
"Jadi, ini adalah kunci ketigaku, ya?"
Gumam Rigel.
Sebelumnya, aku mengalahkan Azazel dan mendapatkan kunci yang dia jaga. Namun, yang tidak terduga adalah dia memberikanku tiket sekali jalan ke lantai tempat kunci kunci berada. Jadi, aku tidak butuh waktu bertahun-tahun hanya untuk mendaki lantai.
Tetapi, yang menjadi pertanyaan di kepalaku adalah kenapa aku juga memiliki kunci yang sama dengan kunci yang di jaga para pangeran? Dari perkataan Azazel kunci itu telah memilihku sebagai orang yang cocok untuk menggunakan kekuatan kunci yang bahkan para pangeran tidak dapat menggunakan kemampuannya.
Kalau begitu, berarti aku tidak dapat lagi menggunakan kemampuan kutukan karena entah bagaimana itu berubah menjadi kekuatan dari kunci yang memilihku. Bahkan hanya dengan satu kunci ini, kekuatannya sangatlah luar biasa, lalu bagaimana jika aku memiliki kelima dari kunci itu? Bukankah ini terlalu ngecheat?!
Aku sedang dalam perjalanan menuju lantai tempat Beelzeebub menjaga kunci ke empat. Untuk kunci yang di lindungi Astaroth, entah kenapa saat aku sampai di sana aku tidak dapat menemui siapapun yang menjaga lantai itu selain beberapa ratus monster kuat yang merepotkan. Bukan berarti aku tidak bisa membantai mereka, hanya saja cukup menjengkelkan saat mereka terus bermunculan satu persatu.
Di saat aku mencapai ruangan tempat pangeran seharusnya berada, aku hanya menemukan sebuah kunci dan tulisan yang di ukir di dinding lantai yang bertuliskan.
'Karena sangat merepotkan memasukan inti jiwa orang orang ke dalam kunci brengsek ini, aku akan memasukan inti jiwaku kepada kunci ini jadi untuk orang yang berhasil sampai disini, selamat, ya. Satu hal lagi, sampaikan maafku kepada para pangeran lainnya karena dengan sengaja meninggalkan tugas,lalu aku berharap jika yang mengambil kunci ini adalah orang yang akan mewujudkan hari itu, hari yang di janjikan. Tehe~.'
Seperti itulah. Bahkan dari pesan yang dia tulis ini aku dapat mengetahuinya, bahwa dia adalah orang yang seenaknya melakukan apapun yang dia sukai. Setidaknya, aku lebih ingin mengetahui orang seperti apa pangeran Astaroth ini.
Yah, mungkin lebih baik seperti ini karena aku khawatir bahwa pangeran lainnya akan menyerang dan membunuhku saat aku mencapai tempat mereka. Meskipun Azazel berkata bahwa mereka, para pangeran berada di pihak yang sama dengan orang yang membuatku memasuki tempat ini. Jika perkataan Azazel memang benar, bukan berarti aku harus lengah terhadap nya.
Tubuhku saat ini babak belur, kelelahan di tubuhku sedang memuncak karena pertarunganku dengan Azazel dan efek dari menggunakan kunci yang menciptakan rune biru di tubuhku. Saat rune itu menghilang, seluruh urat dan tubuhku terasa sangat sakit dan lelah. Aliran darah di tubuhku serasa telah berubah arah dan memberontak untuk meledak.
Bahkan sekarang aku masih merasakan rasa sakitnya. Aku tidak bisa menyingkirkan pemikiran bahwa Beelzeebub kemungkinan akan mencoba membunuhku di keadaanku saat ini. Semoga saja perkataan Azazel ada benarnya, jika para pangeran berada di pihak yang sama denganku.
Setelah beberapa waktu, akhirnya aku sampai di lantai tempat Beelzeebub menjaga kunci ke empat. Aku tidak bisa untuk tidak terkejut dengan apa yang aku temui di dalamnya.
Aku melangkah ke tempat yang hanya bisa digambarkan sebagai hutan kecuali beberapa perbedaan penting. Perbedaan pertama adalah banyaknya pepohonan putih di sekitar kita dengan daun yang bersinar dalam berbagai warna ungu. Yang kedua adalah tidak hanya pohon yang tumbuh dari tanah tetapi juga di langit-langit yang sangat besar ini.
Jika bukan karena fakta bahwa ini berada di labyrint, aku mungkin akan gila karena pemandangan ini.
Aku terus berjalan menuju ke dalam hutan putih ini. Aku tidak dapat merasakan hawa kehadiran monster atau sejenisnya, hanya ada pepohonan putih dan tanah yang tampaknya tertutupi oleh benda seperti salju.
Aku menyentuh benda yang kupikirkan adalah salju, namun dugaanku salah. Benda ini hanya terasa lembut dan tidak terasa dingin justru sebaliknya, benda ini sangatlah hangat dan nyaman.
Selagi aku melihat lihat tempat yang penuh dengan misteri ini aku terus berjalan menuju ke dalam hutan putih hingga akhirnya aku menemukan sebuah pintu besar. Pegangan pintu itu memiliki ukiran kepala bundar seorang bocah 8 tahunan.
Untuk pintu itu sendiri sama seperti pintu raksasa lainnya, yang membedakannya hanya warnanya yang pucat keputihan saja. Aku tidak bisa menahan diri untuk mendorong pintu itu dan masuk kedalamnya.
Saat aku menyentuh gagang pintu bundar berkepala bocah, pintu itu terbuka dengan sendirinya sebelum aku sempat mendorongnya dengan tenagaku. Yah, ini bukan lagi sebuah kejutan untukku setelah semua yang terjadi dalam satu waktu ini.
