The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Kendali atas laut



Runestone, sebuah batu yang memiliki ukiran Rune dan kekuatan di dalamnya. Jika seseorang menghancurkan Runestone, kekuatan yang berada di dalam batu itu akan di miliki olehnya. Para pahlawan tidak dapat menggunakannya karena mereka memiliki senjata ilahi yang memberikan batasan tersendiri. Mungkin ini adalah keuntungan Rigel sebagai pahlawan Creator yang tidak memiliki senjata ilahi. Di satu sisi, itu sangat di sayangkan namun di sisi lain itu cukup menguntungkan.


"Wahhh~, itu batu yang sangat indah..."


Riri mungkin baru pertama kali melihat Runestone. Yah, jika Mengesampingkan kekuatannya, bentuk dan ukiran Runenya memang indah.


"Bolehkah aku melihatnya...??"


Merial tersenyum saat melihat Rigel yang berusaha menahan kegembiraannya dan matanya tetap terfokus pada Runestone Hydra.


"Tentu saja... Lagipula, sejak awal Runestone ini adalah milikmu karena kau yang mengalahkannya, Tuan Rigel..."


Tanpa basa-basi, Rigel perlahan menghampiri Runestone dan menyentuhnya. Batu itu berwarna hitam dengan Rune biru terang di tengahnya. Saat Rigel menyentuhnya, Runestone bersinar sedikit seolah senang karena Rigel menyentuhnya. Rigel menoleh ke arah Merial...


"Apakah tidak apa apa untukku mengambil kekuatan yang ada di batu ini...??"


Rigel bukannya mau menolak untuk menggunakan Runestone, dia hanya merasa sedikit tidak enak di dalam hatinya.


"Apa yang kau bicarakan Tuan Rigel...?? Kau adalah pahlawan dan kaulah yang telah mengalahkan Hydra... Sejak awal itu adalah hakmu untuk memilikinya... Lagipula, semakin kuat pahlawan, maka semakin besar kesempatan umat manusia saat perang besar terjadi."


Benar, Rigel harus terus dan terus bertambah lebih kuat lagi sebelum perang besar tiba.


"Kalau begitu, baiklah..."


Rigel memegang Runestone yang ukurannya lebih besar daripada biasanya. Mengalirkan kekuatan di tangannya, Rigel menyerap energi yang berada di Runestone dan mengambil kekuatan yang ada di dalamnya. Runestone seketika hancur menjadi kepingan debu dan kekuatan yang sangat dahsyat mengalir di tubuh Rigel. Fang berkata...


"Sungguh kekuatan yang sangat mengerikan..."


"Ya... Aku sendiri bahkan tidak yakin bisa menampung kekuatan sebesar itu..."


Bahkan Merial juga setuju dengan Fang. Kekuatan yang terlalu besar dapat menghancurkan seseorang. Tubuh Rigel mulai mengeluarkan cahaya biru yang sangat menyilaukan dan membutakan penglihatan selama sesaat. Melihat tubuh Rigel bersinar, entah kenapa Riri malah terkagum.


"Wahhh hebat, kak Rigel bisa bersinar...!!!"


Saat cahaya itu menghilang, Rigel melihat lihat keadaan tubuhnya. Dia tidak lagi merasakan rasa sakit, tubuhnya seolah telah terpulihkan. Merial menatap Rigel dengan khawatir dan bertanya.


"Apa ada yang terasa berbeda, Tuan Rigel...??"


"Tidak... Hanya saja, aku merasa kekuatanku telah meningkat lebih dari yang kubayangkan..."


Sebuah pesan index muncul di layar pandang Rigel. Pesan itu berisi :


...Anda mendapatkan Skill baru...!!!...


...Kekuasaan laut Poseidon....


...Dengan kekuatan ini, anda memiliki kekuasaan laut...!!!...


Kekuasaan Laut Poseidon, Rigel mungkin sudah menduga jika kekuatan Hydra pasti ada kaitannya dengan dewa laut. Ada banyak hal dan kekuatan dari Skill ini namun singkatnya, Rigel memiliki kekuatan untuk memerintah Laut. Ini kekuatan yang sangat luar biasa dan mungkin seperti Cheat. Meskipun begitu, bukan berarti para pahlawan lain dan pilar iblis serta Seraphim lebih lemah darinya.


Rigel sudah menyaksikan kekuatan Takumi. Dia sangat kuat, bahkan Rigel tidak yakin dapat mengalahkannya tanpa kekuatan Void. Lalu, Rigel juga sudah melihat kekuatan pilar iblis, Diablo. Meskipun saat itu dia hanya mengeluarkan sebagian kecil dari kekuatannya, namun dapat dengan jelas terlihat jika dia bukan Iblis yang boleh di remehkan.


