The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Rigel vs Diablo part 3



"Dengan begini, hanya tersisa monyet itu." Ujar Diablo.


Rigel telah ditelan dan di bakar tepat di salam mulut Naga. Diablo menatap Ozaru dengan senyuman di bibirnya, sementara Ozaru meningkatkan fokusnya kepada Diablo. Baginya, Naga itu tidaklah menjadi masalah, dia bisa mengalahkannya dengan mudah. Tapi, Diablo adalah hal yang merepotkan.


Errrrrggghhhh...


Untuk alasan yang aneh, Naga peliharaan Diablo mulai menggeram seolah kesakitan. Diablo menyipitkan matanya dan memahami apa yang sedang terjadi dengan peliharaan kesayangannya itu.


Dumb...


"Ehm...??"


Diablo bingung dengan suara yang terdengar dari dalam perut Naganya. Bersamaan dengan suara itu, Naga peliharaannya mengerang kesakitan dan mengeluarkan asap dari mulutnya. Ozaru berfikir jika dia akan melakukan sesuatu yang tidak terduga sehingga dia semakin berwaspada.


Dum.


Dum.


Suaranya terdengar lagi, kali ini jauh lebih banyak dan besar dari sebelumnya. Naga milik Diablo mengerang semakin keras, menandakan bahwa dia merasa sangat kesakitan sampai—


"Seribu tebasan kilat..."


Cruch!


Diablo tidak percaya dengan apa yang dia lihat tepat di depan matanya. Naga kesayangannya terpotong menjadi potongan kecil dalam sekejap mata. Potongan daging dan darah berhamburan, menyisakan pria dengan rambut putih di sana memegang sebuah pedang dan sebuah kristal Naga.


"Ahh, akhirnya aku bisa keluar. Di dalam sana sangatlah menjijikan..." Ujar Rigel.


Pria itu adalah Rigel, nampaknya dia menjelajah ke dalam perut Naga untuk mengambil kristal Naga yang menjadi sumber kekuatan Naga itu. Rigel juga dengan iseng menyalakan bom granat di dalam perut Naga untuk menyiksanya sedikit.


"Kau masih hidup rupanya, Monyet putih...!!!" Seru Ozaru.


"Aku tidak akan mati semudah itu, Monyet. Sekarang, mari kita habisi iblis ini bersama-sama." Ujar Rigel kepada Ozaru. Rigel mengembalikan pedang Kusanagi ke infertory bersama dengan kristal Naga, dia sadar diri bahwa kemampuan berpedang nya lebih buruk ketimbang bela dirinya. Rigel akan lebih banyak belajar mengayunkan pedang setelah ini berakhir.


Diablo turun dari langit dan menghampiri potongan daging Naga kesayangannya. Dia benar-benar telah mati, kristal Naganya pun telah di ambil jadi dia tidak akan bisa di hidupkan kembali.


"Kau bajingan tengik sialan..."


Rigel kembali berwaspada kepada Diablo, begitu juga Ozaru. Diablo mengeluarkan aura kemarahan yang bercampur dengan kebencian dan niat membunuh yang sangat kuat. Rigel turun dari langit dan berdiri di samping Ozaru untuk melindunginya jika sesuatu tak terduga terjadi.


"Huh~, apa kau fikir mudah melahirkan seekor Naga murni?? aku telah berbulan-bulan memberinya energi sihir agar menetas dan membesarkannya dengan sangat baik. Namun kau membunuhnya begitu saja?? Oi, Oi.... JANGAN MAIN-MAIN DENGANKU...!!!" Ujar Diablo.


Diablo mengepalkan kedua tinjunya dan mengaum sekeras mungkin. Udara dan tanah mulai berguncang karena luapan energi sihir yang berasal dari Diablo mengguncangkan Mana di sekitar. Keringat dingin mulai membanjiri tubuh Rigel. Dia tidak pernah merasakan aura membunuh sebesar ini, bahkan lebih besar dari yang di keluarkan Hydra. Di sisi lain, Ozaru mengacungkan tongkatnya dan menggertakkan giginya untuk menghindari rasa gugup dan takut menguasainya.


"Oy Monyet putih, ada sesuatu yang berubah dari Monyet hitam itu!!" Seru Ozaru.


