The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Kekuatan sang pemalas



POV KAMADA TAKUMI.


Di layar pandangku terdapat sebuah pesan dari index.


...Pemberitahuan!!!...


...Anda telah membangkitkan 7 seri dosa mematikan...


...Curse series...


...Curse of sloth(pemalas)...


...Kekuasaan sang pemalas: wahyu tak terlihat...


Curse series? 7 seri dosa? Aku tahu mengenai 7 dosa manusia, namun yang aku tidak tahu adalah jika ada kekuatan di dunia ini yang mengacu pada seven deadly sins.


Aku belum pernah mendengar tentang ini sebelumnya, namun untuk saat ini aku tidak perduli dengan efek samping dari kutukan atau apapun!


Yang aku inginkan hanyalah kekuatan untuk memberikan hal yang lebih buruk dari kematian kepada iblis ini!!


"Datanglah, kutukan sang pemalas!"


Aku mengaktifkan kutukan pemalas dari seri 7 dosa manusia. Seolah merespown kata kataku, tubuh dan tombakku mulai mengeluarkan sinar berwarna hijau muda.


Perlahan aku dapat bangkit dari tekanan gravitasi yang membuatku tidak bisa bergerak sama sekali.


Lalu, perlahan rune berwarna hijau mulai keluar dan merambat ke seluruh tubuhku dan aku dapat merasakan panas yang membakar kelopak mataku saat rune tercipta di sekitarnya.


"Hoo? Sepertinya kau mendapatkan kekuatan entah dari mana, ini jadi lebih menarik."


Behemoth tersenyum.


Takumi memperhatikan pasukan goblin yang berada di sekeliling sembari memainkan Tessia dan menyiksa Bell dan yang lainnya.


Semua yang ada di sekitarnya melambat seolah waktu mulai berjalan dengan sangat lambat. Lalu, Takumi mengangkat tangan kirinya.


Tubuhnya mengeluarkan sinar hijau sementara matanya berubah menjadi kilauan cahaya hijau. Takumi mengumpulkan kekuatannya di telapak tangan kirinya dan menggunakan sebuah skill dari kutukan.


..."Skill: **Kutukan sang pemalas...


...Territory pemalas**!"...


Cahaya hijau menyebar ke daerah sekitar, bahkan mencapai ketinggian tempat Behemoth berada.


Cahaya itu mencapai seluruh pasukan goblin dan saat cahaya itu mencapai mereka, mereka menjatuhkan senjata yang mereka pegang dan tidak bergerak ataupun bernafas karena sangat malas untuk melakukannya.


Behemoth tersentak terkejut saat cahaya hijau mencapai dirinya dan memperhatikan goblin di bawahnya. Behemoth berfikir:


'Ini..? Jadi begitu ya. Ini adalah wilayah kekuasaan sang pemalas. Seluruh musuh yang berada di wilayahnya akan terpengaruh efek dari pemalas.'


'Bagi orang yang kuat sepertiku, efeknya hanya akan membuatmu malas bertarung dan kehilangan semangat bertarung, namun bagi mahkluk yang lebih lemah itu akan membuat mereka malas untuk bernafas dan bahkan malas untuk hidup.'


Territory pemalas yang di keluarkan Takumi mempengaruhi seluruh monster di sekitarnya. Territory pemalas hanya mempengaruh mahkluk yang dianggap oleh Takumi sebagai musuh dan territory tidak akan berlaku pada orang yang dianggap temannya.


Takumi hanya nelihat para goblin dengan dingin dan menggumamkan sebuah skill dengan malas.


"Hujan Tombak!"


Bayangan tombak muncul di tombak milik Takumi dan melesat kelangit lalu meledak. Ledakan itu menciptakan ratusan tombak berukuran kecil dan menghujani para goblin yang sudah malas untuk tetap hidup.


Ratusan goblin binasa dalam satu waktu. Itu adalah kematian yang sunyi, mereka tidak berteriak ataupun menjerit, mereka benar benar pemalas.


"Selanjutnya, kau yang akan binasa, pemalas."


Takumi bergumam.


Dia menatap Behemoth dengan matanya yang berubah hijau dan menatap dengan dingin. Saat Takumi menatapnya, Behemoth mengeluarkan auranya yang menjijikan agar tidak terpengaruh oleh territory pemalas.


Mereka saling menatap dalam keheningan yang tidak berlangsung lama namun terasa seperti berjam jam.


Behemoth sedang mengamati Takumi dan mempelajari tentang kekuatan yang dia keluarkan saat ini.


