
Sosok tak terduga, pemimpin dari rasa iblis, Lucifer muncul di tempat Rigel dan yang lainnya berhadapan dengan bencana berjalan, pilar iblis Diablo. Ini adalah pertemuan pertama Rigel dengan Lucifer. Hahaha yang kelelahan mulai menegakan Kembali tubuhnya dan berdiri di depan Ozaru untuk melindunginya. Bahkan tanpa di suruh Rigel mengerti, bahwa tidak ada pertahanan yang lebih kuat dari milik Hazama. Rigel memutuskan untuk melangkah mundur perlahan dan berdiri di belakang Hazama.
"Apakah dia yang membuat Ozaru sampai tidak sadarkan diri seperti ini??" Tanya Rigel ke Hazama.
"Ya... Aku tidak tahu apa yang dia lakukan, namun Ozaru langsung pingsan dalam satu serangan aneh miliknya.." Jawab Hazama.
Meski Rigel belum melihat langsung kekuatan Lucifer, dia tahu bahwa orang itu sangatlah kuat. Bahkan aura yang di keluarkan nya jauh berada di atas langit. Rigel masih memiliki cukup banyak tenaga yang tersisa, dia juga diam-diam mengumpulkan mana alam di tangan kirinya dan bersiap menggunakan Void jika di butuhkan.
"Jadi kalian yang akan menjadi pahlawan pelindung unat manusia?? Hmm, sungguh menyedihkan melihat kalian masih selemah ini. Lalu...” Ujar Lucifer.
Lucifer memandang Rigel tanpa melewatkan sedikitpun hal. Dia juga tahu bahwa mana alam dalam jumlah besar terkumpul di lengan kirinya, lalu di lengan kanannya juga—
"Hahaha, aku mengerti, jadi kau adalah orangnya ya..." Lanjut Lucifer.
—Terdapat kekuatan misterius yang belum pernah dia rasakan selama ini. Dengan hanya kekuatan misterius itu, Lucifer dapat mengkonfirmasi jika Rigel adalah sosok yang di pilih God Requiem.
"Aku tidak mengerti apa yang kau maksud dengan 'Orangnya'..." Ujar Rigel.
Hawa di sekitar menjadi sangat tegang, Rigel bahkan hampir lupa bernafas karena cukup merasakan tegang, namun di sisi lain, hatinya terasa geli.
"Yah... Aku tidak memiliki kewajiban untuk menjawabnya. Namun kau hebat juga, bisa sampai melakukan hal seperti ini kepada pengikut setiaku. Sepertinya pahlawan generasi ini sangatlah berbeda, dalam masa tidurku, aku sudah kehilangan Behemoth dan jika saja aku tidak terbangun, Diablo juga akan mati. Hahahaha, bagaimana kalau kita cari tahu seberapa kuat kalian?" Ujar Lucifer, tersenyum dan menatap dengan merendahkan.
Rigel telah mengkonfirmasi satu hal yang selalu dia tanyakan kepada dirinya sendiri. Kenapa hanya pilar iblis saja yang membuat kekacauan dan bukan pasukan atau Lucifer sendiri?
Tidak perduli seberapa keras Rigel berfikir, dia tidak menemukan jawaban yang tepat. Akhirnya saat ini Rigel telah mengetahui bahwa, Lucifer telah tertidur dalam jangka waktu yang lama sehingga tidak ada pergerakan apapun darinya.
Lucifer mengulurkan tangan kirinya dan membentuk sebuah tombak hitam yang sama dengan tombak yang di hadapi Hazama sebelumnya. Namun, yang ini sedikit berbeda—
"Tombak penghancur..." Ujar Lucifer, menggunakan skill.
—Tombak ini memiliki ukuran yang sangat besar, berbeda dengan sebelumnya. Bilah tombaknya juga menjadi tiga Bilah saat di tembakkan.
"Shield Skills : Perlindungan para dewa...!!!" Hazama melangkah ke depan dan menggunakan Skillnya.
Tamengnya berubah bentuk menjadi perisai besar yang tampak seperti salib. Hazama menancapkan ujung runcing perisainya ke tanah dan memfokuskan kekuatan pada tangan dan kakinya.
"Mana Manipulation : Perisai Mana...!!!" Ujar Rigel, menggunakan Skill.
Sebelum tombak Lucifer menghantam Perisai Hazama, Rigel menciptakan Perisai mana yang berwarna biru tembus pandang tepat di depan perisai Hazama. Setidaknya ini akan meningkatkan keberhasilan dalam menahan serangannya.
