The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Sosok misterius




Priscilla POV.


'Aku pernah bermimpi... Tentang sebuah dunia yang memiliki tingkat yang terhubung dengan tempat berbeda. Saat pertama kali ku tiba di mimpi itu... Hamparan padang rumput yang luas kutemukan, matahari yang bersinar terang namun tidak membakar kulit.'


Hembusan angin menyentuh kulit, membawa kesejukan udara dingin pegunungan ke paru-parunya. Dia menatap langit di kepalanya, menyaksikan pemandangan dunia yang benar-benar baru.


'Tentang bagaimana aku tiba di sana dan bagaimana aku berakhir di sana... Begitu tiba, seseorang yang misterius memberitahuku, tentang takdir seorang manusia yang akan menaklukkan nirwana. Dia memperlihatkan masa depan kepadaku, di akhir perjalanan pria yang wajahnya tidak dapat kulihat karena suatu hal, dia menderita, berkubang dalam kesedihan, bersekutu dengan kesendirian, dan menyisakan dirinya seorang, menjerit dalam kehampaan.'


Mimpinya begitu panjang, di mulai dari perjalanannya mengenal tempat bernama Labrynt neraka, hingga akhirnya menciptakan Serikat penaklukan demi meraih kebebasan. Waktu berlalu begitu lama, ratusan, atau bahkan ribuan tahun di laluinya hingga akhirnya serikitnya semakin besar dan terlahir lah, Serikat penaklukan, Region.


'Tahun demi tahun membosankan kulalui, hingga akhirnya pria yang hanya memiliki satu lengan muncul, membuat ketertarikan ku kepadanya tumbuh. Meski dengan kekurangannya itu, dia tidak memiliki masalah dengan bertarung, bahkan dia mengalahkan Arch Licht seorang diri. Terdapat sebuah rumor yang menyebutkan, bahwa dia membantai orang-orang di lantai bawah saat mendaki.'


Pria yang di maksud adalah Rigel, yang baru saja memasuki Labyrinth dan membantai semua orang di lantai bawah serta monster yang menjaga gerbang penghubung.


'Segala hal tentangnya menarik perhatianku, segala pertarungan sengit kami lalui, hingga akhirnya sampai di lantai utama, salah satu dari 4 pangeran neraka. Penjaga lantai bawah, Azazel. Pertarungan begitu brutal, bahkan dengan kekuatan penuh dari wujud peri milikku tidak dapat menandinginya. Namun pria itu, memikirkan ide yang benar-benar gila. Dia menghancurkan dinding lantai dengan kekuatannya, membunuh Azazel dengan kekuatan yang tidak ku ketahui sama sekali. Hingga akhirnya dia mengakui Identitasnya. Salah satu dari 12 Pahlawan Pahlawan Creator.'


Begitu mengetahui bahwa Rigel adalah seorang Pahlawan Creator, dia menyadari bahwa zaman telah berlalu sangat lama sampai-sampai dunia memanggil Pahlawan baru. Pahlawan generasi lama yang dia kenal telah lama mati.


'Aku teringat tentang perkataan Pahlawan generasi lama, tepat sebelum menyegel Tortoise. Dia mengatakan sesuatu, mengenai keyakinan bahwa di masa depan, Putranya yang baru lahir akan datang ke dunia ini dan menjadi Pahlawan, yang mengakhiri penderitaan dunia. Kini aku mengerti maksudnya, mereka benar-benar mirip.'


Setiap dunia memiliki garis waktu yang berbeda-beda. Ada dunia yang memiliki 1 hari namun di dunia lainnya hanya berlalu 1 jam saja. Meski Pahlawan itu telah ribuan tahun lamanya mati, namun tidak akan mengejutkan bila putranya yang baru lahir tetap hidup di garis waktu dunia lain.


'Sampai akhirnya, tiba hari penghabisan, di mana pria itu tiba-tiba menghilang dan berada di lantai teratas. Kami menyusulnya, hanya untuk di kejutkan setiap lantai yang ada telah kosong, mempermudah kami menuju lantai tertinggi. Di akhir, seluruh penghuni Labyrnth di kumpulkan di satu tempat. Kami di paksa menghadapi pria itu, yang seolah tidak mengenali aku atau yang lain. Dia membunuh setiap reka-rekannya seperjuanganku, sampai akhirnya dia membunuhku, dan tersadar dari ilusinya.'


