
Pertemuan kedua Rigel dan Lucifer. Ini sangatlah tak di duga oleh siapapun. Rigel mengamati orang yang ada di sebelah Lucifer, nampaknya dia adalah pilar iblis dan sedikit lebih kuat dari Diablo.
Ozaru yang berada di samping Rigel menggeram dengan kesal, tubuhnya gemetar karena marah. Sepertinya dia membenci Lucifer, orang yang membuatnya tidak sadarkan diri saat awal pertemuan mereka.
"Monyet bersayap, aku akan membalasmu karena membuatku pingsan saat dulu!" Teriak Ozaru.
Ozaru mengayunkan tongkatnya ke Lucifer dengan sangat cepat. Rigel tidak sempat bereaksi untuk menghentikan Ozaru, jadi dia mulai mempersiapkan diri kalau-kalau pertempuran akan benar-benar pecah.
"Wahyu tak terlihat..."
Tubuh Ozaru kaku secara mendadak, seakan di cengkram oleh sesuatu yang sangat kuat dan tidak terlihat.
"Ozaru...!" Ujar Rigel dan langsung mengalihkan perhatian ke Dante.
Dante sedang mengulurkan tangannya seperti sedang mencengkram sesuatu. Jadi begitu, ini adalah wahyu tak Terlihat yang baru saja di ucapkan Dante. Rigel mendecakkan lidahnya dan melemparkan kekuatannya kepada Dante.
"Mana Hand : Asura Punch!" Ujar Rigel, menggunakan Skill.
Dante melepaskan cengkramannya pada Ozaru dan menggunakan Wahyu tan Terlihatnya sebagai perisai untuk melindungi dirinya dan Lucifer. Kekuatannya mirip dengan Mana Hand milik Rigel, namun yang menjadi perbedaan besar adalah milik Rigel dapat di lihat dengan mata telanjang, sementara Dante tidak.
"Beraninya kalian menyerangku dan Yang Mulia Lucifer! Tidak bisa di maafkan! aku akan mengeksekusi kalian sekarang juga...!!" Ujar Dante.
Dia mengeluarkan aura kemarahan, kebencian dan membunuh yang sangat kuat. Bahkan lebih kuat dari milik Diablo. Rigel sudah bersiap akan hal ini, dia juga sudah menyiapkan seluruh kartu Trufnya untuk menghadapi mereka. Namun, sosok tak terduga menghentikan Dante.
"Hentikan, Dante. Aku ke sini bukan untuk memulai sebuah pertarungan ataupun melenyapkan Negara ini. Sejak awal tujuanku hanyalah berjalan-jalan dan mengamati perubahan dunia ini saat aku masih tertidur." Ujar Lucifer dengan senyuman di bibirnya.
Rigel menggerakan giginya. Dia tidak akan menjadi bayi bodoh yang percaya begitu saja dengan kata-katanya. Namun, akan bagus jika Lucifer tidak berniat bertarung karena ada hal mendesak yang harus di lakukan. Selain itu, Rigel merasa bahwa dirinya yang sekarang masih belum mampu menghadapi Lucifer sendirian, belum lagi, ada banyak nyawa yang harus di jaga di belakangnya. Keringat mulai muncul di dahi Rigel.
"Aku tidak mempercayai bualanmu itu. Kalau kau memang tidak berniat untuk bertarung, maka pergilah dari daerahku sejauh mungkin!" Bentak Rigel.
"Lebih baik kita hajar saja orang-orang ini, Monyet Putih!" Ujar Ozaru dengan kesal.
"Monyet bodoh! pikirkanlah orang-orang yang ada di sana, mereka pasti akan terkena dampak pertarungan meskipun aku sudah mengaktifkan pertahanan terkuatku." Ujar Rigel kepada Ozaru yang bersikeras untuk melawan.
Setelah Rigel mengatakan itu, Ozaru sedikit mengerti. Dia tahu bahwa akan ada banyak orang mati akibat pertarungan mereka. Lucifer tersenyum mengejek dan berkata...
"Sayangnya aku harus menolak tawaran untuk pergi dari sini. Mumpung kau ada di sini, mari kita bicara hal lain, bagaimana dengan Tortoise itu? Apa kau tidak bergabung dengan pahlawan lain untuk menghadapi mahkluk itu?" Ujar Lucifer, mengganti topik.
