The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Malaikat jatuh, Lucifer



Territory milik Diablo telah berhasil di hancurkan berkat Territory yang di keluarkan Rigel. Ozaru yang awalnya menggila kini mulai tersadar dan kembali ke dalam kenyataan. Ozaru tampak sangat gemetar dan ketakutan saat mengingat apa yang dia lihat sebelumnya.


"Akhirnya kau sadar juga, Kera bodoh." Ujar seorang pria pendek berambut hitam.


Ozaru menatap pria itu dengan bingung. Dia seharusnya tidak berada di sini sejak awal sampai Ozaru menyadari bahwa Rigel dan Diablo tidak ada.


"Kemana Monyet hitam dan putih pergi?! Lalu kenapa kau ada di sini, Monyet pendek dengan perisai?!" Ujar Ozaru.


"Monyet hitam? Monyet Putih?? Ahh, maksudmu pahlawan Creator dan iblis itu ya... Saat ini mereka berada di dalam sana dan kita tidak boleh memasuki kesana. Lalu, berhentilah memanggilku Monyet pendek dengan perisai...!!" Bentak pria itu.


Yang di maksud Ozaru dengan Monyet pendek perisai, adalah pria yang di panggil bersamanya saat datang ke dunia ini. Benar, dia adalah tameng dari umat manusia, pahlawan Perisai Hazama.


Kebetulan saja, dia sedang berada di daerah yang lumayan jauh dari lokasi pertarungan Rigel dan Ozaru. Saat Diablo mengeluarkan Territory nya, Hazama merasakan sebuah kekuatan jahat yang sangat kuat sehingga membuatnya datang kesini seorang diri dan meminta rekan-rekannya melindungi desa yang dia kunjungi.


"Bagaimana dengan Monyet putih itu???" Tanya Ozaru dengan tergesa-gesa.


"Untuk sekarang mari kita menunggu tanda darinya dan menghemat kekuatan kita sebanyak mungkin..." Balas Hazama.


Hazama sebenarnya juga sangat ingin menerobos masuk ke dalam Territory milik Rigel. Namun entah kenapa, dia merasakan hawa tidak enak datang darinya, seperti, jika dia masuk kesana, dia hanya akan menemui neraka. Dengan begitu, Ozaru dan orang tak terduga Hazama menunggu dan bersiaga di luar.


***


"Selamat datang di tanah kematian, wilayah Necromancer..." Ujar Rigel, merentangkan tangannya.


Diablo terbelalak kaget dengan pemandangan ratusan ribu, mungkin jutaan pasukan yang patuh dan tunduk di bawah kekuasaan Rigel. Namun yang paling mengejutkan adalah monster super besar, kuat dan mengerikan yang berada di belakangnya. Tingginya seperti gedung pencakar langit, Naga berkepala duan, Hydra.


"B-bagaimana bisa pahlawan sepertimu memiliki kekuatan seperti ini..." Ujar Diablo.


Dia sama sekali tidak menduga, tidak, semua orang pasti tidak akan pernah menduga bahwa seorang pahlawan dapat menggunakan kekuatan jahat seperti membangkitkan orang mati. Diablo bertanya-tanya seberapa jauh Rigel berkembang dan berapa banyak trik yang tersisa di lengan bajunya?


"Senjata tembakan aneh, tangan laser, lalu sekarang Necromancer?? Sungguh sangat tidak bisa di percaya kau menjadi sekuat ini... Apa yang sebenernya terjadi padamu setelah kejadian itu??" Tanya Diablo.


"Pergilah ke neraka dan kau akan menemukan jawaban yang kau cari..." Ujar Rigel dengan tak acuh.


Bagi Diablo, dia merasa sedang di permainkan dan di provokasi olehnya, namun Rigel bersungguh-sungguh. Jika dia ingin mengetahuinya, pergi ke neraka yang dia jalani dan bertanyalah kepada Azartooth dan rekan bajingannya yang lain. Rigel mengabaikan wajah Diablo yang tampak kesal kepadanya.


"Majulah, wahai tentara ku..." Ujar Rigel.


Jutaan pasukan Tengkorak dan Monster melaju menuju Diablo saat mendengar perintah Rigel. Bagi mereka mendapatkan tugas dari Rigel merupakan sebuah kebahagiaan, meskipun harus kehilangan jiwa ataupun tersiksa selamanya.


Diablo mendecakkan lidahnya, tengkorak dan Monster itu sendiri bukan masalah baginya, tetapi jumlahnya yang sangat banyak akan sulit menghabisinya. Belum lagi, masih ada Naga kepala dua tidak jauh di belakang Rigel, dia harus sebisa mungkin menghemat tenaganya untuk menghadapinya. Cara tercepat untuk melakukannya adalah mengalahkan langsung penggunanya dan menghancurkan Territory ini.


Diablo menarik nafas panjang dan mengambil satu langkah ke depan lalu melompat melewati pasukan dan menuju Rigel.


"Hmm..." Rigel tersenyum.


Cruch!


Dalam sekejap, duri tajam berwarna hitam muncul di seluruh area Territory sepanjang beberapa meter hingga menembus tubuh Diablo. Rigel tidak perduli dengan pasukan Monster dan tengkorak yang terkena dampaknya. Lagipula mereka hanya akan kembali ke tanah dan Rigel bisa membangkitkan nya kembali.


Tubuh Diablo mulai mengeluarkan darah dari seluruh tubuhnya mulutnya, namun dia tidak mati hanya karena itu.


Rigel hanya tersenyum dan menjawab :


"Apa kau pikir karena Territory ku ini tanah kematian, aku tidak dapat menggunakan kekuatan yang lainnya?? Hahahahaha, jangan jadi bodoh, Diablo. Kau seharusnya tahu bahwa Territory akan melemahkanmu dan meningkatkan kekuatan dari pemilik wilayah territory." Ujar Rigel, tersenyum mengejek.


