
"Diablo...!!!" Ujar Rigel, tersenyum lebar.
Rigel memanglah sangat membenci Takatsumi, namun bukan berarti dia tidak membenci Diablo. Entah sebuah keberuntungan atau kesialan bertemu dengannya lagi di sini, namun Rigel memang sudah memiliki tujuan untuk menghabisinya dengan tangannya sendiri.
"Wah-wah, ini benar-benar sebuah kejutan yang menyenangkan~. Jadi rumor itu benar bahwa kau masih hidup, Pahlawan." Ujar Diablo, tersenyum senang.
"Siapa monyet Hitam itu?! Dan Berani-beraninya dia membunuh pengikutku...!!!" Ucap Ozaru, menaikkan suaranya dengan marah.
Diablo sedikit mengerutkan alisnya saat Ozaru memanggilnya Monyet Hitam. Nampaknya dia sedikit terprovokasi dengan julukan yang di berikan Ozaru.
"Sejak kapan Ras iblis sepertiku menjadi seekor Monyet, huh??" Ujar Diablo dengan sedikit kesal.
Hooh? Rigel sedikit terkejut karena Diablo terprovokasi dengan julukan itu. Rigel ingin memanggilnya dengan julukan seperti itu, namun sayangnya Ozaru juga memberikan julukan monyet putih kepadanya.
Ozaru menatap mayat gadis desa itu dengan tatapan ngeri dan menatap Diablo dengan penuh dendam.
"Oy monyet, lebih baik kita bekerja sama melawan iblis ini, meskipun kau kuat, kau tidak akan dapat menangani keduanya secara bersamaan..." Ujar Rigel.
Meskipun Ozaru adalah Monyet bodoh, namun dia memahami jika dia tidak bisa mengatasi Naga itu bersamaan. Ozaru mengangguk dalam diam dan mendengarkan baik-baik apa yang akan Rigel ucapkan karena Ozaru sangat membenci berfikir.
"Pertama, apakah kau bisa mengatasi Naga itu??" Tanya Rigel.
"Kau pikir kau berbicara dengan siapa?? Ini aku, Raja Kera, Ozaru yang perkasa...!!!" Ujar Ozaru, meletakan tangannya di dadanya.
Rigel mengabaikan apa yang di katakan Ozaru dan melanjutkan rencana yang akan dia buat.
"Kita harus memisahkan iblis itu dengan Naga peliharaannya. Jadi, aku ingin kau menghadapi Naga itu dan aku yang akan menghadapi Diablo, aku yakin kau cukup mampu untuk mengalahkannya seorang diri." Ujar Rigel.
Ozaru menggaruk kepalanya dan memejamkan matanya lalu berkata :
"Apa yang kau celotehkan sejak tadi, Monyet putih? Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau katakan..." Ujar Ozaru, terus menggaruk kepalanya.
Urat mulai muncul di dahi Rigel, seharusnya penjelasannya barusan sangatlah mudah untuk di pahami. Rigel tidak menduga dia lebih bodoh dari yang di duga.
"Dasar Monyet bodoh! Kau hadapi yang besar itu dan aku hadapi Monyet hitam di sana, apa kau mengerti, Huh?!" Teriak Rigel, dengan kesal.
"Ohh!! Jadi begitu, aku mengerti. Hahahaha, serahkanlah si besar di sana kepadaku!!" Ujar Ozaru.
Tanpa menunggu waktu lama, Ozaru melompat dan memutar tongkatnya dengan sangat keras. Naga berdarah murni itu meraung kesal saat wajahnya di pukul oleh Ozaru. Naga itu memiliki darah murni di dalamnya namun dia masih belum dapat berbicara, kemungkinan karena umurnya yang masih cukup muda.
Ucapan Diablo berhenti karena dalam waktu semikro detik, Rigel sudah mengulurkan tinjunya tepat di depan wajah Diablo.
Bang!!
Diablo terhempas beberapa meter dari punggung Naganya dengan pukulan Rigel yang tepat di wajahnya. Naga peliharaannya hendak menghampiri tuannya yang terhempas, namun Ozaru menghalanginya dengan tongkatnya yang di perbesar.
"Lawanmu adalah aku, mahkluk besar!!" Ujar Ozaru.
Naga itu menggerang dan mengejar Ozaru yang terjun bebas di udara. Sementara Rigel mengeluarkan senjata api dari infertornya dan mengaitkannya di pinggangnya.