Bang!
Tombak dengan tiga buah Bilah itu menghantam Perisai Mana Rigel dengan hantaman yang sangat kuat sampai membuatnya retak dalam sekejap. Gelombang angin yang kuat mengikuti tombak Lucifer. Rigel terus mengalirkan mana yang telah dia kumpulkan untuk terus memperkuat pertahanan Perisai mana miliknya.
Crack!
Perisai Mana Rigel tidak dapat bertahan lebih lama, Perisainya pecah bagaikan sebuah kaca dan tombak itu terus melaju sampai akhirnya menghantam Perisai Hazama.
"Uuuoooaaarrrrggghhh...!!!" Hazama mengaum keras saat menahan Tombak Lucifer.
Tombak penghancur Lucifer dengan Pertahanan terkuat umat manusia, siapa yang lebih unggul? Jika pertahanan Hazama tidak dapat menahannya, pertarungan ke depannya akan sulit. Bahkan Lucifer hanya mengeluarkan sebagian kecil dari kekuatannya. Bagi Rigel, Lucifer mungkin adalah eksistensi yang mendekati dewa itu sendiri.
"Bertahanlah! Aku akan melakukan sesuatu...!!!" Ujar Rigel kepada Hazama.
Hazama bahkan tidak sempat mendengar ucapan Rigel, dia mengerahkan segala yang dia miliki untuk menahan serangan ini dan mengembalikannya sebanyak dua kali lipat.
'Haruskah aku mencobanya? Ini memang beresiko, namun jika berhasil aku dapat memberikan kerusakan kepada Lucifer sekaligus membunuh Diablo. Membunuh dua burung dengan satu batu, Bahkan jika itu gagal, setidaknya dia harus membuang beban di pundaknya.' Batin Rigel.
Dengan kemampuannya yang hampir mencapai level maksimal, kemampuan Rigel berfikir menjadi sangat cepat. 1 menit di dalam kepala Rigel, hanya 1 detik waktu yang berlalu di luar.
Tidak mau membuang waktu lagi, Rigel memejamkan matanya dan menarik nafas dalam-dalam. Dia percaya bahwa Hazama pasti memiliki trik badut di lengannya, dan jika Rigel tidak percaya dengan pertahanannya, kemungkinan itu akan merusak harga dirinya. Rigel akan menyerahkan segalanya kepada seberapa lama lengannya akan bertahan.
'Bertahanlah sedikit lagi... sedikit lagi saja dan kembalikan serangan miliknya kepadanya...!!!' Batin Hazama.
Cahaya putih menyilaukan muncul dan ledakan terjadi yang berasal dari tombak Lucifer dan Perisai Hazama, Perisai terkuat umat manusia berhasil menahan serangan Lucifer.
"Hoho?? Lumayan, lumayan..." Lucifer memuji.
Awan debu berkumpul di tempat Rigel, Hazama dan Ozaru berada. Lucifer masih dapat merasakan energi kehidupan dari mereka, mereka masih hidup, sampai—
"Full Counter!! 200%...!!!" Teriak Hazama.
Sebuah cahaya ungu yang terletak di tengah-tengah awan debu terlihat dan melontarkan sebuah panah dengan tiga Bilah yang sama seperti milik Lucifer, namun yang ini dua kali lebih kuat dari yang dia keluarkan sebelumnya.
Lucifer dengan santai mengulurkan telapak tangan kirinya dan senyuman terbentuk di bibirnya. Dia menahan serangan balik Hazama tanpa kesulitan apapun seolah itu hanyalah serangan lemah.
Bang!
tombak itu meledak dan hancur sehingga menciptakan asap di sekitar Lucifer.
"Mengembalikan serangan yang kau terima dan meningkatkannya. Kemampuan yang cukup un—" Kata-kata Lucifer terhenti karena sebuah kejutan di hadapannya.
Rigel telah melompat masuk dan sudah berada tepat di depan Lucifer. tangan kirinya terulur ke belakang dan bersinar keemasan. Lucifer terbelalak kaget, dia tidak pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya Dari tangan kiri Rigel, dia dapat merasakan mana dalam jumlah besar berkumpul dan terbakar akan sesuatu.
"Material Buster, Energy Maksimum...!!!" Rigel berteriak, menggunakan skillnya.
Cahaya laser keemasan melesat langsung ke Lucifer dengan jarak dekat. Lengan kiri Rigel yang terbuat dari material yang sangat kuat mulai memerah karena panas yang di keluarkan Material Buster yang panasnya mungkin melebihi dua ribu Celsius.
