The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Region vs Azazel part 2



Aku dan yang lainnya melangkah mundur setelah melancarkan serangan kami. Aku tahu bahwa serangan itu tidak akan cukup untuk membunuhnya, namun aku berharap serangan tadi berhasil memberikan kerusakan yang berarti.


Saat kabut asap mulai menghilang, aku dapat melihat sosok dengan pakaian hijau dan rambut coklat panjang yang terlihat seperti seorang gadis. Rambutnya menutupi salah satu matanya yang membuatnya terlihat seperti pria tampan jika Mengesampingkan tanduk berwarna hijau di kepalanya.


"ahhh~, kalian telah menghancurkan tahta kesayanganku, kalian harus menggantinya dengan tulang di tubuh kalian."


Ucap Azazel.


Aku, Mirai, Anastasia dan Priscilla mulai mengambil posisi bertempur. Anastasia akan menjadi pendukung serta yang melakukan serangan jarak jauh Mirai yang akan membantu melindungi Anastasia, sementara aku dan Priscilla akan menghadapi Azazel dalam pertarungan jarak dekat.


Aku melihat ke daerah sekitar untuk mencari dimana kunci yang dia lindungi terletak. Namun aku tidak menemukan apapun selain beberapa hiasan dinding seperti jam, lukisan dan pedang yang di gantung.


"Karena kalian sudah jauh jauh datang kesini, aku akan menghormati kalian dengan cara membunuh kalian tanpa rasa sakit."


Ucap Azazel, merentangkan tangannya.


"Sayangnya kami harus menolak tawaranmu itu. Kami datang kesini untuk mengakhiri hidupmu."


Balas Priscilla sambil menyeringai.


"Yah, tanpa di kalian beritahu, aku sudah mengetahui bahwa kalian datang untuk menghabisiku dan untuk ini."


Ucap Azazel.


Dia memegang sesuatu yang terlihat seperti jam pasir dengan cahaya biru di dalamnya. Namun, jika di perhatikan lagi, itu bukanlah sebuah jam pasir, hanya bentuknya saja yang meyerupai jam pasir namun di dalamnya aku dapat melihat sebuah kunci berwarna biru di dalamnya, itulah yang aku cari.


"Berikanlah usaha terbaik kalian untuk membunuhku dan mendapatkan benda ini."


Ucap Azazel, tatapannya mengarah pada Rigel.


Aku mengambil tombak yang kugunakan sebelumnya dari infertoryku dan mengalirkan mana kedalam tombak itu untuk meningkatkan serangan dan kekuatan dari tombak.


Priscilla juga mengambil senjata yang tampaknya adalah sebuah belati. Dia mengalirkan kekuatan yang dia pinjam dari para peri yang membuat belati yang di pegangnya bersinar dengan warna hijau yang melambangkan alam.


Aku menciptakan angin di telapak kakiku untuk membuat diriku terhempas ke arah Azazel dengan sangat cepat dan mengarahkan tombakku ke kepalanya.


Woosh!


Tang!


Azazel berhasil menahannya dengan tangannya yang tertutupi zirah. Azazel menyeringai mengejek namun senyuman di bibirnya dengan cepat menghilang saat serangan lain datang dari arah yang berlawanan dari tempat aku datang.


Ting!


Priscilla melesat dengan sangat cepat dan menikam Azazel dari belakang namun hanya dapat menggores zirah yang dikenakannya.


"Sungguh wanita yang tidak sopan, menyerang seseorang dari belakang."


Azazel kecewa.


Aku melepaskan tombakku yang masih berada dalam genggaman Azazel dan melompat mundur untuk menyiapkan mantraku. Aku mengulurkan tanganku dan mengaktifkan skill ku.


"Creator skill : Creator Lightning!"


Listrik bertegangan tinggi muncul dari kedua tanganku yang terulur dan mulai menyambar Azazel yang hanya berdiri diam.


"Serangan yang menggelikan."


Gumam Azazel.


Dia mengulurkan tangan kirinya lalu muncullah sebuah perisai tipis berwarna hijau yang menutupi tubuhnya dan melindungi dirinya dari petirku. Namun tujuanku adalah untuk mengalihkan perhatiannya.


"Aqua Buster!"


Anastasia berteriak.


Tembakan air berkecepatan tinggi yang bahkan dapat melubangi sebuah pohon raksasa, meluncur langsung ke arah Azazel yang terlalu fokus denganku. Dia memiliki terkejutan sendiri di wajahnya namun dengan tenang menghindarinya dengan melompat ke kiri.


"Rasakan ini!"


Priscilla meraung.


Sebuah busur cahaya raksasa terbang dari kedua tangan mungil Priscilla yang terulur menuju Azazel yang masih berada di udara, dia tidak akan dapat menghindarinya. Azazel menoleh ke arah busur cahaya itu namun sudah terlambat baginya untuk bereaksi.


Suara ledakan bergema karena benturan keras dari anak panah dan Azazel yang menjadi targetnya. Awan debu bertiupan di sekitar dan membuat sosok Azazel tidak terlihat, aku tidak dapat memastikan apakah serangan barusan berhasil melukainya.


