The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
The founder of Region



Aku tengah berjalan menuju tempat dimana ketua serikat Region dan para petinggi lainnya berada. Aku tahu mereka sedang mendiskusikan sesuatu mengenai hal ini dan kekuatanku yang terungkap.


Dari beberapa skenario, aku dapat dengan percaya diri bahwa mereka akan memberikanku sebuah jabatan untuk membuatku menetap di serikan Region.


Karena sebelumnya aku menyembunyikan kekuatanku, mereka pasti beranggapan bahwa aku memiliki kartu lain yang belum aku tunjukan kepada mereka.


Dalam perjalananku, aku bertemu dengan seorang pria berbadan besar dan memiliki wajah kasar seolah dia akan membunuhmu jika mengusiknya.


"Tuan Braun! Terima kasih karena kau meyakinkan semua orang untuk tidak berpindah dari ruang lantai dan menungguku."


Ucap Rigel berterima kasih.


Tuan Braund melambaikan tangannya seolah itu bukanlah apa apa.


"Yah, itu bukanlah hal yang besar dibanding apa yang kau lakukan dan juga, namaku bukan Braund, tetapi leywin."


Ucap Braund- Leywin sambil mendesah lelah.


"Maaf." Rigel terkekeh sambil menggaruk kepalanya "Karena aku asal memanggil dengan nama Braund, jadi aku keterusan." lanjut Rigel.


"Yah, tidak masalah sekarang kau mau memanggilku Leywin atau Braund karena sebentar lagi aku yakin kau akan menjadi atasanku."


Ucap Braund dengan acuh tak acuh.


"Kalau begitu panggil saja aku Rigel atau apapun yang nyaman untukmu."


Jawab Rigel sambil tersenyum.


"Omong omong, apa maksudmu dengan aku menjadi atasanmu?"


Tanya Rigel.


Aku akan bermain sebagai orang bodoh saat ini, aku ingin tahu seberapa tajam pria bernama braund yang berumur sekitar 25 ke atas ini. Dia lebih tua 8 tahun dariku.


"Aku tidak bodoh, kau tahu? Aku yakin setelah kau menunjukkan kekuatanmu yang sebenarnya, entah bagaimana mereka pasti ingin mempertahankanmu di serikat ini dan menaikan jabatan adalah salah satu jalannya."


Ucap Braund sambil menggaruk sebelah matanya.


Aku berfikir dia memang pintar dan tajam namun aku tidak mengira dia dapat menebak seluruhnya dengan tepat seperti ini. Braund adalah satu satunya orang yang mungkin telah mengetahui bahwa aku menahan kekuatanku. Karena itulah penilaianku tentangnya meningkat drastis.


Dan juga, aku yakin dia termasuk orang yang menahan kekuatannya seperti aku. Dari kedua lengannya yang panjang dan lurus, serta posisi berdirinya yang sangat tegak membuatku berpikir bahwa dia adalah pengguna tombak yang ahli namun entah hal apa yang membuatnya memilih menjadi vanguard dengan satu pedang.


"Ternyata kau cukup cerdas karena dapat menebak seperti apa yang aku pikirkan, Braund."


Ucap Rigel.


Braund hanya membalasnya dengan tersenyum dan sebelum pergi dia menepuk bahuku terlebih dahulu.


"Yah, mengenai balasan atas pertolonganku, aku hanya ingin kau mentraktirku minum nanti, sampai jumpa bocah."


Braund pergi setelah mengatakan itu.


Ini adalah kali pertama seseorang memanggilku dengan panggilan bocah. Tidak terlalu buruk berteman dengan orang yang lebih tua, pikirku.


Aku melanjutkan perjalananku menuju ketempat ketua Region dan petinggi lainnya berada.


Saat aku mencapai tempat yang aku tuju, aku dapat melihat dua buah cahaya berwarna merah dan putih sedang berterbangan di sekitar pintu. Aku ingin tahu apa itu.


Hmm?


"Hmm, pria dengan satu lengan, satu mata dan berbau tengik... Apakah kau orang yang bernama Rigel?"


Tanya cahaya berwarna merah itu.


"Whoa?!"


Rigel tersentak terkejut.


"Cahaya ini berbicara?!"


Ucap Rigel dengan bingung.


"Kami bukanlah cahaya, dasar bocah tengik! Lihatlah baik baik!"


Aku sedikit kesal dengan ejekan cahaya sialan ini, namun aku menurutinya dan mefokuskan mana di mataku untuk melihat mereka dengan jelas.


