The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Cara menjadi Dewa!



Oke semuanya maaf ya thor baru up sekarang. Kemarin thor sedang mengubah ulang cerita awalnya karena kurang memancing minat menurut thor, jadi masih ada banyak kekurangan dari cerita ini. Tapi! Sekarang karena sudah memasuki arc


Neraka100 tahun thor akan usahakan jadi sangat sangat menarik di arc ini. Tetap setia mengikuti the legends of creator hero oke!! Dan juga jangan lupa baca karya thor yang lainnya. Btw thor juga buat beberapa ilustrasi walau gambarnya masih cupu:).


.


.


...Peringatan!!!...


...Anda diteleportasikan secara paksa ke dunia antara yang hidup dan yang mati, dunia kehampaan. Efek dari pemindahan paksa kedunia lain akan mengganggu kemampuan pahlawan sampai bisa beradaptasi dengan mana disekitar!...


Cit!cit!cit!


Suara burung bernyanyi. Angin kencang berhembus lembut menerbangkan dedaunan yang terjatuh. Disebuah tempat, tempat dimana tidak ada kehidupan dan kematian, ada seorang pria muda pingsan di rerumputan hijau.


Pria muda itu penuh luka dan darah. Mata kiri serta lengan kirinya hancur, dadanya tertusuk pedang, air segar berwarna merah terus mengalir keluar dari luka lukanya.


Pria itu adalah Amatsumi Rigel, pahlawan Creator yang di khianati oleh teman dan seorang Raja.


"ugh! Dimana aku? Apakah aku sudah mati?"


Rigel mulai mendapatkan kesadarannya kembali. Saat dia sedang memilah informasi dikepalanya, rasa sakit yang kuat menusuk dirinya. Dimulai dari luka di dada hingga mata serta lengan kirinya.


Sakit... Sakit... Sakit... Sakit... Kenapa?... Kenapa harus aku yang mengalami semua ini?... Eugh! Takatsumi, kau brengsek!... Aku pasti akan menghajarmu suatu hari nanti!


Rigel mulai menangis karena tidak kuasa menahan rasa sakit tubuhnya serta serangan mental yang dia alami. Rigel menyeka air matanya dengan lengan kanannya. Hatinya kini hanya dipenuhi amarah yang membara, bahkan dapat menelan dunia dalam amarah.


"Kau sudah sadar?".


Terdengar suara seorang pria yang tampak lembut namun tegas. Rigel mencari sumber suara itu, dan dia menemukan seorang pria paruh baya berumur 30 tahunan sedang berdiri tepat di belakangnya.


Rigel tahu bahwa dia belum mati karena masih merasakan sakit. Apakah orang ini menolongnya saat hendak jatuh? Tetapi seharusnya tidak ada apapun selain monster di sekitar jurang tanpa dasar. Apakah dia orang yang tinggal di sekitar?


Sekeras apapun Rigel berfikir, dia tidak menemukan jawaban yang masuk akal. Dia ingat kalau dia terjatuh cukup lama, jadi tidak mungkin seseorang bisa menyelamatkannya. Lantas, apakah ini adalah dasar jurangnya? Itu mustahil. Dari cerita Tirith seorang peneliti telah menjelajahi jurang ini selama 2 tahun namun, tidak kunjung menemukan dasarnya.


"Siapa kau?"


Karena Rigel masih bingung apa yang terjadi sebenarnya, dia memutuskan untuk mencoba mengorek informasi dari pria tersebut.


"Aku? Aku hanyalah seorang pengembara yang telah menjelajahi dunia ini sangat sangat lama, sampai akhirnya 'hari yang dijanjikan' tiba. Entah sudah berapa lama aku menunggu ke datanganmu, Amatsumi Rigel."


Dari mana pria itu mengetahui namanya? Padahal Rigel sama sekali belum memberitahu informasi apapun. Yang jelas, orang ini bukanlah manusia biasa. Dia memiliki wajah yang lembut, namun aura yang dikeluarkan sangatlah kuat sampai sampai kau ingin menyembahnya. Orang ini memiliki eksistensi seperti seorang Dewa.


"Darimana kau mengetahui namaku? Siapa kau? Apa yang kau inginkan dari ku? Dan juga, tempat apa ini?"


Rigel mencoba untuk berdiri dan melontarkan runtutan pertanyaan pertanyaan yang ada di kepalanya.


"Yaa, tenang tenang, aku akan menjelaskan semua yang ingin kau ketahui, Tetapi sebelum itu."


