The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Aku mencintaimu, ibu.



Ini adalah kemenangan kami!


"Berhasil!!!"


Seru para prajurit.


Beberapa prajurit masih ragu apakah mereka benar benar memenangkan ini atau tidak, bahkan tidak sedikit orang yabg tercengang dengan serangan kuatku yang bahkan hampir melubangi dinding ini.


Meskipun cukup melelahkan menggunakan kekuatan kunci, namun efeknya jauh lebih ringan ketimbang seri kutukan yang menyusahkan. Aku melihat banyak prajurit melemparkan topi atau helm mereka ke udara sebagai bentuk perayaan.


Aku ingin ikut berbahagia bersama mereka dan menikmati pujian dan sorakan yang akan mereka berikan padaku. Namun, saat aku melihat ke araj kunci berada, seseorang yang tampak biasa biasa saja sudah berada disana.


Orang itu memiliki rambut merah kehitaman yang pendek, dua tanduk hitam di kepalanya. Matanya hampir sama seperti Beelzeebub, namun yang berbeda adalah bola mata yang seharusnya hitam berwarna merah. Pakaiannya memang terlihat sepert orang biasa, namun aku tahu siapa dia hanya dengan sekali lihat.


'Sejak kapan dia berada disana?'


Pikir Rigel.


"Si-siapa disana?"


Ucap seorang prajurit yang memperhatikan.


Tampaknya dia adalah orang lain selain Rigel yang menyadari keberadaannya. Dia adalah salah satu pangeran neraka, pangeran yang mengendalikan lantai atas, Lord Satan.


Bahkan Priscilla baru menyadari kehadirannya saat seorang prajurit baru saja menyerukannya.


"K-kau, sejak kapan kau nerada disana!"


Priscilla berteriak dan menyiapkan serangannya.


Saat Priscilla menyiapkan serangannya, Satan hanya diam dan tersenyum lalu menjentikkan jarinya. Dunia perlahan berubah menjadi hitam putih, setiap pergerakan orang orang berhenti, bahkan mereka berhenti bernafas. Namun bukan karena kematian, tetapi karena waktu telah berhenti berjalan.


Semua yang ada di sekitar berhenti bergerak, termasuk debu sekalipun dan hanya menyisakan aku dan Satan yang dapat bergerak. Alasanku tidak berniat menyerangnya seperti Priscilla, karena aku tahu dia berada di pihakku. Jika dia benar benar musuh, aku yakin dia sudah membunuh kami sejak tadi.


"Akhirnya kau sampai juga di tempat ini, Pahlawan. Aku juga tidak perlu repot repot melawanmu karena kau adalah orang yang cocok untuk menggunakan kekuatan dari kunci."


Ucap Satan.


"Kalau begitu, aku sudah menyelesaikan labyrint ini, kan?"


Tanya Rigel.


"Ya, namun sebelum itu, lebih baik kita pergi ketempat lain. Aku tidak bisa selamanya menghentikan waktu."


Ucap Satan.


Satan menjentikan jarinya dan kami berdua berteleportasi ke tempat lain. Saat mataku mulai menyesuaikan diri, pemandanga di sekitarku berubah. Namun yang mengejutkannya, hanya ada tanah sejauh mata memandang.


Disamping Satan, terdapat satu orang yang tidak ku kenali siapa dia.


Ucap orang itu.


Dia mengulurkan tangannya dan meletakannya di wajahku. Tangannya mulai bersinar dan membuat penglihatanku kabur. Lalu, banyak suara dan wajah dari orang orang yang berasal dari ingatanku muncul.


"Aku tidak mengerti, apa bedanya teh berkualitas tinggi dengan kualitas rendah? Bagiku semuanya sama saja, kau juga berfikir begitu kan, Rigel?"


Ucap Takumi.


"Ne, Rigel, maukah kau menemaniku berlatih menembak panah?"


Tanya Yuri.