Benar saja, mereka bukan hanya cahaya aneh yang berterbangan. Mereka adalah peri! Ini pertama kalinya aku melihat mereka. Mereka berpenampilan gadis kecil dengan pakaian yang masing masing mengenakan warna merah dan satu lagi putih.


Mereka memiliki sepasang sayap kupu kupu kecil di punggungnya dan benar benar menampilkan sosok peri seperti yang ada dalam hayalanmu.


"Whoo, tidak kusangka aku dapat melihat peri disini."


Rigel terkagum.


"Fufu, tentu saja karena tidak semua orang dapat menggunakan kekuatan dari kami para peri karena ratu kami sangat selektif memilih manusia yang dapat meminjam kekuatan dari alam roh."


Ucap peri berwarna merah dengan sombong.


Aku akan memanggil mereka Red dan White. Aku tidak tahu dari mana aku mendapatkan nama itu namun, bodo amatlah.


"Hmhm, karena itulah sangat jarang manusia dapat melihat kami para peri. Namun, entah kenapa aku merasa kau dapat menggunakan kekuatan dari kami para peri."


Ucap White sambil menyentuh dagunya.


Aku masih ingin mendengar lebih banyak hal mengenai peri dan ratu peri, namun sekarang bukanlah waktu untuk membicarakannya.


"Ngomong-ngomong, bisakah aku masuk kedalam? Aku ingin membahas sesuatu dengan ketua serikat Region dan yang lainnya."


Ucap Rigel.


"Ahh benar juga, apakah kau pria bernama Rigel?"


Tanya Red.


Aku hanya menganggukan kepalaku sebagai jawaban. Dari mana peri ini mengetahui namaku? Apakah dia mengetahuinya dari Mirai atau Anastasia?


"Ahh, jadi kau pria yang dibangkitkan dengan Resurrection dan membuat Anastasia ku yang cantik ternodai karena harus tidur denganmu?! Dasar bocah kecil sialan!"


Red mengejekku dan meninju ujung hidungku.


Sepertinya peri ini agak bawel, suaranya sangat tinggu sehingga membuat telingaku sakit. Sementara white, dia sedikit lebih tenang dari Red.


"Sadarilah siaoa yang sebenarnya kecil disini, peri."


Ucap Rigel sambil menyodorkan telunjuknya untuk mendorong Red menjauh.


"Ya, ya. Tunggu sebentar ya aku akan meminta izin kepada Priscilla."


Ucap White.


Aku memperhatikan white dengan seksama, dia mengangguk angguk seolah sedang berbicara dengan seseorang. Siapa itu Priscilla? Meskipun aku berniat bertemu dengan ketua serikat Region, namun aku tidak pernah tahu orang seperti apa dia.


Aku juga tidak mengetahui apakah dia pria atau wanita? Aku hanya mendengar dari prajurit lain bahwa ketua serikat Region sangatlah kuat yang katanya bahkan sanggup menghadapi seekor naga berdarah campuran seorang diri.


Jika dia seorang pria aku berharap bahwa dia orang yang mudah di ajak berbicara dan bernegosiasi. Mungkin juga aku bisa berteman dengannya sambil minum bersama Braund.


Namun, jika dia seorang wanita, aku memohon dari lubuk hatiku jangan wanita otot seperti Mirai lagi, kuharap dia orang yang kompeten.


"Baiklah, Priscilla bilang kau boleh masuk sekarang."


Ucap White.


"Terima kasih. Kalau begitu aku akan masuk kedalam sampai jumpa white, red."


Ucap Rigel.


Aku membuka pintu ke ruangan tempat ketua Region berada. Aku dapat melihat kedua peri itu memiringkan kepalanya karena panggilan yang aku berikan kepada mereka.


Aku mengabaikan mereka dan melangkah masuk kedalam ruangan. Didalamnya, aku dapat mencium aroma teh yang tersebar di sekeliling ruangan.


Disana, aku dapat melihat beberapa petinggi lainnya termasuk Mirai dan Anastasia. Aku memperhatikan ke sekeliling ruangan dan menemukan seorang anak kecil yang sedang duduk di tengah meja persegi dan menghadap ke arah petinggi lainnya.


"Salam kenal, anak muda. Namaku adalah Priscilla flamesword. Aku adalah pemimpin sekaligus founder dari serikat ini, Region."


Ucap gadis loli itu.