The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Pasar gelap bawah tanah, Darkness



Pagi hari telah tiba, udara sejuk dan angin berhembus damai. Sudah lama sejak terakhir kali dia merasakan perasaan damai seperti ini dan tubuh yang segar saat bangun tidur. Meski begitu, rasa pahit di lidah masih dapat di rasa, seakan ancaman besar telah di depan mata.


"Apa kamu sudah siap?"


"Ya!"


Mendengar itu, Rigel langsung tancap gas, dengan motor Trail yang cocok untuk jalan berbatu. Bersama Tirith di belakangnya, yang menggunakan helm dan pakaian dari bumi berupa celana hitam panjang dan baju berwarna putih. Rigel sendiri mengenakan helem di sertai jaket dan celana hitam.


Tujuan Rigel melakukan perjalanan ini adalah mencari jejak yang kemungkinan di tinggalkan Priscilla. Rigel sudah memberitahu Tirith bahwa Priscilla menghilang dan dia dengan sukarela ingin ikut membantu. Karena tidak ada alasan untuk menolak, Rigel akhirnya membiarkan Tirith ikut dan menciptakan sebuah motor Trail yang biasa di gunakan di pegunungan dan jalan yang tidak rata.


"Wahaha, kendaraan ini bahkan lebih cepat dari kereta Naga!"


.


Tirith berpegang pada pinggang Rigel selagi menikmati angin kencang yang menghujani nya. Rigel tidak bisa melakukan apa-apa, wajar baginya merasa sangat terkesan dengan ini.


"Benda ini bernama motor yang di gunakan untuk mempermudah orang-orang di duniaku menempuh jarak yang jauh. Berpegangan lah, aku akan meningkatkan kecepatanku."


Meninggalkan kata-kata itu, Rigel tancap gas dan menyatu dengan angin bersama Tirith yang tertawa dengan aneh.


Mereka menelusuri hutan-hutan, bertemu monster seperti Goblin di perjalanan namun Rigel dengan acuh menabrak mereka tanpa merasa bersalah. Dia terkadang juga menembaki mereka yang menghalangi dengan pistol sehingga tidak mengurangi laju kecepatan mereka.


Setelah cukup jauh berkendara dan hampir mencapai perbatasan Kekaisaran Ruberios, mereka berhenti sejenak untuk beristirahat. Sejauh ini, Rigel tidak merasakan adanya jejak Mana aneh di udara. Dia masih mengingat seperti apa warna Mana milik Priscilla, terutama ketika dia menggunakan kekuatan peri miliknya.


"Sejauh ini tidak ada tanda-tanda apapun. Aku ingin tahu bagaimana caranya pergi, patut saja Sylph belum menemukan jejaknya."


Bahkan sulit untuk Rigel mencarinya. Tidak ada jejak aneh di udara atau apapun yang tidak berhubungan. Petunjuk yang mereka miliki sangat sedikit, sehingga sulit menetukan kemana Priscilla pergi.


"Akan lain halnya jika kita mengetahui ke arah mana dia pergi sehingga bisa membatasi daerah yang harus di telusuri."


"Kau benar. Akan jauh lebih mudah jika kita hanya menelusuri satu tempat saja. Namun kita tidak memiliki satupun petunjuk tentang ke arah mana yang dia ambil."


Tujuan Priscilla pergi adalah untuk menemukan Rigel, namun jelas bahwa dia tidak tahu di mana Rigel berada. Priscilla baru saja terbangun setelah 1000 tahun lamanya. Mustahil dia mengetahui apapun tentang Rigel yang telah membangun negara.


Jika memungkinkan, dia akan menggunakan pengetahuannya yang sebatas di masa lampau di tempat-tempat yang berkemungkinan besar memanggil Pahlawan.


Bisa juga Priscilla mencari informasi tentang negara-negara baru yang tidak ada pada masa dia hidup. Jika dia mendengar nama Region, tentunya dia akan berpikir bahwa yang membangunnya adalah Rigel.


Sebagai jaga-jaga, Rigel juga telah melakukan antisipasi untuk itu. Dia telah meminta Asoka untuk mengirimkan orang untuk mengidentifikasi setiap orang yang memasuki Region dan orang-orang yang ingin bertemu dengannya.


