
Rigel telah kembali ke Region. Dia masih mengaktifkan pertahanan tingkat satu dan tidak membiarkan warga keluar untuk sementara, karena khawatir akan ada serangan selanjutnya. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dari pihak Rigel, mungkin hanya kerusakan pada tengah kota, tempat Rigel menahan serangan dahsyat.
"Ciel, tetap awasi area dalam radius satu Kilometer dari pulau ini. Laporkan apapun yang mendekat ke pulau, entah itu dari lautan atau dalam lautan."
..."Menjawab : Perintah di Terima... Meminta izin untuk menggunakan gelombang radio...”...
"Ya, aku berikan izin."
..."Menjawab : Izin di Terima, memancarkan gelombang radio..."...
Sesuatu mulai muncul dari gunung, lokasi tertinggi yang ada di Region. Benda yang muncul dari puncak gunung sama seperti tower yang memancarkan sinyal. Dengan memancarkan gelombang radio, benda apapun yang melintas dan mengenai gelombang tak kasat mata tersebut akan dapat terdeteksi. Mungkin ini lebih akrab di sebut sebagai radar.
Rigel masuk ke dalam istana dan pergi ke ruangan tahta. Di sana, dia sudah di tunggu Asoka dan yang lainnya. Mereka telah menggunakan pakaian tempur yang di rancang khusus oleh Rigel sendiri. Pakaian itu berwarna hitam dengan logam ringan menutupi titik vital sehingga tidak akan menghambat pergerakan. Logam hitam itu sangat kuat karena berasal dari sisik Hydra yang sangat keras.
Untuk zirah yang di kenakan Asoka sedikit berbeda, Rigel menambahkan garis emas di sekitarnya untuk membuatnya terlihat sedikit bergaya dan keren.
"Rigel! apakah kau baik-baik saja?! kau terlihat kacau." Ujar Asoka dengan khawatir.
"Bukan masalah, yang lebih penting. Bagaimana keadaan warga lainnya dan Monyet itu?" Tanya Rigel.
"Semua orang berhasil mengungsi dan beruntungnya, tidak ada korban jiwa di pihak kita." Merial, orang yang membalas pertanyaan Rigel, "Lalu untuk pahlawan tongkat dia sudah sadarkan diri, namun..." Merial tampak sedikit bermasalah, namun dia tetap melanjutkannya.
"Dia menjadi sangat ribut setelah terbangun dan selalu berkata bahwa dia tidak ingin tinggal dengan Monyet tak berbulu. Untuk menjaganya tetap di dalam kamar, kami memberinya makanan." Lanjut Merial.
"Tsk, Monyet itu... Huh, untuk sekarang kita bisa menghiraukannya. Meskipun dia mencoba lari, dia tidak bisa kemana-mana karena tempat ini di kelilingi lautan." Ujar Rigel, menggaruk kepalanya.
"Apa yang harus kita lakukan, Yang mulia?" Tanya Fang kepada Asoka.
Asoka memegang dagunya selagi bersandar di tahtanya dan berfikir. Mungkin ini pertama kali baginya untuk mendapatkan serangan semacam ini, namun, Asoka telah belajar banyak hal mengenai hal semacam ini. Selain itu, Rigel akan membantu meluruskan jika ada sesuatu yang salah.
"Rigel, apakah kau telah mengkonfirmasi siapa yang menyerang kita?" Tanya Askoa.
"Ya, aku telah memeriksanya. Pasukan dan kapal perang yang menuju kemari sebelumnya bukan berasal dari Kekaisaran Timur, melainkan pasukan dari Negara kecil. Mereka sengaja memutar haluannya untuk membuat kita berfikir bahwa mereka berasal dari Kekaisaran Timur. Sepertinya, salah satu dari para pahlawan datang mengunjungi mereka dan mengajukan proposal itu. Yah, meski begitu, aku tidak dapat mengkonfirmasi siapa pahlawan itu. Tetapi aku mencurigai Takatsumi atau pahlawan sabit, Marcel. Entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang berbeda tentangnya." Ujar Rigel.