Waktu seakan berjalan lambat, Lucifer mulai berfikir...
'Ahh~ dia berniat membunuhku bersama Diablo, bahkan jika aku berhasil selamat, tidak mungkin bagi Diablo yang sekarat untuk bertahan. Membunuh dua burung dengan satu batu, sungguh cara yang cerdik... Bahkan Zenos atau Dante tidak mungkin menghindarinya tanpa terluka...' Batin Lucifer.
Material Buster kekuatan maksimal yang di gunakan Rigel bahkan dapat menghancurkan sebuah gunung dalam sekejap. Namun kekuatan ini memiliki resiko tersendiri. Selain lengan kirinya hancur dan kemungkinan terburuk meleleh, setelah menggunakan energi maksimum Rigel tidak akan bisa bergerak satu menit setelahnya. Jadi, jika ini gagal, Rigel hanya memiliki satu menit tersisa untuk bertarung. Rigel berharap serangannya ini mampu untuk melukainya, bahkan jika tidak, setidaknya Diablo sudah pasti akan mati.
Namun harapan Rigel dengan cepat di khianati. Lawannya ini adalah pemimpin dari seluruh Ras Iblis Di EarthLand, sudah sangat jelas bahwa dia sangatlah kuat. Serangan Rigel perlahan mengecil dan melemah, lengan kirinya mengeluarkan asap seolah terbakar. Rasa panas dari lengan kirinya mulai menusuk kulit Rigel, namun dia masih bisa bertahan.
Saat Rigel turun dan berdiri di samping Hazama, dia terkejut dengan apa yang di lihatnya. Lucifer tidak terluka sama sekali, bahkan Diablo tampak masih hidup.
"Memang benar dengan kekuatan seperti itu kau bisa saja melubangi tubuhku. Namun, kau salah, lawanmu adalah aku jadi tidak akan semudah itu membuat luka di tubuhku." Ujar Lucifer.
Rigel menatap jari telunjuk Lucifer yang terulur. Tepat di ujung jarinya, terdapat sebuah bola hitam kecil yang menyerap kekuatan Rigel sebelumnya. Seolah menyadari rasa penasaran Rigel dan Hazama, Lucifer angka bicara.
"Ini adalah kekuatan yang menyerap segala hal yang ada di dunia ini dan menghancurkannya. Namanya adalah Black Hole, meskipun aku hanya membuatnya kecil, namun kekuatannya sangat kuat, bahkan dapat melahap sebuah kerajaan tanpa sisa. Yah, akan lebih mudah jika kalian merasakannya sendiri." Ujar Lucifer, mengangkat jari telunjuknya tinggi-tinggi.
!!!
Hal aneh mulai terjadi, segala sesuatu yang ada di sekitar Rigel seakan tertarik oleh sebuah medan gaya Gravitasi yang sangat kuat. Rigel bersembunyi di belakang Hazama selagi memegang Ozaru agar tidak terhisap di dalamnya.
"Jadi ini kekuatan Black Hole yang dia maksud...!!!" Cerutu Hazama.
Setelah Rigel dan yang lainnya merasakan kehebatan Black Hole, dengan cepat dan bergumam "Yakan?" kepada Rigel dan Hazama.
"Yah, urusanku hanya untuk membawa pengikut ku ini kembali ke kerajaan ku, aku akan membiarkan kalian hidup kali ini. Dan untuk kau bocah pahlawan berambut putih, sebutkan lah namamu." Ujar Lucifer.
Rigel dian sesaat, namun tidak ada ruginya untuk memberitahukan namanya.
"... Rigel, Amatsumi Rigel sang Creator Hero."
"Rigel, ya... Akan kuberi kau sebuah saran, terserah padamu untuk mendengarkannya atau tidak. Musuhmu bukanlah Iblis, Malaikat ataupun Manusia. Itu saja, kita akan bertemu lagi di perang Ragnarok. Berusahalah untuk tidak terbunuh sampai saatnya tiba, di pertemuan kita selanjutnya Tidak ada lagi ampun..." Ujar Lucifer.
Setelah mengucapkan apa yang ingin dia sampaikan, Lucifer membuat sebuah portal menuju kerajaan iblis dan kembali ke tempatnya. Bertepatan dengan kepergian Lucifer, Rigel sudah tidak dapat menggerakan tubuhnya selama beberapa menit dan dengan sukarela berbaring di tanah.