
Bulan sudah menggantikan tugas matahari untuk menyinari langit, malam telah tiba. Udara malam yang dingin menusuk kulit Rigel dan meskipun Rigel bisa tidak tidur selama beberapa waktu atau mungkin minggu, Rigel tetap memilih untuk beristirahat dan membuat kemah di tengah hutan. Dia bisa saja kembali ke Region untuk beristirahat dan kembali lagi ke sini namun, jika mengingat wanita dan gadis kecil yang dia selamatkan siang tadi, masih ada kemungkinan bahwa seseorang akan di serang monster atau bandit di malam hari. Jadi saat itu tiba, Rigel akan mencoba menyelamatkan mereka.
Rigel sudah mendirikan tenda dan juga api unggun. Meskipun Rigel bisa menciptakan sesuatu yang jauh lebih baik dari ini, baginya hal sederhan seperti ini cukup menyenangkan karena dia cukup menyukai aktifitas luar ruangan. Rigel menciptakan sebuah Hammock atau yang lebih di kenal dengan kasur pohon atau ayunan gantung. Benda ini sangatlah mudah di gunakan, Rigel hanya perlu mengikatnya di kedua pohon terdekat saja dan berbaring di atasnya.
"Huu~, aku bahkan tidak tahu kenapa aku harus menolong orang-orang yang bahkan asing bagiku. Bisakah kau memberitahu padaku alasannya, Priscilla?? Apa mungkin aku terpengaruh olehmu??" Ujar Rigel.
Rigel sedang berbicara dengan inti jiwa Priscilla meskipun dia tahu bahwa inti jiwa ini akan tetap diam dan membisu. Di tengah-tengah hutan saat malam hari, Rigel bertarung melawan kesepian. Jadi dia membuang-buang waktu dengan melakukan pembicaraan satu arah bersama inti jiwa Priscilla.
Menyerah untuk berbicara dengan inti jiwa Priscilla, Rigel mulai berfikir tentang beberapa hal. Selain mengembara untuk mencari beberapa orang cakap, tujuan utama Rigel pergi diam-diam ke Ruberios adalah untuk menemui pahlawan Tongkat. Dari yang dikatakan pahlawan Pisau, Argo, pahlawan Tongkat adalah seorang manusia kera yang bahkan tidak ada spesies semacam itu di dunia ini. Jika membayangkan manusia kera, Rigel pasti akan teringat tentang kisah kera mencari kitab suci atau semacamnya.
Kembali ke masalah. Kekaisaran Ruberios adalah Kekaisaran yang sangat mendiskriminasi mahkluk selain manusia. Mungkin karena di sana adalah pusat dari agama Ruberios yang di anut penduduk dunia ini, tentu saja mahkluk selain manusia seperti semi-manusia tidak menganut agama apapun.
Karena hal itu, nampaknya pahlawan Tongkat di diskriminasi oleh seluruh penduduk kerajaan dan dia mengasingkan dirinya ke dalam hutan. Akan sia-sia jika kemampuan dari pahlawan tongkat tidak di manfaatkan meskipun Rigel belum mengetahui seberapa kuat dia saat ini.
"Dia juga tidak berasal dari Bumi, apakah dia berasal dari sebuah dunia yang hanya berisi kera di dalamnya?? Yah, setidaknya aku harus mengeluarkan usaha terbaikku untuk menariknya ke sisiku. Sisanya hanya..."
Meski kecil kemungkinannya, Rigel kemungkinan bisa saja berseteru dengan pahlawan yang berasal dari Ruberios. Jadi Rigel harus bersiap dengan kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
Selagi Rigel terus berfikir, dia dapat mendengar suara kereta naga dari kejauhan. Yang mengganggu bukanlah suara keretanya, tetapi apa yang di berada di kereta naga itu. Kalah dengan rasa penasarannya, Rigel memilih untuk menghampirinya dan mengetahui apa yang ada di dalam sana. Setibanya dia di sana, Rigel menemukan sebuah kereta Naga yang sedang mengangkut penjara besi dengan Demi-human yang lesu di dalamnya.
"Pedagang budak, ya..."
Tentu saja perdagangan budak adalah hal yang wajar di dunia dimana yang lemah akan di tindas. Rigel selalu bertanya-tanya mengenai ini, apakah mereka tidak memiliki hati nurani?? Mereka bahkan juga mengangkut beberapa anak kecil.
"Hmm?? Dari arah yang mereka tuju, mungkinkah..."
