The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Informan misterius



POV AMATSUMI RIGEL.


Sudah empat tahun semenjak aku menaiki lantai. Aku berhasil keluar dari padang gurun itu dan aku menyadari bahwa padang gurun itu berada di lantai 95.


Aku berhasil keluar dari gurun sialan itu dan menaiki lantai 96. Boss lantai yang kuhadapi saat itu adalah seekor naga yang sangat besar dan beberapa Manticore yang menjadi pasukan dari naga itu. Berkat kekuatan dari rune biru yang berasal dari kunci, aku tidak mengalami sedikitpun kesulitan saat berhadapan dengan mereka.


Kekuatannya benar benar luar biasa, sekarang aku sudah dapat mengendalikan kekuatan ini sepenuhnya, jadi aku tidak lagi membuang stamina yang tidak perlu. Namun, yang membuatku takut dengan kekuatan ini adalah kekuatan ini baru berasal dari satu buah kunci.


Bagaimana jika aku sudah mendapatkan ke lima kunci ini dan menggabungkannya? Seberapa kuat itu akan menjadi? Aku tidak dapat membayangkan betapa mengerikannya kekuatan ini.


Kekuatan yang besar pasti memiliki bayaran yang besar, begitulah yang aku percayai. Namun, sampai saat ini, aku sudah sangat sering menggunakan kekuatan ini, tetapi aku tidak mengalami kerugian apapun selain kelelahan karena bertarung.


Yah, jika memang benar begitu, ini akan sangat membantuku.


Saat ini, aku sedang berada di sebuah kota yang berada di lantai 96, kota Xyrus. Ini adalah kota yang sangat hebat, banyak para pedagang yabg menjual barang barang berkualitas tinggi dan beberapa barang yang belum pernah kulihat.


Di lantai ini, bukan lagi sebuah padang gurun yang aku lalui sebelumnya, lantai inu dipenuhi dengan pepohonan yang daunnya berbeda beda. Ada yang terlihat seperti bunga sakura, dan ada juga pohon yang warna daunnya terlihat kering. Tempat ini sangat cocok untuk di panggil lantai seribu warna.


Tring, tring!


Bunyi lonceng pintu.


Aku memasuki sebuah bar kecil yang berada di pinggir kota. Biasanya, ditempat seperti inilah aku mengumpulkan banyak informasi.


"Selamat datang."


Ucap Master bartender.


Aku mengambil kursi di dekat master bartender menyiapkan pesanan para pelanggan. Master bartender ini terlihat tua, dia memiliki kumis dan rambut yabg berwarna putih seperti pak tua meskipun seharusnya di labyrint ini umur dan penampilan seseorang tidak akan pernah menua. Namun, aku dapat memastikan satu hal mengenai master bartender, dia kuat.


"Pesanannya."


Ucap Master.


"Segelas kopi dan susu. Lalu, ini uangnya, satu koin emas untuk informasi."


Ucap Rigel.


Master bartender hanya diam sambil menyeduhkan minuman yang aku pesan. Aku menuangkan susu kedalam minumanku. Lalu, master mulai bicara.


"Belakangan ini, ada banyak rumor yang beredar mengenai lantai 1 sampai 75 sudah menjadi lantai tak bertuan. Biaya portal untuk menaiki lantai menggunakan batu jiwa telah di hilangkan seluruhnya. Tidak ada yang mengetahui siapa yang membunuh para pangeran, namun ada sebuah rumor yang mengatakan bahwa yang membunuh para pangeran adalah serikat penaklukan, Region."


Ucap Master bartender.


Jadi hal ini sudah mulai menyebar dan mencapai lantai atas ya. Jika semua orang menganggap bahwa serikat penaklukan Region yang telah membunuh para pangeran, aku yakin akan ada lebih banyak orang yang bergabung dengan serikat. Akan lebih bagus jika Priscilla menyatakan bahwa serikatnya telah mengalahkan pangeran tanpa menyebutkan namaku.


"Apakah ada informasi mengenai boss lantai atau sesuatu yang unik terjadi baru baru ini, Master?"


Tanya Rigel.


Master hanya diam dan membersihkan gelas gelasnya menggunakan sebuah kain putih bersih.


"Belakangan ini, ada satu grup prajurit kuat yang sedang meng investigasi pilar yang menghubungkan lantai bawah dan atas. Lalu, selain menemukan ruangan boss yang menuju lantai 97, mereka juga menemukan sebuah pintu ruangan boss lainnya."


Ucap Master, masih mengelap gelasnya.


"Ruangan boss lainnya?"


Rigel terkejut.


Aku tahu bahwa masih ada banyak misteri dan keanehan dari labyrint ini. Namun, aku belum pernah mendengar sesuatu mengenai pintu lain selain ruangan boss. Mungkin ini adalah informasi yang aku butuhkan.


"Mereka sudah memeriksanya dengan teliti dan memastikan bahwa pintu ini adalah pintu yang menuju ruangan boss. Untuk memastikannya, mereka mencoba memasuki ruangan itu untuk mengetahui apa yang ada di dalamnya."


Ucap Master.


"Hmm? Bukankah saat seseorang memasuki ruangan boss, pintu akan tertutup dengan sendirinya dan kristal teleportasi tidak dapat berguna lagi di lantai 90 ke atas, kan?"


Tanya Rigel untuk mengkonfirmasi.


Ini adalah informasi yang sudah kupastikan sendiri kebenarannya. Di lantai 90 ke atas, kristal teleportasi sudah tidak berguna lagi. Fakta bahwa teleportasi Azazel hanya sanggup mencapai lantai 95 dan juga beberapa orang yang menaklukan lantai tidak pernah kembali adalah hal yang menguatkan argumenku.


