The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Panggilan ke Neraka



Pada awalnya Rigel terkejut karena Hydra yang dia hadapi bisa berbicara, namun hal itu tidak akan cukup untuk membuat Rigel berhenti. Bahkan tanpa perlu membiarkan Hydra mengamati sekelilingnya, Rigel dan Takumi langsung melancarkan serangan mereka.


Hydra ini memiliki tubuh panjang yang terlihat seperti ular namun yang membedakannya adalah kulit punggungnya yang tidak halus, kepalanya berbentuk seperti ular Cobra dan dua taring serta dua kristal di masing masing kepalanya. Panjang pasti tubuhnya tidak di ketahui karena dia belum menunjukan seluruh tubuhnya.


Rigel mengulurkan tangan kiri modifikasinya dan mengumpulkan mana lalu berteriak "Mana Hand : Asura Punch!"


Sebuah tangan mana berwarna keemasan raksasa menghantam salah satu kepalanya. Disisi lain, Takumi memutar tombaknya dan meneriakan skill miliknya "Lightning Spear!" Listrik bertegangan tinggi yang menyerupai tombak petir muncul dan menghantam kepala lainnya.


Hydra di dunia ini dan bumi sangatlah berbeda. Hydra di bumi, atau yang biasa dikenal dengan sebutan Yamato no orochi, pada umumnya memiliki delapan kepala di satu tubuh. Masing masing dari kepala mereka memiliki satu jenis serangan yang berbeda beda bahkan Susano'o sulit untuk mengalahkannya. Berbeda dengan bumi, Yamato no Orochi di EarthLand hanya memiliki dua kepala di dalam satu tubuh. Mungkin yang ini ukurannya lebih besar dari yang berada di cerita bumi. Bahkan kekuatannya sendiri masihlah misteri karena siapapun yang memasuki Territory Hydra akan mati, bahkan sampai saat ini tidak ada orang yang berhasil kembali hidup hidup.


"Itu sakit tahu... Dasar manusia brengsek...!!!"


Kata Hydra berteriak marah.


Mengabaikan Hydra yang marah, Rigel yang bisa terbang di udara mulai bermanuver ke bawah untuk menangkap Takumi yang terjun bebas terjatuh. Rigel meraih tangan kiri Takumi yang bebas dan terulur ke arah Rigel. Menggunakan tangan kirinya untuk meraih Takumi, Rigel menarik Takumi dan memutarnya lalu melempar Takumi ke atas, tempat kepala Hydra berada. Takumi memposisikan tombaknya di atas kepalanya untuk menikam kepala Hydra dari bawah. Namun... Tidak akan semudah itu... Hydra memiliki dua kepala dengan dua bola mata di masing masing kepalanya, jika yang satunya tidak dapat melihat dimana musuh akan menyerang kepala yang satunya pasti dapat melihatnya.


"Matilah kau manusia...!!!"


Kepala Hydra yang Rigel serang sebelumnya bergerak dengan cepat dan berusaha mengoyak tubuh Takumi dengan taring taringnya yang runcing. Beruntungnya Takumi dapat bereaksi dengan cepat... Takumi meluruskan tombaknya dan menjadikannya sebagai penyangga mulut Hydra agar tidak dapat menutup dan mengoyaknya.


"Hialan khau mahuhia...!!!"


Hydra yang mulutnya tidak bisa menutup mulai mengutuk Takumi.


"Hey, Takumi! Agar tidak membingungkan, mari kita namai kepala yang berbicara itu Bara dan yang satunya adalah Bari."


Kata Rigel sambil terbang menuju kepala satunya yang di namakan Bari.


Takumi tersenyum namun perhatiannya tetap fokus untuk menahan kepala Hydra yang harus dia tangani sambil mengucapkan " Itu ide yang bagus, Rigel...!!!"


Rigel mengatupkan gigi giginya dengan erat sambil mengambil ancang ancang untuk memukul Bari dengan kuat. Bari awalnya ingin bergerak dan membantu Bara yang masih berjuang melawan Takumi yang berada di mulutnya.


