The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Son Ozaru



"Sesuatu yang telah kubawa semenjak lahir, kutukanku."


Rigel diam dan mendengarkan. Berbicara tentang kutukan yang di bawa Ozaru merupakan sesuatu yang tidak terduga. Selama bersamanya, Rigel tidak pernah merasakan energi negatif kutukan atau tanda-tanda Ozaru menderita. Lagipula, kemungkinan semacam itu tidak akan pernah terpikirkan oleh siapapun. Dengan keberadaan Divine Protection Pahlawan, seharusnya kutukan tidak akan mempengaruhi Pahlawan.


Namun, mungkin ada pengecualian lain. Salah satu yang mungkin adalah kutukan yang berasal dari kekuatan senjata ilahi itu sendiri. Contoh mudahnya adalah kutukan pemalas yang di emban Takumi yang akan memberikan dampak negatif jika dia menggunakannya. Meski kecil, kemungkinan bahwa Ozaru mengemban kutukan dosa bukanlah nol. Namun, nampaknya permasalahan kutukan Ozaru jauh lebih rumit.


"Aku tidak akan menceritakan secara detail tentang bagaimana kutukan ini tertanam olehku dan para pendahuluku." Ozaru berhenti sejenak sampai dia mulai melanjutkannya.


"Namaku Ozaru, Son Ozaru dari clan Son yang memiliki garis keturunan Dewa Son Go Kong."


Untuk pertama kalinya, Rigel mendengar bahwa Ozaru memiliki marga pada namanya. Jadi benar adanya kalau Ozaru memiliki kemiripan dengan Son Go Kong yang merupakan tokoh cerita di bumi. Namun, tidak terduga bahwa dia benar-benar terhubung dengan Kera bernama Go Kong itu. Dapat di prediksikan bahwa mungkin Ozaru juga berasal dari bumi, bumi masa lalu tepatnya.


"Jadi, kau adalah seseorang dengan darah dewa yang mengalir di nadimu? Jadi kau bukanlah demi-human biasa, melainkan seorang Demi-God sekaligus Demi-human."


Setengah Dewa dan setengah binatang. Benar-benar sesuatu yang dapat terbilang sangatlah unik. Rigel sendiri tidak begitu tertarik dengan kata 'Dewa' yang membuatnya penasaran adalah kemampuan atau hal apa yang di wariskan kepada Ozaru dengan darah dewanya itu. Jika menghubungkannya dengan kutukan yang dia bicarakan, maka tidak salah lagi.


"Ya, kau benar. Kutukan yang kumiliki ini telah terwariskan dari darah yang kumiliki." Ozaru mengkonfimasinya sendiri, seakan dia membaca langsung isi kepala Rigel.


"Begitu. Lalu, kutukan macam apa itu?"


"Aku sendiri tidak begitu memahami kutukan ku. Namun ini terhubung dengan sifat bodohku yang kau kenal. Sepanjang generasi di mulai dari kakek, ayah, hingga aku, kami semua memiliki satu kesamaan, yaitu kebodohan dan tingkah laku kami yang sama. Hal ini di sebabkan oleh kutukan konyol ini. Kutukan ini akan lepas ketika aku mempercayai seseorang untuk mengakhiri hidupku dan membiarkan wujud sejatiku lepas."


Ingatan tentang itu masih begitu segar di kepala Rigel. Saat pertarungan akhir melawan Tortoise, Ozaru untuk pertama kalinya menyebut nama Rigel dan mengatakan bahwa dia percaya padanya dan berubah menjadi seekor kera raksasanya.


"Saat wujud sejatiku terungkap, kau memiliki dua pilihan yaitu mengakhiri hidupku atau memotong ekorku. Jika kau memilih untuk mengakhiri hidupku, maka seluruh pengetahuan, kekuatan dan darah dewa beserta kutukan ini akan terwariskan padamu karena aku tidak memiliki pewaris. Namun kau memilih jalan berbeda, yaitu dengan memotong ekorku dan mengembalikanku ke wujud ini."


"Tunggu, pada saat itu aku telah tidak sadarkan diri dan Pahlawan lain yang memotong ekormu dan bukan aku." Ozaru langsung menyela,


"Tidak masalah siapa yang memotongnya, selama aku memberikan kepercayaanku padamu. Yah, kita kembali ke topik awal. Kau memilih untuk memotong ekorku dan membawaku ke bentuk semula, mungkin hal itu yang menjadi pemicu utama atas lepasnya kutukan ku dan membentuk kepribadian baru yang seperti ini."


Singkatnya, karena Rigel tidak membunuh Ozaru pada saat itu dan justru memotong ekornya membuat Ozaru kembali ke bentuk Humanoid dengan perbedaan kepribadian. Jika saja Rigel memilih sebaliknya, maka kekuatan, pengetahuan dan darah dewa beserta kutukannya akan di wariskan kepadanya. Meski pengetahuan dan kekuatan membuatnya tertarik, namun dengan adanya kutukan merupakan sebuah keberuntungan baginya untuk tidak mendapatkannya.


