The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Bintang Sejarah II



Tortoise, salah satu mahkluk petaka yang kehadirannya mengancam umat manusia sebelum perang besar. Untuk mengalahkan Tortoise, di perlukan tiga hal yaitu melepaskan segel, menghancurkan jantung dan juga memenggal kepalanya dalam satu waktu secara bersamaan.


Untuk itu, Rigel telah mengirim dua tim yang berisikan empat orang pahlawan dalam satu tim. Dengan Ozaru yang berubah menjadi Kera raksasa, Rigel dan Hazama tengah bersiap untuk bertarung habis-habisan untuk memenggal kepala Tortoise.


"Tim segel dan Jantung, kalian harus bersiap-siap agar kita dapat menyelesaikannya secara bersamaan..." Rigel memberikan peringatan kepada dua tim lain dengan Radio kecil di telinganya.


"Ya... Kau harus memberikan tanda jika hampir memenggal kepalanya, karena kamu tim jantung juga memiliki hal yang harus di tangani di sini." Seperti yang di katakan Takumi, di dalam jantung terdapat tiga kura-kura penjaga sehingga aba-aba untuk tim jantung harus datang lebih awal.


Rencana tim jantung adalah membiarkan tiga dari mereka mengalihkan penjaga itu sementara satu orang pahlawan akan bersembunyi dan menyiapkan serangan terkuat mereka. Takatsumi akan menjadi orang yang mengakhiri Jantung Tortoise dengan pedang Excalibur miliknya. Takumi, Marcel dan Argo akan menghadapi masing-masing satu penjaga.


Di tim Segel, Yuri dan yang lainnya sudah siap kapanpun untuk melepaskan segelnya. Mereka perlu menyerang bagian Hati dari empat patung secara bersamaan dan saat batu kristal di senjata mereka menyala, segel akan terbuka. Untuk seberkas cahaya keemasan itu, dia melayang di tengah-tengah segel.


Lalu, tim yang bertugas memenggal kepala sudah siap dan akan memulai serangan skala besarnya. Rigel sudah mengumpulkan cukup banyak Mana alam selagi membiarkan Ozaru mengamuk. Rigel memutar dan sedikit memijat pergelangan tangan kanannya, "Mari kita mulai pertarungan sebenarnya...Ayo Hazama!" Rigel melompat dan berlari menuju Tortoise bersama dengan Hazama di belakangnya. Mereka berdua mengambil jalan memutar untuk menghindari resiko terinjak oleh Ozaru.


Ozaru mengaum dan meninju bagian bawah rahang Tortoise. Tidak sampai di situ, Ozaru meremas bagian lehernya dan membuat leher Tortoise retak. Ozaru membuka mulutnya lebar-lebar dan mengoyak leher Tortoise dengan taring tajam miliknya.


*Graoooowwrrrr...


Tortoise mengaum sakit, Ozaru mengambil langkah mundur menjauh dari Tortoise yang ingin mengeluarkan serangannya. Cahaya keemasan berkumpul di mulut Tortoise dan melesat menuju Ozaru, namun Hazama dengan cepat melompat dan menahan serangannya, "Full Counter!" serangan Tortoise berbalik kembali dua kali lebih kuat dari yang di keluarkan. Senjata makan tuan.


Serangannya tepat mengenai wajahnya dan meninggalkan bekas luka yang cukup besar. Rigel melesat dan melemparkan Asura Punch dari bawah leher Tortoise dan menghempaskan kepalanya ke atas. Ozaru mengambil kesempatan itu dan melompat ke udara. Dia menggabungkan kedua tanganna dan dengan kuat, menghantarkannya ke wajah Tortoise.


*Bang!


*Graooowwwrrr.......


Rigel berlari untuke mengambil jarak dan sesudah Ozaru menyerangnya, Rigel mengulurkan tangan kirinya. Sasarannya adalah bola mata bagian kanan milik Tortoise.


Senyuman tumbuh di bibir Rigel, "Material Buster! 50%!" Kristal di tangan kirinya bersinar dan menembakan laser keemasan menuju Tortoise. Menyadari sebuah serangan mendekatinya, mata Tortoise bersinar terang dan sebuah lingkaran sihir pertahanan terbentuk untuk memblokir serangan Rigel. Namun, tepat sebelum serangan Rigel mencapainya, Hazama melompat dan menghadang serangan Rigel.