Auranya benar benar berubah. Tidak seperti sebelumnya, Takumi memancarkan aura pahlawan yang membuat orang akan merasakan sukacita yang besar.


Namun, aura yang dia keluarkan saat ini adalah aura hijau yang membuat seseorang dipenuhi kemalasan abadi yang akan tertanam di dalam jiwa.


Saat Behemoth mempelajari perubahan yang dialami Takumi.


Takumi mulai memegang tombaknya dengan kedua tangannya yang terlihat sangat malas. Setelah tangannya memegang tombak, sosok Takumi berkedip dan muncul tepat di depan Behemoth.


'Kenapa dia bisa sangat cepat!' pikir Behemoth.


Takumi mengayunkan tombaknya dengan kedua tangannya dan mengayunkannya tepat ke tubuh Behemoth.


Behemoth menyilangkan tangannya untuk menahan tombak Takumi. Serangannya sangat kuat meskipun Takumi mengayunkannya dengan malas.


Lalu, perlahan tombak Takumi yang berhasil di tahan oleh Behemoth, mulai merobek daging tangan Behemoth secara perlahan.


Behemoth memperbesar otot otot lengannya untuk memperkuat tangannya. Namun,


"Javelin strike."


Bayangan Tombak muncul dari tombak Takumi yang tepat berada di depan dadanya. Bayangan tombak itu melesat secepat angin dan hanya menyisakan kilatan hijau saat dia melesat.


Tombak itu menghempaskan Behemoth dan menghantamkannya ke tanah. Tanah tempat Behemoth jatuh memiliki retakan dimana mana karena kekuatan yang menghantamkannya.


Behemoth memiliki sebuah lubang di dadanya. Serangan Takumi berhasil memberikan luka yang berarti kepada Behemoth namun itu belum cukup untuk membunuhnya.


Behemoth perlahan bangkit dan menyentuh dada tempat lukanya berada. Seharusnya luka yang berada di dadanya dapat beregenerasi dengan mudah, namun Lukanya tidak kunjung beregenerasi.


Serangan barusan pasti memiliki sebuah efek kutukan yang kuat. Meskipun iblis itu sendiri perwakilan dari kejahatan, bukan berarti mereka tidak akan terpengaruh dengan sihir ranah kegelapan seperti kutukan.


Hanya kutukan tingkat tinggi yang dapat menghentikan sepenuhnya regenerasi tubuh.


"Oi oi, yang benar saja. Sudah ratusan tahun aku tidak merasakan rasa sakit dan adrenalin dalam pertarungan."


Ucap Behemoth.


Dari suaranya, dia terdengar seperti sedang bergetar namun bukan karena rasa takut. Melainkan sebuah sukacita.


"AHHH, AKHIRNYA AKU DAPAT BERTARUNG DENGAN SOSOK KUAT YANG DAPAT MEMACU ADRENALIN PERTARUNGAN!! AKU SANGAT BAHAGIA KARENA DATANG KESINI!!


MAJULAH, WAHAI PAHLAWAN MANUSIA! KELUARKANLAH SEMUA YANG KAU PUNYA UNTUK MEMBUNUHKU!!"


Di wajah Behemoth terukir kebahagiaan yang tidak dapat dijelaskan. Behemoth adalah tipe iblis yang sangat mencintai pertarungan dengan orang kuat.


Karena sudah ratusan tahun, era keemasan manusia telah berlalu, sehingga manusia kuat seperti pendekar atau pahlawan sangat langka.


Namun, setelah sekian lama dia akhirnya menemukan lawan yang dapat membangkitkan gairah pertarungan dalam dirinya.


Sosok itu adalah seorang pahlawan, pahlawan tombak, Kamada Takumi!


Sosok Takumi yang sudah menginjak tanah dengan cepat berkedip dan melesat menuju Behemoth dengan sangat cepat.


Behemoth juga melesat ke arah Takumi dengan kecepatan yang sama dan mereka saling bertukar pukulan.


Boom!


Suara benturan keras antara tombak dang tangan bergema di daerah sekitar. Angin berhembus kencang dan menghempaskan mayat goblin di sekitar mereka.


Behemoth tersenyum dengan pertukaran barusan namun wajah Takumi tanpa ekspresi.


Sosok mereka mulai berkedip dan saling menyerang.


Di atas, dibawah, kekiri dan kekanan, bayangan mereka terus berpindah pindah karena kecepatan mereka.


"UUAARRRGGHHH!"


