
Tortoise terbangun, Yuri terkena parasit, lalu sekarang Region terancam hancur. Semua ini berlangsung pada satu waktu yang bersamaan dan membuat Rigel harus memilih keputusan yang sulit. Rigel terpaksa harus kembali ke Region bersama Ozaru dan Yuri bersamanya. Sebuah hal yang patut di syukuri karena Rigel telah memberikan izin mengakses Ciel kepada orang lain dan mengabarinya hal ini. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi.
Rigel dan Ozaru telah mencapai Region dengan teleport dan dia sudah di sambut oleh Ray, Fang dan Nisa. Untuk Misa, kemungkinan dia masih melakukan penelitian yang Rigel minta kepadanya untuk di selidiki lebih lanjut. Dengan adanya rekaman hologram yang Rigel tampilkan di Region, semua orang seharusnya telah mengetahui bahwa Tortoise telah terbangun.
Saat melihat Rigel dan Ozaru yang menggendong Yuri, Ray hendak mengatakan sesuatu, namun dia menghentikannya dan memprioritaskan untuk merawat Yuri.
"Nisa, bantu aku membawa pahlawan panah untuk di rawat." Ujar Ray.
"Baiklah..." Jawab Nisa.
"Bagaimana keadaan terkini? dan dimana Leo?" Tanya Rigel.
"Baik! saat ini Leo sedang berada di ruang kendali Tuan Rigel, dia sedang mengamati pergerakan Raja iblis Lucifer dan memberikan peringatan untuk evakuasi secara diam-diam." Jawab Fang.
"Baiklah. Fang, aku ingin kau mengumpulkan prajurit yang ada dan biarkan mereka menggunakan senjata api. Aku ingin mereka dalam keadaan siap dalam waktu 15 menit dari sekarang." Perintah Rigel.
Fang memberi hormat dan dengan tegas mengatakan "Baik!" lalu pergi mempersiapkan para prajurit.
Setelah Fang pergi melaksanakan tugasnya, Rigel pergi ke ruang kendali dengan menggunakan Lift teleport yang dia ciptakan. Cara kerjanya mudah, Rigel hanya perlu membuat lingkaran teleportasi dan mengukirnya di sebuah batu tembus pandang dan menetapkan tujuannya.
"Teleport, rumah tikus." Ujar Rigel.
Lift teleport merespown dan mulai bersinar. Rigel dengan cepat menghilang dari tempat dan berpindah menuju ruang kendali. Untuk catatan, Rigel menggunakan 'Rumah Tikus' sebagai samaran atau kode untuk pergi ke ruang kendali.
Rigel sampai di ruangan yang hanya boleh di masuki olehnya dan Leo. Di sana, di dekat sebuah kursi untuk mengendalikan system, terdapat seorang bocah yang sibuk melakukan berbagai hal dengan hologram di depannya. Dia tampak lelah, seakan-akan bisa pingsan kapanpun. Leo mulai sempoyongan dan sebelum dia terjatuh, Rigel berlari dan meraihnya.
"Leo!" Ujar Rigel dengan khawatir.
"... Ugh... Ayah? aku telah, melakukannya dengan baik, kan?" tanya Leo selagi tersenyum lemah.
Rigel tersenyum kepada Leo. "Ya, kau melakukannya dengan sangat baik, Leo. Sekarang beristirahatlah, sisanya serahkan saja padaku." Ujar Rigel.
Leo masih tersenyum dan perlahan menutup matanya. Dia tertidur. Sepertinya cukup lelah bagi anak seumurannya untuk melindungi sebuah Negara. Yah, Rigel tidak menyalahkan Leo karena itu.
Rigel mengulurkan tangan kirinya dan menciptakan sebuah kasur lalu membaringkan Leo di sana. Sekarang, saatnya Administrator yang memegang kendali.
Rigel duduk di kursinya dan menatap semua hologram yang memiliki hal berbeda untuk di kerjakan. Leo bekerja dengan baik, dia telah menyiapkan senjata yang mungkin di butuhkan dan juga system pertahanan udara telah di aktifkan. Rigel menyaksikan sosok dengan enam sayap itu melalui hologram, rupanya benar itu adalah Lucifer yang sedang menatap Region dengan kagum. Di sisinya, terdapat seorang pria paruh baya yang kemungkinan pilar iblis.
Warga telah di ungsikan. Tidak ada lagi hal yang harus di lakukan, Rigel akan membawa Ozaru bersamanya dan menghadapi Lucifer. Benteng pertahanan Akra akan Rigel aktifkan hanya jika pertarungan benar-benar pecah. Untuk sekarang ketimbang memulai sebuah pertarungan, Rigel harus memastikan tujuan Lucifer kemari.