Click!


Pria itu menjentikan jarinya lalu....


Luka luka yang berada ditubuh Rigel, secara perlahan pulih. Meskipun, lengan dan mata kirinya tidak dapat dikembalikan seperti sediakala.


"Karena ini akan menjadi cerita yang panjang, jadi duduklah dan dengarkan dengan nyaman. Karena informasi yang akan kuberikan ini sangatlah penting, aku ingin kau diam dan menyimak. Mengenai pertanyaanmu itu akan terjawab dengan sendirinya."


Matanya menyipit seolah memberiku peringatan untuk tidak mengganggunya bercerita. Aku hanya mengangguk kecil sebagai respown. Seolah puas dengan jawabanku, dia duduk di atas rerumputan dan mulai bercerita. Tanpa suara, aku mengikutinya duduk.


"hmm, aku bingung harus memulai dari mana."


Seolah berfikir keras, dia memegang dagunya dan memejamkan matanya sembari berduduk sila. Seakan tahu harus memulai dari mana, dia membuka matanya.


"Apakah kau tahu cerita dibalik perang besar Ragnarok?" tanya orang itu.


Aku mengangguk sebagai jawaban. Perang besar Ragnarok terjadi karena perselisihan antara dua fraksi dewa yang terus berperang. Karena keabadian mereka perang menemui jalan buntu. Untuk mengatasi perang itu, mereka mulai menciptakan mahkluk yang dapat mati dan akan menggantikan mereka untuk berperang. Mereka adalah malaikat dan iblis. Ketika mereka mulai berperang, umat manusia akan terbawa arus dalam peperangan dan menjadikan perang salib. Selain dari dua fraksi yin dan yang, ada satu fraksi yang pada awalnya tidak turut berpartisipasi dalam peperangan. Mereka prihatin kepada manusia karena harus terbawa arus oleh peperangan. Karena alasan itu, mereka menciptakan berbagai artefak kuno dan melahirkan pahlawan yang akan mewakilkan umat manusia.


Aku tahu garis besar ceritanya, namun aku tidak tahu apa tujuannya para dewa berselisih.


"Untuk mendominasi dan mendapatkan sebuah kekuatan."


Seolah membaca pikiran Rigel, pria itu menjawab pertanyaan yang ada di kepala Rigel.


"Mendominasi?kekuatan?" gumam Rigel.


Rigel terkejut, namun dia berhasil menahan keterkejutannya mengenai senjata pembunuh dewa. Itu adalah salah satu hal yang belum pernah di dengar oleh Rigel.


"Senjata pembunuh dewa, God Slayer. Senjata itu milik seorang dewa, yang telah terlahir jauh sebelum yin dan yang terbentuk, saat alam semesta masihlah ruang kosong tanpa isi, Kehampaan. Dewa itu dapat mengembalikan segala hal apapun yang ada di dunia ini kembali menjadi kehampaan, Seolah tidak pernah ada. Setelah miliyaran tahun lamanya, saat alam semesta dan para dewa telah terlahir. Dewa itu memutuskan untuk menaruh sebagian kekuatannya kedalam senjata. Awalnya, dia berfikir dengan kehadiran senjata itu, para dewa yang lainnya tidak akan berbuat sesuka mereka. Namun sayangnya, senjata itu yang membuat mereka berperang satu sama lain."


Wajah orang itu terlihat suram dan penuh dengan penyesalan.


"Orang bodoh itu adalah aku, Dewa dari kehampaan, Azartooth."


Dia tersenyum masam.


Rigel tidak bisa untuk tidak terkejut, mengetahui bahwa orang yang berada di depannya adalah eksistensi yang seharusnya tidak dapat ditemui oleh manusia, Seorang Dewa. Sebelum Rigel melontarkan kata kata, Azartooth mulai berbicara.


"Untuk saat ini, cukup segitu, sisanya akan kuceritakan lain waktu. Sekarang aku akan memberimu sebuah pilihan. Apakah kau ingin kembali dan menemui wanita yang kau cintai dan menyelamatkan umat manusia dengan kekuatan seperti itu?"


Wanita yang dimaksud Azartooth adalah Tirith. Yang berarti, dewa Azartooth akan membawanya keluar dari tempat ini? Jika seperti itu, Rigel bisa membalaskan dendamnya kepada Raja dan Takatsumi.


Namun, untuk menyelamatkan manusia...


Rigel sadar, bila dia terlalu lemah. Bahkan saat melawan seekor Naga, diaa terlalu lemah.


