
"P-pergi dari tempat ini? Kenapa, Rigel. Padahal kau baru saja muncul dan langsung pergi begitu saja?"
Tanya Takumi.
"Ada beberapa hal yang harus ku utamakan."
Ucap Rigel.
Rigel melepaskan Tirith dari pelukannya dan berjalan kembali menuju tahta tempat raja seharusnya duduk. Namun, sebelum Rigel mencapai tahta, Takatsumi mulai mengatakan sesuatu.
"Kau pasti palsu kan? Kau bukanlah Rigel, kau hanya seorang peniru!"
Ucap Takatsumi.
Takatsumi melesat dan menyerang Rigel. Dia berusaha menikam Rigel dari punggungnya. Rigel tidak perlu repot repot memutar badannya, dia hanya perlu menggunakan sedikit kekuatannya.
Duri duri tajam yang terbuat dari logam terbentuk di sekitar Rigel sehingga Takatsumi berhenti bergerak untuk menyerang Rigel. Duri yang tercipta terlihat seperti sebuah akar menjalar yang batangnya di penuhi duri. Mustahil bagi Takatsumi untuk terus menerobosnya.
Rigel mengambil sesuatu dari infertory miliknya dan mengangkatnya ke atas.
DOR!
Suara tembakan menggema di ruangan tahta. Semua orang yang menyaksikan itu gemetar dan bingung dengan senjata yang belum pernah mereka lihat. Di sisi lain, Takumi, Yuri dan Takatsumi mengetahui senjata apa yang berada di tangan kiri Rigel.
"K-kau, b-bagaiman mungkin senjata macam itu—"
Kata kata Takatsumi langsung di potong oleh Rigel.
"Meskipun kita berasal dari garis waktu dan dunia yang berbeda, namun kita sama sama berasal dari era modern, kan? Kalian pasti sudah mengetahui bahwa pistol di tanganku ini tidak akan pernah ada di abad pertengahan seperti ini."
Ucap Rigel.
Dari mana Rigel mendapatkan sebuah pistol? Semuanya berawal pada saat empat hari sebelum pertunangan Tirith.
"Kita masih memiliki empat hari sebelum pertunangan Tirith, ya? Tuan Walther, bisakah kau membiarkanku menggunakan sebuah ruangan kosong, jika ada aku ingin ruangan pelatihan."
Ucap Rigel.
"Tolong panggil saja aku Walther, Tuan pahlawan. Tentu saja kami memiliki sebuah ruangan untuk pelatihan. Jika anda berniat menggunakannya secara pribadi, aku akan dengan senang mengosongkan tempat itu untuk anda."
Ucap Walther.
"Tidak usah terlalu formal karena aku membencinya. Kalau begitu tolong, ya. Aku ingin mencoba beberapa hal tentang skillku."
Ucap Rigel.
"Aku akan mempersiapkannya sekarang."
Ucap Walther sambil meninggalkan tempat.
"Apa yang ingin kau lakukan dengan ruang pelatihan, Rigel?"
Tanya Cold.
"Tidak. Aku hanya ingin mengetahui sejauh mana benda yang dapat di buat dengan skillku."
Ucap Rigel.
'Aku tidak menyadari ini sebelumnya. Skill Creator milikku saat ini telah berubah, awalnya mereka memiliki banyak jenis skill dengan kemampuan yang berbeda. Namun, tanpa kusadari kini mereka menjadi satu kesatuan.'
Batin Rigel.
Saat ini, skill Creator milik Rigel hanya memiliki satu wujud yaitu Imagination Creator. Skill ini memungkinkan Rigel untuk menciptakan benda dari imajinasi Rigel, namun imajinasinya hanya dapat terwujud dari benda benda yang berada di ingatan Rigel. Untuk menciptakannya, Rigel hanya perlu membayangkannya wujud dan kemampuan dari benda yang ingin dia ciptakan.
Walther sudah kembali dari ruang pelatihan. Dia bekerja dengan sangat cepat yang membuat Rigel kagum. Rigel tanpa banyak bicara langsung menuju ke ruangan pelatihan.
