dapat menggunakannya untuk menaiki lantai atau menyerapnya,


Aku lebih memilih untuk menyimpan batu batu itu untuk jaga jaga dan akan aku jadikan sebagai kartu truf di lengan baju. Selain batu kecil, aku juga memiliki sekitar 6ribu yang berukuran sedang hingga yang besar.


Jadi, jika di totalkan, aku setidaknya memiliki lebih dari 20ribu batu jiwa di dalam penyimpananku.


Aku belum pernah Menyerap satu pun batu jiwa kedalam batu jiwa milikku. Alasanku sangatlah sederhana, karena aku ingin menjadi kuat dengan kekuatanku sendiri.


Yah, mungkin pada akhirnya aku akan menyerap batu batu jiwa itu saat keadaan mendesakku.


Seluruh jiwa yang berada di tempat ini, memang benar seperti yang dikatakan orang itu. Semuanya dipenuhi tipu muslihat, bahkan aku pernah hampir terjerat oleh akal busuk mereka.


Meskipun tempat ini dipenuhi bintik hitam seperti mereka, bukan berarti tidak ada bintik yang berbeda warna, hanya ada sedikit orang saja yang tidak menggunakan tipu muslihat untuk menjebak seseorang demi batu jiwa.


Mereka adalah orang orang yang menaiki lantai bersama sama dengan cara mengalahkan setiap bos lantai dan menggunakan batu jiwa milik bos lantai dari pada milik manusia.


Mereka lebih seperti sebuah guild yang ingin menaklukan lantai ini bersama sama, meskipun jalan yang dilalui tidaklah mudah.


Namun, mereka lebih mengedepankan kerja sama tim dari pada asal usul dan hal tak berguna lainnya.


Karena itulah aku bergabung dengan mereka. Berkat adanya mereka, aku dapat mencapai lantai 15 dengan sangat mudah.


Jujur saja, dari lantai 10 hingga 14 bukanlah perjalanan yang mudah. Meskipun boss lantainya tidak terlalu kuat, yang merepotkan dari mereka adalah pasukan dan strategi licik yang mereka mainkan.


Mereka semua cenderung memiliki kesamaan. Mereka menggunakan pasukan kecil mereka sebagai umpan sementara dia memerintah di belakang sembari menyerang.


Sulit bagiku pada saat itu mendekati boss lantai karena monster yang dia perintahkan sangatlah merepotkan.


Mereka mirip dengan goblin yang membedakan mereka hanyalah warna kulitnya. Monster kecil itu sangatlah lincah,


Mereka melompat kemana mana dan mengerumuniku secara bersamaan hingga membuatku sangat kewalahan dan terpaksa untuk mundur.


Pada saat aku kesulitan memikirkan cara mengalahkan bos dari lantai tersebut, disanalah aku bertemu dengan mereka, squad yang aku bicarakan sebelumnya, squad Region.


Sepertinya beberapa dari mereka menggunakan item teleportasi yang memungkinkanmu berpindah tempat satu arah.


Meskipun bukan pasukan utama, nampaknya squad Region sedang mengumpulkan para pejuang yang mencoba menaiki lantai dengan melawan Boss lantai.


Pasukan utama mereka berada di lantai 23 dan dari yang aku tahu, alasan mereka mencari anggota baru adalah untuk melakukan serangan besar besaran saat menghadapi penjaga kunci pertama, Azazel.


Karena mereka memiliki tujuan yang sama denganku, aku menyetujui undangan mereka untuk bergabung dan menaklukan lantai bersama sama dan berhasil mencapai lantai 15.


Saat ini, kami tengah bersiap untuk menaklukan lantai 16 untuk menuju ke tempat pasukan utama yang berada di lantai 23.


Aku berjalan melewati anggota penakluk Region yang lainnya. Meskipun kami adalah teman satu perjuangan, aku tidak terlalu menyukai mereka, begitu juga sebaliknya.


Saat aku berjalan melewati mereka, aku daoat mendengar beberapa hal yang sedang mereka bicarakan.


"Hei, apakah kau sudah dengar jika orang itu adalah pembantai jiwa berlengan satu?"


Ucap salah satu dari mereka.


"Ya, dari yang kudengar dia menaklukan 7 lantai seorang diri sambil memburu batu jiwa dari orang orang."


"Kenapa orang seperti dia diterima dalam squad ini? Bagaimana jika dia malah berbalik memburu kita? Para petinggi Region pasti sudah gila."


Mereka terus membicarakan sambil berbisik bisik membicarakan aku, mereka mungkin berfikir jika aku tidak mendengarnya namun, dengan seluruh indraku yang telah ditingkatkan,


Aku bahkan dapat mendengar seluruh percakapan mereka dari jarak 400meter jauhnya.


Karena mereka dibutuhkan untuk membersihkan jalanku menaiki lantai, aku akan membiarkan mereka hanya jika mereka tidak mencoba menggangguku.