***
Di sisi lain, dari langit Region, Lucifer menatap kerajaan Region dengan sangat tertarik.
Pria paruh baya di sisinya adalah salah satu dari empat iblis terkuat dari dua belas pilar iblis, Dante. Tidak hanya itu, Dante termasuk orang terlama yang bersama Lucifer.
"Ya, saat pahlawan generasi ini terpanggil, ada begitu banyak kejutan selagi anda tertidur Yang Mulia. Meski kehadiran Negara ini merupakan hal lain, namun yang mengejutkan adalah hal itu..." Ujar Dante.
"God Requiem, ya... jadi bocah yang aku temui saat lalu adalah orang yang menerimanya..." Gumam Lucifer.
Dante hanya diam mendengarkan dengan senyuman lembut di bibirnya. Sudah sangat lama dia tidak berdiri di sisi tuannya seperti ini. Baginya, hari ini adalah hari penuh suka cita untuknya.
"Hahaha, tidak kusangka. Jika aku tidak datang pada saat itu, aku yakin dia akan membunuh Diablo... Sepertinya pertarungan ini tidak akan mudah, sebaiknya kita berhati-hati, Dante." Ujar Lucifer.
Meskipun dia berkata untuk berhati-hati, Lucifer sebenarnya meremehkan para pahlawan dan Dante tau akan hal itu. Bagi Lucifer, para pahlawan hanyalah manusia yang sedikit kuat dari yang lainnya.
"Aku akan mendengar peringatanmu, Yang Mulia. Lalu, apa yang harus kita lakukan dengan Negara ini? haruskah aku melenyapkan nya dalam sekejap?" Ujar Dante selagi memberi hormat.
"Aku pikir itu tidak di butuhkan untuk saat ini. Aku hanya ingin melihat seperti apa dunia ini dan hal-hal yang terjadi selagi aku tertidur... Bocah bernama Rigel dengan God Requiem itu nampaknya belum mengetahui kekuatan God Requiem itu sendiri. Jika tidak, dia pasti dapat membunuh Kura-kura itu sendiri." Ujar Lucifer.
Mendengar Kata 'Kura-kura' dari mulut Lucifer, Dante teringat akan sesuatu mengenainya.
"Yang Mulia, mengenai Tortoise itu, apa yang harus kita lakukan padanya? Jika dia mencapai tanah Neraka, kerajaan iblis, maka segala persiapan yang kita lakukan sampai saat ini pasti akan kacau." Ujar Dante.
"Hmm, kau benar juga. Kekuatanku saat ini belum terbangun seutuhnya, bahkan kau ataupun Zenos pasti dapat mengalahkan aku sekarang." Ujar Lucifer.
Mendengar kata-kata Lucifer, Dante menundukan kepalanya dengan hormat seakan menolak pernyataan Lucifer.
"Tidak mungkin aku dapat mengalahkan Yang Mulia, bahkan aku tidak pernah berfikir untuk melakukannya. Bagiku, bisa melayanimu adalah sebuah kebahagiaan terbesarku." Ujar Dante.
"Hahahaha, baguslah." Lucifer tertawa senang selagi menekuk tangannya."Bagaimana denganmu, Dante? apa kau sanggup mengalahkan Tortoise?" Tanya Lucifer.
"Ini memalukan, Yang Mulia. Bahkan aku tidak yakin dapat mengalahkannya. Jika pilar iblis bersatu melawannya, aku pikir ada kemungkinan 50% kemenangan. Itu hanya jika wanita itu tidak mengganggu." Ujar Dante dengan sedikit kebencian.
"Ahh, benar juga, masih ada dia. Aku yakin dia hanya akan membantu para pahlawan mengenai masalah ini. Yah, lagipula ini salahku karena melakukan hal semacam itu di masa lalu." Ujar Lucifer geli hati selagi bernostalgia
"Dan sepertinya, kita kedatangan tamu, Dante." Lucifer menatap ke arah datangnya seseorang dengan tatapan bosan dan senang.
Benar saja, dua sosok dengan cepat berada tepat di depan mereka. Dante yang memberi hormat para Lucifer perlahan mengangkat kepalanya dan menatap dua orang itu dengan kebencian.
'Beraninya mereka mengganggu kebersamaan ku dengan Yang Mulia Lucifer!' Batin Dante.
Dua orang yang ada di depannya adalah sosok yang mereka bicarakan sebelumnya dan seekor manusia kera. Mereka adalah Rigel dan Ozaru. Akankah pertempuran pecah? ini adalah pertemuan kedua Rigel dengan Lucifer.