"Aku tahu itu, jadi ini kartu Truf yang dia miliki, Sialan...!!" Ujar Rigel, mendecakkan lidahnya.


Tanduk iblis Diablo menjadi semakin panjang dan membesar dan berwarna merah menyala. Taring di giginya juga memanjang dan garis merah bagai retakan muncul di sekujur tubuh Diablo dan kulitnya berubah menjadi sedikit kecoklatan.


Energi sihir yang di keluarkan Diablo meningkat sangat drastis, hampir 4x lipat dari sebelumnya. Otot-otot tubuh Diablo membesar dan terlihat sangatlah keras untuk di lukai.


"Waktu bermain telah habis..." Ujar Diablo, menatap Rigel dan Ozaru dengan tatapan merah membunuh.


Sesaat setelah mengatakan itu, sosok Diablo berkedip dan dengan sangat mengejutkannya, dia sudah berada tepat di depan Rigel dan menghantam rahangnya dengan sangat kuat. Rigel menjadikan kedua tangannya sebagai pelindung untuk rahangnya.


Bang!


Rigel terhempas jauh ke udara, dia masih bisa bereaksi dan menahan tinju super kuat itu. Beruntung dia memilih untuk melindungi rahangnya jika tidak, itu pasti sudah hancur.


"Monyet putih...!!!" Ozaru berteriak.


"Kau lengah, Monyet..." Ujar Diablo.


Lengah dalam pertarungan sedikit saja akan membuatnya mati. Ozaru sama sekali tidak merasakan apapun saat Diablo mendekatinya dari belakang. Insting Ozaru berteriak memohon untuk segera pergi dari situ, namun reaksinya tidak secepat instingnya. Diablo memanjangkan cakarnya dan hendak menikam jantung Ozaru namun...


Pack!


Kepala Diablo mendapatkan tendangan keras dari langit sehingga memberikan sedikit celah untuk Ozaru pergi dari tempatnya. Tendangan itu berasal dari Rigel yang dengan cepat terjun bebas dari udara dan menghantamkan kaki kanannya ke kepala Diablo.


"Kau pikir akun akan kalah dengan pukulan seperti itu...??" Ujar Rigel.


Diablo menggertakan giginya dan berusaha meraih pergelangan kaki Rigel, namun—


"Memanjanglah, Nyoibo...!!" Seru Ozaru.


Sebuah tongkat yang terus memanjang memukul mundur Diablo sejauh beberapa meter dari tempatnya berdiri. Ozaru melakukan pilihan bijak dan tanpa perlu membuang-buabg waktu, Rigel dengan cepat sudah berada tepat di depan Diablo.


Rigel mengulurkan tangan kirinya yang sudah bersinar terang ke wajah Diablo. Rigel berniat mengeluarkan serangan laser cahaya yang sama seperti sebelumnya. Sebagai catatan, Rigel terinspirasi dari salah satu film super Hero Iron apalah itu.


"Haaarrrghhhh...!!!" Rigel mengaum dan menempelkan lengan kirinya di wajah Diablo.


Sriing!


Duar!


Cahaya menyilaukan bersinar sesaat di antara Rigel dan Diablo. Rigel sangat yakin bahwa dia telah menembakan laser nya tepat di wajah Diablo. Karena serangannya sama persis dengan milik Anastasia, mari kita namakan Material Buster.


"Monyet putih, apakah kau berhasil menghabisinya...?!" Tanya Ozaru sembari berlari mendekati Rigel.


"Aku harap begitu..." Ujar Rigel.


Yah, dengan peningkatan kekuatan Diablo sebelumnya, tidak mungkin serangan seperti itu dapat membunuhnya. Yang terburuk, serangan Rigel barusan sama sekalii tidak berarti apa-apa baginya.


Awan debu yang berkumpul di sekitar Diablo perlahan menghilang dan memperlihatkan wujudnya. Benar saja, serangan Rigel barusan tidak cukup efektif untuk menghancurkan seluruh kepalanya sampai tak bersisa. Rigel hanya dapat melukai wajahnya saja, dia harus menggunakannya sampai kekuatan maksimal jika ingin melenyapkan kepalanya.


"Jangan sombong dulu..." Balas Rigel, tersenyum mencibir.


