
Pagi hari dengan cepat tiba, sebelum matahari terbit semua pahlawan sudah berada di dalam posisi mereka. Para pahlawan terbagi menjadi tiga tim takut tim jantung, tim segel dan Tim eksekusi. Rigel berada di dalam tim terakhir, Ozaru dan Hazama juga bersamanya.
"Prioritas utama kita adalah menghancurkan bagian kita masing-masing dan berilah kabar melalui radio yang kuberikan pada kalian... Lalu, untuk tim segel, cahaya kecil ini akan menuntun kalian." Di telapak tangan Rigel, sebuah cahaya keemasan muncul dan beterbangan selayaknya memiliki keinginannya sendiri.
"Cahaya apa ini? terasa sangat mencurigakan..." Nadia memandang dan berusaha mengidentifikasi benda itu.
"Dialah informan rahasiaku, cepat atau lambat kalian akan mengetahuinya." Rigel menjawab rasa penasaran semua orang dengan acuh.
Cahaya keemasan itu adalah sosok yang di puja para peri, Ratu Peri Sylph. Dia tidak dapat pergi menggunakan tubuh aslinya karena dia tidak menginginkan kontak langsung dengan pahlawan lain selain Rigel. Yah, mungkin dia akan muncul saat melepaskan segel nanti.
"Saat mulut Tortoise terbuka lebar, kalian harus dengan cepat masuk... Mungkin akan ada banyak guncang karena pertarungan yang terjadi di luar." Rigel memberikan peringatan pada dua kelompok lain.
Agar dua kelompok itu dapat masuk ke dalam tubuh Tortoise, Rigel berniat membuka mulut Tortoise selebar mungkin sehingga dua kelompok yang ada dapat masuk ke sana. Meski ada cara lain, yaitu memotong kepalanya, namun itu membutuhkan cukup banyak waktu. Rigel juga menginginkan Takumi berada di sisinya, namun dia tidak dapat membiarkan Argo Marcel dan Takatsumi bertindak seenaknya. Mari kita sebut tiga orang itu dengan tiga orang bodoh.
Selain itu, Rigel menginginkan Takumi untuk membawa sesuatu. Bahkan tanpa perlu di perintah, Rigel yakin dia pasti akan membawanya.
"Bersiap, dia akan terbangun..." Hazama memberi peringatan.
Sinar matahari mulai merangkak naik dan menyentuh tubuh Tortoise. Gunung di punggungnya mulai bergetar hebat dan perlahan menjadi semakin tinggi. Tubuhnya yang masuk ke dalam tempurung mulai keluar sampai kepalanya sepenuhnya keluar. Kulitnya yang seharusnya terluka dan memiliki banyak retakan telah pulih, namun masih ada beberapa tempat yang masih belum pulih sepenuhnya. Sepertinya menghalangi sinar bulan hanya menghalangi sedikit kemampuan pemulihannya.
"maju!..." Rgel berteriak dan berlari menuju Tortoise. Hazama dan Ozaru mengikuti Rigel di belakangnya.
"Akhirnya kita akan bertarung!" Ozaru berteriak gembira. Mungkin dia sudah sangat menantikan pertarungannya dengan Tortoise. Di sisi lain, Hazama menyiapkan Perisai berwarna merah kehitaman yang cocok untuk bertarung sekaligus bertahan.
Begitu Rigel dan tim kepala telah melaju lebih dahulu, dua tim yang lainnya saling mengangguk dan berlari beberapa meter dari mereka. Senyuman tumbuh di bibir Rigel dan dia mengeluarkan aura keberadaannya agar Tortoise memperhatikannya.
Lihatlah aku dan cobalah untuk membunuhku, mahkluk bodoh.
Menyadari bahwa Rigel mencoba menantangnya, kedua bola mata Tortoise bersinar terang. Energi sihir berkumpul di udara dan secara mengejutkan, Sebuah lingkaran sihir kecoklatan dengan skala besar muncul di tanah dan gaya tarik Gravitasi meningkat sehingga membuat Rigel tidak dapat berlari dan harus berhenti.
"Appaa ini?! tubuhku... serasa di tarik ke tanah!" Argo menggerutu kesal.
"Ini... sihir Gravitasi... Mahkluk itu... menggunakan sihir, Gravitasi...!" Nadia menjawab ucapan Argo selagi menahan dirinya agar tidak tumbang ke tanah.
