The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Konfrensi meja bundar



Satu minggu telah berlalu semenjak pesta daging Hydra. Pada malam itu, semua orang termasuk Takumi yang leveling seharian berkumpul di desa yang sudah di bersihkan sebelumnya. Warga Yurazania yang tertinggal juga bergabung dalam pesta daging, berkat Riri dan Fang yang mengundang mereka untuk pergi keluar. Ada beberapa orang yang tidak menghadiri pesta karena masih sedikit takut dengan bahaya di luar, untuk mengatasi hal itu, Rigel memindahkan pesta ke bawah tanah.


Pada pesta saat itu, Rigel meminta Takumi untuk tidak menitikan tempat ini sebagai titik teleportasi untuk berjaga-jaga. Di sisi lain, Cold tampak sangat senang karena bisa bertemu dengan orang-orang yang dia kenal sebelumnya saat masih tinggal di sini. Semuanya berjalan baik tanpa kendala apapun sampai hari ini tiba...


Untuk pertama kalinya, ke 12 pahlawan akan berkumpul di satu tempat. Selain orang yang di panggil bersamanya, Rigel sama sekali tidak mengetahui apapun tentang pahlawan lainnya. Rigel hanya bisa menebak beberapa senjata yang kemungkinan akan di miliki para pahlawan itu. Mayat dan item drop Hydra telah di kumpulkan, untuk berjaga-jaga, Rigel memilih tempat dia mengakhiri hidup Hydra. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi saat pertemuan nanti, yang terburuk para pahlawan akan saling berselisih dan menjadi sebuah pertempuran.


Rigel tidak ingin ada orang yang tidak bisa bertarung terluka karena pertarungan mereka jadi lokasi ini adalah yang terbaik. Yah, meskipun begitu mereka semua adalah pahlawan, jadi tidak mungkin hal seperti itu terjadi...


"Tuan Rigel, kapal yang berasal dari kerajaan Britannia dan kekaisaran suci Ruberios sudah terlihat. Perkiraan butuh waktu 15 menit lagi untuk mereka sampai di sini..." Ujar Merial selagi melihat ke arah datangnya kapal menggunakan teropong jarak jauh yang di ciptakan Rigel.


"Rigel, aku dapat melihat kapal yang berasal dari kekaisaran timur menuju kemari... Nampaknya mereka akan sampai di saat yang bersamaan dengan dua kapal lainnya." Ujar Ray. Sama seperti Merial, Ray juga menggunakan Teropong jarak jauh untuk mencari dari arah mana kapal datang.


Pada awalnya mereka sangat terkejut dengan benda yang bisa melihat dari jarak yang jauh. Rigel merasa senang saat menunjukan barang-barang di dunianya kepada mereka, terutamanya pada Riri dan anak-anak kecil lainnya. Rigel terkadang menemani anak-anak kecil bermain dan membuat berbagai mainan Indonesia dari bambu seperti, peletokan, baling-baling bambu dan egrang. Rigel membuat mainan-mainan itu secara manual agar mereka dapat membuatnya sendiri.


"Baiklah, berikanlah sinyal asap ke udara agar mereka tahu kita di sini... Lalu, sembunyikanlah teropong itu agar para pahlawan lain tidak mengetahui jika aku bisa menciptakan banyak hal dengan kemampuanku."


Merial dan Ray tanpa banyak bertanya, menuruti perintah Rigel. Mereka menaruh teropong mereka ke dalam Infertory dan menantikan kedatangan para pahlawan lainnya. Merial tampanya sangat bersemangat untuk melihat seperti apa pahlawan lainnya. Untuk Ray, dia sudah mengetahui isi sampul Takatsumi, jadi dia berwaspada dengan hal tak terduga dari para pahlawan lainnya.


Rigel sengaja tidak memberitahukan apapun kepada Merial dan tidak ada alasan khusus untuknya melakukan hal itu. Daratan ini cukup luas sehingga cukup untuk menjadi sebuah pelabuhan. Di tengahnya, Rigel menciptakan beberapa pilar dan atap untuk melindunginya dari teriknya sinar matahari. Tidak hanya itu, Rigel juga menempatkan tumpukan tulang tubuh dan kepala Hydra yang telah di kuliti di belakang tempatnya duduk. Hal ini dilakukan untuk menunjukan kepada pahlawan lainnya jika Creator bukanlah pahlawan terlemah.


