The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Kekaisaran Ruberios



*Bruummm............


*Brummmmm.....


*Brummm.....


Saat ini, Rigel sedang dalam perjalanan menuju Kekaisaran Ruberios. Rigel pernah mengunjungi setidaknya pinggiran wilayahnya, dia belum pernah melihat ibukotanya secara langsung. Jadi perjalanan ini merupakan hal yang bagus untuk melihat seperti apa dunia luar.


"Hahahahah, Hebat! Mahkluk aneh ini melaju dengan sangat cepat, Hahahaha!" Ujar Ozaru selagi tertawa bahagia.


"Aku memang tahu bahwa barang-barang dari duniamu sangatlah hebat. Namun aku tidak menduga ada mahkluk bernama mobil ini di duniamu, Rigel," Ujar Asoka.


Rigel hanya tersenyum dan berkata dengan geli, "Daripada menyebutnya mahkluk, aku lebih nyaman jika kalian memanggilnya kendaraan."


Jelas saja mereka berfikir bahwa mobil adalah sebuah mahkluk hidup, karena kecepatannya yang mampu menempuh perjalanan jauh dengan cepat. Seperti yang di duga, mobil ini adalah sesuatu yang Rigel ciptakan dengan kekuatannya. Meski Rigel tidak bisa menciptakan bensin, Rigel masih bisa membuat mobil bergerak dengan tenaga surya.


Rigel telah memikirkan ini jauh-jauh hari, awalnya dia ragu akankah bisa mengendarai nya atau tidak namun setelah mencobanya. Terasa mudah, seperti mengayuh sepeda. Yah, bahkan jika dia tidak bisa mengendarainya, Rigel hanya perlu menyerahkannya kepada Ciel. Rigel bersandar pada lengan kanannya selagi lengan kirinya memegang setir. Dia mengenakan kacamata hitam yang sangat bergaya.


Dia sangat menikmati hembusan angin kencang yang menerpanya. Tidak buruk, untuk berkelana menggunakan mobil seperti ini. Sebagai catatan, mobil yang Rigel ciptakan adalah mobil yang cocok untuk jalan yang tidak rata.


"Bahkan Alchemist terhebat di nusantara ini tidak akan mampu membuat benda seperti ini...," Ujar Merial dengan kagum.


"Ini adalah hasil dari perkembangan umat manusia selama hampir lebih dari dua juta tahun. Di dunia ini, aku yakin bahkan jika dua juta tahun berlalu, mereka tidak akan bisa menciptakan benda seperti ini."


Karena dengan adanya sihir, orang-orang dari dunia ini tidak berfikir bahwa sesuatu selain mengembangkan ilmu sihir itu penting. Mereka tidak pernah berfikir bahwa sebongkah batu bisa menjadi berlian.


"Hoi, Monyet putih! aku tidak menyesal untuk ikut bersamamu! buatlah mahkluk ini melaju dengan kencang...!!!" Ujar Ozaru.


Rigel hanya tersenyum dan berkata, "Jangan sampai kau terjatuh..." kepada Ozaru dan menambah kecepatannya.


Perjalanan Rigel dan yang lainnya menuju Ruberios berjalan lancar lancar. Meskipun ada beberapa monster yang berusaha menghadang, Rigel dengan sengaja menabrak mereka dan membuat mereka marah lalu mengejar. Seberapa keras pun mereka berusaha, kecepatannya tidak akan menyamai mobil sehingga mereka memilih untuk menyerah.


Gerbang Ruberios telah terlihat tepat di depan mata, Rigel menurunkan kecepatan mobilnya karena khawatir akan membuat mereka tertabrak.


"Ada MONSTER...!!!" teriak salah satu prajurit.


Rigel mencari ke daerah sekitarnya untuk mengetahui dimana monster yang mereka maksud. Bahkan Asoka, Merial dan Ozaru mencari di belakang Mobil namun tidak menemukan apapun. Yang mengejutkan adalah para prajurit berbaris dan membuat barikade di depan pintu masuk.


"Hahahaha, jadi yang mereka maksud monster adalah Mobil yang kita naiki... Mengapa aku sebodoh ini untuk tidak memahaminya." Rigel tertawa terbahak-bahak.


"Ahh~ itu tidak mengejutkan karena pada saat pertama kali melihat ini, aku juga beranggapan bahwa itu monster." Ujar Asoka.


Inilah yang Rigel nanti-nantikan. Melihat reaksi orang bodoh yang tidak mengetahui benda dari dunia modern. Rigel menatap orang-orang itu dengan geli, sampai satu sosok datang dari belakang barikade prajurit. Sosok itu adalah pria berambut merah yang Rigel kenal, tidak terduga bahwa dia berada di sekitar sini. Lalu tidak jauh di belakangnya, terdapat seorang gadis cantik dengan panah.


"jadi begitu. Mereka sedang kencan, ya." Ujar Rigel dengan geli.


*Teeettt.........