"Hahahaha, akan aku tunjukan arti dari keputus'asaan..." Ujar Diablo.


Diablo mengulurkan tangannya dan melipat jari telunjuknya. Energi sihir mulai berkumpul di jarinya yang terlipat dan saat sudah mencapai jumlah yang di inginkan, Diablo menggumamkan skill miliknya.


"Wujudkan lah wujudmu... Territory keputus'asaan : jelmaan penderitaan..."


Pemandangan sekitar mulai berubah dan menyebar dari Diablo sebagai pusatnya. Langit berganti warna menjadi merah, kabut hitam bertebaran bagai polusi udara, bau busuk mayat menyebar bagaikan racun dan tumpukan tulang belulang manusia, serta darah menghiasi Territory milik Diablo.


Territory, sebuah kekuatan dimensi ruang yang mencerminkan orang itu sendiri. Meskipun menggunakan Territory sangat menguras tenaga, namun kekuatan yang di Terima setimpal dengan bayarannya. Dalam wilayah Territory, kekuatan si pengguna akan meningkat karena berada dalam wilayah kekuasaannya, sementara musuh yang terperangkap di dalamnya akan sangat di rugikan. pada intinya, masuk ke dalam Territory musuh sama dengan menantang kematian. Hanya ada tiga cara keluar dari wilayah Territory yaitu dengan membunuh penggunanya, melemahkan Territory dan menerobos keluar lalu yang terakhir, menggunakan Territory yang lebih kuat dari Territory musuh.


Saat ini, Rigel dan Ozaru telah terperangkap di dalam Territory milik Diablo. Rigel sedang berfikir untuk keluar dari tempat ini secepatnya, semakin lama dia berada di sini hanya meningkatkan kemungkinannya terbunuh.


"Hoi, Monyet Ozaru... Apakah kau bisa menggunakan kekuatan sepertinya?!" Tanya Rigel.


"Huh? aku tidak bisa melakukan sesuatu seperti ini..." Balas Ozaru.


"Tch! tidak berguna." Rigel mengutuk.


Pada awalnya Rigel berniat menyimpan tenaganya sebanyak mungkin dan karena itulah dia tidak menggunakan banyak skillnya. Namun untuk saat ini tidak ada pilihan lain baginya jika ingin tetap hidup.


'Tch... Aku akan mengadu Territory ini dengan Territory milikku.' Batin Rigel.


Setidaknya untuk saat ini Rigel memiliki tiga macam Territory. Salah satunya adalah Territory Hydra, namun itu hanya efektif jika Rigel menggunakannya di laut. Untuk dua Territory lainnya, Rigel akan mencoba salah satunya terlebih dahulu.


Rigel melipat jarinya dan mengacungkan nya ke depan.


"Wujudkan lah wujudmu... Territory ke—"


Rigel terhenti di tengah jalan sebelum dia selesai menggunakan Territory nya. Mata Rigel terbuka Rigel seolah terkejut akan sesuatu sampai—


"Argh...!!! hentikan ini!! Bukan aku yang membunuh kalian!!! Tolong hentikanlah...!!!" Teriak Ozaru, menutup kedua telinganya dan mulai menggila.


Bukan Ozaru yang membuat Rigel terkejut, melainkan dengan apa yang dia lihat dan dia dengar. Suara yang di dengar Rigel berupa :


"Kau membunuh ku... Kau membunuh kami... Rigel...!!!"


Suara orang-orang yang dia kenal bergema di telinganya. Di mata Rigel, terpampang jelas wajah Zombie Priscilla, Anastasia, Mirai dan orang-orang lainnya yang dia temui di Labyrinth neraka dan dia bunuh dengan tangannya sendiri.


Pemandangan tumpukan mayat yang Rigel buat mulai muncul di kepalanya, pemandangan dan kenangan yang ingin dia lupakan. Wajah Rigel berubah ngeri saat mayat Priscilla dan seluruh orang Labyrinth neraka merangkak naik dari kakinya.


"Kau membunuh kami Rigel... Kau mengambil nyawa kami, Rigel...!!!" Bentak mayat Priscilla.


"Kau membunuh kami dan dihidupkan kembali..." Ujar mayat Anastasia.


"Kau menjalani hidupmu dengan nyaman seakan tidak memiliki dosa apapun untuk kau tanggung!!" Bentak mayat Mirai.