Hazama memutar tubuhnya dan mengarahkan perisainya langsung ke mata Tortoise yang di lindungi sihir pelindung. Tidak perduli seberapa kuat sihir pelindungnya, jika di serang dari jarak sedekat itu dia tidak akan bisa bertahan.


Hazama menghantamkan perisainya dan meneriakkan, "Full Counter!"


Hazama terdorong mundur karena kekuatan yang dia keluarkan. Rigel mengerahkan 50% energinya dan Hazama menahannya lalu mengembalikannya sebanyak dua kali lipat, yang artinya kekuatan serangan Rigel meningkat menjadi 100%.


Dengan jarak sedekat itu, tidak mungkin sihir pertahanannya dapat menahannya!


Lingkaran sihir di mata Tortoise perlahan rusak dan hancur. Serangan combo Rigel dan Hazama berhasil mengenai mata Tortoise dan menembus ke sisi lain matanya. Darah mulai keluar, Tortoise mengaum kesakitan dan marah. Namun hal itu tidak menghentikan Rigel, Hazama dan Ozaru untuk menyerangnya.


Ozaru mengalungkan kedua tangannya di kepala Tortoise dan membungkam mulutnya selagi menahan pergerakannya. Ini kesempatan bagus. Rigel berlari menuju Tortoise dan mencoba mengirimkan pesan melalui radionya.


"Semua bersiaplah! waktunya akan segera tiba, aku akan mulai menghitung saat kepalanya hampir kupenggal!" Mendengar tanda dari Rigel, kedua tim lain sudah bersiap di posisinya masing-masing. Bahkan Takatsumi sudah mengumpulkan energi dalam jumlah besar, kemungkinan Jantung Tortoise tidak akan hancur dengan mudah sehingga dia harus menggunakan serangan skala besar.


Jika aku menggunakan serangan ini, kemungkinan Rigel akan menyadari bahwa aku yang menyerang negaranya saat lalu...


Meski begitu, Takatsumi memikirkan bahwa Rigel tidak akan melakukan apapun meskipun dia mengetahuinya.


Di tim segel, Yuri dan yang lainnya sudah berdiri di belakang patung dan mengulurkan senjata mereka. Yuri sudah menarik busurnya dan siap menembaknya kapanpun. Dia menyadari sesuatu yang aneh, cahaya yang menuntun mereka melayang tepat di tengah segel dan cahaya yang dia keluarkan semakin menerang.


"Oi, oi! ada apa dengan kunang-kunang itu?!" Aland terkejut melihatnya. Cahaya itu perlahan membentuk sosok seorang gadis dewasa dengan sayap di punggungnya.


Melihat pemandangan itu, semua orang tidak bergeming. Mereka tidak menduga bahwa cahaya yang menuntun mereka adalah seorang gadis cantik seperti itu.


Sylph yang baru menampakan dirinya berkata, "Meski sudah terlambat, aku akan memperkenalkan diriku... Namaku Sylph, ratu dari para Peri. Sekarang, aku akan memulai persiapan melepas segel, kalian tusuk hati patung itu saat pahlawan Creator memberi perintah." Sylph mulai mengangkat tangannya ke udara dan memejamkan matanya.


Meski penasaran, Yuri dan yang lainnya tidak menggali lebih jauh karena keadaan mendesak ini. Mereka fokus pada tugas yang harus mereka lakukan dan menunggu aba-aba dari Rigel selagi Sylph mulai membaca mantra tanpa suara.


Wujud Sylph sendiri terbuat dari kumpulan Mana alam di sekitarnya. dia tidak akan bisa memasuki tubuh Tortoise dengan tubuh aslinya sehingga dia hanya bisa masuk dengan tubuh mana yang dia buat dari Mana alam.


Kembali ke Rigel. Dia melompat menuju Tortoise yang kepalanya di tahan oleh Ozaru. Rigel mengambil Kusanagi dari Inventory. Dia melompat dan menyayat leher Tortoise sedikit demi sedikit sementara Hazama menciptakan Perisai udara sebagai pijakan Rigel.


*Sring.....


*Sring.......


Tebasan demi tebasan Rigel berikan kepada Tortoise yang berusaha memberontak namun di tahan Ozaru. Rigel dengan gila melesat sana-sini untuk memberikan lebih banyak luka pada tubuh Tortoise.


