The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Pertemuan Kaisar surgawi I



Matahari telah mencapai puncaknya, semua kandidat Kaisar Surgawi telah berkumpul di satu tempat. Tidak hanya itu, dua belas pahlawan manusia juga berkumpul secara resmi. Banyak orang datang dari mancanegara untuk menyaksikan pertemuan yang tidak sering terjadi setiap harinya. Mereka juga ingin mengetahui seperti apa para kandidat Kaisar Surgawi dan para pahlawan.


Terutamanya seorang pendatang baru, kerajaan baru, Region. Banyak orang tertarik untuk mengetahui seperti apa sosok Raja dari negara tersebut, dan yang lebih penting, seperti apa rupa pahlawan Creator, yang telah membunuh Hydra seorang diri.


Semua orang berkumpul di dalam Aula kerajaan. Ada sekitar dua ribu orang yang berada di ruangan tersebut. Tempat ini terlihat sangat megah dan mewah. Beberapa lukisan, vas dan pilar penyangga yang ada terlihat rapih dan sempurna. Di sana juga terdapat podium yang sedikit lebih tinggi agar orang-orang dapat melihat siapa yang akan berdiri di sana. Di belakangnya, terdapat sebuah karpet bergambar salib besar di pajang di dindingnya.


Orang yang berdiri dan menyaksikan secara langsung di tempat itu hanyalah kesatria, bangsawan, Arc Wizard tingkat tinggi dan juga beberapa tokoh penting lainnya. Merial di tempatkan di antara para Kesatria. Mereka adalah orang-orang yang akan memilih kandidat mana yang ingin di berikan dukungan, tentu saja tanpa paksaan sedikitpun. Meskipun begitu, pasti ada beberapa dari mereka yang sudah bernegosiasi untuk mendukung Kaisar Surgawi. Untuk saat ini, mari kita singkirkan mengenai hal itu.


Seorang pria tua yang nampaknya adalah seorang pendeta datang dan berdiri di atas podium. Dia mengenakan pakaian putih dengan gambar salib besar di pakaiannya. Sebagai pembukaan, sepertinya akan di mulai dengan do'a. Lalu sebagai catatan, Rigel telah menempatkan kamera kecil di kuncir rambut Merial dan menyiarkannya di Region dengan hologram.


"Hari ini, di hadapan para dewa... Keempat kandidat Kaisar Surgawi akan mengucapkan sumpah mereka untuk menyerahkan segala yang dimilikinya untuk perang besar, Ragnarok... Untuk menyambut hari yang membahagiakan ini, mari kita lipat tangan dan berdo'a kepada Dewa yang telah memberikan kesempatan untuk kita berkumpul di hari ini..." Ujar pak tua pendeta.


Semua orang tanpa terkecuali melipat tangan mereka dan memejamkan mata untuk berdo'a. Setelah keheningan yang berlangsung singkat itu, pendeta yang berdiri di podium memberikan tanda selesai dan langsung terjun ke acara utama.


"Sekarang, saat yang sudah di tunggu semua orang. Kaisar Surgawi, beserta pahlawan yang mengikutinya, ku persilahkan kalian untuk datang..." Ujar pendeta itu dengan lembut.


Satu persatu kandidat muncul dari sisi lain podium bersama pahlawannya dan kepala kesatria Ruberios, akan menjadi orang yang menyebutkan nama dari kandidat Kaisar Surgawi.


"Beri hormat, kepada kandidat Kaisar Surgawi, Yang Mulia Alexei Greysunder Vi Ruberios, dari kerajaan Ruberios, menaiki panggung!" Teriak kepala kesatria.


Semua orang secara serempak memberi hormat, untuk para kesatria, mereka menghentakkan pedang dan kaki mereka ke lantai sebagai bentuk penghormatan. Untuk bangsawan dan orang-orang lainnya, mereka melakukan penghormatan yang biasanya yaitu, menaruh tangan kanan mereka di dadanya sementara tangan lain di punggung.


Kedatangan kandidat Kaisar Surgawi beserta pahlawannya di iringi dengan alunan musik yang sangat megah.


Kandidat pertama adalah Raja dari Kerajaan Ruberios, dia terlihat seperti pria dengan usia kepala empat dengan tubuh yang kurus dan wajah yang lembut. Cocok dengan gelarnya sebagai pendeta tertinggi. Mengikutinya, tiga pahlawan dari Ruberios berdiri di belakang kandidatnya. Mereka adalah Perisai, Pisau, dan Cambuk.


"Beri hormat, kepada kandidat Kaisar Surgawi, Yang Mulia Rudeus Mathers, dari Kekaisaran Timur, menaiki panggung!"


