The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Mari kita guncangkan neraka ini!



Sudah 2 tahun aku menjabat menjadi seorang komandan, aku juga telah membentuk pasukan pribadi milikku yang aku pilih sendiri. Mereka cukup kuat, namun aku tidak hanya mencari orang kuat saja.


Aku mencari orang orang yang cakap dalam pertempuran dan memiliki kordinasi yang baik dan cukup mampu untuk menjaga dirinya sendiri serta pasukan yang lainnya.


Butuh waktu satu tahun bagi kami untuk mencapai lantai 25 dan dalam waktu satu tahun itu, aku telah mengumpulkan pasukan yang aku butuhkan, mungkin lebih bisa di sebut grup kecil ketimbang pasukan.


Mereka hanya berisi para penyihir yang mampu menggunakan sihir cahaya tingkat tinggi untuk antisipasi jika kami menghadapi lawan tipe undead. Selain itu, mereka juga dapat menggunakan pemulihan dan berbagai sihir lainnya. Untuk sisanya, adalah prajurit seperti pada umumnya dan para Vanguard.


Yah, karena aku tidak terbiasa bertarung dalam grup dan juga aku tidak memiliki pengalaman memerintahkan prajurit, aku menyerahkan semua itu kepada Braun, yang kini menjadi wakil komandan di pasukanku.


Braun orang yang sangat cakap dalam mengatur pasukan dan juga cukup cerdas untuk membuat strategi strategi yang sangat hebat sampai sampai Priscilla kagum dengannya.


Untuk Priscilla sendiri, kekuatannya sangatlah hebat. Dia sama sepertiku sebagai orang yang tidak cocok bertarung dalam sebuah grup karena kebanyakan serangan miliknya memiliki jangkauan yang luas dan jika dia bertarung dalam kelompok, dia khawatir akan melukai rekannya tanpa sengaja.


Namun, aku belum pernah sekalipun melihatnya merubah wujud anak kecilnya. Dari yang diceritakan Anastasia, jika Priscilla bertarung dengan serius, dia akan merubah wujudnya yang awalnya anak anak berumur 9 tahun menjadi wanita dewasa berumur 20 tahunan.


Mungkin wajar saja jika selama kami mendaki ke lantai 25, dia tidak bertarung dengan serius. Karena lawan yang kami hadapi tidak terlalu sulit, bahkan aku dapat mengalahkannya seorang diri.


Kini, setelah kami berkumpul dengan pasukan utama dan persiapan panjang kami selesai, akhirnya kami akan memulai ekspedisi untuk menaklukan lantai dan menerobos ke lantai 26, untuk itu kami akan segera berhadapan dengan pangeran pertama, Azazel.


Aku terus memperkuat diri dan pasukan yang aku ciptakan jika saja Azazel memiliki penjaga seperti yang di lakukan Arch Licht. Karena hal itu, kami sudah mempersiapkan segalanya. Ada juga para prajurit garis belakang yang harus mengangkut banyak potion pemulih dan yang lainnya, ada juga berbagai macam makanan ringan serta air minum.


"Selamat pagi, bocah. Apakah kau sudah terbiasa dengan tangan barumu?"


Ucap Braund.


"Selamat pagi Braund. Yah, meski masih terasa aneh namun aku sudah bisa menggerakannya seperti tangan asli."


Balas Rigel.


Sebelumnya, saat kami mengalahkan penjaga pintu lantai yang menuju ke lantai 25, kami berhadapan dengan pasukan baju zirah lengkap yang bergerak sendiri seolah hidup, namun tidak memiliki apapun di dalam zirahnya.


Pasukan zirah itu bergerak menggunakan sihir seperti boneka benang. Mereka di kendalikan oleh monster zirah raksasa yang menjadi penjaga lantai. Tidak sulit bagiku menghadapi para keroco yang di kendalikannya, aku hanya perlu memotong aliran sihirnya saja.


Saat penaklukannya selesai, Anastasia menemukan item drop berupa lengan kiri yang terbuat dari Adamantite, logam yang sangat keras. Karena dia masih memiliki lengan yang utuh, dia memberikannya kepadaku yang hanya memiliki lengan kanan.


Berkat seorang pengrajin handal dari serikat Region, dia menyambungkan lengan besi itu ke tubuhku sehingga memungkinkan aku untuk menggerakannya seperti lengan asli.


Dengan begini, aku dapat mengeluarkan seluruh potensi penuhku dalam pertarungan pertamaku melawan salah satu dari pangeran neraka.


Ini bukan lagi waktunya untukku menahan diri. Aku akan mengerahkan seluruh kekuatanku di pertarungan ini dan mengambil kunci yang di lindungi oleh Azazel.


Sebagai persiapan, aku telah menyerap setidaknya dua ribu inti jiwa manusia berukuran sedang dan juga satu inti jiwa naga yang sebesar kepalan tangan secara diam diam.


