The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Kehangatan sebuah keluarga



Malam hari.


Malam ini Priscilla mengadakan sebuah pesta untuk memperkenalkan satu komandan pasukan baru yang akan membentuk pasukannya sendiri serta bergabungnya anggota pasukan lain yang berasal dari lantai 16.


Semua orang sudah berkumpul bersama dengan segelas anggur di tangan mereka. Wajah semua orang memerah karena Alkohol yang mereka minum dan menghangatkan tubuh mereka dimalam yang dingin ini.


Semua orang dapat membaurkan diri dengan cepat bahkan pasukan penakluk yang baru saja bergabung sudah akrab dengan pasukan lain hanya dalam satu malam ini.


Priscilla naik ke atas panggung dan perhatian semua orang terfokus kepadanya. Orang yang awalnya hanya fokus pada minuman mereka, kini memperhatikan Priscilla dengan seksama yang membuktikan seberapa penting orang yang akan berbicara saat ini.


Semua orang terdiam karena menunggu kata kata apa yang akan diucapkan ketua serikat Region.


"Baiklah, terima kasih karena kalian mau meluangkan waktu sebentar. Aku mengadakan pesta ini untuk menyambut kalian semua para prajurit Region yang baru serta menyambut orang yang baru saja menjabat sebagai komandan baru kita, Rigel!"


Ucap Priscilla.


Perhatian semua orang terfokus kepadaku dan mereka mulai bersorak, meskipun dulu banyak orang yang tampak membenciku karena telah membantai banyak penduduk di lantai bawah, namun kini pandangan semua orang berubah saat mengetahui fakta aku menghabisi Arch Licht seorang diri.


Priscilla memberikan tanda untukku menaiki panggung. Aku ragu pada awalnya namun karena perhatian semua orang terfokus kembali padaku, aku dengan canggung naik ke atas panggung.


Semua orang kembali hening karena menunggu apa yang akan aku katakan selanjutnya.


Sial, aku gugup karena tidak pernah berbicara di depan banyak orang!


Aku bahkan tidak mengetahui apa yang harus aku katakan kepada mereka. Namun, saat aku melihat mereka saling merangkul tanpa membedakan kekurangan dan ras mereka, aku dapat merasakan kehangatan tertentu dan tanpa sadar bibirku melengkung tersenyum.


"Aku tidak pandai merangkai kata dan tidak banyak yang ingin aku sampaikan. Namun, melihat kita dapat merangkul satu sama lain berkat serikat Region. Kita semua orang yang memiliki tujuan yang sama, tidak masalah mau itu manusia atau ras lainnya karena yang ingin kita capai di sini adalah menaklukan labyrint neraka ini demi kebebasan.


Aku berharap kehangatan ini akan terus berjalan selamanya, Demi kebebasan!"


Ucap Rigel sambil menyodorkan gelasnya untuk bersulang.


"Demi kebebasan!"


Semua orang serempak mengikuti Rigel dan bersulang bersama sama. Rigel meneguk gelasnya yang penuh dengan anggur dalam satu tegukan.


"Bawa kemari semua anggurnya!!!"


Teriak Rigel.


"Oooo!"


Semua orang bersorak kencang.


Setiap tetesan anggur yabg ditenggak Rigel membuat tenggorokannya hangat karena kadar Alkoholnya. Ini adalah anggur yang sudah di fermentasikan dalam waktu yang cukup lama sehingga mengandung kadar Alkohol yang memabukan didalamnya.


Aku berjalan menjauh dari orang orang dan memperhatikan mereka dari kejauhan sambil tersenyum. Ada beberapa dari mereka mulai muntah karena terlalu banyak minum, aku juga dapat melihat Mirai yang mabuk sedang beradu panco dengan Braund.


"Aku harus mengingat ini baik baik."


Gumam Rigel.


Aku hampir lupa jika tempat ini adalah tempat bagi jiwa jiwa yang tidak dapat memasuki surga ataupun neraka. Berbagai macam orang berkumpul bersama dan tertawa bersama tanpa membedakan ras entah itu demi human, Elf ataupun Dwarf.


"Apa kau tidak ingin minun lagi?"


Suara gadis yang terdengar imut datang dari kejauhan. Aku menoleh untuk melihat siapa itu dan disana, aku menemukan loli ketua serikat Region, Priscilla.


Dia membawa sebotol anggur di tangan kanannya dan dua buah gelas di tangan kirinya sambil berjalan menghampiriku dan duduk di sampingku sambil menuangkan anggur di kedua gelas. Dia menyerahkan salah satu gelas untukku dan aku menerimanya.


"Bukankah kau terlalu muda untuk minum alkohol?"


Ucap Rigel sedikit menggoda Priscilla.