Lagi, lebih cepat lagi! buatlah luka sebanyak mungkin! buatlah Tortoise selelah mungkin! lagi, lagi, lagi!


Rigel melesat semakin cepat dan menebas Tortoise semakin dalam. Meski Rigel tidak kewalahan, yang menjadi masalah adalah Hazama yang hampir tidak dapat mengikuti kecepatan Rigel.


Apa-apa kecepatannya itu! telat sedikit saja aku tidak akan bisa mengikutinya... Benar-benar luar biasa.


*Graooowwwrrr.........


Selagi dia mengaum, Rigel mengambil jarak, dia meletakan Kusanagi ke inventory dan mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi, "Void! Tahap satu : Kehampaan!"


Rune mulai menjalar dari telapak tangan Rigel dan menyebar ke seluruh tangan kanannya. Mata Rigel mulai bersinar, dan dengan sangat cepat Rigel melesat menuju kepala Tortoise. Dia menghantamkan telapak tangan kanannya di kepala Tortoise dan terus menekannya.


"Void Tahap Dua : penciptaan dunia!" Rigel menaikan satu tingkat kekuatan Void nya, "Dominasi!"


Tubuh Tortoise perlahan memiliki garis retak kebiruan yang berasal dari tangan kanan Rigel, dia sedang berusaha mendominasi kepala Tortoise dan menghancurkannya dengan Void.


"Haaaaarrrggghhh...!!!" Rigel mengaum dan menekan tangannya lebih jauh lagi. Angin mulai ribut, bumi berguncang keras karena kekuatan dahsyat yang di keluarkan Rigel.


"Dalam hitungan tiga, bersiaplah!" Rigel memberikan komando pada dua tim yang sudah bersiap.


Tim segel sudah siap menusuk hati patung dan mantra Sylph sudah selesai dan tinggal menunggu saja. Takatsumi yang bersembunyi dan mengumpulkan energi keluar dari persembunyiannya dan bersiap menikam Jantung Tortoise dengan pedangnya.


"Tiga!" Rigel mulai menghitung, dominasi miliknya hampir menyeluruh, "Dua!" Tortoise merasakan firasat buruk dan mulai memberontak, namun Ozaru telah kembali dan mengunci pergerakannya.


"AYOOO!!" Hazama berteriak dari kejauhan.


Orang-orang yang menyaksikan melalui Kristal Orb seperti Walther dan bangsawan seluru negri mulai berdoa akan keberhasilan Rigel.


Warga Region dan Tirith yang menonton melalui layar proyeksi mengeluarkan teriakan dukungan kepada Rigel meskipun mereka tahu bahwa suaranya tidak akan mencapai Rigel. Tirith menyatukan kedua tangannya dan Berdo'a...


Rigel terus melakukan dominasinya, hanya tinggal sedikit lagi, sedikit lagi, selesai, "Satu! Sekarang! void extraction!"


Kepala Tortoise bersinar kebiruan dan dalam sekejap melebur menjadi kehampaan dan hanya menyisakan darah keluar dari tempurungnya. Bersamaan dengan itu, Yuri dan yang lainnya menusuk hati patung dan batu kristal di senjata mereka bersinar menuju satu titik, tempat tangan Sylph terulur dan melesat ke langit-langit. Lantai dan langit-langit nya mulai berputar dan bersinar. Sebuah kristal Es yang ntah dari mana muncul di atas kepala mereka, dan di dalam penjara kristal Es itu terdapat tubuh gadis cantik.


Di lain sisi, Takatsumi yang berada beberapa meter dari jantung Tortoise mengayunkan pedangnya dengan sekuat tenaga, "Excalibur! Cahaya penghakiman!" Cahaya keemasan melesat keluar dari pedang Takatsumi dan menghancurkan jantungnya. Tidak hanya itu, cahayanya bahkan sampai menembus keluar tubuh Tortoise dan mencapai langit.


Rigel yang terengah-engah melihat energi itu dan menyadari bahwa serangan itu sama persis dengan serangan yang menyerang Region saat lalu.


Jadi itu ulah si brengsek Takatsumi.


Meski tahu itu, untuk saat ini Rigel tidak dapat melakukan apapun. Prioritas utama masihlah Tortoise dan setelah ini berakhir, Rigel akan benar-benar membuat perhitungan kepadanya. Untuk sekarang...