Jangan meleng kau jelek...!!! Rigel mengejek Bari di dalam hatinya dan lalu Bari mendangak ke langit untuk melihat Rigel yang sudah berada di sana dan terjun bebas seperti bomb atom namun... Itu sudah terlambat. Rigel sudah mengulurkan tinjunya dan muncul sebuah tinju emas super besar menghantam kepala Bari dan kepala Bara yang berada tidak jauh di dekatnya. Sebelum tinju asura Rigel menghantam Bara, Takumi sudah melompat lebih dahulu dan meninggalkan tombaknya tetap di mulut Bara karena... Tombaknya adalah senjata suci milik pahlawan tombak... Senjata itu akan kembali dengan sendirinya ke tangan Takumi dan juga tombak itu tidak akan bisa di hancurkan.


'Jadi ini kekuatanmu yang sebenarnya Rigel.'


Batin Takumi.


Selagi terjun bebas, Takumi memandang tinju emas raksasa yang di keluarkan Rigel. Dia tidak bisa untuk tidak mengagumi kekuatan temannya yang dulunya hanyalah orang lemah yang tidak memiliki serangan apapun, bahkan untuk membunuh satu ekor goblin dia membutuhkan banyak usaha dan tenaga meskipun dia seorang pahlawan. Namun, lihatlah Rigel yang sekarang, dia dapat membuat pukulan hebat kepada monster yang menghantui dunia ini selama ratusan tahun.


Takumi tersenyum sambil berputar dan menancapkan bilah tombaknya di kulit keras Hydra yang terlihat seperti sisik ular sawah.


Selagi terus menggores kulit keras Hydra, Takumi berteriak "Aku tidak akan kalah darimu Rigel...!!!" dan mengambil papan seluncur air dari infertory dengan cepat sebelum dia tenggelam di air laut yang berwarna hitam itu. Takumi berselancar di air dengan kecepatan penuh dan mencari gelombang air yang cukup besar untuk membuatnya dapat terbang bebas di udara dan mencapai setidaknya tenggorokan Bara.


Sesaat setelah tinju asura menghilang, Rigel mulai di kejar oleh Bari dan Bara yang berusaha mengoyak oyak tubuh Rigel. Bara yang menatap Rigel dengan penuh amarah berteriak.


"Roaaaaaarrrrr...!!! Kau benar benar membuatku marah manusia... Akan kubunuh kau dengan cara yang paling menyakitkan..."


Bara membuka mulutnya dengan lebar dan energi berwarna hitam langsung terkumpul di dalam mulutnya... Disisi lain Bari juga membuka mulutnya namun warna energi yang terkumpul di mulut Bari lebih condong ke warna ungu dari pada hitam.


Rigel sangat tahu jika kepala Bara dan kepala Bari akan mengeluarkan serangan yang sangat kuat, jika Rigel tidak dapat menghindarinya ataupun menahannya dia pasti akan mati dengan serangan itu... Bukannya takut ataupun berusaha menghindar dan menahannya... Rigel justru tersenyum karena kebodohan dari monster malapetaka ini. Rigel mengulurkan tangan kanannya dan memfokuskan kesadarannya untuk menggunakan Mana manipulation. Tidak lama setelah itu, Rigel mengepalkan tangannya yang terulur dan bola energi yang berada di mulut Bara dan Bari meledak... Menghancurkan mulutnya sendiri.


Rigel tidak memberikan sedikitpun waktu istirahat untuk mereka... Rigel terus melayang ke berbagai arah sambil mencoba apakah senjata mondern miliknya dapat memberikan kerusakan dan Rigel juga mengatakan kesalahan yang sudah di lakukan Hydra.


"Kalian memiliki beberapa kesalahan fatal monster jelek...!!! pertama... Kau terlalu banyak bacot dan terlalu lama mengumpulkan energi sihir sehingga aku bisa meledakannya dengan teknik Mana Manipulation...!!! Kedua... Kau terlalu menganggap remeh lawanmu sehingga kau dikentutin oleh lawanmu...!!! Ketiga... Rajinlah gosok gigi agar mulut menjijikan kalian itu sedikit lebih wangi...!!!"


Selagi Rigel terus menembaki Hydra yang masih meregenerasikan mulutnya meskipun tahu bahwa itu tidak mempan, disisi lain Takumi terus mengelilingi Hydra dengan papan seluncur air sambil melihat keadaan apakah persiapannya sudah siap.