"Mungkin sebaiknya kita menyebarkan berita seperti, umm, tentang kamu yang sedang ingin mengadakan sesuatu. Misalnya seperti pe-pernikahan..." Tirith mulai merona selagi memberi sarannya.


Jika di pikirkan lagi, hal itu bukanlah ide yang buruk. Karena itu Rigel, Pahlawan yang memimpin Pahlawan lain dan orang yang mengalahkan Hydra seorang diri, berita tentang dirinya pasti akan mudah tersebar. Belum lagi dia memiliki koneksi dengan keluarga Ainsworth yang memiliki jaringan informasi luas. Sepertinya bukan ide yang buruk dan tentunya, Rigel tidak bermaksud menyebarkan pertunangan atau apapun. Tetapi sesuatu yang lain.


"Idemu boleh juga Tirith, mari lakukan ide itu. Tentunya aku tidak akan menyebarkan tentang pernikahan atau apapun, ya, dasar kau gadis mesum. Hanya karena melakukan itu satu malam denganku kau langsung ingin berumah tangga denganku."


Rigel mengejek Tirith yang langsung dengan cepat merona padam hingga menutupi wajahnya. Rigel telah memikirkan hal bagus untuk di sebarkan.


Ah benar, berbicara tentang Ainsworth, aku meminta mereka untuk mencari budak Dwarf atau orang-orang yang ahli dalam menempa senjata. Batin Rigel.


"Baiklah, mari pergi Tirith. Kita akan pergi ke kediaman Ainsworth terlebih dahulu."


Dengan begitu, tujuan mereka selanjutnya telah di tentukan dan Rigel menggunakan motornya untuk sampai di sana. Meski Teleportasi mempermudah segalanya, dia masih ingin merasakan nikmatnya berkendara.


Butuh hampir setengah jam lebih untuk mencapai Ainsworth dengan kecepatan penuh. Rigel dan Tirith kini tiba di kediaman cabang yang berada di pinggir kota dan mendapatkan sambutan hangat. Para prajurit dan pelayanan melihatnya dengan tatapan yang tidak Rigel mengerti, terutama pelayan wanita yang merona setiap kali tatapannya bertemu dengan Rigel.


"Wah, wah, saya tidak menduga akan mendapatkan kunjungan anda secepat ini, Tuan Rigel dan bahkan kesempatan yang langka untuk mendapat kunjungan dari tuan putri Tirith."


"Senang bertemu dengan anda, Nona Natalia Ainsworth."


Tirith sedikit membungkuk dan memberikan senyuman lembut kepada Natalia. Rigel tidak pernah mengerti formalitas semacam itu dan tidak berniat untuk mempelajarinya.


Mereka di tuntun ke ruang tamu dan mendapatkan perjamuan yang ramah. Natalia memberitahu bahwa Walther sedang tidak ada di kediaman karena mencari seorang guru untuk kedua putranya. Rigel tidak terlalu memperdulikannya, namun nampaknya bangsawan memulai pendidikan di usia muda.


"Jadi, apa yang membawa anda kemari? apa anda akhirnya akan memutuskan tanggal pernikahan kalian?"


"Ti-tidak!" Tirith mulai merona ketika Natalia sedikit menggodanya. Nampaknya tidak hanya Rigel, tetapi Natalia juga senang menggoda Tirith karena dia memiliki reaksi yang lucu.


"Kesampingkan hal itu. Tujuanku kemari untuk menanyakan informasi tentang Dwarf dan menyebarkan beberapa kabar burung. Lalu, karena kau seorang pedagang, aku ingin kamu menangani beberapa hal."


Natalia menjadi sangat tertarik, dia mungkin sudah mencium bau uang. Sungguh, pedagang memang mengerikan.


"Jika begitu, anda datang di saat yang tepat, Tuan Rigel. Kami telah mendapatkan bener apa informasi tentang beberapa budak Dwarf, namun tempat mereka berada menjadi masalah sehingga kami tidak bisa mendapatkannya untuk anda."


Rigel terkagum bahwa keluarga Ainsworth benar-benar bekerja dengan cepat. Dalam waktu singkat, mereka telah menemukan keberadaan Dwarf. Memang di sayangkan bahwa mereka tidak dapat membelinya, namun mengetahui keberadaannya saja sudah cukup.


"Memangnya di mana mereka berada?"


"... Pasar gelap bawah tanah, darkness."