"Bukan urusanmu. Ini kebebasanku sendiri apakah aku bergabung? atau tidak? pikirkanlah dengan kepalamu itu." Ujar Rigel, menolak memberikan jawaban.
Rigel tahu bahwa Lucifer berniat menggali informasi darinya jadi tidak memberikan jawaban adalah sebuah pilihan. Di sisi lain, Dante dan Ozaru saling menatap dengan kebencian di mata mereka, seakan mereka bisa meledak dan bertarung kapan saja.
"Yah, lagipula aku tidak terlalu perduli dengan kau bergabung atau tidak, karena hampir mustahil untuk mengalahkan mahkluk itu. Bahkan butuh sedikit usaha untukku menghadapinya." Ujar Lucifer, memejamkan matanya selagi tersenyum.
Rigel mengkerut kan alisnya saat mendengarkan ucapan Lucifer. Dia berkata bahwa hampir mustahil mengalahkan Tortoise? Rigel tahu bahwa ukurannya sangat besar dan pertahanannya bukan main. Namun, hal itu saja tidak cukup untuk menjelaskan kenapa mustahil mengalahkannya? Rigel tidak mempercayainya, namun dia tidak merasa ada kebohongan dari kata-kata Lucifer.
"Apa kau ingin mengetahui kenapa aku berkata seperti itu? Yah, suasana hatiku sedang bagus setelah bertahun-tahun tertidur, aku akan berbaik hati untuk memberitahumu hal itu dan juga cara mengalahkan mahkluk itu." Lucifer tersenyum jahat namun langsung menghilangkannya.
Rigel terkejut, dia tidak percaya bahwa Lucifer berniat memberinya informasi seperti itu. Meski begitu, Rigel tidak akan langsung menggunakan cara yang di beritahukan Lucifer karena mau bagaimanapun, Lucifer tetap musuh umat manusia.
"Di masa lalu, jauh sebelum aku memulai tidur panjangku, terdapat pahlawan yang sama sepertimu. Meski tujuan mereka di panggil bukan untuk bertarung melawan Ragnarok, tetapi mereka tetaplah pahlawan hebat yang bahkan berhasil mengalahkan enam punggawa pilar iblisku." Ujar Lucifer.
"Pada kejadian yang sama, saat Tortoise berniat meratakan dunia ini, para pahlawan itu hadir untuk mengalahkannya. Pertarungan berjalan dengan waktu yang tidak sebentar, namun mereka masih tidak dapat mengalahkannya. Bahkan aku cukup terkesan dengan mereka. Meski sudah menghadapi mahkluk itu selama berbulan-bulan, tidak ada satupun dari mereka yang mati." Ujar Lucifer.
Yang menarik perhatian Rigel adalah, para pahlawan di masa lalu membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menghadapi Tortoise. Bukankah jika begitu, umat manusia pasti sudah lenyap jika waktu berjalan selama itu? pasti ada suatu alasan yang menjadi penyebabnya.
"Pada saat-saat terakhir pertarungan, mereka akhirnya bisa memotong kepala mahkluk itu, namun tentu saja dia tidak akan mati hanya dengan itu. Sebelum kepala Tortoise bere generasi, empat dari pahlawan itu bersama dengan seorang gadis memasuki tubuhnya. Sejak awal mereka telah memutuskan untuk menyegel mahkluk itu selamanya. Untuk itulah, empat pahlawan itu akan mengorbankan jiwa dan raganya untuk membuat formasi segel sihir itu. Dan untuk gadis itu, dia akan menjadi inti segel itu dengan mengorbankan tubuhnya." Ujar Lucifer.
Itu cerita yang bagus, Rigel bahkan tidak merasa jika cerita Lucifer bukanlah bualan belaka. Ada beberapa bagian yang membuat Rigel penasaran, namun dia yakin itu akan terjawab dengan sendirinya.
"Kau pasti penasaran, jika pahlawan itu menyegel Tortoise selamanya, kenapa dia terbangun saat ini kan?" Ujar Lucifer menatap Rigel dengan geli. "... Itu semua karena aku." Lanjutnya dengan bangga.
