The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Penaklukan lantai 15 part 2



Woosh!


Aku menghindar ke kiri untuk menghindari nafas racun yang dikeluarkan Dragon Zombie.


Aku tidak sempat memperhatikan pertarungan lain karena lawanku sendiri tidak mudah.


Aku harus bisa menahan Dragon Zombie ini untuk waktu yang lama sembari berharap Mirai dan Anastasia berhasil menjatuhkan Arch Licht itu.


Saat ini Arch Licht itu tidak lagi hanya duduk dan memperhatikan, kali ini dia berusaha mati matian menyerang Mirai yang melompat ke sana sini untuk menghindari sihir dari Arch Licht.


Lalu, instingku menjerit untuk memintaku segera pergi dari tempat ini. Aku kembali fokus pada Dragon Zombie yang mengayunkan cakarnya ke arahku.


Aku tidak menghindarinya, aku membangun paku logam besar dari bawah dan paku itu menembus lengan dari Dragon Zombie.


Aku hanya berusaha mengulur banyak waktu sambil memberi sedikit kerusakan untuk memperlambat mahkluk ini. Meskipun dia hanya Zombie, gerakannya masih cukup cepat dan mematikan.


Aku memiliki kepercayaan diri untuk mengulur waktu tanpa perlu menggunakan banyak tenaga dan sihir, namun aku tidak yakin dengan para petinggi lainnya.


Karena aku, pada dasarnya mampu menyerap sihir alam dan menjadikannya milikku sendiri jadi batasanku mungkin hanya pada stamina.


Berbeda dengan para petinggi lainnya, mereka tidak dapat memulihkan mananya tanpa potion pemulih. Meskipun mereka memiliki banyak, hanya menunggu waktu sampai potion pemulihan habis sepenuhnya.


Aku ingin membunuh mahkluk ini tapi itu akan sulit. Bahkan jika aku membakar mahkluk ini dengan api, yang jadi masalah adalah asap yabg terbentuk karena tubuhnya yang busuk terbakar.


Itu akan menyebabkan asap menyebar di mana mana dan meracuni para prajurit lainnya.


Aku terus memikirkan berbagai kemungkinan yang dapat menyegel gerakan dari Dragon Zombie.


Dinding logam muncul dalam pilihan pertama namun itu tidak akan menghentikan gerakannya sepenuhnya.


Sial! Jika saja aku dapat menghentikan waktu di sekitar Dragon Zombie...


Itu dia!!


Aku memiliki satu buah ide yang mungkin akan berhasil menghentikan sepenuhnya pergerakan dari mahkluk ini.


Hap!


Aku melompat tinggi tinggi dengan bantuan elemen angin yang menghempaskanku dari telapak kakiku bagaikan mesin jet.


Aku membuka infertory ku dan mengambil sebuah senjata yang aku ambil di kota lantai 8.


Aku terjun bebas ke arah Dragon Zombie yang membuka rahangnya lebar lebar. Aku bermanufer ke kiri untuk menghindari rahang dan taringnya yang tajam.


Aku mengambil senjata yang berada di infertoryku dan melemparkannya ke leher dari Dragon Zombie.


Clap!


Pedang kecil itu menancap di rahang Dragon Zombie.


Roar!!!


Dragon Zombie mengaum seolah untuk mengejekku karena seranganku tidak memberikan kerusakan yang berarti.


Naga itu mulai menarik nafas dan menyemburkan nafas beracunnya ke arahku.


Aku berlari ke kanan untuk menghindari nafasnya.


Dia mengejarku menggunakan nafasnya yang mematikan itu. Aku melompat ke arahnya untuk menancapkan pedang kecilku di punggungnya, namun.


Ratusan duri hitam keluar dari punggungnya dan menghujaniku dengan peluru duri, sial!


Aku menciptakan dorongan dengan elemen angin untuk bermanufer dan menghindari hujan duri yang menujuku, lalu—


Baam!!


Aku menghantam lantai di sekitar dengan sangat keras sehingga membuat beberaoa retakan di sekitarnya.


Monster sialan ini! Dia sengaja membuatku bermanufer dan dia menyerangku menggunakan ekornya yang panjang!


Huh, bagaimana bisa aku di kibuli oleh kadal sialan ini? Aku akan ditertawakan jika orang orang tahu bahwa aku jatuh ke perangkap kecil dari Dragon Zombie.


Naga itu meraum keras untuk mengejekku dan dia melesat menggunakan sayaonya dengan sangat cepat yang seharusnya tidak mungkin dengan tubuh besar itu.


Aku juga menerjang langsung ke arah Dragon Zombie dan memperkuat lengan kananku dengan mana dari bumi lalu menghantamkannya ke kepala Dragon Zombie.