"baiklah, Rigel, Aku Cold berjanji akan selalu membantumu membebaskan para demi human. Namaku Ray, senang rasanya bisa bergabung dengan party seorang pahlawan. Aku, Misa seorang pejuang yang akan berguna dalam partymu, tuan Rigel. Aku adalah saudari kembar Misa, namaku Nisa. Sepertinya aku juga mencintaimu, Rigel. Selamat tinggal, pecundang."


Sedikit demi sedikit, ingatan tentang orang orang yang kukenal muncul satu persatu di dalam bidang penglihatanku. Suara orang orang yang memanggil namaku mulai terdengar, dari yang biasa, bahagia bahkan suara tangisan seorang gadis terdengar.


"Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel, Rigel. Aku membencimu, Rigel, selamat tinggal. Suatu saat, bawalah aku bersamamu Rigel! .


Siapakah bayi kecilku yang manis, bayi kecilku, Rigel."


Suara dan ingatan itu berakhir saat seorang wanita mengusap kepala seorang bayi dengan lembut, dia adalah ibuku. Air mataku mengalir dengan deras, aku menangis tanpa suara. Aku langsung mengusap air mataku yang terus mengalir tanpa henti.


"Aku, aku sudah mengingat semuanya. Tirith, lalu ibu."


Ucap Rigel sambil cekukan karena terus menangis.


Pria itu, yang ternyata adalah Azartooth dan juga Satan, hanya berdiam diri tanpa mengatakan apapun sambil menunggu Rigel untuk menenangkan dirinya.


Aku mengingatnya, aku akan terus mengingatnya! Pemandangan ibuku yang mengelus kepalaku! Semua kenangan yabg kumiliki tenang ibuku, akan ku ukir selamanya di dalam kepalaku!


Pertanyaan yang selama ini ku tanyakan, apakau ibuku membenciku? Kenapa ibuku meninggalkanku di panti asuhan? Kini sudah terjawab semuanya, aku sudah mengetahui segalanya!


"Kenapa, ibu? Aku tidak akan malu untuk tinggal denganmu hanya karena hal seperti itu! Yang aku inginkan hanyalah hidup bersamamu dan dicintai olehmu! Namun, kenapa!! Bukankah kau menginginkan untuk merawatku dan membesarkanku?! Bukankah kau ingin melihatku tumbuh dewasa?! Bukankah kau ingin aku merawatmu di hari tuamu?! Ibu! Aku mencintaimu, lebih dari apapun di dunia ini, aku sangat menyayangimu!"


Aku berlutut, tanganku menutupi mataku agar air mataku tidak merembes keluar. Aku mengingat wajah ibuku, aku mengingat aromanya, aku mengingat kehangatan tubuhnya saat memelukku.


"Aku ingat semuanya, Ibu! Kau selalu berada didekatku, bahkan disekolah kau adalah guruku! Namun, kenapa kau tidak mau memberi tahu bahwa kaulah ibuku!"


Aku terus menangis, hatiku terasa sangat sakit. Aku ingin bertemu denganmu, ibu. Namun, aku tidak akan pernah bisa menemuimu lagi. Dunia kita sudah berbeda, planet dan dimensi kita berbeda!


"Dari setiap manusia, kau adalah orang yang menerima takdir terkejam. Takdir selalu merebut semua hal darimu. Takdir selalu merebut apapun yang dicintai dan tidak dicintai. Takdir tidak pernah berpihak pada siapapun, takdir tak pernah bersimpati kepada siapapun, bahkan terhadap kau yang hanya menginginkan kasih sayang seorang ibu."


Ucap Satan dengan sedih.


Aku tidak perduli dengan apa yang dikatakan Satan, aku terus menangis meluapkan kesedihanku. Aku dapat memastikan satu hal dari ingatanku saat masih bayi tentang ibuku, bahwa ibuku mencintaiku dan—


Aku juga mencintaimu, ibu.