The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Perselisihan



Langit terang berganti gelap, malam hari telah tiba. Setelah melakukan pembicaraan pribadi dengan Misa, Rigel memutuskan untuk kembali bersama Ozaru ke tempat Tortoise berada setelah Ozaru menyelesaikan makanannya.


Sesampainya di sana, Rigel dapat melihat regu penyelamat dan beberapa petualang yang di tugaskan membereskan mayat Monster. Nampaknya, mereka adalah kelompok yang di kirim dari Ruberios, Britannia, dan Kekaisaran Timur. Dari balik tembok besi yang di ciptakan Rigel, ada dua belas tenda kecil yang sudah di siapkan dan satu tenda berbentuk lingkaran besar. Rigel tidak perduli dengan dua belas tenda kecil itu, dia hanya tertarik pada tenda besar yang berada di tengah itu. Itu terlihat seperti tempat khusus untuk memikirkan strategi.


Rigel sedikit penasaran kenapa mereka membangun tenda di sini dan pandangannya langsung teralih ke Tortoise. Mengejutkan, Tortoise tidak lagi bergerak.


"Apa mahkluk itu sudah di kalahkan?" Gumam Rigel.


"Hmm? aku pikir dia hanya tertidur. Lihatlah, banyak Energi Dunia masuk ke tubuh si besar itu." Ujar Ozaru selagi menunjuk Tortoise.


"Yah, aku memang merasakan energi alam terkumpul di sekitarnya... Lebih baik kita menanyakan hal ini pada para pahlawan saja. Ayo." Ujar Rigel, melompat turun dari tembok besi.


Rigel berjalan menuju tenda besar di tengah-tengah perkemahan. Banyak orang yang menatap Rigel dengan kejutan di wajahnya, saat Rigel menoleh ke arahnya mereka dengan cepat memberi hormat pada Rigel. Semua orang telah sangat tahu tentang ciri khas dari pahlawan Creator. Selain rambutnya yang putih, dia memiliki tangan kiri yang sangat unik dan membuatnya mudah di bedakan.


Saat Rigel memasuki tenda, dia mendapat sambutan yang tidak baik. Di sana terdapat lima orang pahlawan, tiga di antara mereka menatap Rigel dengan dengki.


Disana hanya ada Marcel, Argo, Hazama, Takumi dan Takatsumi. Rigel penasaran di mana empat orang lainnya.


"Rigel! Bagaimana kondisi Yuri?!" Tanya Takumi selagi berlari menghampiri Rigel


"Dia sudah baik-baik saja. Dimana pahlawan lainnya?" Tanya Rigel.


"Ahh, syukurlah. Untuk Aland, dia sedang membantu Petualang membersihkan Monster. Lalu pahlawan lain, mereka mengalami hal yang sama dengan Yuri." Balas Takumi.


"Begitu, Ozaru pergilah dan selamatkan mereka." Ujar Rigel.


Meskipun tidak terima di perintah Rigel, Ozaru menurutinya dan keluar tenda. Dia bertanya dimana pahlawan lain di tempatkan kepada salah satu perawat wanita yang kebetulan lewat.


"Kenapa kau kembali lagi ke sini, Pengecut?" Ujar Marcel dengan dingin.


"Apa maksudmu?" Tanya Rigel dengan dingin.


"Bukankah kau kabur karena takut terbunuh dengan Tortoise dengan alasan Lucifer berada di Negaramu?" Ujar Argo dengan mengejek.


"Yah, kita bisa memakluminya. Tanpa senjata Nuklir itu, dia hanyalah pahlawan paling lemah di antara kita." Ujar Takatsumi.


Dia menjadi semakin berani dan terang-terangan menunjukan aura permusuhan kepada Rigel. Di sisi lain, itu membuat Rigel geli kepadanya. Memutuskan untuk mengabaikan ucapan mereka untuk saat ini, Rigel menarik nafas untuk meredam amarahnya.


"Terserah kalIan untuk percaya atau tidak, tetapi aku tidak berbohong untuk itu. Yah, mari lupakan. Aku memiliki informasi bagus tentang car—"


*Duk........


"Berhentilah membual dan bertingkah seolah kau pemimpin di sini!" Ujar Marcel, memotong kata-kata Rigel dan memukul meja.