Diablo menggertakan giginya. Mengapa dia bisa melupakan hal sesederhana itu? Dia tidak tenang seperti biasanya. Dia tidak dapat berfikir dengan logis dan dirinya hanya di penuhi kemarahan sehingga hal ini terjadi. Mungkin karena Naga kecil yang dia besarkan mati dengan mudahnya di tangan Rigel sehingga Diablo menjadi sangat marah.


"Hehehehe, karena kau sudah seperti ini, sekarang, rumah penyiksaan akan di mulai..." Ujar Rigel, menyeringai bagai iblis.


Rigel mengulurkan tangan kirinya dan menciptakan api biru dan mengarahkannya ke tanah. Dia berniat membuat besi yang menusuk tubuh Diablo menjadi panas dan membakar tubuhnya perlahan-lahan. Suhu besi dengan cepat meningkat, tubuh Diablo yang tertusuk mulai mengeluarkan asap dan aroma daging yang terpanggang. Diablo mulai mengerang dan menggigit giginya sekeras mungkin karena rasa sakitnya yang melebihi rasa sakit saat tubuhnya hilang setengah saat itu.


Ahh~, Rigel sangat menikmati menyiksa Diablo, Rigel sangat-sangat menyukai wajah Diablo yang tersiksa, Rigel sangat berharap bisa melakukan hal yang sama kepada Takatsumi dan Raja brengsek itu. Tidak berhenti di situ, Rigel mengangkat kepala Diablo dengan Hand Of Midas dan menciptakan mini Asura punch ke wajah Diablo secara bergilir. Diablo tidak bisa melawan, kekuatannya terfokuskan untuk memulihkan tubuhnya sehingga dia tidak dapat menggunakan sihirnya.


"Aku tidak akan berhenti di sini, Diablo. Kau harus mendapatkan hukuman karena telah menghina kuburan Priscilla dan yang lainnya..." Ujar Rigel.


Rigel mengulurkan telunjuknya layaknya pistol dan memposisikan nya ke mata Diablo dan—


Cruch!


"Dasar bajingan kau!!!" Diablo mengutuk.


"Tsk! Kupikir kau akan berteriak dan meminta ampun..." Ujar Rigel dengan kecewa.


Rigel menciptakan anak panah dari telunjuknya dan meluncurkan nya tepat di bola mata Diablo dan melakukannya lagi di mata satunya.


"Bagaimana dengan satu anak panah di telingamu, Diablo?? Hahahaha ayo kita lakukan itu..."


Mungkin ini untuk pertama kalinya bagi Rigel merasa sesenang ini. Rigel sudah menyiapkan anak panah yang cukup panjang untuk menembus telinga Diablo namun—


"Apa yang terjadi...?!" Ujar Rigel, menatap langit.


—Secara aneh, Territory Rigel bergetar hebat seakan bisa hancur kapanpun. Diablo tidak lagi bergerak, dia sudah sekarat saat ini dan satu serangan lagi, akan menjadi terakhir kalinya dia bernafas di dunia.


"Oi, oi jangan bilang kalau ini akan runtuh?! apa yang sedang di lakukan Monyet itu dan pahlawan perisai?!" Ujar Rigel dengan kesal.


Pasti ada satu eksistensi yang jauh lebih kuat dari Ozaru dan pahala perisai sehingga Territory Rigel hampir hancur. Langit mulai retak dan menyebar ke seluruh tempat, ini kemungkinan terburuk dan kejadian tidak terduga.


"Setidaknya, aku harus membunuh iblis itu sebelum ini benar-benar hancur...!!!"


Rigel mengulurkan tangan kirinya dan sudah siap menembakan Material busternya. Saat dia menembakannya, langitnya hancur dan seseorang masuk dengan cepat melindungi Diablo dari serangan Rigel.


Angin bertiup kencang dan melemparkan puing-puing batu sehingga Rigel harus melindungi wajahnya dengan tangannya. Territory telah hancur, langit dan pemandangan sekitar kembali normal. Tidak jauh di belakangnya, Rigel dapat melihat Ozaru terkapar lemah sementara si pahlawan Perisai sedang menahan tombak yang berusaha menembus pertahanannya.


Pantas saja seseorang berhasil menghancurkan Territory nya karena ada sesuatu yang menahan pahlawan Perisai. Namun, Rigel tidak mengetahui apa yang membuat Ozaru sampai terkapar lemah seperti itu, yang jelas, itu bukan sesuatu yang bagus. Yang membuat Rigel penasaran adalah, bagaimana sosok ini menghancurkan Territory Rigel tanpa melawannya dengan Territory??


Rigel terus menatap tajam tempat Diablo berada sebelumnya sampai sesuatu keluar terbang menuju langit. Sosok itu memiliki enam sayap hitam yang elegan, pakaiannya yang terbuka dan memperlihatkan otot-otot tubuh pria itu, tanduk besar dan panjang berada di dahinya. Serta mata hitam dengan bola mata berwarna kuning. Dia menaruh Diablo yang terkapar lemah di punggungnya.


Pria dengan enam sayap itu mengalihkan perhatiannya ke Rigel dan mengeluarkan aura intimidasinya. Wajah Rigel menggelap suram, dia tidak pernah merasakan aura intimidasi seperti ini sebelumnya. Meski jauh lebih lemah dari milik Azartooth, namun ada sesuatu yang berbeda dari auranya.


"Enam sayap bidadari hitam, jadi begitu. Pemimpin para iblis ternyata seorang malaikat jatuh, benar kan, Lucifer...??" Ujar Rigel.