The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Terlupakan oleh dunia



Semua telah berkumpul di ruang yang sudah disiapkan Asoka. Tidak hanya para Pahlawan, tetapi Asoka, Natalia, Tirith, Misa, Odin, Gahdevi dan bahkan Garfiel diundang dalam rapat. Rigel sengaja mengundang orang-orang diluar Pahlawan dan Raja, karena mereka mungkin memiliki informasi yang tidak Rigel atau Pahlawan lain miliki.


Minuman berupa teh dan kopi disediakan untuk peserta acara. Rigel belum mengajari para pelayan membuat camilan dari bumi, sehingga itu tidak dapat disiapkan sekarang.


"Sekarang mari kita mulai pembahasan mengenai White Tiger dan sosok misteri yang nyaris membunuhku."


Semua orang menjadi serius begitu mendengar bahwa sosok misterius yang menyerang Rigel nyaris membunuh Rigel. Mereka semua tahu, bahwa Rigel sama dengan kuman yang paling susah dibunuh. Sungguh mengejutkan bahwa dia menyatakan dirinya hampir terbunuh.


"Sepertinya orang sepertimu juga bisa dibunuh ya," Marcel sedikit terkekeh.


Rigel kuat, namun bukan yang maha kuat. Bahkan dia tetap bisa terluka dengan pisau dapur. Bahkan dia dapat merasakan sakit saat digigit nyamuk yang menjadi musuh terberatnya.


"Ya.., kita lewatkan terlebih dahulu. Mengenai White Tiger, dia memiliki kecepatan yang tidak masuk akal, mungkin hampir mencapai kecepatan cahaya."


Mengingat kejadian sebelumnya, dia tidak dapat mengabaikan kecepatan supernya itu. Rigel tidak dapat memastikan, akankah dia dapat mengimbangi kecepatan itu atau tidak. Selain itu, daya serangan dan kabutnya masihlah misterius.


"Dengan tanpa adanya Hazama, nampaknya kita akan jauh lebih kesulitan. Terutama pada orang-orang yang tidak dapat mengikuti kecepatannya," ujar Marcel selagi menyilangkan tangannya.


Tanpa keberadaan Hazama yang menangkal setiap serangan, pertarungan akan sangat sulit. Rigel tentu dapat menjadi tameng pengganti Hazama, namun jika begitu efektivitas Rigel akan berkurang.


Selain itu tidak ada orang yang dapat bergerak cepat selain Ray, Rigel dan Nadia. Takumi tentu bisa bergerak cepat, namun dia harus menggunakan kutukan pemalas untuk mendapatkan kecepatan seperti itu.


"Meski awalnya aku meremehkan keberadaannya, namun kini terlihat jelas bahwa keberadaan Hazama sangat dibutuhkan," ujar Aland.


Rigel tidak menyangka bahwa akan semenyusahkan ini. Ukurannya yang hanya sebesar sebuah pohon dapat disyukuri, namun tidak dengan kecepatannya yang super mengerikan.


Memang menghadapinya seorang diri dapat menjadi pilihan karena tidak memiliki beban lain dipunggung selain nyawanya sendiri. Namun ada beberapa hal yang tidak dapat dilakukan seorang diri. Selain itu, dia tidak ingin merusak hubungan dengan Pahlawan lain.


"Selain itu, kabut yang menyertainya masihlah misterius dan tidak ada hal lain yang lebih mengerikan dari sesuatu yang tidak diketahui."


Tentunya kabut itu bukan hanya sekedar untuk menutupi dan menyembunyikan keberadaannya saja. Tetapi pastinya ada sesuatu lain dari kabut White Tiger.


Misalnya, sesuatu yang sudah umum dalam manga dan novel. Kabut penyesatan, yang membuat orang-orang didalamnya buta arah dan terpisah satu sama lain. Dengan kecepatannya itu, tidak mengejutkan bila White Tiger membunuh dalam kesunyian.


"Untuk itu, aku membawa orang lain selain Pahlawan karena mereka lebih tahu banyak tentang dunia ini ketimbang kita," ujar Rigel.