"Jadi mudahnya kau kini memiliki dua kepribadian ya? lantas yang mana dirimu yang sebenarnya?"


Jadi Ozaru benar-benar tidak memperdulikan mana yang merupakan kepribadian utamanya, bahkan tidak masalah jika keduanya bercampur. Yah, terlalu pintar mungkin dapat menjadi pisau bermata dua baginya.


"Jadi, dengan begitu kutukan aneh itu telah hilang selamanya?" Pertanyaan terakhir untuk mengkonfirmasi. Namun yang mengejutkan adalah Ozaru menggeleng dengan pertanyaan itu.


"Kurasa kutukan ini tidak akan menghilang begitu saja. Ada satu hal lagi, saat aku menatap bulan purnama penuh, wujud asli ku akan muncul kembali meski aku tidak menginginkannya. Belum lagi, saat bulan purnama itu kekuatanku akan mencapai puncaknya dan aku akan kembali ke wujud manusia setelah malam berlalu. Namun karena itu pula ekorku menjadi lebih cepat tumbuh dan Ozaru yang Idiot dan bodoh akan mendominasi kembali."


Rigel menarik rambutnya dan mencerna baik-baik. Selama Ozaru tidak berubah menjadi kera raksasa itu dan selama ekornya tidak kembali tumbuh, maka kepribadiannya yang tenang dan pintar ini akan tetap bertahan. Sementara ketika skornya kembali, dia akan kembali menjadi bodoh dan idiot.


"Artinya, ekormu itu menjadi pemicu kutukanmu, ya. Sungguh memprihatinkan saat mengetahui bahwa kutukanmu itu akan menempel padamu seumur hidup." Ozaru dengan memejamkan matanya mengangguk setuju.


"Ya, kau pikir sudah berapa banyak rakyatku yang kuinjak saat aku mengamuk? bagiku itu menjadi peristiwa terburuk yang pernah kulalui seumur hidup." Meski samar, Rigel dapat melihat jejak keringat dingin dan Ozaru sedikit gemetar. Mungkin itu yang menyebabkannya takut setengah mati saat di Domain of Despair Diablo.


Rigel melirik Ozaru, "Pertanyaan terakhir, kenapa kau memberitahukan hal ini kepadaku?" Ozaru perlahan membuka matanya dan tatapannya bertemu dengan Rigel.


"Karena kau orang yang menerima kepercayaanku, maka aku harus memberitahukannya padamu," dia perlahan berdiri, "Selain itu, efek lain dari kutukan ini, saat aku memberikan kepercayaan dan hidupku kepada seseorang, maka otomatis dia akan menjadi orang yang harus kulayani. Apapaun yang terjadi, aku tidak akan bisa melawan perintahmu atau menusukmu dari belakang." Ozaru perlahan mendengus senang.


"Bersyukurlah, jika kekhawatiran terbesarmu telah tersingkirkan."


Dia menembak tepat sasaran, jika Rigel memang mengkhawatirkan bahwa Ozaru akan membangkang. Meski itu patut di syukur kan, namun tidak ada jaminan pasti yang dapat membuat Rigel percaya dengan begitu mudahnya.


"Jujur, kau memang benar. Kepribadian cerdasmu yang dapat memerintah sebuah negara sedikit mengerikan. Namun, jaminan apa yang bisa kau berikan padaku bahwa kau tidak dapat melanggar perintahku?" Sorot mata Rigel menatap dingin Ozaru.


Ozaru menghela nafas lelah, "Huh~, sudah kuduga bahwa kau akan sangat waspada." Ozaru menunjuk dahinya dan saat dia melakukannya sebuah cahaya berbentuk mahkota keemasan muncul, "Saat aku menolak perintahmu, mahkota yang mengikat kepalaku ini akan semakin kencang dan menciptakan sakit kepala yang luar biasa. Seakan kepalaku meledak kapan saja. Kau bisa mencobanya jika tidak percaya, namun aku tidak ingin merasakan sakitnya." Ozaru mempersiapkan diri, dia tahu dengan betul bahwa Rigel akan mencobanya.


"Kalau begitu... Bersujudlah."


"...Aku menolak." Saat Ozaru menolak, mahkota cahaya itu semakin bersinar terang dan perlahan terlihat semakin mengencang yang membuat Ozaru mengerang sakit selagi terguling-guling sampai akhirnya dia bersujud untuk menghilangkan rasa sakitnya. Ozaru bangkit perlahan dengan kesal, "Kau puas, bajingan?!"


Rigel mencemooh, "Heh, aku tidak akan percaya sampai aku benar-benar puas melihatmu kesakitan." Dengan begitu, permainan sadistic Rigel berlanjut dan ruang yang sepi kembali menjadi bising sampai akhirnya Tirith menerobos masuk dan menghentikan permainan itu.


..._______New Arc : Phoenix dan bintang redup_______...