Kandidat lainnya masuk. Untuk Raja dari Kekaisaran Timur, dia tampak tidak beda jauh dengan Alexei, selain wajahnya yang tampak sangar dan haus akan harta. Pakaian yang di gunakan pun terlihat sangat mewah dan memancarkan kharismatik tersendiri. Pahlawan yang mengikutinya masih lengkap, yaitu, Sabit, Kipas, Cakar, dan Palu.


"Beri hormat, kepada kandidat Kaisar Surgawi, Yang Mulia Altucray pendragon Vi Britannia, Dari Kerajaan Britania, menaiki panggung!"


Raja dari Kerajaan sampah yang membuang Rigel, Altucray. Dia mengenakan pakaian yang sedikit berbeda dari biasanya. Yah, tidak perlu di jelaskan lagi. Meskipun badannya terlihat besar, namun itu bukan karena gendut, melainkan otot tubuhnya yang besar. Pahlawan yang mengikutinya adalah Pedang, Tombak, dan Busur.


Rigel tidak menduga ini, awalnya dia berfikir jika kandidat Kaisar Surgawi hanyalah orang-orang yang terlihat seperti babi rakus. Namun tidak terduga orang-orang ini di luar ekspetasi. Mereka justru terlihat seperti orang-orang kuat dari generasi mereka, terutamanya Alexei. Rigel dapat merasakan energi yang besar di dalam dirinya, sepertinya dia seorang pengguna sihir suci. Lalu untuk Rudeus, meskipun terlihat angkuh, kekuatannya sepadan dengan keangkuhannya. Untuk Altucray sendiri Rigel tidak percaya bahwa dia punya kemampuan, namun dari apa yang dikatakan Walther, Altucray memiliki gelar Raja pedang.


"Beri hormat, kepada kandidat Kaisar Surgawi, Yang Mulia Asoka Van Yurazania, Dari Kerajaan Region, menaiki panggung!"


Saat-saat yang di nantikan semua orang telah tiba. Mereka sangat penasaran dengan rupa dari pahlawan serta kandidat Kaisar Surgawi terakhir. Asoka berjalan ke atas podium, pahlawan yang mengikutinya hanyalah Creator dan Tongkat. Alexei beserta pahlawan Ruberios tidak menduga jika Ozaru telah berada di pihaknya, dan terlebih lagi, penampilannya berubah drastis. Namun bukan hanya mereka saja yang terkejut, tetapi semua orang yang berada di sana terkejut. Mereka tidak pernah melihat pakaian yang di kenakan fraksi Asoka. Meski terlihat unik, namun itu pakaian kelas atas. Rigel tersenyum mencibir.


Dia sengaja melakukan ini untuk menegaskan bahwa Region adalah negara maju. Dengan pakaian ini saja, sudah cukup untuk menarik minat pedagang dan bangsawan rakus yang ingin mendapat banyak uang jajan dengan menjalin hubungan baik dan berdagang di Region.


Saat Rigel memperhatikan sekitar, dia melihat Merial berdiri diantara para kesatria, Merial tersenyum saat menyadari Rigel menatapnya. Lalu, tidak jauh dari tempat Merial berada, Rigel menemukan seorang gadis berambut pirang yang akrab dengannya. Dia adalah Tirith pendragon. Apa yang sedang dia lakukannya di sini? Tirith tampak menggunakan satu set baju tempur yang anggun. Rigel telah mendengar dari Merial meskipun Tirith terlibat seperti putri yang rapuh, namun dia sebenarnya sangat kuat. Bahkan Merial sendiri tidak sebanding dengannya.


Tirith juga menyaksikan Rigel yang berdiri di atas sana, sosok yang sudah lama tidak dia jumpai dan sosok yang telah dia khianati. Tirith berkata di dalam hatinya dengan sedih. "Rigel..." Namun dengan cepat menghilangkan kesedihan dari hatinya.


"Dengan begini, empat orang kandidat beserta para pahlawan yang mengikutinya telah hadir di depan mata kita. Di hadapan para dewa, Kandidat Kaisar Surgawi akan memberikan pidato dan sumpah—" Ucapan pendeta tua itu di potong oleh sosok tak terduga.


"Tunggu dulu pak tua, aku pikir omong kosong mengenai sumpah terhadap para dewa itu tidak perlu di lakukan."


Orang itu adalah Raja dari Kekaisaran Timur, Rudeus. Wajahnya benar-benar mencerminkan sifatnya, sombong.


"Kau meminta kami berpidato dan bersumpah kepada Dewa? maaf, tapi aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu. Lagipula, orang yang akan menjadi Kaisar Surgawi telah jelas, yaitu aku." Ujar Rudeus dengan bangga.


"Aku setuju denganmu untuk tidak bersumpah kepada Dewa atau semacamnya, namun aku tidak setuju dengan kau sebagai kaisar Surgawi. Lagipula, aku penasaran kenapa kalian menyembah para Dewa? bukankah mereka adalah bajingan sialan yang menciptakan perang Ragnarok?" Ujar Rigel.