"Baiklah pertama tama, aku akan mencoba membuat jubah dari salah satu film anime yang kuketahui."
Ucap Rigel.
Rigel membayangkan sebuah jubah berwarna hitam dengan garis merah. Proses pembuatan jubah berlangsung di dalam kepala Rigel dan tidak lama setelahnya, jubah itu muncul di depan Rigel.
"Whoa! Ini lebih mudah dari yang kubayangkan."
Ucap Rigel.
Rigel mengenakan jubah yang baru saja dia buat da menganalisis. Tidak ada kekurangan apapun dari jubah ini, bahkan ukurannya sangat cocok di tubu Rigel.
'Mari kita coba dengan ini. Jika berhasil ini akan mengguncang dunia!'
Batin Rigel.
Rigel mencoba membuat sebuah senjata yang membuat manusia di bumi saling berperang. Jika Rigel berhasil menciptakannya, dia akan memotong dua juta tahun perkembangan dunia. Senjata ini adalah sebuah pistol.
Rigel membayangkan sebuah bentuj pistol dan Skill Rigel menganalisis bentuk dan fungsinya melalui ingatan Rigel. Setelah berhasil menciptakan pistol, Rigel mencoba membuat beberapa amunisi untuk senjatanya dan itu sukses besar.
Rigel terus melakukan uji cobanya dan dia mengetahui batasan dan apa saja yang tidak dapat dia buat. Meskipun kemampuannya bisa menciptakan banyak benda, namun kemampuan miliknya tidak dapat menciptakan mahkluk hidup.
Kembali ke kerajaan Britannia. Semua pahlawan yang hadir mengetahui senjata yang berada di tangan Rigel.
"Kalian tahu kan? Jika kalian tahu lebih baik kalian tidak bergerak selangkah pun dari tempat kalian."
Ucap Rigel.
"Hah, aku tidak perlu menuruti ucapanmu hanya karena benda aneh yang mengeluarkan suara kencang it—"
Saat raja berbicara, Takatsumi langsung menyela perkataannya.
"Jangan bergerak, Raja. Senjata itu tidak hanya mengeluarkan suara yang keras, namun itu juga dapat melubangi tubuhmu, lihatlah.
Ucap Takatsumi, melihat ke atas.
Saat raja mengikuti arah kemana Takatsumi melihat, dia terkejut dengan hal yang dia liat. Langit langit memiliki lubang dan retakan karena peluru pistol Rigel. Raja Altucray mulai berkeringat dingin. Sementara Rigel terus berjalan dan akhirnya duduk lagi di tahta milik Raja.
"Apa sebenarnya tujuanmu, Rigel? Apakah lau benar benar Rigel, kau berbeda dengan orang yang kukenal."
Ucap Yuri.
"Ada banyak hal yang sudah terjadi selama seratus, tidak, setahun ini. Tujuanku tidak penting. Ini hanyalah sebuah awal dari pristiwa besar yang akan terjadi!"
Rigel merentangkan tangannya.
Semua orang terdiam, menunggu kata kata apa yang akan keluar dari Rigel.
"Yang mulia, yang mulia!"
Ucap seorang penyihir yang menerobos masuk.
"Ada apa! Cepatlah katakan!"
Bentak Raja.
"S- nampaknya ada orang yang menerobos masuk ke tempat batu ramalan berada! Dan dia menggunakan batu ramalan untuk mendaftarkan dirinya sebagai kandidat kaisar surgawi!"
Ucap penyihir.
"Apa?!"
Raja terkejut.
Untuk mendaftarkan diri menjadi kandidat kaisar surgawi, kandidat itu harus mendaftarkan dirinya melalui salah satu dari delapan batu ramalan. Di tengah keributan, seseorang muncul dan berdiri di samping Rigel.
"Salam kenal semuanya!"
Ucap Cold, mencuri perhatian semua orang.
"Aku adalah putra dari Astrea Van Yurazania. Namaku Asoka Van Yurazania, dengan ini aku mengajukan diriku sebagai salah satu kandidat kaisar surgawi!"
Semua orang tercengang dengan pernyataan berani yang di buat Cold. Para bangsawan, bahkan raja tidak dapat untuk tidak terkejut.