Jika dilihat dari sudut pandang lain, Rigel dan yang lainnya hanyalah turis asing yang datang dari dunia lain dan tidak akan bisa kembali ke tempat asalnya. Mereka tidak mengenal tanah ini dan tidak tahu bahaya yang mengintai. Contohnya, mereka bisa saja memetik buah yang terlihat seperti blueberry namun kenyataannya itu adalah umpan dari monster tipe tanaman.


Seperti halnya yang dikatakan Rigel, bahwa tidak ada apapun yang lebih menakutkan selain sesuatu yang tidak diketahui.


Di tengah kesunyian ruang rapat, Natalia berdiri dan memberikan hormat. Seperti biasa, meski Rigel dan yang lainnya tidak terlalu memperdulikan sikap formal, Natalia tetap melakukanya karena sebagai pedagang, dia sangat menjunjung tinggi formalitas kepada orang yang derajatnya lebih tinggi darinya.


"Mohon izin para Pahlawan untuk menyerukan pendapat saya yang entah berguna atau tidak."


"Ya, bicaralah yang jelas dan mudah dipahami," Rigel memberi persetujuan dan menekankan Natalia untuk tidak menggunakan perkataan rumit. Karena tidak semua orang pintar dan dapat menangkap makna dengan cepat.


"Terima kasih atas kemurahan hati anda... Mengenai kasus monster malapetaka kali ini, nampaknya jauh lebih rumit ketimbang Phoenix. Sejujurnya, sebagai pedagang saya merasa malu karena tidak memiliki banyak informasi tentang White Tiger beserta kabut misterius yang menyertainya, karena siapapun yang memasuki kabut itu tidak pernah kembali dengan selamat."


Ekspresi semua orang tidak berubah, mereka sangat menganggap masalah kali ini serius dan tidak memiliki niatan untuk meremehkannya lagi, seperti apa yang terjadi pada Tortoise yang brgitu sulit dikalahkan.


"Sepertinya kita mencapai kebuntuan, ya. Karena tidak ada orang yang selamat untuk menceritakan informasi yang mereka peroleh tentang kabut itu," ujar Petra dengan sedikit kecewa.


Memang akan terlihat seperti itu, namun Rigel tahu bahwa Natalia tidak bangkit hanya untuk mengatakan itu.


"Tidak juga. Aku yakin itu tidak benar-benar buntu, karena jika begitu tidak ada gunanya dia berbicara," ujar Ozaru, tetap pada postur tubuh yang terlihat bosan selagi memutar tongkat kecil di tangan.


"Seperti halnya yang dikatakan Pahlawan Ozaru, saya tidak akan berani menyia-nyiakan waktu anda sekalian untuk mendengarkan sesuatu yang sangat tidak informatif."


Dia memang tipe orang seperti itu. Serius, cerdik dan pengamat yang sangat baik. Tentunya tidak akan ada hal yang tidak aneh tentang orang-orang yang tidak kembali. Rigel yakin bahwa Natalia tidak mendengar itu dari rumor atau kabar burung. Dia pasti mencoba memastikannya dengan mengirimkan beberapa orang. Namun pada akhirnya orang-orang itu tidak kembali dan tentunya ada sesuatu yang dia temukan.


"Sebagai bangsawan pedagang, saya sangat percaya diri akan koordinasi dan nama dari orang-orang yang saya tugaskan mengirimkan barang ke negeri lain. Namun pernah pada suatu waktu, seorang bangsawan tetangga mengirimkan surat protes karena barang pesanannya tidak kunjung sampai selama sebulan lamanya. Tentunya saya terkejut, karena saya tidak akan melewatkan satupun pesanan apapun yang dapat menjatuhkan reputasi keluarga Ainsworth. Jadi, saya mencari berbagai informasi atau fenomena apapun yang terjadi dalam sebulan terakhir dan menemukan fenomena tentang kabut putih yang menyelimuti jalan yang menuju tempat bangsawan itu berada," Natalia berhenti sejenak dan membiarkan para Pahlawan memproses cerita yang dia ceritakan.


