The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Satu juta inti jiwa



"Jadi aku sedang berada di lantai 16,ya."


Gunam Rigel.


Saat ini, aku sedang berada di sebuah taman yang tidak jauh dari markas serikat Region. Aku sudah berjalan jalan mengelilingi markas sampai aku bosan dan memilih untuk menghirup angin segar dari pegunungan.


Lantai 16 ini adalah lantai hijau, semua terlihat hijau karena hanya ada gunung, pepohonan dan rumput sejauh mata memandang. Ada juga kota kota besar di lantai ini namun mereka tertutupi oleh pepohonan raksasa yang tingginya kurang lebih 80 meter.


Karena disini masih dipenuhi tumbuhan dan pepohonan, udara di sekitar sedikit dingin dan menyejukan tubuh. Matahari yang entah asli atau palsu karena berada di dalam labyrint membuatku bingung, namun matahari bersinar cerah.


Aku memperhatikan daerah sekitar markas serikat Region, saat ini ada lebih banyak orang yang berada disini. Seingatku sewaktu menaklukan lantai sampai lantai terakhir yang kami taklukan, pasukan tidak berjumlah lebih dari 150 orang yang bergabung satu persatu di setiap kami menaiki lantai.


Nampaknya serikat Region telah merekrut orang dari lantai 5 ke atas. Sepertinya mereka memang membutuhkan pasukan dalam jumlah besar dan dari yang kudengar karena bertambahnya jumlah kadet, mereka juga sedang merekrut orang yang kompeten untuk menjadi salah satu eksekutif serikat Region seperti para petinggi.


Meski aku sedikit tertarik dengan seleksi pemilihan Eksekutif, ada hal lain yang lebih menggangguku. Itu adalah saat saat terakhir aku menghadapi Arch Licht yang sedang dirasuki oleh pangeran neraka, Azazel.


Aku tidak mengerti apa yang dia maksud dengan hari yang di janjikan dan juga...


"Siapa aku dan untuk alasan apa aku dilahirkan, ya? Aku tidak mengerti apakah manusia butuh alasan untuk lahir kedunia ini."


Ucap Rigel berbicara sendiri.


Meski aku tidak tahu bahwa ada alasan dibalik lahirnya seseorang, namun aku percaya bahwa pasti ada sesuatu yang harus di lakukan setiap orang.


'Huh, itu hanya akan menjadi tumor jika terus dipikirkan.'


Batin Rigel.


Untuk saat ini aku harus memikirkan situasi yang akan kuhadapi nanti. Aku duduk di kursi dekat sebuah pohon besar yang menghalangi sinar matahari.


Sekarang ada lebih banyak alasan bagiku untuk menyelesaikan lantai ini kurang dari 90 tahun.


Sudah cukup lama aku berada disini dan aku masih tidak mengerti bagaimana tempat ini bekerja. Selama waktuku disini aku sudah mencoba beberapa cara untuk mengetahui bentuk sebenarnya dari labyrint ini.


Aku pernah mencoba berjalan dari timur ke barat tanpa berputar arah sambil berharap menemukan batasan atau dinding yang membatasi dunia ini agar aku tahu seperti apa bentuk labyrint ini.


Namun aku tidak berhasil menemukan apapun, aku terus berjalan namun tetap tidak dapat mencapai batas dari luas labyrint ini sehingga membuatku meragukan apakah ini benar benar labyrint. Selain itu, bagaimana dengan matahari? Matahari benar benar terbit saat pagi dan terbenam saat malam.


Kekuatan macam apa yang dapat membuat sesuatu seperti ini? Dari pada labyrint, aku lebih nyaman memanggil tempat ini sebagai tiruan dari dunia.


Lalu, hal lain yang menggangguku adalah Azazel yang menemuiku melalui Arch Licht. Bahkan dari pertemuan itu, aku tahu dia sangat kuat, aku tidak yakin dapat mengalahkannya.


Bahkan melawan Arch Licht saja sudah membuatku terpojok sampai sampai menggunakan seri kutukan. Aku akui kekuatannya memang sangat kuat namun bayaran yang diperlukan tidak lah kecil.


Bayaran dari menggunakan seri kutukan amarah adalah umur dan penurunan status. Semakin sering dan semakin lama aku mengaktifkan seri kutukan, itu akan memperpendek umurku. Untuk penurunan status adalah penurunan segala hal tentang daya serang, daya tahan tubuh, pertahanan dan lainnya.