"Keluarlah, tidak mungkin kau selemah ini kan??" Ujar Rigel, sedikit mengejek Diablo yang tertutupi awan debu.
Sesaat setelah Rigel mengejek Diablo, ratusan bola api hitam keluar dari tempat Diablo mendarat. Rigel hanya mengulurkan tangan kirinya dan menciptakan perisai udara padat sehingga setiap bola api yang mendekat tidak akan mengenainya.
"Hahaha, apa yang terjadi dalam dua tahun sampai kau jadi sekuat ini...??" Ujar Diablo.
Perlahan, sosok pria berambut hitam dengan cakar panjang dan sayap kelelawar terbang melewati awan debu. Meskipun sudah terkena pukulan Rigel, dia tidak terluka sama sekali seperti yang sudah di duga. Diablo memandang senjata aneh yang berada di pinggang Rigel. Dia belum pernah melihat senjata seperti itu sehingga dia berfikir jika itu adalah artifak kuno.
"Sudah cukup lama aku tidak bertarung karena sibuk melahirkan Naga itu. Mungkin kau adalah orang yang cocok menjadi bahan peregangan ku, Hahahaha. Hiburlah aku, Pahlawan..." Ujar Diablo, memasang kuda-kuda bertarung.
Rigel tersenyum mendengar apa yang baru saja di ucapkan Diablo. Dia tidak lagi meremehkan Rigel yang saat ini, jika dia meremehkannya maka dia hanya akan menemui satu akhir yaitu, kematian. Selagi terus mengamati Diablo, Rigel juga memperhatikan bahwa Ozaru bertarung dengan sengit melawan Naga peliharaan Diablo. Tombaknya terus membesar, mengecil, memendek dan memanjang di setiap serangannya. Rigel benar-benar kagum kepada Ozaru yang tampak sangat lihai memainkan senjatanya.
"Bahan pereganganmu?? Hah, seharusnya aku yang berkata seperti itu...!!!" Ujar Rigel, tersenyum bahagia layaknya seseorang yang menikmati pembunuhan.
Selagi membangun Region, Rigel bukanlah orang yang bermalas-malasan dan menyia-nyiakan waktunya. Meskipun dia sudah kuat, Rigel masih tetap berlatih dalam mengoptimalkan kekuatannya. Ada lebih banyak hal yang dia bisa ciptakan dengan kemampuan Creator nya yang sudah seperti Cheat. Di tambah lagi, skill sampingan dan souvenir yang di tinggalkan Hydra sangatlah berguna untuk dirinya ataupun negaranya, contohnya adalah lengan kirinya yang telah di perbaharui.
"Hahaha, aku sudah sangat lama menantikan saat di mana aku mencoba berbagai hal yang telah aku capai selama ini. Hahahaha, untuk yang pertama, aku akan memulai dengan Pistol dan pedang Kusanagi..." Ujar Rigel.
Rigel memegang pedang Kusanagi di tangan kanannya sementara tangan kirinya akan terus bergantian antara tinju dan pistolnya. Diablopun sedikit tertarik dengan benda yang ada di pinggang Rigel, namun pedang di tangannya memancarkan aura yang cukup mengerikan.
"Jadi itu pedang yang berasal dari Hydra... Hahahaha, tidak sia-sia aku berjalan-jalan kemari!!! Kemarilah Pahlawan!!!" Ujar Diablo, dengan cepat melesat maju ke arah Rigel.
Rigel memegang pedangnya dengan erat dan melesat ke arah Diablo yang menuju ke arahnya. Adrenalin yang sudah cukup lama tidak dia rasakan semenjak pertarungannya dengan Hydra berakhir. Pertarungan kembali antara Rigel dengan pilar iblis Diablo akan di putar kembali dengan kondisi yang berbeda dari yang sebelumnya.
Rigel telah memiliki sebuah keyakinan kuat yang tidak akan pernah terbantahkan. Rigel cukup yakin jika dia yang saat ini memiliki kesempatan menang yang cukup besar. Karena sama sepertinya, Diablo pasti memiliki beberapa trik di lengan bajunya jadi kesempatan menang Rigel kemungkinan hanya 50:50.
Meskipun begitu, Rigel telah mengkonfirmasi satu hal, dia tidak berniat kalah untuk kedua kalinya dari pilar iblis Diablo. pertarungan ulang akan di mulai!