Aku duduk di kursi yang dekat dengan master pemilik kedai makanan dan minuman ini. Aku memesan minuman yang terasa mirip dengan sebuah kopi.


Minuman ini tidak begitu populer di kalangan orang orang mungkin karena rasanya yang sedikit pahit namun merupakan sebuah berkah untukku menemukannya disini.


'Hm, mereka hanyalah orang udik yang tidak mengetahui cara mantap menikmati sebuah kopi!' aku mengejek mereka dalam hati.


"Master, berikan aku sedikit susu."


Master itu mengangguk senang karena akhirnya ada seseorang yang mengerti dan tahu cara menikmati sebuah kopi. Meskipun aku tidak mengetahui kualitas dari sebuah daun,


Namun aku sangat memahami perbedaan kualitas dari sebuah biji bijian kopi. Biasanya, biji kopi yang bagus adalah biji yang tidak memiliki ampas yang mengambang saat kau menyeduhnya tanpa menyaringnya.


Mereka juga memiliki aroma yang sedikit berbeda bahkan rasanya dapat dengan jelas dibedakan.


"Silahkan."


Master memberikanku sebotol susu yang berukuran kecil. Lalu, saat aku hendak menuangkan susu kedalam kopiku, seseorang menghampiriku.


"Yo, kau tampaknya tidak memiliki siapapun untuk di ajak bicara ya, pria yang tidak bisa cebok."


Kata seorang gadis sambil tertawa.


Aku mengerutkan alis di mataku, tetapi tidak lama. Aku akan tetap diam tanpa merespown wanita brengsek ini dan berharap dia pergi.


"Moou, ayolah jangan dingin begitu, Onesan ini hanya ingin memiliki seseorang untuk di ajak bicara."


Gadis itu mengubah gaya bicaranya menjadi seperti seorang wanita yang sedang merayu seseorang.


Sial! Hanya dengan wanita ini aku tidak bisa untuk mengabaikannya.


"Ajak saja orang lain, sana. Jauh jauhlah denganku, Mira."


Gadis ini adalah Mira, dia juga anggota squad Region atau lebih tepatnya, dia adalah salah satu petinggi Region yang membantu kami menembus lantai 16.


Dia memang gadis cantik dengan rambut berwarna kuningnya, dia memiliki sifat yang periang, payudaranya yang besar menonjol dan mengenai kemampuannya dalam bertarung, tidak diragukan lagi bahwa dia itu kuat.


Bagi banyak orang dia adalah gadis yang sangat sempurna, namun satu satunya kekurangannya adalah dia selalu datang untuk menggodaku.


"Ho? Apa jangan jangan kau malu dengan onesan ini? Tidak perlu khawatir, onesan ini tidak menggigit bahkan jika kau menyentuh dadaku, aku akan mengizinkannya."


Kata Mira sambul mendekatkan dadanya ke arahku.


"Dengan otot six pack yang terbentuk di perutmu, aku yakin dadamu akan sama kerasnya dengan ototmu."


Kata Rigel.


Lalu,


Pack!


Dia menghantam kepalaku dengan tinjunya yang keras. Gadis ini!


"Ada apa denganmu yang tiba tiba menghajarku itu?!"


Rigel berteriak sambil mengusap kepalanya.


"Candaanmu itu membuatku sedikit kesak tahu"


Ucap Mira.


Dia menggunakan satu tangannya untuk bersandar.


"Aku tidak sedang.. He!"


Tiba tiba punggungku terasa merinding, instingku menjerit memintaku untuk tidaj mengatakan apapun.


Disana, Mira tersenyum riang namun mengerikan sambil mengucapkan.


"Apa yang ingin kau katakan barusan?"


Aku menggelengkan kepalaku sebagai tanda bahwa aku tidak mengatakan apapun. Karena itulah aku tidak ingin dekat dekat dengan gadis ini.


"Mo, Mira! Sudah kukatakan jangan mengganggu anak baru dan apakah kau kesini untuk minum Alkohol?!"


Suara seorang gadis yang berlari mendekati kami bergema di kedai.


Dia membawa tongkat yang tampaknya sepertu tongkat sihir dengan kristal bulat berwarna biru tua di atasnya.


Rambut biru tuanya berhamburan saat dia berlari menghampiri kami. Matanya seindah dan seterang berlian, aku terus menatap gadis itu saat dia menghampiri kami.


"R-rigel?!"


Ucapnya dengan nada terkejut.


Aku hanya mengangguk dengan tanggapan gadis itu. Gadis itu dengan panik merapihkan rambutnya yang acak acakan dan tersenyum padaku.


"Selamat pagi Rigel, maafkan aku karena membiarkan Mira lepas."


Ucapnya dengan lembut.


"Ya, tidak apa apa. Pasti pekerjaan yang berat bagimu untuk terus mengawasi mahkluk ini, wakil ketua."


Dia adalah wakil ketua dari seluruh squad Region, Wakil ketua Anastasia.