Rigel tidak wajib untuk menolongnya, namun dia memiliki sebuah rencana cemerlang yang bisa membuatnya menyusup tanpa di ketahui. Namun jika rencananya gagal maka sia-sia saja, jika kehadiran Rigel di ketahui kerajaan Ruberios, dia tidak akan bisa membawa pahlawan tongkat ke sisinya, kemungkinan tiga pahlawan lainnya tidak akan pernah tinggal diam. Meskipun dia seekor kera, dia tetaplah seorang pahlawan. Karena itulah Rigel ingin menculik pahlawan Tongkat secara diam-diam.
Rigel dengan cepat melompat dan menghadang jalur pedagang budak. Melihat seseorang datang entah dari mana, para pedagang budak berhenti dan mulai bersiap untuk bertempur. Mereka mengeluarkan pedang dari sarungnya dan mengacungkannya ke arah Rigel. Seorang pria yang nampaknya bos bandit bertanya kepada Rigel...
"Siapa di sana?! Tunjukanlah wajahmu...!!!" Ujar bos bandit.
"Sopan kah begitu??"
"P-pahlawan C-creator?! A-apa yang dia lakukan di sini?!" Ucap salah satu pengawal bandit.
Para bandit mulai gemetar saat mengetahui bahwa orang yang berada di depan mereka adalah pahlawan yang telah mengalahkan Hydra. Mereka pasti cukup pintar untuk memilih menyerah dengan damai tanpa perlawanan apapun, namun—
"J-jangan takut, meskipun dia seorang pahlawan, dia tidak memiliki senjata ilahi, mari kita serang dia secara bersama—"
Sebelum bos bandit menyelesaikan perkataannya, rahangnya di hantam dengan tendangan yang sangat keras sampai-sampai mematahkan beberapa giginya.
Rigel salah akan satu hal, mereka sekawanan Monyet yang otaknya telah di gadaikan dengan uang, singkatnya, mereka hanyalah orang Tololl yang tidak menggunakan kepalanya.
"Kalian sungguh bodoh, mencoba untuk menantang langit yang tidak akan bisa kalian raih. Jika saja aku tidak membutuhkan kalian, kepala kalian pasti sudah terpisah dari tubuhmu, berbahagialah..." Ujar Rigel, menatap dengan dingin.
Para bandit yang lain mulai merasakan ketakutan luar biasa dari hati kecil mereka. Di sisi lain, bos mereka nampak sangat kesakitan dan mulutnya mengeluarkan darah. Ternyata tidak hanya giginya saja yang patah, tetapi rahangnya juga patah dalam satu tendangan Rigel. Perbedaan kekuatan di antara mereka sangatlah jelas, bahkan Rigel bisa saja memotong kepala mereka selagi dia buang air.
"M-maafkan kami, t-tuan pahlawan... ka-kami akan melakukan apapun asalkan kau mau mengampuni kami...!!!"
Mereka bersujud dan memohon ampunan kepada Rigel dengan tidak tahu malu. Para Demi-human yang di tangkap dan di jadikan menjadi lebih cerah karena mengetahui bahwa seorang pahlawan datang untuk mereka. Yah, meski bukan itu hal yang benar-benar Rigel ingin lakukan.
Rigel tersenyum sadis ke arah para bandit yang semakin ketakutan saat melihat senyuman Rigel. Mereka gemetar, tidak tahu apa yang akan di lakukan Rigel kepadanya sampai Rigel mulai berkata :
"Baiklah kalau begitu, akan aku ampuni kalian saat ini... Jika di lihat dari arah perjalanan, kalian pasti sedang menuju Ruberios, kan??" Tanya Rigel.
Dengan cepat, para bandit mengangguk terkecuali bos mereka yang masih merasakan kesakitan luar biasa di rahang dan giginya.
"Kalau begitu, aku ingin kalian menyelundupkan ku ke dalam kerajaan itu bersama para budak itu... Jika saja kalian mencoba membongkar keberadaanku, aku bisa menjamin bahwa selanjutnya kau akan buang air dari mulutmu..."
Para bandit menelan air liurnya dalam ngeri sementara bos mereka jadi semakin takut kepada Rigel dan mereka tidak memiliki pilihan selain mematuhi kata-kata Rigel. Pada akhirnya, Rigel menyamarkan pakaian dan wajahnya lalu bergabung dengan para budak dari anak kecil sampai orang dewasa berada. Mungkin tidak akan butuh waktu lama baginya untuk sampai di Ruberios dan bertemu pahlawan tongkat.