Lalu, dari arah barat, sebuah kapal yang nampaknya dari kekaisaran suci Ruberios akan menjadi kapal pertama yang berlabuh, di ikuti oleh kapal dari kekaisaran timur juga tiba dari arah timur. Lalu dari utara, kapal yang berasal dari Britannia tiba. Rigel dapat melihat dengan jelas ketiga kapal yang sedang berlabuh itu. Sebagai catatan, Takumi kembali ke Britannia tidak lama setelah pesta berakhir. Dia sengaja tidak menyerap bagian Hydra dan akan mengambilnya bersama Takatsumi dan Yuri.


Satu persatu papan untuk berjalan di turunkan dari kapal-kapal yang berlabuh. Rigel tanpa melewatkan apapun terus mengamati masing masing kapal. Lalu, orang-orang yang di tunggu Rigel, para pahlawan keluar secara bersamaan dan tepat di depannya, Takatsumi berjalan menuruni kapal dengan Yuri, Takatsumi dan anggota partynya yang mengikuti di belakangnya. Rigel memandang Takatsumi yang berada di kejauhan dengan sinis, sementara Yuri dan Takumi tersenyum saat melihat Rigel.


Di kapal lain, para pahlawan mulai keluar satu persatu, Rigel dapat melihat senjata apa yang mereka miliki.


Perisai, Cambuk, Cakar, Sabit, Pisau, Palu dan kipas lalu.... Masih kurang satu pahlawan lagi??


Rigel hanya menemukan tiga orang pahlawan yang berasal dari kekaisaran suci Ruberios. Seharusnya jumlah pahlawan saat ini masihlah lengkap. Bahkan dengan koneksi dagang keluarga Ainsworth yang luas, belum ada satupun kabar yang menyebutkan kematian salah satu pahlawan. Apa mungkin pahlawan itu terlambat datang atau ada suatu halangan yang membuatnya tidak bisa datang?? Yah, Rigel memilih untuk menanyakannya nanti.


Mendengar kekesalan pahlawan Sabit, Merial dengan panik dan terkejut meminta maaf. Mungkin karena terlalu bersemangat, dia sampai melupakan hal itu. Rigel sendiri tidak terlalu masalah bahkan Rigel tidak menyuruh untuk menyiapkan apapun sebagai jamuan pahlawan.


"Oi, oi... Jangan bilang jika Hydra hanyalah setumpukan tulang...??" Ujar pahlawan Pisau.


Daripada memerhatikan mengenai sambutan tidak ramah Rigel, dia lebih tertarik pada tumpukan tulang yang tidak jauh berada di belakang tempat Rigel duduk. Alasan Rigel tidak menyambut kedatangan mereka sangatlah sederhana, dengan begini Rigel mungkin dapat melihat seperti apa sifat mereka.


"Selamat datang, rekan pahlawan... Maaf jika aku tidak bisa memberikan sambutan yang baik untuk kalian, namun aku yakin kalian ke sini bukan untuk hal itu..."


Rigel menyilangkan kakinya, dia bahkan tidak mencoba untuk berdiri dan menyambut pahlawan lainnya. Perhatian semua orang terfokus kepada pria berambut putih dengan lengan kiri palsunya, Rigel. Orang yang telah mengalahkan monster malapetaka Hydra. Para pahlawan lain mengamati Rigel baik-baik, bahkan Takatsumi dan Yuri sedang mengevaluasi ulang Rigel yang saat ini.


Di mata Rigel sendiri, semua pahlawan terlihat sangat kuat selain Takumi yang terkena pemotongan level.


"Yah, meski ada satu pahlawan yang tidak hadir, namun tidak apa lah..."


Rigel mengulurkan tangan kanannya dan menggumamkan sebuah kata untuk menciptakan sesuatu.


..."Create."...


Sebuah meja bundar dan 11 kursi dari batu tercipta di depan Rigel dengan cepat. Para pahlawan lain nampak terkejut saat kursi dan meja bundar terbentuk secara instan di depan Rigel. Di sisi lain, orang-orang yang nampaknya adalah rekan mereka nampak sangat kagun dengan pemandangan tumpukan tulang Hydra dan meja yang tercipta di depan Rigel.


"Kalian pasti kesini tidak hanya untuk Hydra, kan?? Kalian pasti memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengetahui seperti apa pahlawan lainnya... Bagaimana kalau kita duduk dan berbicang terlebih dahulu??"


Rigel tersenyum dan melambaikan tangannya untuk menandakan kepada pahlawan lain untuk duduk. Semua pahlawan menatap Rigel dengan curiga, termasuk Takatsumi. Orang yang pertama duduk tanpa perlu khawatir adalah pahlawan perisai. Mengikutinya, pahlawan lain juga mulai memilih dan duduk di kursi kosong.


"Baiklah... Dengan begini, pertemuan para pahlawan, konfrensi meja bundar akan di mulai..."