Aku tanpa keraguan sedikitpun melangkah kedalam ruangan gelap seperti biasanya. Setelah melangkah kedalam, ruangan mulai bercahaya dan disana aku dapat melihat seorang bocah berumur 8 tahun sedang duduk dengan bosan di sebuah tahta.
Bocah itu menatap ke arah tempat aku datang seolah sudah sangat lama dia menunggu kedatanganku.
Bocah itu, yang bisa aku simpulkan sebagai pangeran neraka, Beelzeebub. Aku sungguh terkejut mengetahui bahwa dia hanyalah anak anak yang bahkan belum memasuki masa puber.
Rambutnya berwarna coklat terang dengan mata berwarna coklat yang seiras dengan rambutnya. Dia hanyalah bocah yang lucu jika mengabaikan fakta bahwa bola mata yang seharusnya berwarna putih, namun miliknya berwarna hitam.
Dia hanya mengenakan armor yang menutupi dada dan bahunya saja. Meskipun penampilan dari armor yang dia kenakan sangat mirip dengan armor kualitas rendah seperti yang digunakan para petualang biasa. Beelzeebub menyandarkan kepalanya di salah satu lengannya.
"Jadi, kau adalah orang yang telah di akui kak Azazel sehingga kau diteleportasikan ke tempat ini?"
Ucap Beelzeebub.
"Dari mana kau mengetahui itu?"
Tanya Rigel.
Jika begitu, aku hanya bisa menebak bahwa para pangeran memiliki semacam benda atau sihir yang dapat menjadi perantara bagi para pangeran untuk saling memberikan informasi mengenai hal yang terjadi di lantai mereka.
"Yah, kami para pangeran memiliki komunikasi internal dengan cara bertelepati. Namun, telepati kami sedikit spesial."
Ucap Beelzeebub.
Jadi benar bahwa para pangeran dapat terhubung satu sama lain tanpa harus berkumpul di satu tempat. Kalau begitu, jika para pangeran tidak berada di pihak orang itu dan mereka benar benar musuhku, aku mungkin akan sangat kesulitan karena mereka mungkin sudah mengetahui semua seranganku.
"Apa maksudmu dengan spesial?"
Tanya Rigel.
"Jika pada umumnya saat seseorang melakukan telepati, mereka hanya dapat mendengar suara satu sama lain, bahkan ada juga telepati satu arah. Namun, kami para pangeran tidak hanya dapat mendengar suara, kami juga dapat melihat wujud masing masing dan seolah olah, kami benar benar sedang berkumpul di satu tempat."
Ucap Beelzeebub dengan malas.
Meskipun dia hanya seorang bocah, tingkah lakunya sangatlah menjengkelkan. Dia bertingkah seolah-olah dialah yang paling kuat disini dan tidak mewaspadaiku sebagai musuh. Meskipun itu sebuah fakta bahwa aku dapat dengan mudah terbunuh dengan tubuh penuh luka seperti ini, namun itu masih membuatku kesal.
"Yah, Bagaimanapun, akhirnya ada seseorang yang akan mengambil kunci sialan yang mengekangku ini, selain itu, aku juga tidak perlu repot repot melawanmu karena aku tahu bahkan dengan tubuhmu yang babak belur, masih cukup sulit untuk melenyapkanmu tanpa menggunakan banyak tenaga."
Aku benar benar ingin menampar bokong bocah ini.
Lalu, Beelzeebub mulai bangkit dari tempatnya duduk dan meregangkan tubuhnya dan berjalan menghampiriku.
"Yah, aku sedikit berterima kasih kepadamu karena telah membebaskanku dari benda ini, ambillah."
Ucap Beelzeebub sambil melemparkan kunci.
"Sebaiknya kau tidak mengeluarkan kunci kunci itu dari tempat itu sebelum kau mengumpulkan semuanya dan untuk yang terakhir, aku akan memberikan bonus kecil kepadamu."
Beelzeebub mengulurkan tangannya kepada Rigel.
Dengan satu mantra pendek, Beelzeebub menyembuhkan seluruh luka luka yang berada di tubuhku, bahkan dia juga mengembalikan seluruh kekuatanku. Lalu, setelah tubuhku di sembuhkan cahaya teleportasi yang menyilaukan mulai menyinari tubuhku.
Sial, padahal aku ingin menanyakan beberapa hal lagi kepadanya tentang pengekang yang dia maksud dan berbagai hal lainnya. Beelzeebub menyandarkan tangannya di pinggang dan bertumpu kepada satu kakinya sambil tersenyum melihatku yang perlahan menghilang.
"Aku yakin kau memiliki banyak pertanyaan yang ingin kau tanyakan. Namun, aku yakin kau akan menerima lebih banyak dari apa yang kau inginkan jika kakak Satan yang memberitahukannya. Satu lagi, aku benar benar berharap bahwa kaulah orang yang akan mewujudkan hari itu, 'hari yang dijanjikan'."
"Tu—"
Sebelum aku sempat mengatakan sepatah kata, tubuhku sudah melesat dan menembus langit untuk menuju ke lantai teratas. Azazel, Astaroth, bahkan Beelzeebub membicarakan tentang hari yang dijanjikan. Aku benar benar ingin mengetahui tentang hal ini.
Nampaknya, 'Hari yang dijanjikan' adalah sesuatu yang sangat besar, bahkan mereka yang para pangeran tidaj mampu mewujudkannya.
Rupanya tidak ada pilihan lain untuk mengetahuinya selain dari mulut Satan atau orang yang mengirimku kesini.
Note.
Hallo, disini thor!
Maaf ya untuk kali ini gw hanya upload 1 eps perhari, padahal sebelumnya paling sedikit 2 episode. Belakangan ini kondisi gw gk mendukung dan inspirasi tidak muncul sama sekali di kepala gw, jadi mohon maaf ya.