"Bagaimana bisa... dia baru... mengunakan kekuatannya sekarang!" Marcel mengutuk dengan kesal. Bahkan dia sendiri sudah tahu jawabannya. Alasan mahkluk itu tidak menggunakan kekuatannya selama ini, itu karena Tortoise hanya bermain-main saja dengan mereka. Harga dirinya yang tinggi tidak dapat menerima fakta bahwa dirinya tidak di anggap ancaman oleh Tortoise.
Di lain sisi, Rigel mencoba untuk berdiri dan melawan gaya tarik yang mencoba menariknya ke tanah. Tortoise menyadari bahwa Rigel satu-satunya orang yang sudah setengah berdiri, dia tidak tinggal diam. gunung tinggi yang berada di punggung perlahan retak dan menjadi bongkahan batu besar yang melayang menuju Rigel.
Itu buruk... Jika bongkahan batu itu memasuki wilayah tarik gravitasi yang kuat ini, tubuhku bahkan bisa hancur karenanya...
Bukan ketakutan atau kekhawatiran yang Rigel rasakan, namun perasaan gembira aneh membanjiri dirinya. Mungkin ini yang di sebut dengan Adrenalin pertarungan.
"Hahaha, apa kau pikir, ini cukup untuk menghentikanku?" Senyuman berani tumbuh di bibir Rigel, tangan kanannya menyentuh tanah, dia hendak melakukan sesuatu namun teriakan tak terduga muncul dari seseorang.
"Shield Skill : Anti Magic Area!" Cahaya biru menyebar dari Hazama dan mencangkup Rigel dan Ozaru yang berada di dekatnya.
Gravitasinya kembali normal? tidak. Buktinya Takumi masih terbaring di sana... Nampaknya hanya orang-orang yang berada di dalam area biru ini saja yang tidak terkena dampak. Kekuatan yang cukup unik~ hampir mirip seperti Territory.
"Anti Magic Area ini tidak akan berlangsung lama, lakukanlah sesuatu untuk mengatasinya!"
Menyadari bahwa Hazama tidak dapat mempertahankannya dalam waktu yang lama, Rigel langsung memikirkan rencananya. Rigel menatap bongkahan batu yang menuju ke tempatnya. Rigel menoleh ke Ozaru yang sedang membara.
"Ozaru, kau hancurkanlah bongkahan batu itu selagi aku menghancurkan Area Gravitasi."
"Baiklah, aku akan langsung menyerang badan besar itu setelahnya!"
Rigel mengangguk dan mengambil langkah keluar Anti Magic Area. Daya tarik bumi kembali menariknya dengan gila, namun Rigel dengan santai membungkuk dan mengulurkan tangan kanannya yang mulai bersinar biru.
"Kembalilah menjadi kehampaan..." Rigel menggunakan kekuatan Voidnya secara sekejap mata dan menghancurkan sihir besar Tortoise.
*Graowwrrr.....
Tortoise mengaum kesal dan tidak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba saja lingkaran sihirnya hilang tanpa sebab yang jelas dan memancing kemarahannya.
Selagi dia mengaum, Ozaru melompat keluar menuju bongkahan batu yang melayang di udara.
"Huh, sekarang giliranku! Wuooaaa!" Ozaru menghempaskan bongkahan batu pertama langsung menuju Tortoise. Begitu juga dengan bongkahan batu yang lainnya. Rigel berlari dengan cepat dan melompat di samping Tortoise. Rigel menahan nafasnya dan menarik tinju kirinya...
"Asura Punch!" Tangan keemasan yang seukuran dengan kepala Tortoise menghantam nya dan membuat kepala Tortoise terhempas.
"H-hebat..." Yuri bergumam selagi menyaksikan dari kejauhan.
Tidak sampai di situ, setelah menghempaskan seluruh batu, Ozaru berlari menuju sisi lain dan melompat dari sana. Dia memutar tongkatnya dan mengayunkan tongkatnya menuju Tortoise. Ozaru mengubah panjang dan ukudan tongkatnya yang empat kali lebih besar dari sebuah pohon.
"Uooaaaa!" Ozaru mengaum sama seperti monyet pada umumnya.
Kepala Tortoise kembali terhempas, dia terlihat sangat kesal dan membuka mulutnya lebar-lebar. Energi alam berkumpul di mulutnya dalam jumlah besar. Ini sama seperti yang sebelumnya, namun sedikit berbeda. Yang ini mungkin akan sedikit lemah karena dia tidak memiliki banyak waktu untuk mengumpulkan energi.
"Dia datang!" Rigel berteriak untuk memperingati Hazama.
