
"Salam kenal, anak muda. Namaku adalah Priscilla flamesword. Aku adalah pemimpin sekaligus founder dari serikat ini, Region."
Ucap seorang gadis kecil loli.
"Hmm, siapa bocah kecil ini?"
Tanya Rigel dengan bingung.
Urat mulai muncul di dahi mengkilap milik gadis kecil itu.
"Dasar tidak sopan! Aku adalah ketua dari serikat ini sekaligus orang yang membangun serikat Region!"
Bentak Priscilla kecil.
Gadis ini rupanya ketua serikat Region. Dia mengenakan gaun kecil berwarna merah maroon yang cantik dengan beberapa hiasan bunga. Rambutnya yang berwarna kuning di kuncir kebelakang menyerupai buntut kuda.
Matanya berwarna merah muda yang hampir selaras dengan pakaiannya, dia terlihat seperti anak perempuan berumur 8 atau 9 tahun, apakah benar bocah ini ketua serikat Region?
Aku memandag Mirai dan Anastasia untuk mengkonfirmasi apakah perkataan gadis ini benar. Saat mereka menyadari tatapanku, mereka mengangguk diam yang mengkonfirmasi bahwa gadis kecil ini tidak berbohong.
"Jadi, kalau begitu bisakah aku beranggapan bahwa kau ini nenek loli?"
Tanya Rigel sembari meraih kursi di dekatnya.
"Jika kau hanya kadet bodoh tak berguna, aku pasti sudah membakarmu hidup hidup."
Ucap Priscilla.
Aku merinding dengan kata katanya, loli ini hanya imut di luarnya saja namun dia mempunyai jiwa psikopat di dalam dirinya, aku akan berhati hati mulai sekarang.
Aku tidak mengatakan apapun setelah mendengar kata kata menyeramkan gadis kecil bernama Priscilla ini. Untuk menanggapi keheningan diantara kami, dia menepuk tangannya sekali dan menyuruh para petinggi lain selain Mirai dan Anastasia untuk pergi.
Para petinggi lain hanya mengangguk dan satu persatu meninggalkan ruangan ini hingga hanya menyisakan kami berempat.
Melihat para petinggi hanya menuruti kata katanya, menambahkan keyakinanku bahwa dia benar benar pemimpin Region.
"Baiklah, sekarang semua orang telah pergi. Aku sudah mendengar apa yang terjadi saat penaklukan penjaga pintu menuju lantai 16. Dari cerita yang aku dengar, kau dapat menangani dragon zombie dan Arch Licht seorang diri, benar?"
Ucap Priscilla dengan nada serius.
Aku mengangguk sebagai jawaban atas kata katanya. Aku tidak ingin mengatakan hal yang tidak perlu karena satu kata kata yang salah saja dapat membeberkan beberapa informasi tentang kekuatanku yang belum aku perlihatkan. Nampaknya Priscilla juga tidak bodoh, dia juga dengan hati hati mengamati aku untuk memahami orang seperti apa aku.
"Aku mengerti, namun untuk pertarunganmu dengan Arch Licht, aku tidak mengetahui detailnya, aku sudah mengirim beberapa Utusan untuk pergi ke lantai tujuh dan memeriksa bekas pertarungan kalian. Meski aku dapat membayangkan beberapa skenario pertarunganmu, namun aku tidak dapat menemukan alasan bagimu terkena kutukan seperti itu. Bisakah kau menceritakan seluruh pertarunganmu sampai alasan kau terkena kutukan itu?"
Tanya Priscilla.
Aku hanya menarik nafas dan mulai menceritakan ringkasan mengenai pertarunganku dengan Arch Licht dari awal sampai akhir, namun aku tidak akan menceritakan tentang aku yang berbicara dengan pangeran neraka melalui Arch Licht.
Aku hanya menceritakan alasanku terkena kitikan adalah karena efek samping dari kekuatanku. Aku menekankan kepada Priscilla bahwa kekuatan kutukanku membutuhkan bayaran berupa energi jiwa yang berasal dari batu jiwaku, jadi dia pasti akan beranggapan bahwa kekuatan ini tidak bisa terus menerus digunakan bahkan mengetahui fakta memiliki efek samping mengerikan.
Priscilla memegang dagunya dan mengangguk seolah memahami sesuatu.
"Begitu, aku sudah tahu garis besarnya. Sepertinya Arch Licht itu seperti mengerahkan segalanya di akhir sehingga membuatmu terpojok dan menggunakan kekuatan kutukan ya."
Ucap Priscilla.