Bagaimana mungkin dia kelak dapat berhadapan dengan Armageddon dan pasukan iblis? Apakah aku bisa? Lagipula aku juga manusia. Memangnya apa itu pahlawan?


Setiap pertanyaan muncul satu persatu dibenak Rigel. Bahkan, jika dia kembali sekarang, dia hanya akan mati dengan mudah karena terlalu lemah. Divine protection of Hero, milik Rigel mungkin telah menghilang. Saat ini, dia sudah tidak memiliki perlindungan ilahi. Lalu, jika kembali sekarang adalah bunuh diri, Maka pilih lainnya....


Azartooth melanjutkan kata katanya.


"Atau, kau akan disini selama 100 tahun untuk menjadi kuat?"


"Tu-tunggu! 100 tahun? Bukankah itu semua akan terlambat? Dari yang aku dengar, Ragnarok akan dimulai dalam beberapa tahun lagi. Jika aku terus berada disini selama 100 tahun, bukankah umat manusia sudah hancur lebih dahulu?!"


Rigel dengan tergesa-gesa menjelaskan kepada Azartooth. 100 tahun bukanlah waktu yang singkat, itu adalah tahun yang tidak akan dijangkau oleh umur manusia.


Peperangan hanya tersisa beberapa tahun lagi, dan dia menyuruhky untuk berada disini selama 100 tahun. Meskipun aku ini Pahlawan, aku juga manusia. Aku juga memiliki batasan umur.


Pikir Rigel. Azartooth hanya tertawa mendengar pernyataan yang dibuat oleh Rigel.


"Tenang saja. Tempat ini memiliki garis waktu yang sangat berbeda dengan Earthland ataupun bumi, yang kau tinggali sebelum menjadi pahlawan. Tempat ini adalah ruang hampa, antara yang hidup dan yang mati. Tempat ini berada dibawah otoritasku. Jika aku hitung, 100 tahun disini, hanya sekitar 1 atau 2 tahun di Earthland. Dan juga, aku ini seorang dewa, aku tahu kapan peperangan akan dimulai."


Singkatnya, perbedaan Ruang dan Waktu antara tempat Rigel saat ini, terlampau jauh. Rigel berfikir sejenak mengenai pilihan yang diajukan Azartooth. Jika kembali dia hanya akan bunuh diri. Namun, jika dia berada disini dan menjadi kuat....


Maka, tidak ada alasan untuk menolak.


"Sebelum itu, aku ingin menanyakan beberapa pertanyaan. Apa itu pahlawan? Diantara semua pahlawan, kenapa hanya Creator yang berbeda, kenapa aku yang dipilih? Lalu, kenapa kau ingin aku berada disini dan menjadi kuat?"


Rigel dengan tegas melontarkan runtutan pertanyaan kepada Azartooth. Rigel tidak mengerti, kenapa dia dari 7 miliyar manusia dibumi, yang dipilih menjadi pahlawan? Apakah ada kualifikasi tertentu?


Azartooth terus menatap Rigel dalam diam.


Woosh!


Angin mulai berhembus, mengibaskan rambut Rigel dan Azartooth. Di tengah kesunyian sementara itu, Azartooth lanjut bicara.


"Seluruh pertanyaanmu, serta hal yang belum kuberitahukan kepadamu, akan kujawab setelah kau berhasik menempuh pelatihan Neraka 100 tahun. Sekarang pilihan ada ditanganmu. Kau bisa kembali kesana dan mati cepat atau lambat atau, kau disini selama 100 tahun dan menjadi kuat? Pilihlah dengan bijak."


Rigel sedikit kesal karena pertanyaannya tidak dijawab. Tidak ada pilihan lain, selain menjadi kuat disini selama 100 tahun.


Rigel menutup matanya untuk membulatkan tekad. Lalu, kenangan Rigel dengan semua orang mulai bermunculan.


Levelling dan bersenda guraubersama cold dan yang lainnya, menghibur Yuri yang menangis karena menguping, Melihat wajah bodoh yang dibuat Takumi, berciuman dengan Tirith dan... Penghianatan Takatsumi!


Rigel membuka matanya dan memutuskan pilihannya.


"Baiklah. Aku akan menjalani pelatihan Neraka 100tahunmu."



Azartooth tersenyum senang mendengar jawaban Rigel.


"Pilihan yang bijak. Kalau begitu, Pelatihan Neraka 100 tahun akan dimulai. Aku akan mengajarimu—


Cara menjadi Dewa!"