
https://\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*.com/YatoNime
...***...
Sudah setengah hari aku berjalan menuju ke dalam hutan.
"Sial! Kenapa aku bisa lupa arah menuju ke kerajaan!"
Gerutu Rigel.
Mungkin karena waktu yang kuhabiskan selama pelatihan serta banyak kejadian yang terjadi disana, membuat ingatanku menjadi kacau balau dan sulit bagiku untuk mengingat kenangan seperti jalan menuju kerajaan.
"Yah, terkadang tidak terlalu buruk tersesat lagipula aku ingin sedikit menikmati dunia ini."
Aku belum menemukan sebuah desa kecil sejauh ini, setidaknya aku butuh sesuatu untuk menutupi tubuh bagian atasku. Tidak mungkin aku pergi dengan penampilan seperti ini.
Apakah lebih baik untukku terbang? Selain cepat, aku juga bisa mencari desa terdekat dengan mudah. Yah, bodo amatlah aku tidak perduli dengan pendapat orang lain.
"Creator Skill : create wind!"
Angin tercipta di telapak kakiku dan aku menghempaskan diriku ke langit dan terbang menuju barat. Sudah lebih dari 15 menit semenjak aku terbang namun—
"Hmm, hanya ada hutan sejauh mata memandang. Selain itu, cacing di perutku mulai berkelahi."
Huh, sepertinya aku harus berburu rusa ataupun hewan yang ketemukan.
Tap!
Aku mendarat dan mulai mencari hewan untuk berburu dan mengisi perutku. Aku berjalan terus menuju ke pedalaman hutan dan binggo!
Aku menemukan seekor rusa yang sedang menyantap dedaunan di tanah.
Aku meregangkan tubuhku yang kaku dengan melakukan beberapa pemanasan. Baiklah, mari kita lihat apakah aku sama kuatnya dengan diriku saat di labyrint.
Aku mengambil ancang ancang seperti seseorang yang hendak balap lari. Aku menarik nafasku dalam dalam dan menahan nafas untuk menyembunyikan aura kehadiranku agar rusa buruanku tidak kabur.
Sebuah daun melayang di depanku dan perlahan jatuh. Aku menunggu Daun itu mencapai tanah dan saat daun itu terjatuh di tanah, aku berlari secepat mungkin menuju rusa buruanku. Angin berhembus kencang saat aku berlari, bahkan rusa buruanku tidak sempat menyadari keberadaanku dan aku mencengkram lehernya dengan kencang sampai dia tidak dapat lagi bergerak.
Bagus, sepertinya kekuatanku selama pelatihan dengan Azartooth tidaklah berkurang. Justru, kecepatanku rasanya lebih cepat dari sebelumnya. Mungkin karena pertarungan terakhirku saat melawan seluruh penghuni labyrint.
"Yah, sepertinya tidak ada masalah dengan kekuatanku. Lebih baik aku mengisi perutku terlebih dahulu."
Saat aku meletakan mayat rusa di bahuku, aku dapat merasakan adanya benturan energi sihir dan juga suara pertarungan yang tidak jauh dari temapku berada saat ini. Aku pikir itu hanyalah seorang petualang biasa, namun entah kenapa aku tertarik untuk pergi kesana.
Aku melesat menaiki pohon pohon seperti seorang shinobi, atau mungkin lebih mirip seekor monyet. Saat aku mendekat, aku dapat melihat seekor Griffon yang ukurannya cukup besar dari jenisnya. Aku mencari orang orang yang sedang menghadapi monster ini. Pada awalnya aku berfikir mereka hanyalah seorang petualang biasa, namun nampaknya tidak.
Aku mengenal mereka, wajah itu sangat akrab bagiku karena mereka adalah orang orang yang bertarung bersamaku.
Kieek!
Lalu, Griffon itu mulai mengumpulkan api di dalam mulutnya dan bersiap untuk menyerang mereka. Melihat itu, aku tidak tinggal diam. Aku melemparkan rusa yang berada di bahuku menuju Griffon yang terkejut karena rusa yang kulemparkan mengenainya dengan cukup keras.
Saat Griffon itu kehilangan keseimbangan, aku turun dari pohon dan mendarat tepat di depan mereka, anggota party lamaku, Cold, Ray, Misa dan Nisa. Sepertinya mereka tetap bersama dan tidak membubarkan party semenjak kepergianku. Aku senang bahwa merekalah orang orang yang pertama kali ketemui.
Sebelum memulau reuni yang mengharukan, lebih baik aku menghabisi monster ini terlebih dahulu. Aku dengan cepat melesat langsung tepat ke dada Griffon berada. Aku mengayunkan tangan kiri palsuku dan menghantam Griffon itu tepat di dadanya.