Rigel tidak menduga bahwa agama dunia ini menyembah para Dewa yang bahkan h membuat keberadaan manusia terancam. Apa mereka benar-benar tidak memiliki logika?Yah, wajar saja. Bahkan keberadaan sihir itu sendiri sudah termasuk okultisme yang berada di luar logika.


Semua orang yang hadir tampak sangat terkejut dan berfikir bahwa apa yang dikatakan Rigel ada benarnya. Bahkan Takumi dan pahlawan lain selain Ozaru tampak sangat terkejut bahwa Rigel berani mengatakannya secara langsung. Sepertinya mereka juga sudah menyadarinya.


"Kau! meskipun kau seorang pahlawan, kau tidak akan di maafkan karena telah menghina Dewa!" bentak pendeta tua itu.


"Oi, oi... Memangnya kepada siapa aku harus meminta maaf? Yang kukatakan sebuah kenyataan. Apa kau tidak mengetahui awal mulai terbentuknya Ragnarok?" Tanya Rigel.


Tentu saja semua orang yang hadir mengetahuinya. Mereka mulai merenungkan nya dengan serius dan menemukan bahwa apa yang di katakan Rigel adalah kebenaran.


"Oi, Rigel! kau akan menghancurkan Agama dunia ini jika terus melanjutkannya!" Takumi memberikan peringatan.


Rigel mendengarkan peringatan Takumi dan mengambil haknya untuk diam. Lagipula, dia tidak mau mendapat gelar penghancur Agama orang. Lalu untuk catatan, Asoka, Merial, Ray, Misa dan Nisa beserta penduduk Region tidak menganut kepercayaan apapaun, atau yang bisa di kenal dengan Atheisme. Entah karena apa, Ozaru bertanya kepada Rigel.


"Hei monyet putih. Memangnya apa yang di maksud monyet-monyet itu dengan agama?" Tanya Ozaru.


"Yah, itu adalah suatu komunitas yang merujuk sosok yang lebih tinggi dari kita dan mereka puja. Bagaimana denganmu? memangnya orang di duniamu tidak memuja apapun?" Tanya Rigel.


"Ahh, tentu saja mereka memujaku, Hahahahah." Ozaru tertawa senang.


"Tch... Aku salah bertanya kepada orang Goblok." Gumam Rigel.


Saat mendengarkan percakapan Rigel dengan Ozaru, Alexei berdehem dan mulai bicara.


"Y-yah, aku akan pura-pura tidak mendengar soal itu... Mari kita lewatkan ini, Pak pendeta. Jika para kandidat lain tidak ingin mengucapkan sumpah maka tidak apa. Aku sendiri tidak terlalu mempersalahkan siapa yang akan menjadi Kaisar Surgawi. Setidaknya, bagaimana kalau kita memberi sepatah dua patah kata yang menjadi motivasi kita untuk menjadi Kaisar Surgawi?" Tanya kandidat Alexei.


"Yah tidak masalah, karena itu lebih menghemat waktu." Ujar Altucray. "Aku akan membawa kemenangan untuk umat manusia dengan korban sesedikit mungkin." Lanjutnya.


"Huh, untukku... Aku akan menghabisi malaikat dan iblis itu sampai tak bersisa untuk umat manusia." Ujar Kandidat Rudeus.


Kandidat Alexei yang awalnya tersenyum ramah kini memasang ekspresi tegasnya. "Aku akan mengerahkan segalanya untuk kemenangan umat manusia." Ujarnya.


Sekarang, tersisa Asoka, kandidat terakhir yang belum mengatakan hal yang membuatnya menjadi Kandidat Kaisar Surgawi. Asoka menarik nafas dan mengatakan...


"Aku... akan mencurahkan seluruh hidupku untuk mempertahankan keberadaan umat manusia, tidak hanya manusia, tetapi seluruh penduduk Earthland!"


Rigel dan Merial yang berada di kejauhan tersenyum. Begitu juga dengan orang-orang di Region yang menyaksikan melalui Hologram. Rigel telah memahami kata-kata yang di ucapkan Lucifer dan memberitahukannya kepada Asoka. Sejak awal perang ini bukan untuk manusia... Manusia hanya harus bertahan hidup dan menghindari dampak dari perang besar itu.


Yah, meskipun begitu. Rigel yakin jika di masa depan mau tidak mau mereka harus tetap bergabung dalam perang nanti. Para kandidat lain memiliki satu kesamaan, yaitu berperang untuk menang. Hanya Asoka yang mengatakan hal berbeda dan reaksi kandidat dari Kekaisaran Timur serta Britannia adalah...


"Hahahahahaha...."


Mereka tertawa. Rigel tidak mengetahui apa yang lucu dari itu namun yang jelas, mereka berniat merendahkan Asoka dan Region.