
Oke sebelum lanjut ke ceritanya, thor ingin memberitahukan sedikit hal agar kalian tidak bingung. Mulai dari episode ini, thor akan sering menggunakan Pov berbeda.
Mungkin ada beberapa dari kalian yang bingung apa itu pov. Pov itu seperti sudut pandang orang lain, contohnya seperti di eps sebelumnya Pov dewa dari kehampaan.
Cukup segitu saja dari thor.
***
"Cara menjadi dewa.." Rigel bergumam.
Tentu saja Rigel akan membatu jika seseorang bilang akan menjadikannya seorang dewa.
Itu akan terdengar konyol jika ucapan itu berasal dari orang lain. Namun, orang yang ada didepan Rigel saat ini, bukanlah orang biasa.
Orang ini adalah eksistensi yang melampaui pemahaman dan nalar manusia, sosok yang bahkan tidak Rigel percayai bila tidak melihatnya langsung.
Sosok itu adalah seorang dewa. Dewa dari kehampaan. Void God Azartooth (Dewa Kehampaan Azartooth.)
Saat ini Rigel sedang berhadapan dengannya. Rigel seharusnya mati karena ditikam oleh Takatsumi dan jatuh kejurang tanpa dasar.
Namun berkat dewa ini, dia selamat dan dipindahkan dari EarthLand ke dunia yang berada dibawah kendalinya, kehampaan.
Meskipun ada pepohonan dan binatang di tempat ini, mereka tidaklah hidup. Mereka hanyalah ilusi hampa yang diputar secara otomatis bagaikan sebuah layar proyeksi.
Melihat Rigel yang terus diam membatu, Azartooth menyeringai dan menepuk bahu Rigel.
"Meskipun aku bilang akan menjadikanmu seorang dewa, bukan berarti kau benar benar akan menjadi Dewa. Secara teknis kau lahir sebagai manusia, jadi kau tidak akan bisa menjadi eksistensi yang lebih tinggi darinya.
Namun, ada beberapa kasus manusia dapat berubah menjadi sosok dengan eksistensi yang lebih tinggi.
Contohnya ada manusia yang berubah menjadi iblis menggunakan sihir terlarang dari ranah kegelapan. Sosok itu dinamakan setengah iblis."
Azartooth mulai menjelaskan hal hal yang sama sekali tidak Rigel ketahui. Rigel mengerti bila ada beberapa manusia yang berubah menjadi setengah iblis dan bahkan malaikat.
"Manusia yang berevolusi menjadi setengah iblis ataupun malaikat, disebut dengan Sage." Ucap Azartooth.
"Sementara, manusia yang memiliki kekuatan dari dewa, ataupun setengah dewa dijuluki dengan Semi-God." Lanjutnya.
"Semi... God." Gumam Rigel.
"Kalian para pahlawan juga termasuk Semi-God." Ucap Azartooth.
Rigel tidak terlalu terkejut dengan kenyataan jika pahlawan termasuk Semi-God. Dia tahu kalau pahlawan diciptakan oleh para dewa yang berusaha membantu manusia agar tidak punah.
Azartooth tersenyum masam melihat Rigel tidak terkejut mendengarnya.
"Sepertinya kau tidak terlalu terkejut, mendengar fakta bahwa kau setengah Dewa?"
"Ya. Dari cerita yang aku dengar, para pahlawan diciptakan oleh para dewa agar manusia tidak lenyap saat perang besar terjadi, bukan?" Rigel mencibir.
....
Azartooth menatao Rigel dalam diam. Wajahnya tampak emosional. Kemarahan, kesedihan yang mendalam, penyesalan.
Semuanya terukir jelas di wajahnya. Melihat itu Rigel merasa ada hal yang seharusnya tidak disentuh. Wajahnya berubah seperti itu saat Rigel mengatakan awal terbentuknya pahlawan.
"Ada apa? Apakah aku mengatakan hal yang salah?" Rigel dengan ragu bertanya.
Pertanyaan Rigel membawa dewa itu kembali ke kenyataan.
"Ah- tidak, Aku hanya teringat beberapa hal yang tidak patut dipikirkan."
Azartooth menggelengkan kepalanya dan kembali menatap Rigel dengan senyum kecil di wajahnya.
"Memang benar jika dewa lah, yang membentuk etinitas pahlawan untuk umat manusia. Namun, ada beberapa hal yang tidak diketahui umat manusia tentang pembentukan pahlawan."
Dia menatap Rigel dengan tegas sebelum mengubah arah pembicaraan yang telah melenceng jauh dari topik.
"Aku akan menceritakan segalanya mengenai asal usul pahlawan, alasan kenapa aku menanamkan kekuatanku menjadi senjata dan alasan kenapa aku memilihmu." Dia menyeringai sedikit menakutkan.