"Mereka memiliki sebuah Magic item langka yang dapat menggandakan kesadaran seseorang. Jika salah satu kesadarannya mati, kesadarannya itu hanya akan kembali ke salah satunya yang masih hidup dan menyampaikan apa yang di lihat oleh kesadaran yang terbunuh."


Jadi begitu. Dengan magic item itu, mereka menggandakan kesadarannya dan membiarkan salah satu kesadaran itu memasuki ruangan untuk mengetahui apa yang berada di dalamnya. Meskipun kesadaran itu terbunuh, selama masih ada satu yang hidup, penggunanya tidak akan mati. Daripada menyebutkan kesadaran, akan lebih nyaman bagiku menyebutnya membelah jiwa.


Tanya Rigel.


"Dari kesaksian mereka, didalamnya terdapat tiga buah tahta raksasa dan juga sebuah tangga di belakang tiga tahta itu. Di ujung tangga itu, mereka dapat memastukan bahwa itu adalah sebuah kunci yang seharusnya di lindungi Lord Satan."


Ucap Master.


"Lalu, apakah satan juga berada di sana?"


Tanya Rigel dengan sedikit antusias.


"Tidak, tidak ada Lord satan di sana. Namun, mereka mengatakan bahwa ada tiga ekor monster yang sangat mengerikan, berada di masing masing tahta."


Ucap Master.


"Dan siapakah monster itu?"


Tanya Rigel.


"Mereka adalah Anjing penjaga neraka, Cerberus, gadis yang menyulap semua orang yang melihat wajahnya menjadi batu, Medusa lalu yang terakhir, ibu dari para monster, Ekhidna."


"Kau pasti bercanda."


Ucap Rigel.


Monster monster itu adalah yang terburuk dari ratusan juta jenis monster. Masih mungkin bagiku untuk mengalahkan mereka jika itu satu lawan satu, namun tiga dari mereka sekaligus? Kau pasti tidak waras. Bahkan dengan kekuatan kunci, aku tidak yakin dapat menangani mereka seorang diri.


Aku memiliki empat kunci, namun aku hanya dapat menggunakan satu kunci. Untuk tiga kunci lainnya, dari perkataan Beelzeebub, aku harus melepaskan pengekangnya saat mereka semua sudah terkumpul.


Aku mungkin berfikir untuk tidak memasuki pintu itu. Namun, jika kunci yang Kucari berada di situ, hanya akan menjadi masalah waktu bagiku untuk berhadapan dengan mereka. Aku tidak tahu seberapa kuat Satan, namun aku dapat mengatakan bahwa menghadapi ketiga monster ini bersamaan lebih merepotkan daripada melawan Satan.


"Lalu, apakah kau memiliki informasi tentang lokasi pintu tersembunyi itu berada?"


Tanya Rigel.


"Entahlah. Saat ini, informan yang ku utus sedang mencari lokasi pintu itu berada. Mungkin butuh sekitar dua minggu lagi untuknya menyelesaikan tugas."


Ucap Master.


Dua minggu ya? Bahkan jika aku mengumpulkan kekuatan sebisaku, masih mustahil mengalahkan tiga monster itu. Yah, sepertinya aku membutuhkan bantuan orang orang untuk menaklukan monster itu.


"Mengenai pintu tersembunyi ini, apakah sudah ada banyak orang yang mengetahuinya?"


Tanya Rigel.


"Kurasa belum banyak yang mengetahuinya. Namun, dari perkiraanku hanya masalah waktu informasi ini tersebar ke lantai ini."


Ucap Master sambil memegang janggutnya.


Mungkin akan butuh waktu yang lama untuk informasi rahasia ini tersebar. Jika begitu, akan sulit bagiku untuk membuat orang orang membantuku mengalahkan ruangan bos rahasia yang bahkan mereka tidak ketahui. Kalau begitu, ada satu jalan.


"Terima kasih, Master. Ini bayaranmu, dan satu lagi koin emas. Aku ingin kau membantuku menyebarkan informasi ini dan aku juga ingin kau menyebarkan rumor seperti ini."


Ucap Rigel.


Aku mendekatkan mulutku ke telinga Master dan mengatakan rumor yang aku ingin dia sebarkan.


"Yah, itu bisa kuatur dengan mudah. Aku akan memerintahkan para informanku untuk menyebarkan informasi dan rumor ini ke seluruh lantai."


Ucap Master, mengambil koin emas yang kuberikan.


"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi."


Ucap Rigel.


Saat aku berdiri dan hendak pergi, aku dihentikan oleh master bartender itu yang membuatku terkejut.


"biasanya aku tidak akan melakukan hal ini. Namun, aku akan memberi tahumu satu informasi yang baru saja kuterima secara gratis."


Ucap Master.


Baru saja dia terima? Sejak kapan dia mendapatkannya? Aku benar benar tidak mengerti bagaimana cara mereka para Master bartender mengumpulkan informasi.


"Dari informasi yang kuterima, ada seorang penduduk yang terlihst sangat ketakutan di depan gerbang kota. Penduduk itu sebelumnya pergi ke hutan untuk mencari bahan makanan dan dalam perjalanannya, dia mengakui bahwa di pedalaman hutan seribu warna, ada sosok yang sangat kuat sedang istirahat disana, dia menyebutkan bahwa sosok itu adalah Lord Satan. Dia sedang berada di lantai ini, lantai 97."