Setelah melakukan perpisahannya, mimpinya yang begitu panjang telah berakhir. Begitu dia membuka mata, Priscilla melihat wajah Ratu peri yang lama tidak di jumpai dan orang yang dia temui di labyrinth neraka. Amatsumi Rigel.


Namun ingatannya bertumpuk, masih begitu kacau sehingga belum dapat mengingat hal-hal penting. Sampai akhirnya ketika Priscilla menyusun kembali ingatannya dan menghapus yang tidak penting, dia akhirnya mengingat beberapa hal penting yang harus segera di sampaikan. Untuk hal itulah dia pergi mencari Rigel tanpa perlu memberitahu ibunya, ratu peri.


"Aku harus cepat untuk memberitahu Rigel, sebelum...!"


Kata-kata nya terhenti, begitu melihat satu sosok berjubah keemasan yang terlihat melayang menghadang jalannya. Dari aura yang terpancar jelas dia bukan sosok biasa. Priscilla tidak memiliki waktu untuk di sia-siakan.


"Menyingkirlah atau aku akan menganggapmu musuh!"


Priscilla berteriak, namun sosok di depannya tidak bergeming sedikitpun. Tudung di kepalanya menutupi sebagian besar wajahnya, menyisakan mulutnya yang terekspos. Sebagai respon atas peringatan Priscilla, sosok berjubah itu tersenyum mengejek.


Kekuatan alam berkumpul di sekitar Priscilla, membentuk beberapa bilah cahaya yang melesat langsung ke sosok itu.


Sosok berjubah itu sama sekali tidak bergerak, saat bilah itu mencapainya, perisai tak kasat mata membatalkan serangan Priscilla.


Melihat itu, Priscilla terhenti, instingnya memberikan peringatan, bila sosok di depannya bukan orang biasa. Terdapat sesuatu yang aneh dari kekuatan yang di pancarkan nya. Bukan ketakutan atau intimidasi, melainkan ketenangan yang menghangatkan hati, namun dapat menikam kapanpun dirinya lengah.


"Siapa kau sebenarnya..??"


Priscilla meningkatkan kewaspadaan nya. Sosok di depannya tetap tersenyum sampai akhirnya mengulurkan tangan kanan yang di selimuti energi cahaya keemasan.


*SWEP..........


Priscilla melompat ke kiri, sekejap mata di tempatnya berdiri muncul ledakan cahaya yang mengerikan. Keringat dingin membanjiri dahinya, sekilas dia melihat apa yang ada di balik jubahnya.


"B-B-Bukankah itu... B-Bagaimana bisa?"


Saking terkejutnya, dia tidak dapat berbicara dengan benar. Sosok di hadapannya seharusnya sosok yang tidak akan muncul sampai waktunya tiba. Namun kini sosok itu berada tepat di depan mata, jelas suatu ke anehan.


"Hoho, kau menyadari identitas ku... Yah, tidak apalah, lagipula aku akan menunjukannya cepat atau lambat saat permainan di mulai... Sampai waktu itu tiba, aku akan membawamu!"


Mengatakan itu, sosok itu mengeluarkan cahaya keemasan dan menciptakan 6 bola cahaya dan meledak tepat ketika Priscilla tidak sempat bereaksi.


*DUAR!


Priscilla tidak memiliki jalan pelarian terhadap bola cahaya yang meledak tepat di sisinya. Begitu asap menghilang, menampilkan Priscilla yang terluka, namun masih dapat berdiri. Pakaian yang di gunakan sedikit koyak akibat ledakan yang terjadi. Sosok berjubah itu sedikit kagum namun akhirnya melemparkan energi cahaya yang cukup kuat dan membuat Priscilla jatuh, terbaring lemah.


"B-Bagaimana, bisa... Kamu turun ke dunia... ini?"


Priscilla berusaha sekuat mungkin untuk tetap mempertahankan kesadarannya. Sosok berjubah menghampirinya, tubuhnya tetap melayang di udara seakan tidak ingin mengotori diri dengan menginjak tanah.


"Bukan urusanmu... Aku hanya bosan di atas sana dan berniat untuk bermain di dunia ini selama beberapa waktu bersama si bodoh Lucifer dan cecunguk yang di panggil Pahlawan... Untuk itu, aku akan menggunakanmu untuk memancing Pahlawan keluar, Hahaha."


Sesaat mendengar ucapan sosok itu, Priscilla tidak sadarkan diri. Permainan besar sebelum perang akan tiba dan Rigel akan tahu seperti apa potensi sebenarnya dari kekuatan miliknya!