Bahkan dengan kekuatan yang di dapatkan Rigel, dia bukanlah yang terkuat di dunia ini. Masih ada pemimpin pasukan Iblis, Lucifer dan juga pemimpin Armageddon, Michael. Di pihak manusia, pahlawan yang akan memimpin dan berhadapan dengan para pemimpin lain.


"Item Drop yang di dapat dari Hydra memang sangatlah luar biasa dan memiliki kualitas yang bagus... Namun kami baru mengamankan Runestone dan pedang yang masih belum tercabut... Lalu, ada satu barang lagi, itu adalah kristal yang berada di kepala Hydra... Sampai saat ini, kami sudah mencoba berbagai cara namun masih belum berhasil untuk mencabutnya."


Ada lebih banyak hal yang mengejutkan dari yang Rigel duga. Rigel tidak pernah berharap jika kristal di kepala Hydra mungkin juga sebuah Item Drop. Selain sulit untuk di lepaskan, nampaknya salah satu kristal itu tertimbun kepala satunya lagi. Bukan hal yang mudah untuk memindahkannya dan meskipun itu berhasil di pindahkan, selama kristal di kepalanya belum bisa di ambil percuma saja.


Rigel memilih untuk melewatkan kristal itu dan ingin melihat dimana pedang itu berada. Rigel berjalan keluar dan bertanya kepada Merial...


"Untuk kristal itu lebih baik kita lewatkan... Lalu, untuk pedang yang mungkin terkutuk itu berada di mana...??"


"Pedang itu berada di dalam perut Hydra... Untuk memasukinya, kita harus ke bagian kepala Hydra dan masuk melalui mulutnya karena kulit luarnya sangatlah keras sehingga tidak mungkin untuk kami melubanginya..."


Rigel berhenti berjalan saat Merial memberitahu dimana letak pedang itu berada.


"Huh...?? Tunggu, maksudmu kau menjelajah masuk ke dalam perut Hydra...??"


"Ya, karena kami tidak menemukan item berkualitas tinggi, jadi aku berspekulasi bahwa mereka ada di dalam tubuh Hydra..."


Rigel menatap Merial dengan tatapan tidak percaya atas apa yang baru saja di dengar. Di sisi lain, Merial tampak biasa saja dan memiringkan kepalanya dengan bingung dan bertanya ada apa...


"Tidak... Aku hanya tidak menyangka jika kalian menjelajahi bagian dalam tubuh Hydra... Lalu, apakah kau mengambil Runestone itu dari perutnya...??"


"Ya... Apakah ada yang aneh...??"


"Tidak, tidak ada yang aneh... Yah, mari tunjukan aku jalannya."


"Baiklah, mari ikuti aku..."


Sebelum mereka benar benar pergi, Fang yang sedari tadi diam mulai berbicara...


"Maaf menggaggu Tuan Pahlawan, mungkin sebaiknya aku tidak mengikuti kalian jika kita memikirkan Riri..."


Fang memandang Riri dengan khawatir sebaliknya, Riri menatap Fang dengan bingung. Memang benar tidak bagus membawa Riri yang masih kecil ikut menjelajahi tubuh Hydra. Mungkin pilihan terbaik adalah meninggalkannya di luar sini dan menunggu bersama Fang.


"Riri, kau pergilah bersama paman Fang untuk melihat-lihat dunia luar ini... Jadilah gadis baik, jangan mengganggu pekerjaan orang lain dan dengarkanlah apa yang di katakan paman Fang..."


"Apa jangan-jangan kak Rigel ingin berkencan dengan nona cantik...??"


"Riri...!! Tidak sopan berkata seperti itu kepada Tuan Pahlawan..."


Riri menanyakannya dengan polos disisi lain, Merial sedikit memerah dan mencoba meluruskan kesalahpahaman gadis kecil ini.


"R-Riri, aku dan Tuan Rigel tidak berkencan... Lagipula, aku sudah memiliki orang yang kucintai dan begitu juga dengan Tuan Rigel... Dia memiliki gadis yang jauh lebih cantik daripada aku..."


"Hmmm...?? Jadi begitu... Padahal akan bagus jika kalian berdua itu pasangan..."


Rigel sama sekali tidak terganggu dengan kepolosan Riri. Baginya, anak kecil yang seperti Riri hanyalah lucu.


Setelah menyelesaikan ke salahpahaman Riri, Rigel dan Merial bergegas masuk ke dalam tubuh Hydra.


***


📌Memberikan Like tidak akan membuatmu Rugi.