Griffon itu terhempas beberapa meter dari tempatku memukulnya. Tulang tulang dadanya hancur namun dia masih dapat bertahan hidup. Aku tidak perlu repot repot mendekatinya untuk menghabisinya. Aku membalikan badanku untuk berhadapan dengan Cold dan yang lainnya. Setelah aku berbalik, Griffon yang masih hidup, meledak berkeping keping karena aku meledakan mana dari dalam tubuhnya sehingga menyebabkan hujan darah.
"Yo! Apa kabar kalian semua? Nampaknya kalian tetap akur seperti biasanya."
Sapa Rigel, mengangkat tangan kanannya untuk menyapa Cold dan yang lainnya.
Ray, Misa dan Nisa tampak bingung dan tidak mengetahui siapa identitasku. Wajar saja begitu, karena penampilanku telah berubah sangat drastis. Namun, disisi lain, Cold nampaknya yang paling terkejut dengan kemunculanku. Dia mulai menangis saat melihat wajahku.
"Tuan Rigel, k-kau masih hidup?"
Ucap Cold.
"Aku sudah pernah mati namun aku berhasil hidup kembali, Cold."
Balas Rigel, sambil tersenyum senang.
"Ti-tidak mungkin, apakah kau benar benar tuan Rigel? Jika kau masih hidup, kenapa baru sekarang kau memperlihatkan dirimu?"
Ucap Ray, masih tidak percaya.
"Ada berbagai alasan namun untuk saat ini. Aku telah kembali, kalian semua orang orang cupu."
Ucap Rigel.
"Aku-aku- maafkan aku tuan, Rigel. Aku kesatria tidak berguna yang bahkan tidak dapat menolongmu saat itu, kau boleh membenciku dan mengambil kepalaku disini."
Ucap Cold, sambil menangis sedu.
Dia berniat meletakan kepalanya di tanah, namun sebelum dia melakukannya, aku dengan cepat sudah berada di depannya dan menepuk bahunya.
'Cepatnya!'
Batin Ray.
"Tidak perlu, Cold. Aku sama sekali tidak membencimu. Justru aku sangat senang bahwa kau adalah orang pertama yang kutemui. Selain itu, bisakah kau memberikanku sesuatu untuk menutupi badanku dan memberikan sesuatu untuk dimakan? Aku akan menceritakan apa yang terjadi dan kau ceritakan apa yang terjadi selama aku pergi."
Ucap Rigel.
Cold mengangguk setuju dan kami semua pergi ke penginapan yang tidak jauh dari sini.
***
"Ini tuan, Rigel. Aku hanya dapat menemukan pakaian usan dan sebuah jubah yang dapat menutupi wajahmu."
"Tidak apa apa, terima kasih. Kalau begitu akan kugunakan ya."
Ucap Rigel.
Kami sudah berada di sebuah penginapan yang berada di desa yang tidak jauh dari sini. Kami telah selesai makan malam dan mulai membicarakan apa saya hal yang terjadi selama aku tidak ada setahun ini.
Aku juga menceritakan apa saja yang sudah kulakukan selama ini. Aku mencapurkan kebenaran dan kebohongan dalam ceritaku. Aku menceritakan tentang bagaimana raja dan Takatsumi bersekongkol untu membunuku dan menjatuhkan jasadku kejurang.
Aku tidak mengatakan apapun tentanh pertemuanku dengan Azartooth dan berlatih di bawaj bimbingannya. Aku hanya berkata bahwa aku mendaki jurang itu dari bawah sementara luka lukaku berhasil kusembihkan dengan potion buatanku.
Lalu dari apa yang di ceritakan Cold. Setelah kematianku, Takumi bertekat untuk membunuh Diablo dan untuk itu dia mengembara dan nertambah kuat. Dalam perjalanannya, dia bertemu dengan salah satu pilar iblis, raja daratan Behemoth. Cold berkata setelah pertarungan dengan Behemoth, tubuh Takumi dipenuhi oleh kutukan mengerikan yang bahkan membuat seseorang lupa untuk bernafas.
Aku yakin tanpa sengaja, Takumi pasti menggunakan kekuatan dari seri kutukan. Aku hanya bisa menebak bahwa dia mendapatkan seri kutukan Kemalasan atau keserakahan.
"Jadi begitu, ya. Tidak kusangka bahwa hal itu adalah skenario busuk yang dibuat raja dan pahlawan pedang."
Ucap Cold dengan kesal.
"Ya, dan bodohnya tidak ada satupun dari kami yang mencurigainya."
Lanjut Ray.