Rigel mulai gemetar. Bukan karena takut, melainkan karena amarah. Dia ingin menghajarnya, Tidak. Dia harus menghajarnya! Jika saja keadaan tidak seperti ini, Rigel pasti sudah meletakan kepala Marcel di telapak kakinya.


"Itu bukanlah kebohongan, Argo." Ujar Hazama.


"Kenapa? apakah kau membelanya? Hazama, katakanlah kau berada di pihak siapa, Hah?! Meskipun itu kebenaran, namun tetap saja dia telah melarikan diri dari pertempuran!" Bentak Argo.


"Aku tidak memihak padanya, bahkan aku tidak memihak pada kalian. Aku hanya memihak pada diriku sendiri dan mengikuti mana yang benar untukku." Balas Hazama dengan dingin.


Hubungan di antara pahlawan tidak baik seperti yang di harapkan. Justru Rigel bingung kenapa Marcel, Argo dan Takatsumi seakan telah merangkul tangan di balik bayang.


"Oii, kalian berlebihan! Semua ini bukanlah salah Rigel! kita semua pahlawan dan kita bertanggung jawab atas ini, berhentilah mengkambing hitamkan Rigel!" Takumi berusaha membela.


Rigel menghembuskan nafas dan berkata "Bahkan tanpa kehadiranku, seharusnya kalian bisa mengatasinya sampai batas tertentu Aku tidak mengira kalian akan selemah ini..." Ujar Rigel dengan merendahkan.


Marcel, Argo, dan Takatsumi bangun dari kursi secara bersamaan. Mereka menatap Rigel dengan kesal dan tampak seperti perkelahian akan pecah kapanpun.


"Bangsat, kau meremehkan kami?!" Ujar Marcel.


"Sepertinya dia memang harus mendapat pelajaran." Ujar Takatsumi.


"Ya." Argo setuju.


"Yakin, nih? tiga lawan satu... Bukan masalah besar..." Ujar Rigel selagi tersenyum mengejek.


Mendengar provokasi Rigel, ke tiga orang itu melompat menerjang ke arah Rigel dengan marah. Rigel memiliki senyuman lebar di bibirnya dan mengulurkan tangan kirinya namun...


"Shield Skill : Angel Shield..." Ujar Hazama, menggunakan Skill.


Perisai ke emasan membatasi Rigel dan tiga orang pahlawan itu. Sementara Takumi menahan tangan Rigel dengan gagang tombaknya.


"Hentikanlah pertikaian bodoh ini! lawan kita adalah Tortoise dan bukannya berkelahi satu sama lain!" Bentak Takumi.


Ke tiga orang itu mendecakan lidahnya dan mendengarkan kata-kata Takumi. Dia benar, lawan mereka untuk saat ini adalah Tortoise. Rigel menarik nafas lagi dan berjalan keluar meninggalkan tenda sambil berkata "Baiklah, nampaknya kalian tidak ingin bekerja sama denganku... Jika begitu, meskipun kalian memohon sambil menangis padaku, aku tidak akan pernah datang untuk membantu." lalu pergi dari tenda.


"Oii, Rigel! tunggu!" Ujar Takumi namun Rigel terus berjalan tanpa menghiraukannya.


Rigel berniat kembali ke Ruberios untuk menjemput Asoka dan Merial lalu kembali ke Region. Saat ingin mencari Ozaru, Rigel terhenti karena kedipan cahaya hijau dari dalam hutan. Entah karena apa, Rigel memilih untuk menghampiri cahaya hijau itu. Setelah berjalan cukup jauh, Rigel menemukan seberkas cahaya itu dan hendak meraihnya namun...


*... ....


Cahaya hijau itu semakin terang sehingga Rigel harus menutup matanya. Butuh waktu satu menit untuk Rigel menyesuaikan pengelihatannya dengan keadaan sekitar. Saat Rigel membuka matanya, di depannya telah berdiri seorang gadis yang sangat cantik dengan sayap kupu-kupu.


"Kau... Siapa?" Tanya Rigel selagi menyesuaikan matanya.


"Penguasa hutan Roh, Ratu para peri, namaku Sylph..." Ujarnya dengan senyuman di bibir.