Mereka telah tinggal cukup lama di dunia ini dan tentunya sudah memahami bangsawan dengan baik. Mereka seharusnya bukanlah tipe orang yang akan melakukan kesalahan semudah itu. Terutama nya pada Natalia.


Meski belum lama Rigel mengenalnya, dia dapat menjamin bahwa Natalia bukanlah sosok yang akan dengan bodohnya melupakan permintaan seperti itu, terutama dari orang penting seperti bangsawan.


Beberapa Pahlawan pasti memiliki tanda tanya di kepala mereka, namun tidak ada satupun yang berniat menanyakannya sebelum mendengar cerita lengkapnya. Natalia mengamati reaksi Pahlawan dan pendengar lainnya. Dia mengangguk begitu menyadari bahwa Rigel memberi isyarat baginya untuk melanjutkan cerita.


"Untuk itu, saya mencoba menyelidiki tentang kabut itu dan mencari tempat yang tengah memiliki fenomena serupa. Pada akhirnya, saya menemukan fenomena serupa di sebuah negara kecil dan kebetulan saya memiliki kenalan bangsawan. Saya menggunakan sihir Spatial untuk mengunjunginya dan mengatakan bahwa saya akan mengirim barang. Lalu, jika barang itu tidak sampai dalam waktu lebih dari dua Minggu, saya ingin dia mengirimkan surat yang saya buat sendiri dengan kata-kata yang hanya saya dan tuan suami seorang yang memahaminya."


Tentunya akan ada kejanggalan tertentu jika orang yang sama sekali tidak berhubungan mengirimkan sepucuk surat dengan pesan yang hanya Natalia dan Walther saja mengetahui kode semacam itu.


"Saya mengirimkan orang untuk menuju tempat bangsawan kenalan saya dan melalui kabut, namun pada akhirnya barang itu tidak sampai dan saya benar-benar tidak mengingat apapun tentang itu, sampai surat yang saya titipkan tiba. Saya menulis surat itu berupa kode rahasia yang menjelaskan bahwa saya mengirimkan orang untuk mengantar barang kepada kenalan saya. Mau tidak mau, saya hanya bisa percaya, karena tidak ada orang lain selain tuan suami yang dapat menuliskan kode itu."


Cerita yang terdengar ambigu berakhir. Sampai pada itu, Rigel telah memahami garis besar cerita Natalia.


"Tunggu, aku tidak memahami ini. Aku paham pada point dimana kau melupakan bahwa kau mengirim barang untuk seorang bangsawan. Namun, aku masih tidak memahami bagaimana kau dapat bercerita dan seakan mengingat kejadian itu. Apa ini tidak dibuat-buat??" Aland melirik Natalia dengan nada dan tatapan curiga.


Natalia tetap bersikap hormat dan mengatakan, "Tentunya saya hanya membuat-buat ceritanya semirip mungkin dengan yang dapat saya bayangkan."


"Jadi kau mengakuinya," ujar Aland.


Sangat jelas bahwa dia tidak benar-benar ahli dalam menggunakan kepalanya untuk menganalisis informasi. Karena itulah Rigel meminta Natalia menjelaskannya semudah mungkin. Jika sudah seperti ini, tidak ada pilihan lain selain Rigel menjelaskannya.


"Singkat cerita, Natalia yang bertugas dan menjalani kehidupan seperti biasa tiba-tiba mendapatkan surat dari seorang bangsawan yang berisikan tentang barang yang dia pesan tidak kunjung sampai. Alhasil dia akan merasa aneh karena tidak akan pernah melewatkan satupun pesanan yang datang kepadanya. Untuk memastikannya, dia menyelidiki kejadian yang terjadi pada jalur yang akan dilalui pedagang untuk sampai di kediaman bangsawan itu."


Dan disitulah dia menemukan fenomena tentang kabut putih di rute yang seharusnya dilalui pedagang. Dia tidak cukup bodoh untuk melewati kabut itu begitu saja dan Natalia memutuskan untuk mencari tempat yang memiliki fenomena yang sama. Dia menuliskan kejadian ini dalam sebuah surat yang hanya dirinya dan Walther mengerti.