"Tunggu, memangnya untuk apa tuan Takatsumi melakukan hal serendah itu? Bahkan raja turut andil dalam rencana untuk membunuh tuan, Rigel. Apa untungnya bagi raia melakukannya?"
Tanya Misa.
"Untuk Takatsumi, tujuannya hanya untuk merebut Tirith dariku. Kalau untuk tua bangka bau tanah itu, aku tidak tahu apa keuntungan yang dia dapat."
Ucap Rigel.
"Meskipun penampilan luarmu banyak berubah, namun bagian dalammu terutamanya caramu memanggil orang tua tidak pernah berubah."
Ucap Nisa sambil mengejek.
Ray dan Misa ikut tersenyum sebagai jawaban setuju dengan apa yang Nisa katakan. Yah, mungkin ini berkat Azartooth yang menyegel ingatanku sehingga aku tidak melupakan gaya bicaraku dan juga kemampuan terhebatku yaitu memprovokasi orang sampai mampus. Lalu, Cold memotong pembicaraan.
"Kaisar surgawi."
Ucap Cold.
Ray, Misa dan Nisa langsung membuat tampang serius dan berpikir. Apakah hanya aku yang bertingkah seperti orang bodoh disini?
"Memangnya apa itu kaisar surgawi? Aku belum pernah mendengarnya."
Ucap Rigel.
"Akan kujelaskan."
Ucap Cold.
Aku akan meringkas cerita Cold. Saat Ragnarok tiba, para pahlawan kemungkinan besar akan berhadapan dengan pilar iblis, Seraphim atau bahkan pemimpin masing masing ras yaitu Michael dari pihak malaikat dan Lucifer dari pihak iblis.
Selagi para pahlawan sibuk dengan mereka, pasukan manusia membutuhkan seseorang yang dapat memberikan sebuah perintah kepada mereka dan sosok itu adalah kaisar surgawi. Syarat untuk menjadi kaisar surgawi adalah mendapatkan banyak dukungan dari para pahlawan dan mendapatkan banyak pencapaian.
Pencapaian Takumi dalam mengalahkan Behemoth akan sangat membantu tua bangka itu. Namun, itu jika hanya Takumi memilih untuk mendukungnya. Intinya, para pahlawan berhak memilih orang yang dia pilih sendiri.
Lalu, saat seseorang terpilih untuk menjadi seorang kaisar surgawi, maka para negara besar lainnya tidak dapat memprotes dan diharuskan untuk menyiapkan sumber daya apapun yang dibutuhkan kaisar surgawi termasuk kekayaan.
Tua bangka itu masih bisa memikirkan ke kayaan di tengah krisis besar yang akan datang, sialan.
"Lalu, kapan pemilihan itu akan dimulai?"
Tanya Rigel.
"Entahlah, karena dalam pemilihan kaisar surgawi, setidaknya harus ada empat calon yang mencalonkan diri. Namun, saat ini hanya ada tiga orang yang mencalonkan. Mereka adalah raja raja dari negara yang memanggil mempat pahlawan."
Ucap Cold.
"Kenapa sangat sedikit orang yang berpartisipasi?"
Tanya Rigel.
"Yah, karena kemungkinan besar para pahlawan hanya akan memilih raja dari negara tempat mereka dipangggil. Jadi, bagi negara negara kecil yang tidak memanggil pahlawan, mengikuti pemilihan ini hanyalah mempermalukan nama negara mereka."
Ucap Cold.
Aku mengangguk sebentar mendengar kata kata Cold.
"Apakah ada syarat khusus bagi seseorang untuk menjadi kandidat?"
Tanya Rigel.
"Syaratnya hanya berlaku untuk orang orang yang memiliki sebuah wilayah yang dapat diakui sebagai sebuah negara."
Ucap Cold.
Jadi begitu, aku sudah mengerti garis besarnya. Kaisar surgawi, ya? Jika bisa aku ingin orang itu adalah orang yang aku kenal dan yang pasti bukan si rubah tua itu.
"Lalu, Cold. Bukankah kau deorang kesatria kerajaan tidak seperti Ray dan yang lain. Apa yang sedang kau lakukan?"
Tanya Rigel.
"Apa kau ingat janji kita untuk membuat tempat dimana manusia dapat hidup berdampingan dengan demi human? Aku ikut berpetualang dengan Ray dan yang lain untuk mengumpulkan uang dan membeli banyak budak demi human dan manusia. Yah, lebih mudah untuk melihat langsung daripada kujelaskan, apakah kau ingin melihatnya?"
Ucap Cold sambil tersenyum.
"Hoo? Kalau begitu tunjukanlah apa yang telah kau capai selama ini."
Dengan begitu, kami memutuskan untuk pergi besok pagi.