"Meski aku memakai wujud anak kecil seperti ini, umurku lebih tua darimu, tahu?"


Balas Priscilla sambil terkekeh.


"Memakai? Apakah aku dapat berasumsi bahwa kau dapat mengubah wujudmu sesuka hati?"


Tanya Rigel.


"Ya, aku dapat merubah wujudku sesuai keinginanku. Apakah kau ingin melakukan hal itu jika aku kembali kewujud asliku sebagai onesan yang seksi dan cantik, bahkan Anastasia tidak ada tandingannya."


Priscilla menggoda dengan senyuman cabul.


"Meskipun pria adalah mahkluk penuh nafsu, sayangnya aku tetap teguh untuk melindungi keperjakaanku jadi aku harus menolaknya."


Ucap Rigel sambil menyenderkan tubuhnya ke pohon.


"Kalau begitu sayang sekali. Padalah jika kau mau, aku bersedia melakukannya denganmu. Bahkan dengan wajah tampanmu itu, aku yakin setiap gadis yang kau temui akan tertarik melakukannya."


Ucap Priscilla sambil menutupi seringai cabulnya dengan tangan kecilnya.


Wajahku sedikit memerah karena kata kata Priscilla.


"Kau pikir orang seperti apa aku?!"


Bentak Rigel.


Aku dan Priscilla saling menatap dan tertawa setelah itu. Ada keheningan singkat diantara kami saat kami menatap kerumunan orang orang yang sedang mabuk.


"Sesaat aku hampir lupa bahwa ini adalah tempat untuk orang orang mati yang tidak dapat pergi ke surga atau neraka."


Gumam Rigel.


"Kau benar. Mereka tertawa bersama seperti kerabat yang lama tidak berjumpa."


Balas Priscilla.


"Bolehkah aku bertanya? Apa tujuanmu membentuk serikat Region?"


Tanya Rigel, masih menatap orang orang mabuk.


"Tentu saja untuk pergi dari tempat ini, karena disini kau tidak akan dapat bertemu orang orang yang kau cintai entah itu di surga atau neraka."


Karena pada dasarnya, tempat ini khusus untuk orang yang tidak memiliki tempat di surga dan neraka. Jadi, untuk orang yang bisa memasuki salah satunya, mereka tidak akan pernah mencapai tempat ini.


Meskipun disini tempat yang cukup indah untuk hidup, namun tidak sedikit orang yang berfikir seperti itu, contohnya adalah Dandan. Dia mencoba Menyerap inti jiwa orang lain untuk bertambah kuat serta mengumpulkan inti jiwa untuk menaiki lantai.


Ada rumor yang menyebutkan bahwa jika dia mencapai lantai 100, maka dia akan hidup kembali dan bertemu dengan orang orang yang dia cintai. Namun, ada juga orang orang yang mencoba memulai hidup baru di tempat ini.


"Meski aku bilang untuk pergi dari tempat ini, keinginanku yang sesungguhnya adalah membuat sebuah tempat dimana setiap orang yang terjebak disini dapat memiliki tempat yang disebut rumah. Sebuah tempat dimana semua orang tersenyum lepas tanpa memikirkan perbedaan, karena hal itulah Region tercipta."


Lanjut Priscilla.


Aku hanya diam mendengarkan ceritanya dan mulai mengungkapkan pikiranku.


"Sepertinya tujuanmu yang itu telah tercapai. Meskipun aku tidak memiliki ingatan apapun sebelum aku datang kesini, namun."


Ucap Rigel, menaruh gelas di tangannya dan menyentuh tempat hatinya berada.


"Namun, di satu sisi, hatiku terasa hangat dan di penuhi kerinduan akan sesuatu, sesuatu yang nampaknya sangat aku inginkan sejak lama, seperti... Kehangatan sebuah keluarga."


Ucap Rigel pelan.


Priscilla menatapku dalam diam seolah terkejut akan sesuatu dan tatapannya terlihat sedikit sedih. Aku tidak tahu dia sedih karena aku atau karena teringat tentang keluarganya yang mungkin masih hidup di dunia.


"Yah, kau dapat menganggap serikat Region sebagai keluarga, akupun menganggapnya begitu."


Ucap Priscilla.


"Untuk sekarang lebih baik kita minum sepuasnya!"


Lanjutnya.


Aku hanya tersenyum dan mengambil anggur yang dituangkan Priscilla.


"Untuk keluarga."


Priscilla, sambil menyodorkan gelasnya.


"Untu keluarga."


Ting!


Suara gelas bersulang.


Malam yang dingin terus berlalu namun dipenuhi kehangatan dari alkohol dan juga kehangatan dari sebuah keluarga.