The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Ras Hakurou



Pertemuan masih berlangsung dan Rigel menceritakan segala hal yang terjadi di Darkness. Tidak hanya tentang White Tiger dan kabutnya yang tidak terduga mengerikan. Dia juga menceritakan tentang orang yang menyerangnya dan hampir membunuhnya.


Pemikiran semua orang tertuju pada satu ras, yaitu iblis. Namun kenyataannya, Rigel membantah pernyataan itu dengan menganggap ada sosok lain selain iblis yang campur tangan. Berbagai kemungkinan muncul, namun tidak ada satupun yang mendekati jawaban, karena sosok itu sendiri tidak diketahui.


Karena tahu bahwa mereka tidak akan mencapai apapun dari topik itu, mereka kembali mengubah pembicaraan kepada White Tiger. Mereka menggali informasi mendalam tentangnya. Gahdevi dan Odin juga memberitahukan segala hal yang mereka ketahui. Namun sayangnya, tidak ada satupun informasi yang mereka miliki dapat benar-benar membantu, sampai Garfiel menyerukan pendapatnya.


"Umm, Matsu— Pahlawan Rigel, bisakah aku mengatakan sesuatu tentang mahkluk itu?" Garfiel berdiri dan meminta izin.


"Ohh, benar juga. Kau adalah ras langka Hakurou, yang terkenal dekat dengan White Tiger," Odin sedikit bersemangat.


Setelah mendengar Odin, Rigel juga teringat bahwa Garfiel memang sedikit mirip dengan White Tiger. Terutama pada transformasi binatangnya.


"Ras Hakurou?! Kupikir ras itu telah kehilangan semua keturunannya dan punah..., aku tidak menyangka bila ada sisa dari mereka. Nampaknya kau adalah generasi terakhir, ya?" Ujar Asoka yang terlihat sangat bersyukur.


"Masih ada kakakku yang juga satu darah denganku, yang mulia," Garfiel memberi sedikit hormat dan kembali kepembahasan awal.


"Seperti perkataan Odin, bahwa ras Hakurou terkenal dekat dengan White Tiger sehingga kami diasingkan. Padahal, kenyataannya tidaklah seperti itu. Pada awalnya, kami dilarang menceritakan ini diluar ras Hakurou, namun karena hanya aku dan kakakku yang tersisa, maka tidak apalah," kesedihan terukir jelas di wajahnya. Bahkan semua memahami arti dibalik wajah Garfiel.


Dia dan Theresia adalah satu-satunya yang tersisa dari ras Hakurou yang musnah karena sesuatu yang tidak diketahui. Terdapat kesedihan tertentu yang akan dirasakan Garfiel dan Theresia. Ibaratkan, jika kau adalah manusia terakhir yang ada di bumi. Tentunya perasaan kesepian dan kesedihan yang dirasa Garfiel dapat kau pahami.


"Sebenarnya, pada awalnya kami ras Hakurou adalah manusia, bukan demi-human."


Rigel terbelalak, Asoka terbelalak, semua terbelalak terhadap kenyataan tidak terduga. Bagaimana bisa mereka yang seharusnya demi-human, namun dulunya adalah manusia biasa??"


"Aku tidak pernah mendengar hal itu...," bahkan Natalia tanpa sadar bergumam bingung. Mengabaikan segala reaksi yang timbul, Garfiel lanjut bercerita.


"Itu berlaku pada seribu tahun yang lalu. Sebelum menjadi Demi-human, leluhur kami adalah pemburu yang berada di kedalaman hutan. Mereka hidup damai pada awalnya, namun semenjak orang itu datang dan membuat kekacauan di desa leluhurku. Dia tidak hanya menjadikan orang-orang sebagai budak, tetapi mengurung mereka dan melakukan percobaan aneh dengan mencampurkan darah White Tiger kedalam tubuh mereka. Setengah dari mereka mati akibat percobaan itu, namun pda akhirnya setengah lain berhasil bertahan dan mendapatkan kekuatan luar biasa,"


Entah siapa orang yang dimaksud, namun dipastikan bahwa dia adalah Alchemist yang sangat pintar. Pemikiran Rigel tentang kemungkinan dia orang yang sama dengan orang yang meneliti jurang tanpa batas. Namun, dia lebih memilih menyangkal pemikiran seperti itu, karena tidak terlalu penting untuk saat ini.