Dia hanyalah gadis kecil, namun dia pintar dan cukup tajam sampai sampai tidak mencerminkan tubuh lolinya itu, aku penasaran berapa umurnya yang sebenarnya.
Aku menanyakan beberapa hal untuk mengetahui orang seperti apa dia dan juga mengenai dua peri yang aku temui sebelumnya.
Rupanya Priscilla adalah seseorang yang menggunakan kekuatan spirit dari para peri. Dari yang aku tahu, tidak banyak orang yang dapat menggunakan atau meminjam kekuatan dari para peri karena selain peri merupakan mahkluk yang memilih siapa yang pantas menggunakannya, mereka juga harus mendapatkan izin dari ratu peri.
Namun, Priscilla berbeda. Dari ceritanya, dia adalah orang yang dipilih langsung oleh ratu peri untuk menggunakan teknik spirit dari para peri dan dia juga di berikan perlindungan khusus dari ratu peri.
Meskipun aku belum melihat langsung bagaimana kekuatannya, namun setelah aku mendengar ceritanya, aku mengerti bagaimana semua orang mau tunduk di bawah gadis kecil ini. Selain itu, dari aura yang bocor darinya saja, aku tahu bahwa Priscilla sangat kuat.
"Aku ingin bertanya satu hal lagi padamu sebelum kita terjun ke urusan bisnis. Apa tujuanmu mendaki Labyrint?"
Tanya Priscilla.
Aku dapat merasakan hawa berat yang timbul dari pertanyaan yang diajukan Priscilla. Mirai dan Anastasia hanya diam tanpa berbicara saat aku dan Priscilla saling mengorek informasi satu sama lain.
Bergantung pada jawabanku, mereka mungkin akan memusuhiku jika aku memberikan jawaban yang salah. Mirai dan Anastasia juga membuat ekspresi yang sangat serius jadi tidak mungkin bagiku untuk memberikan jawaban yang konyol. Lebih baik aku menceritakannya.
"Yah, seperti yang kalian ketahui, setelah datang ke labyrint ini aku tidak memiliki ingatan apapun tentang diriku sebelum mati dan datang kesini. Namun, ada satu hal yang telah terukir jelas di dalam jiwaku. Bahwa, dalam waktu kurang dari 90 tahun, aku harus menyelesaikan 100 lantai labyrint ini, aku harus membunuh ke empat pangeran untuk memiliki kunci dan mendapatkan ingatanku kembali serta siapa diriku yang sebenarnya."
Ucap Rigel dengan wajah yang penuh tekad.
Priscilla, Anastasia dan Mirai menatap Rigel dalam diam. Wajah Anastasia dan Mirai berkilau seolah aku telah mengatakan sesuatu yang sangat keren. Priscilla justru sebaliknya, dia memperhatikan wajah dan kata kataku dengan seksama untuk mencari adakah tanda tanda kebohongan dari kata kataku.
"Jika kau ingin menyelesaikan labyrint ini dalam waktu kurang dari 90 tahun, bukankah akan lebih cepat untukmu menggunakan inti jiwa untuk menaiki lantai?"
Priscilla menyeringai.
"Itu juga sebuah cara. Namun, dari yang aku dengar bahwa inti jiwa dapat memperkuat diriku saat aku menyerapnya dan juga aku dapat menggunakan kekuatan yang dimiliki inti jiwa itu sebelumnya. Jadi sangat di sayangkan jika itu harus ditukarkan hanya untuk memperkuat musuhku.
Selain itu, jauh lebih baik untukku menaiki lantai dengan mengalahkan boss. Selain mendapatkan inti jiwa dan drop item, itu adalah hal yang bagus untuk menambah pengalaman dalam pertarungan."
Priscilla yang memiliki senyuman diwajahnya, kini senyuman itu semakin besar dan dia mulai tertawa.
"Hahahaha, kau adalah orang yang memberikan jawaban paling menarik yang kudengar. Jawaban yang kau berikan mirip dengan alasanku melarang orang menaiki lantai dengan cara menukarkan inti jiwa."
"Hah, kalau begitu kita akan terjun ke urusan bisnis. Aku akan langsung ke intinya, apa yang kau inginkan?"
Tanya Priscilla.
Alisku terangkat karena terkejut mendengar kata kata loli ini. Kupikir pada awalnya mereka pasti akan menaikan jabatanku untuk membuatku tetap berada di serikat Region, karena itulah aku meminta tolong kepada Mirai sebelumnya.
"Apa maksudmu?"
Tanya Rigel.
"Aku yakin bahwa kau sudah memikirkannya bahwa kau pasti akan di promosikan atau semacamnya agar kami dapat menahanmu di tempat ini."