Meskipun Priscilla belum berubah menjadi wujud dewasanya, aku yakin serangan yang baru saja dia luncurkan adalah serangan yang cukup kuat untuk membunuh bos lantai dalam satu kali tembakan. Aku yakin tidak mungkin Azazel tidak menerima kerusakan apapun dari serangan barusan.


Lalu, hal yang mengganjalku adalah dimana pintu gerbang yang menuju ke lantai selanjutnya? Jika tempat Azazel berada adalah puncak dan ruangan boss, seharusnya ada sebuah pintu di sekitar sini. Belun lagi, aku merasakan sesuatu yang tidak nyaman sedang terjadi di luar.


Aku berharap Braund dan pasukan yang lain tidak mendapatkan apapun yang menyulitkan mereka.


"Jadi kau orang yang menggunakan kekuatan dari para peri ya? Pantas saja punggungku terasa gatal."


Ucap Azazel.


Azazel berjalan keluar dari kepulan asap sambil membersihkan debu di zirahnya. Serangan barusan tidak memberikan luka apapun terhadapnya!


"Yah, sepertinya aku harus berhenti bermain main. Aku juga sudah selesai melakukan peregangan, pertama tama..."


Woosh!


Sosok Azazel menghilang dalam sekejap dari tempatnya berdiri sebelumnya. Sial, mataku bahkan tidak dapat mengikuti kecepatannya!


Jadi sejak awal tadi dia hanya melakukan pemanasan? Aku yakin dia benar benar meremehkan kami. Saat aku mencari di mana tempatnya berada, aku dapat merasakan hawa membunuh yang sangat besar berasal dari tempat Anastasia berada.


"Anas—"


Sebelum aku sempat bereaksi dan menoleh ke arah Anastasia dan Mirai, Azazel sudah berada disana dan memukul perut Mirai yang sedang menjadikan tubuhnya perisai daging untuk melindungi Anastasia.


Boom!


Khak!


Mirai memuntahkan darah dan tubuhnya terdorong terhempas kebelakang dan membuat Anastasia juga terlempar karena tubuh Mirai yang meluncur ke arahnya dengan sangat kuat.


Boom!


Mereka menabrak sebuah pilar yang berada beberapa ratus meter jauhnya dari pintu gerbang yang telah hancur karena Azazel. Mirai dan Anastasia langsung kehilangan kesadarannya, aku yakin mereka memiliki beberapa tulang yang patah. Bahkan Mirai yang kuat dalam fisik dapat di hempaskan begitu mudah olehnya!


Tch!


Aku mendecakkan lidahku dan sebelum aku sempat bergerak lagi, hawa membunuh yang sangat besar muncul di belakangku secara tiba tiba. Aku dapat merasakan kilauan merah dari mata yang sangat haus akan darah berada di belakangku.


Aku membalikan tubuhku secepat yang aku bisa dan menemukan Azazel yang berada tepat dibelakangku dengan tinju yang sudah terulur dengan sangat kuat dan menghantam dadaku.


Sial tidak akan sempat!


Aku berusaha menyilangkan tanganku namun semua itu sudah terlambat. Pukulannya menghantam langsung ke dadaku namun, sebelum lengannya mencapai dadaku, aku memusatkan seluruh mana dan memadatkannya di tempat pukulannya akan mendarat.


Hal itu aku lakukan sebagai bentuk pencegahan luka yang lebih parah dari tubuhku.


Boom!


Duar!


Tubuhku terhempas ke dinding yang beberapa meter berada di belakangku. Dinding yang awalnya terlihat sangat kokoh dan kuat kini memiliki retakan dimana mana karena hantaman keras dari tubuhku.


Khak!


Aku memuntahkan darah dari mulutku dan aku juga dapat merasakan cairan yang terasa dingin mengalir di kepalaku. Kepalaku ikut berdarah, namun tidak sampai mengancam nyawaku. Sial, tubuhku terasa sangat sakit untuk bergerak saat ini.


Kemungkinan besar butuh sedikit waktu bagiku untuk dapat menggerakan kembali tubuhku. Kini hanya menyisakan Priscilla yang akan berhadapan satu lawan satu dengan Azazel.


"Bertahanlah sebentar saja, Priscilla."


Aku sekuat tenaga berusaha mengulurkan tanganku untuk mengambil potion pemulih dari infertoryku. Aku meminum perlahan ramuan itu dan aku dapat merasakan ramuannya bekerja, perlahan memulihkan tubuhku.


Priscilla melirikku sebentar dan kembali memfokuskan pandangannya kepada Azazel.


"Beristirahatlah sebentar untuk memulihkan tubuhmu, Rigel. Sisanya serahkan kepada ketuamu ini."


Ucap Priscilla sambil tersenyum dengan penuh percaya diri.


Meski mengesalkan bagiku, namun dia benar. Aku harus beristirahat sebentar untuk membiarkan ramuan pemulihan ini bekerja dengan cepat. Komohon, Bertahanlah Priscilla.