Alasan Merial belum menggunakan magic item Iceland selama ini karena rencana yang sudah di siapkan sebelumnya. Saat pembahasan strategi, Merial sudah menduga jika tempat pertarungan Rigel dan yang lainnya akan berada di dalam Territory Hydra... Territory itu sendiri merupakan sebuah ruangan khusus yang di ciptakan dengan energi sihir dari orang yang menggunakannya dan memberikan banyak keuntungan kepada orang yang menggunakannya. Namun bagi orang yang terjebak di dalamnya, hal ini merupakan sebuah kerugian besar jika bertarung di dalam territory musuh. Jika Merial memilih menggunakan iceland sekarang juga, itu tidak akan dapat bertahan lama jika lokasi pertarungannya berada di wilayah kekuasaan lawan. Namun, Territory bukanlah sebuah kekuatan maha hebat, mereka memiliki kelemahan yang besar juga...


'Ada dua cara untuk menghancurkan Territory lawan.. Cara pertama adalah dengan menggunakan Territory lain yang sama kuatnya dengan Territory lawan. Aku tidak tahu apakah aku bisa menggunakan Territory namun sejauh ini kemungkinan hanya Takumi yang bisa menggunakan Territory di pihak kami dan juga, terlalu beresiko untuk menggunakan cara itu... Karena itulah ada cara kedua untuk mengalahkan Territory...!!!'


Batin Rigel.


Cara kedua yang diberitahu Merial adalah dengan cara melukai penggunanya sesering mungkin karena semakin sering penggunanya terluka maka akan semakin lemah Territory miliknya.


Teriak Hydra, masing masing mata di kepala Bara dan Bari mulai bersinar ungu terang dan memancarkan aura membunuh yang sangat besar, bahkan para monster lemah yang berada di bawah kendalinya mati karena tekanan aura dari monster yang lebih kuat dari mereka. Bahkan manusia bisa mati karenannya namun berkat keberadaan Merial, Misa, Nisa Ray dan Cold di masing masing kapal, mereka dapat mengambil keputusan bagus untuk menghindari skenario terburuk dan juga Misa sudah memasang pelindung agar para pasukan tidak merasakan tekanan yang berasal dari Hydra.


Entah kenapa aku merasakan firasat tidak enak yang berasal dari monster menjijikan ini.


Kata Rigel dalam hati, dia terus mengamati Hydra sambil menjaga jarak darinya... Yang membuat Rigel risih adalah senyuman mengerikan yang berasal dari kepala Bara dan kepala Bari. Lalu, kepala Bara mulai menggumamkan sesuatu.


"Wahai air, wahai laut... Patuhilah semua keinginanku dan hukumlah pendosa yang membuat kekacauan dirumahku... Lampiaskanlah murkamu kepada orang yang menodai air tercinta kita... Pembalasan Raja Laut Poseidon...!!!"


Langit yang di penuhi kabut hitam mulai ribut karena guntur yang terus turun dari langit... Laut mulai bergerak dengan kasar dan sangat tidak beraturan... Air yang seharusnya mengalir satu arus kini mulai saling menghantam satu sama lain yang membuat kapal kapal terombang ambing dan semua orang yang berada di sana tidak dapat menjaga ke seimbangannya. Bahkan Merial, Cold, Ray, Misa dan Nisa harus berpegangan pada sesuatu untuk menjaga keseimbangannya agar tidak terjatuh ke lautan. Air di sekitar mulai menggila sampai sampai Rigel menganggap bahwa laut sedang mengamuk untuk melampiaskan amarahnya.


"Uwahh...!!!"


Takumi berteriak karena jatuh dari papan seluncurnya yang tidak seimbang karena air laut yang saling menghantam satu sama lain. Melihat itu, Hydra tidak diam saja... Dia dengan cepat melompat dan menyerang ke arah Takumi yang kehilangan keseimbangannya. Rigel melesat ke arah Takumi dan meneriakkan "Takumi...!!!!" namun Rigel tidak akan sempat karena Rigel berada cukup tinggi di langit... Tidak... Bukan karena Rigel yang lambat, tetapi Hydra itu bergerak cepat tidak sesuai dengan tubuhnya.


Takumi dapat melihat mulut Bari dan Bara yang terbuka lebar untuk menggigitnya,


"Semuanya terlihat jelas, aku dapat meouhat semuanya... Seolah waktu berjalan lambat... Taring taring tajam itu, Rigel yang panik dan berusaha menyelamatkanku... Apakah aku akan mati disini...? Apakah aku akan berakhir disini...??"


Batin Takumi.