Behemoth meraung dan mengayunkan tangan kanannya ke arah Takumi. Takumi menahan pukulan keras Behemoth dengan tombaknya namun, pukulannya sangat keras hingga menghempaskan Takumi ketanah.


Awan debu berkumpul di tempat jatuhnya Takumi lalu, tombak raksasa berwarna hijau keluar dari awan debu dan menerjang langsung ke arah Behemoth.


Behemoth berusaha menahan bilah tombak yang menghampirinya. Behemoth merentangkan kedua tangannya dan meraung.


Dia terdorong mundur beberapa ratus meter karena kekuatan tombak itu yang sangat kuat. Saat Behemoth masih sekuat tenaga mencoba menahan tombak raksasa itu, sosok Takumi dengan cepat sudah berada di sampingnya.


Takumi mengeluarkan hawa membunuh yang Sangat besar dan membuat Behemoth yang sedang menahan tombak raksasa tersentak.


Takumi menikamkan tombaknya ke arah jantung Behemoth berada dengan sangat cepat. Behemoth terkejut, lalu cahaya putih yang membutakan meledak di sekitar mereka.


Awan debu berkumpul di tempat ledakan itu terjadi. Sosok Behemoth keluar dari ledakan itu. Dia memegang tangan kanannya yang putus.


"Yare Yare. kau sengaja membuatku sibuk untuk menahan tombak raksasa itu dan saat aku lengah, kau mengambil kesempatan itu untuk menikamku,


Sehingga aku terpaksa harus mengorbankan tangan kananku. Ahahaha, sangat bagus, aku mengakuimu, Yuusha!!"


(Note: Yuusha itu berasal dari bahasa jepang yang berarti pahlawan.)


Takumi menggunakan skill yang dimilikinya dengan sangat trampil dan sangat strategis sehingga membuat Behemoth harus merelakan kehilangan tangan kanannya.


"Aku sangat bahagia, Yuusha. Aku mengakuimu sebagai orang kuat yang dapat membunuhku."


Ucao Behemoth dengan sukacita.


"Sayangnya aku sama sekali tidak tersanjung dengan pujianmu."


Ucap Takumi dengan Dingin.


Behemoth hanya tertawa dengan tanggapan Takumi dan mulai memandang Takumi.


"Salah satu dari 12 pilar iblis, Raja daratan Behemoth."


Dia memperkenalkan dirinya sekali lagi.


"Salah satu dari 12 pahlawan manusia, pahlawan Tombak, Kamada Takumi."


Ucap Takumi sambil memasang kuda kuda.


Mereka berdua saling memperkenalkan diri mereka masing masing. Bagi para pejuang dan kesatria,


Memperkenalkan diri masing masing saat bertarung adalah sebuah tanda bahwa seseorang mengakui dan menghormati kekuatanmu dalam pertarungan.


Meskipun Behemoth seorang monster iblis, dia memiliki jiwa seorang kesatria.


Mereka berdua saling berhadapan lagi dan mulai bertukar pukulan.


Takumi dengan cepat mengayunkan tombaknya ke arah bahu Behemoth dan behemoth menahannya dengan tangan kirinya lalu menendang pinggang Takumi dengan kakinya.


Takumi terhempas cukup jauh karena tendangannya. Behemoth melesat ke arah Takumi dan mengayunkan tangan kirinya.


Takumi menghindari serangannya dan menggunakan Javelin Strike untuk menghempaskan Behemoth.


Behemoth memegang gagang tombaknya dan terseret olehnya. Takumi menggunakan skill hujan panah ke arah Behemoth yang sedang melesat bersama tombak Javelin milik Takumi.


Untuk menghindarinya, Behemoth mematahkan tombak Javelin dengan bantuan taring di giginya dan menggunakan sihirnya untuk menghindari hujan tombak.


"Black Hole!"


Dengan satu mantra, lubang hitam muncul tepat di atas Behemoth dan menyerap hujan tombak yang menuju ke arahnya.


Selagi black Hole terus menyerap hujan tombak, sebuah tombak hijau Raksasa yang sama seperti sebelumnya melesat ke arah Behemoth.


Behemoth mengayunkan tangannya dari bawah ke atas untuk membentuk sebuah dinding raksasa.


"Tembok Neraka!"


Tembok berwarna merah kehitaman muncuk tepat di depan Behemoth dan menghadang tombak Raksasa milik Takumi.


Tombak dan tembok saling berbenturan dan hancur secara bersamaan, hanya menyisakan angin kencang dan awan debu di sekitar.