"Tu-tunggu! Meskipun aku setuju untuk berlatih disini selama 100 tahun, aku belum menyetujui tentang menerima void. Bahkan aku baru mendengar hal ini sekarang, kenapa harus aku?!" Bentak Rigel.
Dia tidak pernah diberitahu jika dia akan menerima kekuatan dewa. Meskipun itu terdengar menarik, namun ada beberapa bencana yang dapat dipikirkan Rigel.
Void adalah kekuatan yang dapat mengembalikan apapun ke kehampaan tanpa pengecualian.
Jikalau para dewa mengetahuinya, bukannya tidak mungkin jika para dewa akan menemui Rigel seperti yang Azartooth lakukan saat ini.
Meskipun sayang untuk menolak kekuatan maha dasyat itu, Rigel harus menolaknya untuk menghindari kejadian seperti itu.
"Yah tenang tenang. Sudah kukatakan, aku akan menjawab segala hal nanti saat kau berhasil menyelesaikan pelatihanmu. Dan juga, aku memiliki penilaianku sendiri, aku akan menilai apakah kau orang yang pantas atau tidak."
Dewa Azartooth menatao Rigel dengan tatapan tajam dan menanyakannya sekali lagi.
"Aku akan bertanya kepadamu, Amatsumi Rigel. Apakah kau siap menjalani pelatihan neraka 100 tahun?"
Mengikutinya, wajah Rigel mengeras menjadi ekspresi serius.
"Aku BERSEDIA." jawabnya dengan tegas.
Azartooth menangguk dan melontarkan pertanyaan lain.
"Selama pelatihan 100 tahun nanti, aku tidak bisa menjamin jika kau akan tetap waras selama menjalani pelatihan itu. Mungkin ada beberapa bagian dari dirimu yang menghilang entah itu emosi atau rasa kemanusiaanmu.
Dan juga, mungkin otakmu terbebani karena memory 100 tahun latihan ini. Aku tidak bisa menjamin kau akan tetap seperti dirimu yang dulu, kau mungkin kehilangan jati diri sebagai Amatsumi Rigel.
Namun, itu akan sepadan dengan hasilnya, dan aku dapat menjamin, kau akan menjadi sangat kuat setelah pelatihan 100 tahun ini.
Apakah jawabanmu tidak berubah?"
Rigel memejamkan matanya. Ada jeda yang cukup lama sebelum Rigel menjawab. Di jeda itu, kenangan tentang kehidupan Rigel mulai bermunculuan.
Dari kenangan sebelum dia dipanggil ke EarthLand hingga saat dia dikhianati Takatsumi.
Dari kenangan paling menyenangkan hingga paling menyakitkan. Terus menerus kenangan serta suara orang orang bermunculan.
*Rigel, ayo kita makan malamTakumi dan Takatsumi sudah menunggu. Rigel, bisakah kau membuatkan tombak yang terlihat keren untukku duplikasikan kesenjata suciku?. Tuan Rigel, sepertinya anda sudah naik beberapa level. Tuan Rigel, aku telah membawa 2 orang yang cocok untuk party kita nanti, cold juga mengakui kemampuan mereka. Rigel, suatu saat nanti, bawalah aku melihat bintang dari dekat.
Aku membencimu Rigel, karena itu tidurlah dengan nyenyak selamat tinggal, pecundang*.
Suara suara itu berakhir dikenangan terakhirnya dengan Takatsumi dan Raja. Rigel membulatkan hati dan tekadnya lalu menatap Dewa Azartooth dengan tatapan penuh bara api.
"Aku tidak dapat mengatakan bahwa aku tidak akan mengeluh selama pelatihan ini. Namun, akan kutegaskan dengan pasti. Aku hanya ingin menjadi kuat, cukup kuat untuk menghancurkan orang orang yang kubenci."
Tatapan Rigel terisi dengan amarah dan kebencian. Namun, hal yang membuat Azartooth merinding saat melihat Rigel adalah...
Sosok yang haus akan darah dan kekuatan.
'Ahh, wajah dan tatapan yang tampak sangat nostalgia Ini hampir membuatku menangis. Bagaimana reaksimu jika melihat ini Athena?'
Pikir Azartooth.
"Aku terima jawaban penuh tekadmu itu. Namun aku khawatir jika ingatan tentang orang orang yang kau benci akan perlahan menghilang setelah 100 tahun berlatih."
Ucap Azartooth mengejek.
"Meskipun aku akan melupakannya, namun jiwaku tidak akan pernah melupakannya."
Azartooth tersenyum lembut.
"Ya, ya. Aku tidak perduli dengan balas dendammu. Untuk sekarang kesampingkan hal itu, fokus lah pada apa yang kau hadapi.
Pelatihan ini tidaklah mudah. Mungkin kau akan merasakan jutaan kali kematian, jadi persiapkanlah mentalmu."
Pelatihan Rigel selama 100 tahun di dunia hampa, namun hanya 1 atau 2 tahun berlalu di EarthLand akan dimulai.