"Orang itu mengajari mereka cara menggunakan Transformasi White Tiger sampai mereka benar-benar terbiasa dengan kekuatan itu. Para leluhur ku merasa senang mendapatkan kekuatan maha hebat dan memuja orang itu, namun disaat terakhir orang itu ingin pergi berkelana, dia menceritakan tujuan sebenarnya dari percobaan itu."


"Tujuan sebenarnya??" Takumi bergumam tanpa sadar. Dia pasti berpikir bahwa orang itu hanyalah peneliti yang memberikan bantuan kepada leluhur Garfiel.


Namun dunia ini tidak akan melahirkan orang sedermawan itu. Sifat dasar manusia adalah tidak melakukan hal apapun yang tidak menguntungkannya. Orang itu yang dimaksud pasti memiliki tujuan yang dapat menguntungkannya.


"Ya..., tujuannya adalah menjadikan ras kami umpan kepada White Tiger. Darahnya mengalir dalam tubuh kami, semakin kuat kami, maka bila White Tiger memakannya, akan semakin kuat pula dia. Para leluhurku tentu tidak terima, namun tidak bisa menyerang orang itu karena mereka hanyalah budak. Mereka memutuskan untuk menjauh dari peradaban dan hidup dengan ketakutan akan White Tiger menghampiri mereka. Pada akhirnya, monster itu datang saat malam bulan purnama penuh dan memakan sebagian dari para leluhurku. Alhasil, mereka melarikan diri dan menjauh sejauh mungkin, meninggalkan mereka yang tertinggal dan tertangkap monster itu."


Wajah Garfiel menjadi pahit, sebelum melanjutkan kisahnya. Nampaknya, cerita ini menjadi aib terkelam bagi ras Hakurou. Lalu, dia menemukan satu alasan mengapa White Tiger tidak langsung menyerangnya setelah membiarkan dia kabur. Mungkin karena dia juga menyadari, bahwa ras yang memiliki darahnya masih hidup dan menunggu waktu yang tepat untuk menyantap mereka sekaligus menyerang Rigel. Waktu itu adalah ketika bulan purnama penuh muncul.


Jadi, tujuan White Tiger datang ke Darkness dapat dipastikan untuk menemukan Garfiel dan Theresia. Selagi Rigel sibuk dalam pikirannya, Garfiel melanjutkan ceritanya.


"Para leluhurku berputus asa, mereka pada akhirnya pergi menuju kota kekaisaran yang berjaya pada masanya dan ditengah perjalanan, mereka bertemu Pahlawan. Mereka meminta pertolongan dan menceritakan segala hal yang terjadi dengan harapan mendapatkan bantuan. Para Pahlawan memang membantunya, namun dengan syarat kejam yang mereka sendiri tidak menerimanya. Syarat itu berupa, para leluhurku harus menumbalkan satu dari mereka melakukan perjalanan jauh dan membiarkan White Tiger memakannya dalam perjalanan."


Sungguh akhir yang menyedihkan. Berjuang keras untuk hidup dan meminta pertolongan pada sosok hebat seperti Pahlawan, namun pada akhirnya solusi yang dimiliki tetaplah pengorbanan.


Rigel tentunya sangat penasaran, mengapa para Pahlawan dimasa lalu tidak memilih untuk membunuh langsung White Tiger. Jika itu Rigel, dia pasti akan mengumpankan ras Hakurou untuk White Tiger dan mengeroyoknya sampai binasa.


"Ya. Selama seribu tahun ras Hakurou menjalankan pengorbanan itu, sampai akhirnya mereka runtuh ketika White Tiger datang menghancurkan desa. Aku dan kakakku berhasil lolos darinya, namun akhirnya kami terjebak dan menjadi budak."


Setelah lepas dari sarang buaya, namun jatuh dan masuk ke dalam sarang singa. Mereka benar-benar menjalani kehidupan yang menyedihkan sebagai sosok yang pantas di sebut 'mantan manusia'.


"Yah, setidaknya kalian sudah aman di sini. Dari cerita itu, kita telah mengetahui satu hal dan cara memancing kucing itu keluar dari sarangnya."


Tidak hanya itu, dia juga mendapatkan satu hal lain dari cerita itu. Jika Garfiel dan Theresia benar-benar pernah mengalami diserang mahkluk itu, secara otomatis mereka berada didalam kabutnya. Namun, mereka berhasil meloloskan diri dan nampaknya dunia tidak melupakan bahwa ras Hakurou itu ada.