Desa kecil yang awalnya indah kini telah menjadi medan perang dan banyak tanah hancur serta mayat monster berserakan di tanah.


Takumi tidak sempat menperhatikan daerah sekitar karena dia terlalu fokus pada musuh yang ada di depannya.


Saat awan debu masih berkumpul, sosok takumi yang melompat menghampiri Behemoth muncul.


Takumi melompat dan memutar tubuhnya serta tombaknya seperti sebuah baling baling. Behemoth tersentak kaget.


"Zero Gravity!"


Behemoth menggunakan sihir gravitasi miliknya. Takumi yang awalnya melesat dan memutar dengan cepat, kini menjadi lambat dan melayang ke atas karena tidak ada gravitasi du sekitarnya.


Baam!!


Hantaman keras mengenai dada Takumi dan dia terhempas, lalu memuntahkan darah dari mulutnya.


Pertarungan mereka berdua sangatlah intes sehingga tidak ada waktu untuk menarik nafas panjang.


Mereka saling menyerang satu sama lain, mencoba membunuh satu sama lain.


Raja daratan Behemoth, nampaknya bukanlah gelar kosong belaka. Behemoth benar benar kuat seperti gelarnya, raja daratan.


Takumi menggunakan tombaknya untuk menahan tubuhnya agar tidak terjatuh. Nampaknya dia sudah mencapai batasnya.


Meskipun dengan kekuatan kutukan san pemalas yang meningkatkan kekuatan dan ketahanan tubuhnya, dia tetaplah seoranh manusia, dia memiliki keterbatasan dalam dirinya.


Behemoth berjalan perlahan dan keluar dari awan debu. Dia berhenti setelah beberapa meter di hadapan Takumi.


Takumi berhasil berdiri dan berhadapan lagi dengan Behemoth yang sudah compang camping. Sepertinya dia juga sudah mencapai batasnya, dengan regenerasi tubuhnya yang di segel oleh kutukan.


"Aku sangat senang bisa bertarung denganmu, Yuusha. Entah sudah berapa lama aku tidak merasakan seperti ini, dan aku berharap kita akan bertarung selamanya namun, sekarang waktunya untuk mengakhiri ini."


Ucap Behemoth dengan dingin dan terlihat sedikit sedih.


Takumi mulai membentuk kuda kuda dan mengalirkan seluruh kekuatan terakhir yang dia miliki untuk satu serangan penentuan ini.


Takumi mencondongkan tombaknya kedepan dan memusatkan seluruh mana alam, sp miliknya yang tersisa serta kutukan pemalas di tombaknya.


Behemoth menutup matanya dan mendangak ke langit lalu mengambil nafas panjang.


!!!


Medan pertempuran mulai bergetar, bola energi hitam yang bercampur putih muncul di tangan Behemoth. Tangan kirinya tertutupi oleh aura hitam yang menyesakkan.


Sementara tombak Takumi bercahaya hijau dan menyerap selurub partikel cahaya di sekitarnya. Mereka berdua sudah siap melontarkan serangan penentuan ini.


Sebuah daun terbang di tengah tengah mereka. Daun itu perlahan jatuh dan saat daun itu menyentuh tanah sebagai tanda mulai.


Takumi dan Behemoth berlari menghampiri satu sama lain.


"HEAAAARRRRRRGGGGHHH!!!


"HUWAAARRRRRRGGGGGHH!!"


Mereka berdua saling meraung satu sama lain. Tombak dan bola energi saling beradu satu sama lain. Cahaya yang menyilaukan berkumpul di sekitar mereka dan membutakan penglihatan.


Alam bergetar dengan hebat. Tanah tempat mereka bertarung dan beradu kekuatan memiliki kawah besar di dalamnya.


Tik.


Tik, tik, tik, tik.


Hujan perlahan turun dan menjadi hujan deras yang menutupi bau darah serta memadamkan api di sekitar.


Air hujan yang mengalir di tanah berubah menjadi merah karena darah yang berasal dari tumpukan mayat goblin.


Di medan tempur itu, terdapat kawah yang paling besar terbentuk di tengah kawah itu, ada dua sosok orang berada di situ.


Salah satu dari orang itu terbaring di tanah dengan badan penuh luka. Kedua tangannya telah hancur dan organ dalamnya berserakan.


Di atas orang yang terbaring itu, ada sosok manusian yang juga penuh dengan luka. Dia berdiri sambil mengacungkan tombaknya ke arah orang yang terbaring tepat di bawahnya.


Hasil dari pertarungan ini adalah—


Kemenangan Takumi!