Tidak mengejutkan bahwa tempat seperti itu benar-benar ada. Seharusnya pasar seperti itu termasuk ilegal, karena mereka juga memperdagangkan manusia.


"Untuk beberapa alasan kami tidak bisa menyentuh tempat itu, karena dapat merusak nama baik kami dan akan menimbulkan beberapa konflik. Aku mendapatkan informasi ini dari beberapa pedagang budak bahwa di sana terdapat beberapa budak Dwarf yang di jadikan sebagai hadiah."


"Hadiah?" Rigel bergumam tanpa sadar.


"Darkness tidak hanya menjadi pusat pasar gelap, tetapi mereka memiliki pertunjukan pertarungan yang di kenal, Fight To Death atau bertarung sampai mati." Tirith ikut menjelaskan.


"Benar seperti apa yang di katakan tuan putri. Seperti namanya, itu adalah sebuah turnament di mana dua tim dengan maksimal 5 orang bertarung sampai mati atau salah satunya menyerah dan memberikan barang paling berharga mereka. Hal itu menjadi daya tarik utama pasar gelap Darkness dan belum lagi hadiah menggiurkan di berikan kepada yang berdiri di puncak."


"Jika ada tempat semacam itu, mengapa tidak ada satupun yang mencoba memusnahkan nya?"


Tentunya tidak masuk akal membiarkan tempat semacam itu ada. Jika di bumi, mungkin itu mirip dengan pasar narkotika dan sejenisnya.


"Tempat itu berada di sebuah negara kecil yang memiliki prajurit hebat. Tidak hanya itu, beberapa bangsawan dan negara yang ingin mendapatkan budak berkualitas tentu akan mendukung dan melindungi Darkness. Bahkan jika tiga negara besar bergabung untuk melenyapkannya, pastinya akan ada gejolak politik yang muncul." Natalia menjelaskan.


Rigel tidak pernah mengerti tentang politik dan benar-benar tidak ingin masuk ke dalamnya. Rigel dapat mengerti apa yang coba di sampaikan Natalia. Singkatnya, akan ada lebih banyak kerugian ketimbang keuntungan dari melenyapkan tempat seperti itu. Belum lagi, Rigel tahu bahwa setiap negara di dunia membutuhkan budak, karena mereka tidak perlu membayar mereka. Semakin banyak budak yang mereka miliki, semakin makmur negara itu.


"Aku mengerti, terima kasih atas informasinya. Sisanya biar aku yang menanganinya. Selanjutnya, aku ingin kamu menyebarkan berita bahwa 'Pahlawan Creator Amatsumi Rigel sedang mencari budak berkualitas dan membuka siapapun yang memilikinya untuk mendatangi Region' seperti itulah. Lalu satu hal lagi, aku ingin kamu datang ke Region dan menjadi Mitra dagang kami untuk menjual beberapa barang berguna dari duniaku."


Dengan kabar bahwa dia mencari budak dan di tambah Region memiliki barang-barang ciptaan hebat, tentunya akan mengundang semakin banyak minat orang untuk mengunjunginya. Rigel sengaja mencantumkan namanya, dengan harapan kabar itu dapat mencapai telinga Priscilla sehingga tidak perlu baginya mencari dengan susah payah.


"Suatu kehormatan bisa menjadi Mitra dagang dari negara adidaya seperti Region. Saya mengerti, saya akan segera mempersiapkan keberangkatan ke sana karena saya belum pernah mengunjunginya, akan di perlukan waktu untuk sampai di sana."


"Ahh, tidak perlu khawatir untuk itu. Aku akan mengirimkan seseorang untuk menjemputmu."


"Baiklah kalau begitu."


Meninggalkan kata-kata itu, Rigel mengantar Tirith kembali ke Britannia sementara dia kembali ke Region untuk menangani beberapa hal. Mencari Priscilla memang utama, namun jika rencana berjalan lancar, hanya butuh waktu sampai Priscilla datang sendiri kepadanya. Untuk hal itu, Rigel akan mengerjakan hal lain.


Aku memerlukan orang yang cakap dalam menempa dan kerajinan tangan demi membuat Region mandiri dan dapat membuat produk dari bumi, bahkan tanpa kehadiranku di sana. Tujuan selanjutnya, pasar gelap bawah tanah, Darkness!