Saat Rigel menyalakan tlakson mobilnya, para prajurit yang gemetar lari menjauh karenanya. Sementara Takumi dan Yuri, menatap dengan lirih. Takumi sudah tahu kekuatan Rigel, sementara Yuri tahu bahwa Rigel dapat menciptakan sebuah pistol. Maka hanya ada satu jawaban mengapa Mobil bisa berada di dunia ini. Rigel membuka jendela mobilnya dan menyapa mereka.


"Yo, tampaknya kedatanganku mengganggu kencan kalian..." Ujar Rigel sambil mengangkat tangannya.


Yuri sedikit memerah saat Rigel mengatakan bahwa dia sedang berkencan dengan Takumi. Rigel sudah mengetahui bahwa nampaknya Yuri menyukai Takumi sebagai seorang pria. Fufun, jika semua berjalan baik, tidak ada salahnya untuk Rigel ikut campur di antara mereka.


"Jangan menggodaku, Rigel. Lama tidak berjumpa, kau nampaknya baik-baik saja dan aku sungguh tidak menduga bahwa kau bisa membuat mobil di dunia ini." Ujar Takumi.


Takumi mengulurkan tinjunya sebagai salam dan Rigel juga mengulurkan nya kepada Takumi.


"Yah, aku justru lebih terkejut lagi karena dapat membuatnya dengan mudah... Lalu, apa yang kalian lakukan di sekitar sini? bukankah seharusnya kalian menemani tua bangka itu?" Tanya Rigel.


"Ahh, maksudmu Raja Altucray? dia sedang berada di Ruberios. Dia bilang kami boleh berjalan-jalan di sekitar kota. Yah, lagipula Takatsumi ada bersamanya jadi tidak perlu ada yang di khawatirkan." Ujar Yuri.


Justru itu yang mengkhawatirkan bagi Rigel. Entah apa yang akan di lakukan oleh para bajingan itu kepada Fraksi Asoka. Ada hal yang Rigel khawatirkan dari pertemuan ini, karena empat kandidat Kaisar Surgawi berkumpul di satu tempat. Di mata Rigel, mereka hanyalah semut-semut kecil, namun jika mereka semua saling merangkul satu sama lain, semut kecil itu pasti bisa mengalahkan seekor Gajah.


"Ah, kalau begitu aku harus mengantarkan Raja ku ke Ruberios. Masih aada satu ursi kosong di bagasi, apa kalian ingin menumpang?" Tanya Rigel.


"Bolehkah? kalau begitu kami akan bergabung bersamamu!" Balas Takumi dengan semangat.


Nampaknya Yuri juga setuju, mungkin sudah cukup lama mereka tidak menaiki kendaraan roda empat seperti ini. Rigel memandang kebelakang, seseorang yang tidak bisa diam sejak tadi.


"Woi Monyet, bagaimana kalau kau duduk di atas mobil? bukankah jika begitu kau akan terlihat seperti seorang Raja sungguhan?" Ujar Rigel.


"Hmm? Hahahaha, idemu boleh juga, Monyet putih! kalau begitu, aku akan duduk di atas sana!" Ujar Ozaru.


Rigel membukakan pintu agar Ozaru dapat keluar sementara Yuri dan Takumi dapat masuk ke dalamnya.


"Monyet putih?" Gumam Takumi dan Yuri.


"Kalau begitu, aku akan pindah dan duduk di belakang sana." Ujar Merial.


Saat dia hendak pindah dan duduk di bagasi, Yuri menghentikannya dan memberitahu bahwa dia tidak masalah untuk membagi kursinya. Bahkan Takumi tampak tidak keberatan sama sekali. Yuri memilih duduk di tengah sementara Takumi di sisi lain pintu.


"Apa kalian sudah siap?" Tanya Rigel.


"Ya!!" Ujar Yuri dan Takumi. Mereka terlihat seperti anak SD yang sudah tidak sabar untuk bertamasya.


Rigel kembali melanjutkan perjalanannya dengan penumpang tambahannya. Di sisa perjalanannya, Rigel sengaja membuka jendela agar tidak ada kejadian seperti sebelumnya. Selama perjalanan, Rigel di hujani dengan banyak perhatian dari setiap orang yang berdiri di tepi jalan. Mungkin selain mobil yang baru mereka lihat, yang membuat warga kota berhenti dan melihat mobil Rigel adalah sosok pria tampan yang berbaring selagi mengupil di atasnya.


Kota ini sangat indah dan tampak hidup sejauh mata memandang. Rigel dapat melihat beberapa toko yang tidak dia ketahui dan juga sebuah gereja besar di sisi lain kota. Banyak dari beberapa rumah memiliki lambang gereja di pintunya dan tempat ini memiliki satu kesamaan dengan Britannia, yaitu fakta bahwa tidak ada Demi-human di sini. Tidak ada kendala apapun saat Rigel menuju kerajaan selain topik hangat mengenai pria tampan yang mengupil.