Kecurigaannya bukan tanpa alasan. Rigel membenci Takatsumi, namun bukan berarti dia mencurigai Takatsumi hanya karena kebencian yang di milikinya. Itu karena kekuatan dahsyat yang Rigel tahan di tengah kota, kekuatan itu termasuk elemen cahaya tingkat tinggi, jadi tidak mungkin ada sosok lain selain pahlawan yang dapat melakukannya. Saat dia menahannya, meski sekilas, Rigel dapat melihat bayangan pedang dari serangan Dahsyat itu dan tidak ada lagi orang yang lebih cocok selain Takatsumi, jika itu berhubungan dengan pedang. Meskipun Takatsumi bukan orang dengan serangan jarak jauh, Rigel tidak akan terkejut jika dia dapat melakukannya, dengan pedang suci Excalibur.
Lalu, Rigel juga mencurigai Marcel, Pahlawan sabit. Meski tidak terlalu jelas, Rigel dapat merasakan sedikit jejak kekuatannya di antara pasukan yang dia lenyapkan sebelumnya. Bahkan dari sikap arogannya saat pertemuan para pahlawan, Rigel sudah tidak menyukainya. Sebenarnya ada satu kandidat lagi yang dia curigai, namun Rigel masih tidak yakin apakah dia pantas untuk di curigai. Rigel sudah cukup lama tidak bertemu dengannya sehingga dia tidak mengetahui apakah orang itu masih pengecut seperti dulu atau ada sesuatu yang merubahnya.
"Jadi begitu, pada intinya kita masih belum benar-benar dapat mengkonfirmasi siapa kawan dan lawan. Kita tidak bisa bergerak untuk melakukan serangan balasan, jika kita melakukannya, mungkin saja ada suatu niat tertentu di baliknya. Yah, kita mungkin bisa mengetahuinya saat pertemuan kaisar surgawi nanti. Untuk saat ini, lakukanlah penyelidikan mendalam untuk kejadian ini sebisa mungkin..."
Dengan begitu, Raja resmi Region, Asoka telah memerintahkan untuk menyelidikinya lebih lanjut sebelum melakukan serangan balas. Merial, Fang dan orang lain yang tersisa, Ray,? Misa dan Nisa bubar dari tempat untuk mulai menyelidikinya.
Pilihan Asoka tidak buruk untuk menunggu pertemuan kaisar surgawi selagi menyelidikinya secara perlahan. Hal ini mungkin bukanlah prioritas utama karena masih ada cukup banyak hal yang harus di selidiki, seperti, batu ramalan dan lokasi dimana masing-masing dari mereka yang tersisa.
Pertemuan kaisar surgawi, sebuah pertemuan yang memberikan kesempatan untuk masing-masing kandidat memberikan pidato yang mereka miliki untuk mendapatkan kepercayaan dari umat manusia dan pahlawan. Yah meski begitu, para pahlawan pasti akan memilih kandidat Raja tempat mereka di panggil. Untuk itu, para pahlawan akan berkumpul secara resmi di satu tempat. Pemilihan kaisar surgawi sudah di mulai, prestasi Rigel dari fraksi Asoka membuat Asoka di posisi yang cukup tinggi dari yang lain. Prestasi yang di buat Rigel adalah mengalahkan monster malapetaka Hydra. Tidak hanya itu, Fraksi Asoka sangat di dukung oleh Ras Demi-human karena seisi warga demi-human di Region dapat hidup dengan aman dan nyaman.
Meskipun begitu, itu tidak akan cukup untuk menjadikan Asoka keluar sebagai pemenang. Kandidat kaisar surgawi lainnya juga tidak kalah dari Asoka, terutamanya kandidat dari Ruberios. Raja dari Kerajaan Ruberios, pendeta tertinggi dari agama yang di anut oleh orang-orang dari dunia ini. Dia bukan lawan yang mudah untuk pemilihan kaisar surgawi.
Rigel telah sampai di ruangan control. Rigel berjalan menuju kursinya dan meletakan bokongnya di sana sambil menghela nafas lelah.
..."Menjawab : Perintah di Terima. Sistem perbaikan otomatis di aktifkan..."...
Sebuah lengan besi mekanik yang di bawah oleh lengan robot mekanik lainnya keluar dari balik kursi dan dengan profesional membersihkan sisa-sisa dari lengan kiri yang sebelumnya dan memasang yang baru, termasuk bola kristal yang telah Rigel kembalikan kepada Ciel untuk di pasanhkan.