"Kau harus mendapatkan karma atas apa yang kau perbuat, Nak!!!" Ujar mayat Reynold.


"HENTIKANNNN...!!!!" Rigel berteriak dan menutup telinga serta matanya.


"Kau harus mendapatkan hukumanmu, matilah dan bergabung bersama kami... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Matilah... Rigel...!!!"


"HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN...


HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... HENTIKAN... AKU TIDAK INGIN MENDENGAR KALIAN!!!" Bentak Rigel.


Rigel terus mengerang kesal dan menutup telinga rapat-rapat, namun suara-suara mereka masih dapat di dengarnya tidak perduli seberapa tidak ingin Rigel mendengarnya.


"Hahahahaha... Lagi, lagi, teruslah tunjukan keputus'asaan dan penderitaanmu, Hahahaha." Ujar Diablo, tertawa bahagia.


Rigel dan Ozaru sama-sama menggila karena efek dari Territory Diablo. Ini benar-benar melukiskan penderitaan dan keputus'asaan.


Diablo yang terus tertawa senang, secara mengejutkan senyuman di bibirnya menghilang. Dia dapat merasakan seseorang dari luar memasuki Territorynya. Diablo mengarahkan tangan kirinya dan menembakan Amaterasu namun sesuatu berhasil menangkisnya, jadi benar ada orang yang masuk dan menuju Rigel serta Ozaru.


Penyusup yang memasuki Territory Diablo berdiri di depan Rigel dan Ozaru, dia mengulurkan senjatanya dan menggumamkan Skill nya.


"Shield Skill : Perisai Suci...!!!"


Sebuah perisai cahaya dengan lambang salib di tengahnya muncul tepat di depan Rigel dan Ozaru.


Rigel tidak mengetahui apa yang terjadi di luar karena suara dan mayat yang merangkak darinya sampai dia mendengar suara asing menerobos masuk di antara suara-suara yang memintanya mati.


"Oi... Oi... OIII, SADARLAH...!!!"


Rigel membuka matanya lebar-lebar, dia telah kembali ke kenyataan dan melihat seorang pria yang lebih pendek darinya dengan rambut hitam berdiri di depannya. Rupanya dia orang yang menyadarkan Rigel kembali ke kenyataan.


"Kau terkena ilusi dari Territory iblis itu... Tetaplah pertahankan kesadaranmu sekuat mungkin, aku akan membangunkan Ozaru, kau lakukanlah sesuatu terhadap Territory dan iblis itu, ulurlah waktu selama yang kau bisa...!!" Seru pria misterius.


"Baiklah, aku akan menggunakan Territory ku untuk menghancurkan miliknya. Namun, kau tidak boleh memasuki Territoryku sebelum aba-abaku." Ujar Rigel.


Rigel pernah menemui pria ini sebelumnya, jadi dia yakin bahwa orang ini berada di pihaknya. Rigel menggertakan giginya dengan marah karena Diablo menggunakan Priscilla dan yang lainnya seperti itu. Bagi Rigel, Diablo baru saja menodai kematian mereka. Rigel melompat menerjang ke arah Diablo agar pria itu dan Ozaru tidak masuk ke dalam Territory miliknya karena Rigel tidak ingin mereka mengetahui isi Territory yang akan dia gunakan.


Rigel melipat kembali jarinya dan menggumamkan Skill Territory miliknya.


"Wujudkan kau wujudmu... Territory kegelapan : Tanah kematian...!!!" Ujar Rigel, menggunakan skillnya.


Daerah di sekitar Rigel dan Diablo mulai berubah. Langit yang awalnya merah berubah menjadi biru gelap di tambah dengan bulan Purnama berwarna biru. Diablo sangat terkejut dan tidak mempercayai apa yang di lihat matanya. Bagaimana bisa seorang pahlawan memiliki kekuatan seperti ini?


Di belakang Rigel, sudah berkumpul ratusan ribu prajurit tengkorak dan monster-monster yang siap bertempur. Territory khusus dimana pasukan kematian Rigel berkumpul, kemampuan yang berasal dari Necromancer.


"Selamat datang di tanah kematian, kekuasaan Necromancer." Ujar Rigel, merentangkan tangannya.