
Disuatu tempat yang jauh, dimana yang hidup tidak pernah mendatangi tempat itu. Tebing menjulang tinggi, pepohonan hijau, sejauh mata memandang, burung burung berterbangan dilangit biru. Matahari bersinar terang, angin berhembusan membawa daun daun yang jatuh berterbangan.
Ditempat itu, tidak ada yang hidup namun tidak ada yang mati. Sebuah tempat dimana tidak ada kehidupan maupun kematian, burung dan pepohonan hanyalah ilusi semata. Tempat itu adalah kehampaan.
Diantara kehampaan itu, ada seorang pria yang bersandar di batu. Wajahnya tampak kosong tanpa ekspresi, seolah sedang menunggu kehadiran seseorang yang akan membawa perubahan besar.
Wuush!
"..."
Angin berhembus kencang. Pria itu mengangkat kepalanya dan menatap langit. Lalu... Seakan menemukan sesuatu—
"ahhh~, akhirnya, waktu yang telah dijanjikan akan tiba."
"seseorang yang akan membebaskanku dari dunia ini, seseorang yang akan mendapatkan berkah dari dewa, dan... Seseorang yang akan mengakhiri permainan menyedihkan ini."
wajahnya menjadi pahit saat mengucapkan kata 'orang itu.'
Dia mulai berdiri, membersihkan tanah yang menempel di pakaiannya. Dia menjentikkan jari jarinya dan meregangkan tubuhnya.
"hmm, sudah berapa lama aku menunggu ini? Puluhan tahun, ratusan tahun, atau bahkan ribuan tahun lamanya, ya? Sepertinya 4000 tahun sudah ya."
Pria itu tersenyum masam.
4000 tahun bukanlah waktu yang sangat sebentar. Itu adalah waktu yang teramat sangat sangat panjang, waktu hidup yang tidak akan pernah dijangkau manusia.
Selama 4000 tahun, dia menghabiskan waktu sendirian dan hanya menunggu seseorang yang tidak pasti ada atau tidak.
Namun, baginya, kehampaan adalah rumah. Satu Satunya rumah yang dia miliki, kehampaan.
Kehampaan itu sendiri, sudah jadi teman sejak pertama kali dia bernafas.
Kehampaan, itu sama seperti sebuah negri yang tak terjamah.
Yang hidup tidak dapat mengunjunginya, dan yang mengunjunginya tidak dapat kembali. Kehampaan yang berisi semua penderitaan dan ketakutan seluruh mahkluk yang hidup, yaitu, kematian.
Sebuah dunia yang hanya ada kekosongan, dan mengantarkan mahkluk pendosa keneraka**.
Tempat ini merupakan, tempat yang akan menghantarkan mahkluk penuh dosa ke neraka.
Seorang Penguasa dari dunia yang berisi ketakutan dan kematian, serta kekosongan. Dunia kehampaan yang tak pernah terjamah oleh yang hidup, dikuasai oleh seorang pria— dewa.
Sekarang, untuk pertama kalinya dunia kehampaan akan di datangi oleh mahluk yang masih hidup. Dunia ini akan segera dihancurkan dan dewa itu akan kembali ke tempatnya. Penantian lama terbayarkan, perjalanan panjang akan terselesaikan.
"sebentar lagi... Setelah tugas terakhir ku selesai, aku akan menemuimu, Athena."
Sebelum menjumpai wanita tercintanya, dia harus membantu seorang pemuda dan memberikannya sesuatu yang harus dia berikan. Pria yang takdirnya telah terukir jelas sejak sebelum kelahirannya. Awalan baru akan segera di mulai, perubahan besar akan segera terjadi.
"Baiklah... Sepertinya pelatihan panjang akan segera di mulai ketika dia menapakan kakinya di sini. Aku harus melakukan yang terbaik dan berharap dia bisa menjadi wadah yang cocok untuk kekuatan kunci itu. Seratus tahun pelatihan, mungkin nama yang cocok."
Senyuman tumbuh di bibirnya. Ntah seberapa bahagianya dia bahwa tugasnya akan selesai tidak lama lagi. Dia adalah penguasa dari tempat yang tak pernah di kunjungi yang hidup, Dewa Azartooth.
Awal baru dan cerita baru, Rigel akan melalui Seratus Tahun Nerakanya...