Jika itu hanya penurunan biasa, maka tidak apa. Namun, penuruannya sangat signifikat bahkan dengan diriku yang sekarang, aku akan kewalahan hanya dengan berhadapan dengan 1 goblin lemah.


Jika aku tidak berada disini, aku pasti akan merinding dan ketakutan mendengar umurku di potong. Namun karena aku berada di labyrint dimana tubuhku adalah jiwa, aku tidak perlu khawatir.


Disini, meskipun inti jiwaku mengecil karena bayaran dari seri kutukan, aku masih bisa menyerap inti jiwa lain untuk memperkuat dan memperbesar inti jiwa milikku. Aku sudah menyerap beberapa inti jiwa.


Mereka semua berbentuk seperti setetes air yang membeku, mereka memiliki warna biru kehijauan seperti batu giok. Dari kecil hingga yang terbesar, mereka tetao berbentuk setetes air namun hanya ukuran yang membedakannya.


Contohnya, seperti saat aku mengambil inti jiwa milik goblin, maka bentuk inti jiwa itu akan menyerupai wajah dari goblin yang inti jiwanya aku ambil.


"Pertama-tama, aku akan menghitung lagi berapa banyak yang aku miliki."


Gumam Rigel.


Rigel menggumamkan "Index." dan mengulurkan tangannya untuk membuka infertory.


"Hmm?"


Rigel bingung.


Saat aku mengecek infertory milikku untuk melihat berapa banyak batu jiwa yang kumiliki tiba tiba seluruh tubuhku gemetar...


"Sa-satu juta batu jiwa!"


Tanpa sadar aku mengeluarkan teriakan namun beruntungnya tidak ada yang mendengar teriakanku. Tubuhku bergetar senang namun di sisi lain aku juga ketakutan karena jumlah satu juta jiwa yang kumiliki berasal dari Undead.


Sejak kapan aku membunuh undead sebanyak ini?


Seingatku, aku hanya menghisap energi sihir namun junlah indead itu tidak sebanyak ini. Awalnya kupikir batu jiwa ini adalah batu jiwa Arch Licht yang terpecah, namun saat aku melihat ketenpat lain, batu milik Arch Licht itu berada di tempat lain dan tidak hanya Arch Licht, ada dua buah batu jiwa berbentuk naga.


Apakah ini bonus karena aku telah mengalahkan Arch Licht sehingga pasukan undead miliknya mati dan inti jiwanya jadi milikku? Ataukah ini bonus kecil yang diberikan Azazel kepadaku?


Tiba tiba, aku teringat dengan kata kata Dandan saat dia menjelaskan kepadaku mengenai batu jiwa.


Saat aku menghisap batu jiwa maka kemampuan yang dapat digunakannya sebelumnya, aku daoat gunakan. Jadi singkatnya ini seperti sebuah Rune stone, dimana sebuah kekuatan terpendam yang disegel ke dalam batu dan saat kau menyerao batu itu, kau dapat menggunakan kekuatannya.


"Jika begitu, berarti.. Aku?"


Gumam Rigel pelan, sambil menatap batu Arch Licht.


Tidak lama kemudian, aku menggelengkan kepalaku.


"Tidak, tidak, tidak mungkin. Jika hal itu benar benar terjadi itu akan mencoreng gelarku sebagai pahlawan suci."


Gumam Rigel sambil terkekeh.


Jika hal itu benar dan Rigel menggunakan cara itu, citra semua orang mengenai esensi pahlawan suci yang berasal dari surga akan berubah drastis dan akan menodai gelar pahlawan.


"Haha, mana ada seorang pahlawan yang akan menggunakan kekuatan jahat seperti membangkitkan pasukan kematian seperti seorang Necromancer."


Rigel mencibir sambil melemparkan inti jiwa Arch Licht kembali kedalam Infertory.


'Yah, bukan berarti ini tidak bisa menjadi kartu andalan. Aku akan menyimpannya untuk saat ini.'


Batin Rigel.


Benar, tidak ada pahlawan suci yang meminjam kekuatan dari kematian, namun itu berlaku hanya jika dia masihlah seorang pahlawan.


Aku kembali menuju ke markas serikat Region untuk menemui ketua serikat karena ada beberapa hal yang ingin ku bicarakan dengannya.