
"Ahh, itu kak Rigel!!! Kak Rigel...!!"
Rigel telah keluar dari perut bau Hydra dan melepaskan maskernya. Sesaat setelah Rigel keluar, seorang gadis kecil periang memanggil namanya dari kejauhan. Gadis kecil itu adalah Riri, nampaknya dia sedang berkeliling kapal bersama Fang. Mungkin semua hal yang dia lihat di dunia luar adalah hal yang baru baginya, jadi tidak apa untuk Riri sedikit menjelajah lagi. Rigel tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Riri.
Sebelum dia berjalan menghampiri Riri yang berada di kapal, Rigel memandang kembali letak mayat Hydra berada dan mencari ke beradaan batu kristal di kepala Hydra berada. Nampaknya masih ada beberapa pejuang yang berusaha melepaskan batu itu dari kepalanya namun segala upaya yang mereka lakukan selalu gagal. Mereka sudah mencoba mencongkelnya keluar, menariknya dan berbagai hal lainnya. Melihat itu, Rigel berjalan menghampiri mereka.
"Ah... Tuan pahlawan...!!"
Menyadari keberadaan Rigel, para pejuang yang ada dihadapannya memberikan hormat kepadanya.
"Apakah masih belum ada perkembangan apapun dengan batu ini...??"
"A-ah, ya... Mohon maafkan kami, sudah berbagai cara dilakukan namun tetap tidak membuahkan hasil... Ini sangat memalukan bagi kami."
Pejuang itu berkata dengan menyesal. Dilihat dari barang barang yang berserakan disekitar, cukup untuk menjelaskan jika mereka telah bekerja keras.
"Ya, tenang saja... Kalian menyinggirlah dari sini, biar aku yang menanganinya. Untuk berjaga-jaga, beritahukan setiap orang yang berada di dalam tubuh Hydra untuk segera keluar dari sana..."
"Ya... Akan kami lakukan..."
Meski tampak sedikit ragu, para pejuang itu langsung mematuhi perintah Rigel. Mereka hanya berfikir jika Rigel pasti akan melakukan sesuatu yang sangat luar biasa selain mengalahkan mahkluk ini.
Butuh waktu satu jam untuk semua orang keluar dari dalam tubuh Hydra. Merial, Ray, Misa dan Nisa yang tidak terlihat sebelumnya keluar dari dalam perut Hydra. Mereka juga tampaknya tidak mengerti maksud Rigel untuk menyuruh mereka keluar.
"Apakah ada masalah sampai kau menyuruh kami semua keluar, Rigel...??" Tanya Misa selagi berjalan menghampiri Rigel.
"Ahh... Kau akan tahu sebentar lagi..."
Seorang pejuang yang Rigel beri perintah sebelumnya berlari ke arahnya dengan tergesa-gesa. Dia menunduk dan memberikan hormat.
"Tuan pahlawan, dengan ini semua orang telah keluar dari dalam perut Hydra...!!!"
"Kerja bagus, beritahukan semua orang jika kita akan pesta daging malam ini..."
"Ah, ya...??"
Pejuang itu tidak memahami apa yang baru saja Rigel katakan, bahkan Misa juga memiringkan kepalanya karena bingung. Rigel tersenyum dan mengulurkan tangan kanannya untuk mengambil sesuatu dari Infertory miliknya. Di dunia ini, tergantung jenisnya daging monster bisa di konsumsi meskipun tidak semuanya aman di konsumsi.
Selagi dalam perjalanan keluar dari perut Hydra sebelumnya, Rigel telah mengkonfirmasi jika daging Hydra nampaknya tidak memiliki kandungan racun di dalamnya, selain di bagian Enzim pencerna.
Baiklah, mari kita lihat seberapa tajam pedang atau katana yang baru saja kudapatkan ini...
Rigel mengambil Kusanagi dari infertory dan mengambil ancang-ancang. Misa dan prajurit yang berada di dekatnya tampak memahami apa yang ingin dilakukan Rigel. Mereka membuat ekspresi aneh yang terlihat seperti orang bodoh.
"R-Rigel... Apakah aku yang salah memahami atau kau yang bersungguh-sungguh ingin melakukan itu...??" Tanya Misa dengan matanya yang terbuka lebar.
"Lihat saja..."