"Hah..." Rigel jatuh berbaring untuk mengistirahatkan tubuhnya yang bermandikan darah Tortoise.


Tubuh Tortoise tidak lagi bergerak, bahkan tidak ada tanda-tanda akan beregenerasi, yang artinya mereka berhasil melakukan tiga hal itu secara bersamaan. Rigel menonaktifkan Void miliknya namun tetap berwaspada karena khawatir ada sesuatu tidak terduga.


Di lokasi segel berada, Yuri dan yang lainnya bernafas lega, namun mereka tidak dapat beristirahat begitu saja. Tentu saja, karena setelah mereka berhasil melepas segel Tortoise, muncul seorang gadis yang membeku di dalam Kristal Es. Gadis itu berwujud wanita dewasa dengan rambut merah kehitaman, dia mengenakan gaun yang indah dan sederhana. Sekilas, dia terlihat seperti putri tidur.


"Siapa gadis ini?" Yuri bertanya penasaran ke Ratu peri Sylph.


"Sosok manusia yang aku cintai dan kuanggap putriku sendiri." Sylph menjawab dengan senyuman yang tampak sedih.


Di sisi lain, Nadia hampir tidak perduli dengan gadis itu. Dia menghampiri batu Prasasti yang dia baca sebelumnya, karena penasaran akan satu hal.


Mereka menyegel Tortoise dengan tujuan membuatnya tidur sampai pahlawan generasi selanjutnya datang dan cukup kuat untuk menghabisinya. Namun, apa yang sebenarnya mereka segel?


Nadia meneliti Prasasti itu untuk mencari tahu apakah ada petunjuk lain yang di tinggalkan pahlawan generasi sebelumnya. Nadia menyentuh bagian atasnya dan menoleh melihat bagian belakangnya. Dia terkejut, sangat terkejut dengan apa yang dia temukan. Masih ada beberapa kata di bagian belakangnya. Nadia sangat terkejut. Dia merasa bahwa jantungnya hampir saja copot namun tidak ada waktu untuk terkejut, "Semuanya! kita pergi dari sini sekarang juga!" Nadia dengan terburu-buru menghampiri Yuri dan yang lainnya.


"Ada apa memangnya, Nadia? kenapa kau terlihat sangat takut?" Yuri bertanya dengan bingung.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan! pokoknya, kita harus keluar dari sini terlebih dahulu dan memberitahu pada Marcel dan yang lainnya untuk segera pergi!"


Meski tidak jelas, Yuri dan yang lainnya menuruti Nadia dan bergegas pergi. Untuk gadis dalam kristal, Ratu peri membawanya bersamanya dan pergi menuju keluar. Yuri mengabari Tim Takumi dan meminta mereka untuk bergegas keluar.


Tidak lama setelahnya, tim Takumi dan Yuri tiba di titik pertemuan secara bersamaan. Takumi dengan cepat mengambil potongan tubuh Nanami dan berkumpul dengan yang lainnya untuk teleportasi keluar dari tempat ini.


Di luar tubuh Tortoise, Rigel sedang berjalan di bantu dengan Hazama merasakan bahwa pahlawan lain telah tiba dengan Teleportasi. Rigel menoleh ke arah mereka dan secara mengejutkan Nadia menghampirinya dengan khawatir, "Rigel! Tortoise akan hidup kembali selama sepuluh menit dan akan meledak!"


"Apa?! tidak mungkin! apa kau sedang melantur atau bagaimana?!" Rigel menjadi tidak tenang.


"Aku membacanya di prasasti yang di tinggalkan pahlawan generasi sebelumnya... Jika Tortoise telah mati dan kita melepaskan segel, energi kehidupan yang tersegel di dalamnya akan lepas dan Tortoise akan hidup kembali selama sepuluh menit dan meledak setelahnya!" Nadia mengatakan itu dengan lantang.


Di lihat dari reaksinya, dia tidak sedang berbohong. Rigel menggertakan giginya dengan sangat kesal dan di saat yang bersamaan, bumi mulai kembali bergetar. Tidak, lebih tepatnya getaran itu berasal dari tubuh besar Tortoise yang perlahan berdiri. Kepalanya tidak beregenerasi, tubuhnya bergerak tanpa kepala, seperti seorang undead. Pertarungan belum berakhir!


"Sial! Setidaknya beri aku waktu istirahat!"