Garfiel nampaknya juga masih mengingat orang-orang di desanya dan dapat menceritakan cerita itu dengan lancar. Yang berarti, dengan hanya memasuki kabut dan mati di dalamnya, tidak akan membuat segala hal tentangnya dilupakan dunia.


Pastinya diperlukan syarat atau kontak khusus untuk White Tiger menghapus keberadaan seseorang dari dunia. Hal itu sudah tidak perlu diragukan lagi.


"White Tiger akan datang dan menyerang begitu bulan purnama penuh tiba untuk menyantap bocah ini dan kakaknya," Ozaru melengkapi pernyataan Rigel.


"Dari yang kuamati, seharusnya bulan purnama tiba dalam waktu 3 hari mendatang," Tirith berpendapat. Perkiraan yang dia miliki tidak perlu diragukan, karena tidak ada orang selain dia yang paling sering mengamati benda di langit.


Mereka memiliki keuntungan besar dimana tahu kapan dan tempat White Tiger akan muncul. Mereka akan mengumpankan Garfiel di tempat yang jauh dari pemukiman dan membunuh White Tiger. Namun, terdapat sebuah kerugian yang sangat fatal, mengingat pertempuran berlangsung saat bulan purnama.


"Sepertinya memang bahwa aku tidak dapat turut andil dalam pertempuran kali ini," Ozaru berkata.


"Ehh?? Memangnya kenapa??" Takumi bertanya dengan bingung.


"Itu karena pertarungan akan berlangsung saat bulan purnama penuh, dimana aku sangat dilarang menatapnya jika tidak ingin mengamuk dengan wujud sejati lalu kembali menjadi diriku yang bodoh dan idiot."


Seperti itulah, kerugian yang dimaksud. Jika saja Ozaru mengamuk tepat ketika menghadapi White Tiger, maka kematian tidak diragukan lagi. Memang, besar kemungkinan jika Ozaru raksasa dapat menang melawan White Tiger. Namun mari gunakan itu sebagai pilihan terakhir, jika memang diperlukan.


"Yah, bukan berarti dia akan bersantai atau tidak benar-benar memiliki kesempatan ikut andil dalam pertempuran," ujar Rigel selagi hendak membanjiri tenggorokannya dengan kopi yang mendingin.


"Pastinya aku tahu itu akan terjadi. Kau akan memintaku keluar dan mengamuk sebagai kartu terakhir, kan??"


Ozaru sudah lama bersama Rigel dan dia tidak cukup bodoh untuk tidak memahami jalan pikirannya. Dia bukanlah tipe orang yang akan membuang kartu meski beresiko, dia akan menjadikannya kartu terakhir yang harus digunakan. Yah, meski begitu, Ozaru tidak membenci orang seperti Rigel.


"Kau memahaminya dengan baik. Untuk itulah, jika saatnya tiba, kau mungkin juga harus ikut dalam pertempuran, Natalia. Karena tidak ada orang yang dapat melakukan perjalanan jauh secara singkat, seperti teleportasi."


Meski berbeda, Spatial tetaplah sihir yang satu kategori dengan Teleportasi karena dapat berpindah ke tempat yang jauh.


"Suatu kehormatan besar dimana bisa bertarung bersama Pahlawan dan mengorbankan nyawa demi melindungi dunia..., Namun, seperti yang anda ketahui. Sihir Spatial milik saya hanya dapat pergi ke tempat yang sudah saya kunjungi saja."


Tentunya dia tidak sebodoh itu melupakannya. Lagipula, dia tidak berniat menghajarnya secara langsung saja. Selama memiliki sumber daya tak terbatas berkat Skill Creator, maka dia akan menggunakan sebaik-baiknya.


"Tentu saja aku tahu, karena itu tempat pertarungan dan tempat khusus untuk Ozaru mengamuk akan segera aku persiapkan sebelum hari H tiba."


Dia akan menjadi sangat sibuk dimulai dari hari ini hingga seterusnya. Ini akan menjadi kali kedua dia menantang mahkluk malapetaka demi menyelamatkan seseorang yang penting..., atau tidak. Mungkin akan menjadi tiga kali dia menantangnya, termasuk Naga dimasa depan.


Tunggu aku, Priscilla...,