"Akan kutahan seranganmu kali ini!" Hazama berdiri tepat dimana Tortoise akan menyerang. Tortoise melemparkan bola energi itu menuju langsung ke Hazama yang sudah siap menahannya. Angin mulai bergemuruh, tanah tempat bola energi melintas memiliki banyak retakan.
*Bom!
"Full Counter!" Hazama meneriakkan skillnya. Energi yang sama dengan Tortoise keluar dari Perisai Hazama. Yang ini dua kali lebih kuat dari yang di keluarkan Tortoise.
Serangan itu berhasil melukai Tortoise yang mengaum sakit.
"Ini kesempatan! Ozaru, jadikanlah tongkatmu sebagai pengganjal mulut si besar itu!" Rigel memberikan arahan kepada Ozaru.
Tanpa perlu bertanya, Ozaru melemparkan tongkatnya ke mulut Tortoise dan memanjangkannya untuk mencegah mulut Tortoise tertutup.
"Berhasil... Sekarang giliran kalian!" Rigel menoleh ke dua tim lainnya.
Dua tim yang akan memasuki tubuh Tortoise berlari cepat setelah mendengar tanda dari Rigel. Tortoise yang mulutnya terbuka lebar terus berusaha menutupnya, namun Tongkat milik Ozaru adalah senjata ilahi. Seberapa keras dia berusaha, Tongkat itu tidak akan bisa di patahkan.
"Ayo! ini satu-satunya kesempatan kita!" Takatsumi berteriak dan melompat ke mulut Tortoise.
Seakan menyadari bahwa tujuan para Pahlawan itu adalah masuk ke dalam tubuhnya, Tortoise tidak tinggal dia.
*Grrrrrraaaaaaaooowwwwrrrr.....
Pekikan yang sangat keras berasal darinya dan menghempaskan para pahlawan sehingga mereka gagal memasuki tubuhnya. Tidak hanya itu saja, dari tepi tenggorokannya tumbuh duri-duri tajam yang memblokir jalan masuk ke dalam. Tidak berhenti di situ, Tortoise menghantamkan kaki kirinya ke tanah dan menciptakan gempa bumi yang keras bersamaan dengan Duri tajam terbentuk di tanah sekitar.
"Tch! bajingan!" Rigel mengutuk dan menciptakan dua tangan yang terbuat dari tanah untuk menghindari terkena Duri tanah itu.
Tangan yang Rigel ciptakan berhasil menahan para Pahlawan lain sehingga mereka tidak jatuh ke duri-duri itu. Ozaru memanggil kembali Tongkatnya yang telah kembali ke bentuk semulanya.
"Sepertinya memang mustahil masuk melewati tenggorokannya selain memenggal kepalanya ya..." Hazama bergumam selagi terengah-engah.
Di dalam rapat Rigel dan yang lainnya telah membahas hal ini sebelumnya. Mereka membahas tentang bagaimana cara memasuki tubuh Tortoise selain dengan memotong kepalanya karena itu akan membuat tim kepala kehabisan banyak tenaganya. Untuk itu Rigel mengajukan rencana untuk menahan mulutnya dengan tongkat Ozaru. Namun rencana itu kini telah gagal sepenuhnya.
Ahh, sialan... Sepertinya aku tidak memiliki pilihan lain selain mengungkap satu-persatu kartu yang kumiliki. Haruskah aku mengirim Nuklir dan beberapa misil lagi dan memotong kepalanya saat bagian luarnya hancur? Tidak. Aku yakin itu tidak akan berhasil dan hanya akan membuang sumber daya.
Rigel tidak dapat menemukan solusi yang tepat untuk ini selai mengerahkan segalanya untuk memotong kepalanya. Jika begitu, Rigel harus memotongnya sebanyak dua kali dan itu akan benar-benar membutuhkan usaha ekstra.
"Rigel." Seseorang memanggil namanya dan hal itu membuat Rigel terkejut dan tidak percaya. Jelas saja, orang yang memanggilnya adalah Ozaru.
Ini adalah kali pertama dia memanggil Rigel dengan namanya. Wajah Ozaru tidak lagi terlihat seperti orang idiot, untuk pertama kalinya dia terlihat sangat serius seperti ini. Bahkan Hazama tidak percaya apa yang dia lihat.
"Ada apa? tidak biasanya kau memanggil namaku..." Rigel menjawab.
"Aku telah cukup lama bersamamu dan dari apa yang aku lihat sejauh ini, kaulah satu-satunya orang ang tidak dapat aku nilai. Di satu sisi, kau seperti orang baik, di sisi lain kau seperti orang jahat yang akan membunuh siapapun yang kau temui."