"Tentunya untuk mencegah lupa atau sesuatu, dia sengaja menuliskan keganjilan yang ada dan ketika dua Minggu, surat yang dia tulis sampai kepadanya. Tentunya dia tidak mengingat alasan dari kenapa dan apa yang membuat surat itu mendatanginya, sampai akhirnya dia memahami kejadian lengkapnya dari surat itu," ujar Rigel. Dia mulai menghela nafas panjang karena benar-benar merepotkan untuk bercerita.


"Intinya, dia membuat-buat ceritanya semirip mungkin dari kejadian aslinya. Jika dia menggunakan informasi yang sebenarnya meskipun samar, itu tidak dapat dikategorikan sebuah kebohongan," Ozaru menambahkan.


Sebuah hal yang patut disyukuri bahwa Ozaru sekarang dapat menguraikan informasi yang diterimanya. Selain Aland, nampaknya Petra, Yuri, dan Nadia juga tidak terlalu menangkap inti cerita Natalia. Marcel dan Takumi nampaknya sedikit lebih baik karena dapat memahami beberapa point utamanya.


Namun, hal itu tidak lagi menjadi sesuatu yang penting. Karena dia mendapatkan informasi baru tentang kebenaran kabut yang bersama White Tiger. Tentunya ada kemungkinan bahwa kabut itu tidak memiliki kemampuan seperti yang dipikirkannya. Namun kemungkinan itu sangat kecil.


"Jika benar begitu, maka kasus ini akan jauh lebih mengerikan dari yang lainnya, ya," ujar Ozaru melirik Rigel.


Tidak akan ada pendapat lain selain kesetujuan dengan Ozaru. Nyatanya tidak hanya kecepatan gila dan serangannya yang kuat. White Tiger memiliki hal lain yang sangat merepotkan, yaitu kabutnya. Tentunya ada kemungkinan kabut itu menyimpan hal lain selain sesuatu yang baru aaja terungkap.


"Ya..., ini akan jauh lebih sulit dari perkiraan. Tanpa kehadiran Hazama yang menjadi pelindung, maka ancaman yang kita dapatkan cukup besar," ujar Rigel.


"Apa maksudmu??" Garfiel yang semenjak awak diam akhirnya bicara.


"Kabut itu bukanlah kabut biasa..., kabut itu tidak hanya akan menyesatkan, namun nampaknya juga akan menghapus keberadaan mu dari ingatan semua orang yang mengenalmu begitu kau memasuki kabut," Rigel menjawab setenang mungkin.


"Menghapus keberadaan..., bukankah itu tidak masuk akal??" Garfiel kembali bertanya.


"Mungkin lebih tepatnya menghapus ingatan semua orang tentang orang yang memasuki kabut itu," Gahdevi menjelaskannya secara singkat sehingga Garfiel memahaminya dengan mudah.


"Tidak ada yang lebih menyakitkan dari terlupakan oleh semua orang. Jika aku sampai mengalaminya, maka dapat dikatakan itu apes diantara orang apes," Odin mencoba sedikit bercanda namun hanya dirinya seorang yang dapat terkekeh.


"Ya. Tidak ada seorangpun yang ingin terlupakan dari hidup semua orang. Meski kita mengetahui bahwa kabutnya dapat menghapus ingatan semua orang dari individu tertentu, namun pastinya diperlukan semacam syarat agar itu bisa aktif dan menghapus ingatan semua orang," ujar Rigel, memejamkan matanya.


Kabut penghapus ingatan, begitulah Rigel akan menyebutnya. Namun itu dapat berubah kapanpun ketika dia mengetahui bahwa kabut itu memiliki hal lain selain menghapus ingatan. Sepertinya ini akan menjadi pertarungan besar dimana jika terbunuh, tidak akan ada orang yang menangis karena tidak ada orang yang memiliki ingatan tentang individu yang mati didalam kabut atau terhapus kan oleh kabut.