"Bagaimana keadaan? apakah sudah ada informasi terbaru?"
..."Menjawab : Sejauh ini belum ada sesuatu yang aneh terjadi dalam radius satu Kilometer."...
"Bagus, perluas area pencarian sejauh dua Kilometer. Jangan lewatkan apapun dalam pencarianmu." Ujar Rigel.
Masih ada waktu sekitar lima menit lagi untuk lengan kiri Rigel terpasang seutuhnya. Jadi Rigel harus memanfaatkannya untuk beristirahat selagi memikirkan persiapan untuk ke depannya.
"Aku masih memiliki urusan tak tertunda di Ruberios, jika aku tidak melakukannya kemungkinan Hazama akan berpaling dari pihakku. Sepertinya aku harus melakukannya setelah ini. Tch... aku ingin beristirahat selama beberapa hari." Ujar Rigel dengan kelelahan.
Menyusup ke Ruberios, mencari Ozaru, berhadapan dengan Diablo musuh lama yang Rigel rindukan. Lalu, kejutan tidak terduga dari kemunculan pemimpin ras iblis, Lucifer dan di tambah serangan kepada Region. Ada terlalu banyak kejadian dalam satu waktu dan itu membuat lebih banyak hal dan persiapan untuk di lakukan. Rigel menginginkan waktu santai untuk dirinya agar bisa bermain-main dan memanjakan dirinya sendiri.
"Huh, sepertinya aku harus memiliki orang yang dapat ku percayai untuk mengakses Ciel selagi aku jauh dari Region." Gumam Rigel.
Dengan adanya orang lain yang dapat mengakses Ciel, Region akan aman dan terlindungi meski Rigel sedang tidak berada di Kerajaan. Hal ini di butuhkan untuk menghindari serangan tak terduga seperti sebelumnya.
"Mungkin aku juga harus menyiapkan sihir pertahanan di udara, sihir yang sama dengan Britannia." Pikir Rigel.
Jika serangan besar seperti sebelumnya terjadi, serangan itu pasti akan menghantam perisai sihir terlebih dahulu dan itu akan memberikan kesempatan bagi warga mengungsi. Mungkin juga, itu akan memberi cukup waktu untuk Rigel berteleportasi. Meskipun bangunan rata dengan tanah, selama rakyat dan Raja masih hidup, itu tetap sebuah kemenangan.
"Semua rangkaian kejadian ini... Entah hanya firasat ku saja atau hal lain, sesuatu yang besar pasti akan terjadi, dan itu tidak butuh waktu lama lagi. Kuharap ini hanyalah firasat bodohku sahaja." Ujar Rigel.
Setelah lengan kirinya selesai di siapkan, Rigel pergi menemui Hazama dan membawa warga baru Region bersamanya.
***
Jauh dari lokasi Region dan Kerajaan lain berada, sebuah tempat terpencil yang jarang di kunjungi banyak orang. Di sana terdapat sebuah gunung terbesar yang berisi batu raksasa yang berbentuk seperti tebing curam bergetar hebat akan sesuatu.
Orang yang tinggal di sekitar sana memandang fenomena aneh itu dengan wajah datar yang terkejut. Jika itu gempa, maka itu aneh, kenapa mereka tidak merasakannya?
*Grrrrrrzzzz
*Dumb... Dumb...
Daerah sekitar mulai bergetar hebat setelah gunung besar itu bergetar. Orang-orang yang tinggal di sekitar sana bukan terkejut karena gempa susulannya, tetapi dengan gunung batu besar itu. Gunungnya semakin tinggi selayaknya tumbuh dan perlahan seperti berjalan mendekat. Semua orang diam membatu saat pemandangan fenomenal terjadi di depan matanya sampai—
*Cruch...
*Jdeer...
—Satu desa kecil beserta orang-orangnya hancur dan rata tertimpa gunung. Gunung itu terus berjalan menuju tempat kerajaan-kerajaan besar berada. Dia menghancurkan segala hal yang di laluinya tanpa pandang bulu. Setelah melalui beberapa negara kecil, dia akan sampai di salah satu negara besar di dunia ini, Britannia.
Bencana alam terbesar telah bangun dari tidur panjangnya. Sekali lagi dunia akan menyaksikan ke bringasan dan kengerian dari mahkluk Malapetaka!