Tidak.


Takumi mengatupkan gigi giginya dengan kencang dan melotot mengerikan ke arah Hydra... Wajahnya bukanlah seseorang yang takut ataupun pasrah terhadap kematian, wajah itu adalah wajah dari orang yang bertekad kuat untuk tetap hidup demi hari esok.


Takumi berteriak di dalam hatinya "Aku tidak akan mati disini." untuk bercanda dan tertawa bersama Rigel dan yang lainnya. Dari sepersekian detik taring taring Bara akan menusuk tubuhnya, Takumi menggunakan sebuah skill bawaan pahlawan yaitu :


"Teleport!"


Tubuh Takumi bersinar kebiruan dan menghilang dengan cepat sebelum taring taring Hydra berhasil merobek tubuhnya. Rigel yang dengan cepat mencoba menyelamatkan Takumi berhenti di tengah perjalanannya, Rigel merasakan bahwa hawa kehadiran Takumi berpindah dan tidak menghilang. Kehadirannya berpindah ke sebuah kapal yang tidak jauh berada di belakangnya. Takumi telah berteleportasi ke kapal yang di pimpin Merial.


Takumi bernafas dengan cepat karena dia hampir tidak bernafas saat maut mendekatinya. Pada umumnya seseorang akan merasa takut setelah kejadian seperti yang dialami Takumi baru saja... Namun, yang dirasakan Takumi adalah sebaliknya... Takumi merasakan senang karena berpacu dengan Adrenalin. Takumi tersenyum berani ke arah Rigel yang juga memiliki senyuman yang sama dengannya.


'Kau membuatku khawatir saja, Bajingan...!!!'


Batin Rigel. Dia tidak merasa marah atau kesal, namun yang dia rasakan adalah perasaan senang yang menggelitik hatinya.


"Lakukanlah hal yang lebih menakjubkan dari yang kulakukan barusan Rigel...!!!"


Takumi menaikkan suaranya agar Rigel dapat mendengarnya. Rigel hanya tersenyum dan mengatakan 'Akan kutunjukan padamu' di dalam hatinya. Rigel kembali fokus kepada Hydra yang kini menyelam ke laut yang sedang murka sehingga tidak mungkin untuk Rigel dapat melihat tanda tandanya. Lalu, air air di laut mulai membentuk duri dan berusaha menembus tubuh Rigel.


Rigel dapat dengan cepat bereaksi dan menghindari serangan air yang muncul dimana mana. Lalu...


Krak...!!!


Salah satu dari duri air itu mengenai kapal yang di pimpin oleh Cold yang bertarung melawan Griffon.


'Tch...!!! Jika terus begini, setiap kapal yang ada akan tenggelam...!!! Aku harus melakukan sesuatu terhadap monster keparat yang bersembuny—'


Batin Rigel.


Sebelum Rigel dapat menyelesaikan pikirannya, sebuag mulut ular muncul melompat dari laut ke tempat Rigel berada. Rigel menghindarinya dan terjun bebas ke lautan, selagi Rigel terjatuh, sebisa mungkin Rigel melukai leher panjang dari kepala Bari. Percobaan pertama, Rigel mencoba melukainya menggunakan pedang yang Rigel ciptakan, namun itu tidak berhasil menembus kulit kerasnya.


Selagi Rigel terus mencoba berbagai senjata untuk merobek kulit keras Hydra, insting Rigel menjerit sebagai alarm pertanda bahaya. Rigel melupakan jika kepala Bara belum menunjukan dirinya dan benar saja... Bara baru menunjukan dirinya selagi Rigel terjun bebas. Tidak hanya Bara, bahkan Bari juga mulai mengarahkan taring taringnya ke arah Rigel.


Rigel di kepung dari dua arah, terbang tidak akan berhasil, itu sama saja dengan bunuh diri.


Huh, tidak ada pilihan lain. Mau tidak mau, aku memang harus menggunakan skill sampingan yang sangat tidak cocok dengan gelarku ini. Skill ini adalah—


"Wahai engkau yang sedang menunggu panggilan di neraka... Aku adalah tuanmu dan penuhilah permintaanku... Selamatkanlah aku dari situasi ini... Datanglah... Pasukan dari Neraka...!!!"


Skill sampingan yang tidak boleh di miliki oleh pahlawan, skill ini adalah mendatangkan pasukan dari neraka.