"Aku tidak tahu apakah kau mencoba menghina atau memujiku..." Rigel berkata dengan sedikit bermasalah. Namun Ozaru mengabaikan kata-kata Rigel.
"Aku bisa merasakan kemarahan, kesedihan dan kebencian berkumpul di dalam diriku. Aku tidak tahu apapun tentangmu dan aku juga tidak mengetahui apa yang membuatmu menjadi seperti ini..." Ozaru berhenti, dia mengambil satu langkah ke depan dan menarik nafas. "Tetapi, tidak perduli apa dan siapa dirimu, aku akan mempercayaimu sebagai orang yang pantas berdiri di sampingku. Lalu, aku juga mempercayai bahwa kekuatan yang kau miliki itu nyata semenjak awal kita berjumpa. Jadi, aku memiliki satu permintaan padamu." Lanjut Ozaru, berbalik menatap Rigel.
"Saat aku lepas kendali nanti, aku ingin kau orang yang menghentikanku... Bunuhlah aku, Rigel."
Untuk pertama kalinya, Ozaru meminta kepada Rigel dengan sungguh-sungguh. Dia tidak mengerti apa yang di maksud Ozaru dengan lepas kendali. Awalnya Rigel menganggapnga omong kosong, namun dari wajahnya, Ozaru benar-benar serius.
*Tang...
Ozaru kembali menatap Tortoise dan menancapkan tongkatnya di tanah. "Oh iya, satu hal lagi... Aku tidak akan memaafkanmu karena memotong bulu-bulu indahku.”
"Oii, tunggu, kera bodoh... Aku tidak mengerti apa yang kau maksud dengan membunuhmu itu?" Rigel masih diam dan menatap Ozaru yang tak bergeming.
Ozaru diam dan tidak menjawab pertanyaan Rigel, namun dia langsung tersenyum lebar dan memperlihatkan gigi-giginya yang tajam. Semenjak datang ke dunia ini, Ozaru belum pernah merasakan perasaan ini. Perasaan yang sama yang dia rasakan saat berperang di dunianya dulu. Ozaru merendahkan tubuhnya dan melompat tinggi ke udara dan merobek pakaiannya.
"Hahahahaha... Kalian para monyet rendahan, berbahagialah karena akan menyaksikan... Kekuatan sesungguhnya dari Raja Kera yang Agung, Ozaru!"
Tortoise menatap Ozaru yang menerjang ke arahnya dan membuka mulutnya lebar-lebar. Senyuman Ozaru tidak menghilang dari bibirnya. Ozaru menyilangkan kedua tangannya, matanya berkilau merah dan terlihat seperti hewan buas.
Rigel dan pahlawan lain terkejut dan menatap Ozaru dengan bingung.
"Apa yang sedang dia coba lakukan?!" Ujar Takumi.
Ozaru terjun bebas ke mulut Tortoise dan sebelum dia masuk kedalam mulutnya, kilauan cahaya muncul dan menutupi Ozaru sepenuhnya bagaikan sebuah ledakan cahaya.
*Boom..
*Roaarrrr....
Awan debu berkumpul sehingga mustahil untuk melihat apa yang terjadi dengan Ozaru. Auman lain terdengar, namun asalnya bukan dari Tortoise. Saat awan debu mulai menghilang, sosok raksasa lainnya terlihat. Ukurannya hanya sedikit lebih kecil dari Tortoise, bulu berwarna hitam, mata merah menyalah dan taring tajam yang dapat mencabik-cabik mangsanya. Seekor kera Raksasa muncul dari mulut Tortoise dan menghancurkan kepalanya.
"Apakah dia Ozaru? Aku tidak tahu jika dia bisa menjadi sebesar ini!" Rigel bergumam terkejut. Dia tidak menduga kalau Ozaru memiliki kartu seperti ini.
"Itu Ozaru! dia telah menghancurkan kepala Tortoise, jangan sia-siakan kesempatan ini!" Marcel berteriak dan pergi menuju lubang yang menghubungkan ke dalam tubuh Tortoise. Pahlawan lain mengikutinya dan dua tim itu berhasil masuk ke dalam.
*Roooaarrrr....
Ozaru yang menjadi raksasa mengaum keras. Tepat saat para Pahlawan masuk ke tubuhnya, kepala Tortoise mulai beregenerasi. Sepertinya pertarungan Raksasa melawan Raksasa akan di mulai.