"Aku menerobos masuk ke dalam tubuh Tortoise dan merusak segel saat dalam prosesnya. Awalnya memang akan tersegel selamanya, namun aku mengubahnya bahwa segel itu akan lepas saat aku terbangun dari tidur panjangku. Aku bahkan tidak dapat melupakan Ekspresi mereka saat itu, Hahahah. mereka tidak dapat melakukan apapun karena saat aku selesai mengubahnya, segelnya telah terselesaikan dan tubuh gadis itu membeku dalam kristal abadi. Mungkin karena yang aku lakukan pada saat itu membuat Ratu Peri menjadi sangat marah dan membenciku. Pahlawan yang tersisa tidak bisa melakukan apapun saat aku memulai tidur panjangku, mereka hanya bisa mengutukku sampai akhir hembusan nafas mereka dan menyerahkannya pada generasi selanjutnya." Ujar Lucifer.
Ceritanya selesai sampai di situ. Meski tidak bisa memastikan kebenarannya, namun yang pasti Ratu Peri berhubungan dengan Tortoise. Terutamanya gadis itu, Rigel tidak tahu siapa gadis yang ada dalam cerita Lucifer dan dia teringat akan sesuatu yang mendatanginya saat lalu. Rigel menggelengkan kepalanya dan menyingkirkan pemikiran mengenai dia terhubung juga dengan ini.
"Dari kejadian itu, aku menyadari beberapa hal yang kemungkinan dapat mengalahkannya. Kau harus memenggal kepala Tortoise, mengancurkan segel dan jantuangnya di saat yang bersamaan. Yah, kupikir hal itu saja masih belum cukup dan aku yakin ada satu hal lagi yang harus di lakukan namun aku tidak mengetahui hal itu. Yah, meskipun kau mengetahuinya, aku tidak yakin kau dapat mengalahkannya. Yah, cukup sampai di sini, aku akan pamit undur diri dan aku berjanji tidak akan menyerang kerajaanmu." Ujar Lucifer.
"Aku tidak akan mempercayai itu dengan mudah... Buatlah kontrak denganku, baru aku akan mempercayainya." Ujar Rigel.
"Bajingan! aku tidak akan mengampunimu!" Teriak Dante.
Sebelum Dante menyerang Rigel, Lucifer menghentikannya.
"Tidak apa Dante, itu bukan hal yang buruk." Jawab Lucifer.
"Tetapi, Yang Mulia! jika kau melakukan itu, sama saja kau merendahkan dirimu se—" Ucapannya terhenti saat Lucifer mengeluarkan aura kemarahannya dan mencekik leher Dante selagi mengatakan, "Sejak kapan kau menjadi pembangkang seperti ini, Dante?"
Dante menundukan kepalanya dan Lucifer melepaskan cengkramannya. Rigel terkejut, namun dengan cepat menyelesaikan kontraknya dengan Lucifer. Kontraknya adalah untuk tidak menyerang Region sebelum Tortoise di kalahkan dan kontrak akan berakhir 3 hari setelah kematian Tortoise.
"Baiklah, aku akan undur diri. Ayo, Dante." Ujar Lucifer, membuat portal hitam dan pergi bersama Dante.
Setelah Dante dan Lucifer pergi, Ozaru menyerukan keluhannya.
"Kenapa kau membiarkan mereka pergi, Monyet putih?!" Ujar Ozaru.
"Ada banyak hal yang harus kita kerjakan Ozaru. Aku harus menolong Yuri dan kita harus mengalahkan monster super besar nanti. Jadi, bukan hal baik bertarung dengan mereka dalam keadaan ini, ayo, kita kembali ke Region." Ujar Rigel.
Ozaru dengan enggan mengikuti Rigel kembali ke Region dan menyelamatkan Yuri.
***
Di Kerajaan iblis, Lucifer dan Dante masih bersama dan Dante memberanikan dirinya untuk bertanya.
"... Yang Mulia, maafkan aku jika ini tidak sopan, Tapi... Bisakah aku mengetahui alasanmu memberitahu itu kepadanya?" Tanya Dante.
"Mudah saja. Aku hanya ingin mengetahui seberapa kuat dia dan juga, aku penasaran bagaimana dia akan menghadapi runtutan kejadian ini. Lalu, aku ingin tahu apakah wanita itu akan membantunya atau tidak." Ujar Lucifer, sedikit tersenyum.
"Baiklah, mari kita saksikan bagaimana mereka menghadapinya! "