"J-jangan konyol! Kau bahkan tidak memiliki sebuah wilayah, penduduk bahkan para prajurit!"
Ucap Raja.
"Karena itulah aku datang ke sini. Aku ingin kau mencabut larangan untuk demi human meninggalkan negara dan memberikan kependudukan orang orang yang akan pergi bersamaku."
Ucap Rigel.
"Apa untungnya bagiku menurutimu."
Ucap Raja, mencibir.
"Aku tidak sedang negosiasi, aku memerintahmu babi tua. Jika kau ingin tanganmu tetap bersih, lakukanlah perintahku."
Ucap Rigel dengan dingin.
Raja menggerakan giginya, bahkan Takatsumi takut jika Rigel akan mengungkapkan hal itu. Di sisi lain, Takumi dan Yuri bingung kenapa Raja dan Takatsumi tampak sangat tidak menyukai Rigel. Bukankah mereka seharusnya senang, seperti Takumi?
"Aku akan melakukannya. Namun, jika kau meminta putriku dan negaraku aku tidak akan pernah memberikannya!"
Bentak Raja.
"Aku tidak menginginkan tempat menjijikan seperti Britannia. Aku akan membangun wilayahku sendiri di tanah Yurazania yang sudah di tinggalkan."
Ucap Rigel.
"Hah, apakah kau tidak tahu, jika monster malapetaka menempati perairan Yurazania?"
Raja tersenyum mengejek.
"Karena itulah, aku akan membunuh monster itu dan membebaskan tanah Yurazania untuk membangun wilayah dan pasukanku sendiri!"
Ucap Rigel, tersenyum mengejek.
"Jangan sampai kau mengganggu orang orangku dan mencampuri urusanku. Jika begitu, kau tahu apa yang akan kulakukan."
Ucap Rigel dengan sinis.
"Kalau begitu aku akan undur diri. Tirith, aku akan membawamu suatu saat nanti. Akan aku tunjukan padamu sebuah tempat yang indah dan juga bintang di angkasa."
Ucap Rigel.
"Tunggu, Rigel! Apakah kau tidak bisa di sini sebentar saja? Apakah kau akan pergi dan meninggalkan kami lagi?"
Ucap Tirith.
"Maaf, aku tidak punya waktu untuk di sia siakan. Lalu, Takumi, mulai saat ini biarkan aku sendiri yang membalaskan dendamku. Terima kasih, Takumi. Ah, satu lagi. Aku telah meninggalkan sebuah hadiah kepada kalian."
Rigel tersenyum.
"Kita pergi, Cold. Teleport!"
Rigel dan Cold menghilang dan pergi dari ruangan Tahta. Datang seperti badai dan pulang setenang ombak, itulah Rigel.
"Apakah, dia benar benar Rigel? Aku masih tidak mempercayainya."
Ucap Yuri, yang dari tadi terdiam.
"Meskipun dia berubah, aku yakin dia benar benar Rigel."
Ucap Tirith.
Takumi hanya tersenyum, berkebalikan dengan Takatsumi yang pertunangannya hancur dan akan dibatalkan.
"Dengan semua kejadian ini, sayangnya kita harus membatalkan pertunangan putirku dengan pahlawan pedang."
Ucap Raja.
Raja perlahan berjalan menuju tahta tempat Rigel duduk sebelumnya. Saat Raja menaruh bokongnya di tahta, sebuah suara yang terdengar menjijikan bergema di ruangan Tahta.
PRET!
"A-ayah? K-kau buang angin?"
Ucap Tirith.
"I-itu bukan aku!"
"Pft! Ahahahaha."
Tirith tertawa dengan sangat senang sementara Takumi dan Yuri berusaha menahan tawa mereka sendiri. Mereka tahu hadiah yang dimaksud Rigel adalah sebuah mainan yang akan mengeluarkan suara kentut saat di injak atau di duduki.
Setelah itu, semua orang yang berada di sana berjuang menahan tawa mereka terkecuali Tirith yang terus menerus tertawa sampai mengeluarkan air mata.