Bang!


Suara keras dari hantaman tinjuku ke kepala Dragon zombie bergema di sekitar. Angin berhembus karena pertukaran kami.


Disana, aku dapat melihat pertarungan Mirai dengan Arch Licht masih belum ada kemajuan. Aku dapat merasakan bahwa Mirai memperhatikan pertukaranku dengan Dragon Zombie meski hanya sesaat.


Aku mengalihkan fokusku kepada para petinggi lainnya yang sedang berhadapan dengan Dragon Zombie yang satunya.


Sepertinya menyimpan banyak tenaga akan mustahil. Aku melesat secepat yang aku bisa untuk menghajar Dragon Zombie itu, dia pun melesat dengan kecepatan yang sama denganku.


Bang!


Plang!


Kami saling bertukar pukulan dengan sangat cepat hingga hanya menyisakan kilauan biru dimataku dan kilauan ungu dsri Dragon Zombie untuk dilihat.


Kekiri, kekanan, keatas dan kebawah, kami terus berpindah tempat sambil menukar serangan. Selagi bertukar pukulan, aku juga menancapkan pedang kecil yang ku keluarkan dari infertory.


Tersisa tiga lagi!


Bam!


Bam!


Naga itu mengulurkan cakar di lengan kirinya ke arahku dan aku mengumpulkan mana di telapak tanganku lalu memadatkannya dan meledakan mana tersebut.


Ini adalah teknik yang telah aku pelajari dari orang itu. Teknik ini cukup rumit untuk di pelajari, karena untuk memicu ledakan mana butuh beberapa proses yang tidak bisa kujelaskan.


Lengan dan cakar Dragon Zombie terkoyak karena ledakan mana yang kuciptakan.


Roaarr!


Dragon Zombie mengaum dengan marah karena luka yang dia terima.


"Ada apa? Jangan bilang jika kau menangis karena luka kecil itu?"


Rigel memprovokasi Dragon Zombie.


Tidak lama setelah itu, tangan dan cakarnya beregenerasi secara perlahan.


Tersisa 1 pedang lagi.


Dragon Zombie mulai mengumpulkan seluruh kekuatannya di dalam rahangnya. Dia membentu bola energi yang sangat kuat di rahangnya.


"Ho? Kau ingin adu rasengan denganku?"


Rigel mengejek.


Aku mengikuti Dragon Zombie dan mengumpulkan mana di telapak tangan kananku dan memasukan berbagai elemen ke dalam bola energi yang sedang aku buat.


Bola energi kami selesai secara bersamaan. Ada keheningan singkat di waktu yang seperti melambat, Lalu—


Woosh!


Aku langsung melesat ke arah Dragon Zombie sebelum dia melemparkan bola energinya ke arahku. Aku bukanlah orang bodoh yang akan menyerang setelah musuh menyerang.


Cring!


Suara hantaman dari dua bola energi yang kuat saling berbenturan. Dragon Zombie tampak terkejut karena aku langsung menyerangnya saat bola energi masih berada di mulutnya.


Perhatian semua orang tertuju kepada kami karena kekuatan sihir yang sangat besar berkumpul di sekitar kami.


Boom!


Bola energi yang berbenturan berubah sinar menjadi putih, biru dan berakhir pada warna hitam lalu meledak di rahan naga itu. Sebelum terhempas, aku melemparkan pisau kecil terakhir.


Pisau itu melesat dan menancap di dada Dragon Zombie. Persiapanku sudah selesai meskipub membutuhkan lebih banyak waktu dari yang kuduga.


Dragon Zombie meraum kesakitan karena mulutnya hancur akibat ledakan yang terjadi lalu,


Crack!


Crack!


Crack!


Perlahan tubuhnya mulai dipenuhi es yang menyebar secara perlahan ditubuhnya. Es itu berasal dari enam pedang kecil yang sudah ku tancapkan di tubuhnya.


Pisau itu akan membekukan apapun tanpa pengecualian dengan syarat keenamnya harus tertancap di tubub target, karena itulah persiapan yang dibutuhkan cukup lama.


Meskipun aku dapat membuat Es menggunakan kemampuanku, es itu mungkin tidak akan bertahan lama karena kekuatan dari Dragon Zombie.


Berbeda dengan Es yang berasal dari pedang kecil itu, es itu lebih kuat yang kemungkinan dapat membekukan naga itu selama 14 hari.


Aku terus melihat naga yang mati matian berusaha melelehkan es yang perlahan membekukan tubuhnya, namun itu sia sia.


Roaaaaaarrrrr.


Jeritan naga tidak lagi terdengar karena dia telah tertidur didalam penjara Es.