Ucap Priscilla dengan santai.
Justru Anastasia dan Mirai yang terkejut dengan kata kata Priscilla barusan.
"Tunggu, Priscilla! Kenapa kau memberitahukan hal itu kepadanya?!"
Bentak Anastasia.
Mirai menganggu dengan pernyataan yang dibuat Anastasia, dia juga terkadang melirik ke arahku.
"Apa kalian berfikir bahwa orang yang dapat menyembunyikan kekuatannya selama ini dari kalian berdua cukup bodoh untuk tidak dapat menebak tujuan apa yang akan kita ambil?"
Tanya Priscilla dengan tenang dan ramah namun berisi kekuatan.
Anastasia dan Mirai terdiam dengan kata kata Priscilla. Hmm, sepertinya sosok ketua serikat Region lebih tajam dari apa yang aku harapkan.
"Kembali ke topik. Apa yang kau inginkan? Aku akan memberikan apapun yang kau inginkan selama itu masih dalam jangkauan. Untuk jabatan, aku akan tetap memberikannya sesuai keinginanmu selain jabatan ketua dan wakil ketua."
Ucap Priscilla menekankan.
"Cukup baik. Aku menginginkan seluruh hak atas monster yang aku kalahkan seorang diri serta setiap kunci yang di lindungi para pangeran neraka itu."
Ucap Rigel.
Priscilla diam dan menutup matanya untuk merenungkan hal yang kupinta.
'Untuk seluruh hak atas monster yang dia kalahkan sendiri tidaklah jadi masalah karena dia membunuhnya seorang diri, namun untuk kunci yang dlindungi pangeran menggangguku. Kunci itu sendiri masihlah sebuah misteri, tidak ada yang tahu apa sebenarnya kunci itu dan kenapa para pangeran dengan teguh melindunginya?
Namun, jika dia benar benar berhasil mengalahkan pangeran, justru itu akan menguntungkan untuk kami, bahkan para peri yang aku suruh menjaga pintu tampaknya tertarik dengan orang ini yang berarti dia bukanlah orang yang jahat. Huh, aku hanya bisa bertaruh.'
Batin Priscilla.
"Baiklah. Kau akan mendapatkan apapun yang jatuh dari monster yang kau kalahkan seorang diri dan juga kunci yang dimiliki pangeran. Namun, untuk inti jiwa dari pangeran akan jadi milik bersama, bagaimana?"
Yah, itu bukanlah tawaran yang buruk, aku tidak yakin apakah pangeran memiliki inti jiwa atau tidak namun pada akhirnya itu akan tetap masuk kedalam sakuku.
"Kalau begitu sepakat. Lalu, untuk jabatan, aku menginginkan sebuah posisi dimana aku dapat menerima langsung seluruh informasi tentang pangeran dan hal lainnya. Lalu aku ingin kau mengizinkanku membentuk pasukanku sendiri, bisakah?"
Tanya Rigel.
"Kalau begitu tidak ada masalah. Aku dapat memprioritaskanmu untuk menjadi orang yang pertama kali kuberitahukan informasi yang kuterima, lalu untuk jabatanmu aku akan memberikan posisi yang sama seperti Mirai, seorang komandan. Dengan itu kau bebas membentuk pasukanmu sendiri entah itu grup kecil atau satu batalion, itu akan menjadi kebebasanmu."
Ucap Priscilla.
"Bukan posisi yang buruk, kalau begitu aku terima jabatan itu."
Ucap Rigel sambil tersenyum.
Rigel dan Priscilla menjabat tangan satu sama lain dan saling tersenyum satu sama lain.
"Aku menantikan kontribusi besar darimu dimasa depan, Rigel. Tolong panggil saja aku dengan namaku atau apapun yang membuatmu nyaman."
Ucap Priscilla dengan santai sambil menggoyangkan tangan kecilnya.
"Ya, mohon bantuannya, nenek loli."
Ucap Rigel sambil tersenyum.
Bhack!
Khak!
Sebuah tendangan mendarat tepat di perutku dengan sangat keras sampai membuatku berlutut di lantai.
"Siapa yang kau panggil dengan nenek loli?"
Ucap Priscilla.
Sial, aku lupa meskipun dia memiliki tubuh yang kecil dia sangat kuat bahkan sanggup menghadapi seekor naga.
"A-aku hanya bercanda saja, sialan kau."
Ucap Rigel sambil merintih kesakitan.
Mirai dan Anastasia tertawa dengan pemandangan yang mereka lihat dan disini aku mendapatkan sebuah pelajaran baru.
Jangan pernah meremehkan seorang Loli.