Rigel tersenyum dan dengan cepat melesat ke arah mayat Hydra berada. Dengan empat tebasan kilat, tubuh Hydra terpotong potong menjadi beberapa bagian sementara dua kepalanya terbang bebas di langit. Semua orang yang menyaksikannya menatap dengan tidak percaya.
Hanya satu orang gadis kecil yang bersorak dengan sangat gembira saat menonton aksi luar biasa Rigel.
Rigel hanya bisa tersenyum dan melesat ke atas untuk mencincang dua kepala raksasa Hydra. Mengalirkan mana sebanyak mungkin ke Kusanagi miliknya dan menebas kepala Hydra menjadi potongan daging siap masak.
Sing!!!
Clap.
Rigel mendarat dengan anggun. Pedang atau mungkin lebih cocok di sebut dengan Katana daripada pedang.
Hahaha, senjata ini sangatlah tajam, sungguh hebat... Tidak sia-sia aku masuk ke dalam perut bau Hydra.
Rigel sangat bangga dan senang dengan ketajaman Kusanagi. Bahkan dengan kekuatannya sekarang, Rigel tidak yakin bisa membuat senjata setajam dan sekuat Kusanagi.
Para pejuang masih sangat terkejut dengan aksi Rigel. Mayat monster yang hampir seperti bukit dengan berat ratusan ton dapat di potong oleh Rigel dengan mudah. Mereka tahu jika Rigel yang berhasil membunuh Hydra, namun mereka tidak pernah melihat bagaimana Rigel membunuhnya.
"Haha, kekuatan yang sangat gila... Tak kusangka jika seorang pahlawan lebih kuat dari yang aku duga..." Gumam Fang. Tersenyum dengan tidak percaya dengan apa yang di lihat olehnya baru saja.
Rigel tentu saja kuat, bahkan jika dia tidak menggunakan kekuatan Void miliknya. Namun, bukan berarti dia yang terkuat di dunia ini. Masih ada pahlawan lain, Seraphim, pilar iblis dan juga pemimpin fraksi lain yaitu Lucifer dan Michael. Mereka sudah pasti sangatlah kuat, entah akan segila apa kekuatan dan dampak peperangan yang akan berlangsung di masa depan nanti.
Bahkan meski sedikit, kekuatan yang dimiliki Diablo pada saat itu bukanlah main-main. Jika harus mengambil contoh, mungkin saja Diablo setara dengan Azazel jika dia serius.
Rigel mengembalikan Kusanagi ke infertory dan menatap telapak tangan kanannya.
"Aku masih harus menjadi lebih kuat dari diriku yang sekarang... Tidak ada yang tahu kapan peperangan akan di mulai, jadi sebelum waktunya tiba aku harus sudah selesai membangun kembali Yurazania dan mengumpulkan petarung-petarung kuat sebanyak mungkin."
Rigel mengepalkan tinjunya dengan erat dan menatap ke kejauhan. Saat para pahlawan berkumpul, Takatsumi pasti juga turut andil di dalamnya. Rigel tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, namun Takatsumi pasti tidak akan melakukan hal bodoh di depan pahlawan lain.
Rigel menggelengkan kepalanya untuk menyingkirkan segala pemikirannya dan menghadap ke semua orang.
"Semuanya, mari kita berpesta liar malam ini...!!!"
"Ohhhh...!!!"
Semua orang mengangkat tangan dengan gembira. Bahkan Riri tampak sangat ceria saat berada di pundak Fang.
Rigel tersenyum senang saat melihat teriak gembira dari orang orang yang berada di sini. Yah, moral itu sangatlah penting, jadi tidak apa-apa untuk mengadakan pesta sesekali. Selagi prajurit mengumpulkan daging dan mengambil kristal Hydra yang telah terlepas dari kepala Hydra, tanpa sadar hari mulai gelap.
Meskipun ada beberapa hal yang Rigel khawatirkan mengenai hari pertemuan para pahlawan, namun Rigel memilih untuk mengabaikannya dan menantikan pesta yang akan di gelar malam ini.
"Fang, Riri bawalah semua orang dari Yurazania untuk bergabung dengan pesta malam ini..."
"Baik...!!!"
Dengan begitu Rigel menteleportasikan Fang dan Riri ke bawah tanah tempatnya di rawat.