"Bagaimana persiapanmu dan yang lainnya Braund?"


Tanya Rigel.


"Meski sebelumnya ada beberapa kendala, namun sekarang sudah beres. Persiapan kita telah sempurna."


Balas Braund.


"Kerja bagus."


Rigel memujinya.


Braund adalah tangan kananku, dia adalah orang yang sangat kupercayai. Tebakanku benar mengenai dia adalah ahli tombak namun karena beberapa alasan dia memilih menjadi Vanguard dan menggunakan pedang. Aku pernah sekali latih tanding dengannya menggunakan tombak untuk mencoba lengan kiriku.


Jika bisa, aku ingin dia tetap menjadi tangan kanan terpercayaku. Karena, tidak ada jaminan bahwa kami akan keluar hidup hidup setelah memasuki gerbang kastil Azazel.



"Mau dilihat berapa kalipun, ini tetap saja mengagumkan."


Gumam Braund.


Aku pun mengangguk setuju dengan gumam Braund dan beranjak bangun untuk berkumpul bersama Priscilla dan yang lainnya. Namun sebelum itu...


Aku mengambil dua barang dari infertory miliku dan memberikannya kepada Braund.


"Gunakanlah ini, Braund. Aku berharap ini akan berguna untuk jaga jaga jika sesuatu yang tidak di inginkan terjadi."


Aku menyerahkan sebuah tombak yang dapat kukatakan dengan lantang bahwa tombak ini lebih kuat dari tombak lainnya. Aku menciptakan tombak ini menggunakan taring naga sebagai bilahnya. Untuk batangnya, aku mencairkan adamantite dan menggunakan kulit Wyvern sebagai pegang.


Dengan skill Creator Weapon milikku, aku tidak perlu susah payah membuatnya secara manual, aku hanya perlu menyiapkan bahan yang di perlukan dan menyerahkan sisanya kepada skillku. Yah, karena aku adalah pahlawan Creator, menciptakan adalah keahlian utamaku.


"Ini..? Aku dapat menerima tombak hebat ini, namun kenapa kau menyerahkan inti jiwa naga ini kepadaku?"


Tanya Braund dengan bingung.


"Seperti yang kubilang, untuk berjaga jaga jika muncul situasi yang tidak di inginkan."


Balas Rigel sambil menepuk bahu Braund.


"Lebih baik kita bergegas karena ekspedisinya akan dimulai sebentar lagi."


Braund terus menatap inti jiwa naga yang aku berikan kepadanya, dan dia perlahan mengikutiku di belakang lalu berkumpul dengan pasukan lainnya.


Aku berdiri di belakang Priscilla yang berada tepat di depan pintu dan menghadap para prajurit penaklukan untuk mengatakan pidatonya.


"Sekarang akan menjadi langkah besar kita untuk menyelesaikan labyrint ini! Kita akan berhadapan dengan salah satu dari empat pangeran yang menguasai Labyrint."


Ucap Priscilla dengan lantang dan keras.


Senua orang termasuk komandan dan para petinggi lain diam mendengarkan pidato Priscilla. Ada juga orang orang yang tinggal di lantai ini datang untuk menghantarkan kepergian kami.


Mereka berharap kami berhasil mengalahkan Azazel karena, jika Azazel berhasil di kalahkan, lantai 1 sampai 25 akan jadi lantai tak bertuan yang membuat bayaran inti jiwa untuk menaiki lantai akan di hapuskan.


"Kalian mungkin sudah mengetahui hal ini, saat kita memasuki gerbang ini, hanya neraka yang menanti kita. Namun, Aku yakin kalian pasukanku, teman teman seperjuanganku, tidak akan gentar dengan neraka ini! Kematian tidak di izinkan, mari kita semua kembali dengan selamat karena kita semua adalah sebuah keluarga! Setiap anggota Region adalah keluarga maka jangan biarkan siapapun keluarga kita menghilang!!"


"Wooo!!!"


Semua orang serempak berteriak.


"Mari kita gentarkan neraka ini!!"


Priscilla meraung.


Membuat semua orang termasuk orang yang tinggal di sekitar meraung karena pidato mengagumkan yang dibuat oleh Priscilla.


Priscilla menyentuh gerbang dengan kedua tangannya. Dia menengok ke arah para petinggi lain dan tatapannya berakhir kepadaku. Aku mengangguk saat tatapannya berhenti padaku, dia membalasku dengan mengangguk lalu perlahan membuka gerbang itu.


Kiee.


Suara gerbang berderit.


"Maju!!"


Teriak Priscilla.


Kami semua berlari untuk masuk kedalam. Nah, apa yang sedang menanti kami di dalam. Akankah ini menjadi pertarungan sengit atau hanya pembantaian sepihak?